Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KREDIT For Account officer (AO). Oleh : Tata Salta SE.MAk.Ak.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KREDIT For Account officer (AO). Oleh : Tata Salta SE.MAk.Ak."— Transcript presentasi:

1 KREDIT For Account officer (AO). Oleh : Tata Salta SE.MAk.Ak

2 Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bungan, imbalan atau pembagian hasil keuntungan. Pengertian Kredit

3 Umum (populer) : – Credire (yunani) > Kepercayaan – Creditum (latin ) > Kepercayaan akan kebenaran. Sisi Bank : – kredit adalah kekayaan bank yang dikelola pihak lain. – Pihak lain = Peminjam, bukan pemilik. – Karateristik bank dibanding bisnis-bisnis lainya.

4 Unsur-unsur Kredit 1.Adanya Dua Pihak: KreditorDebiitor Hubungan pemberi kredit dan penerima kredit merupakan hubungan kerja sama yang saling menguntungkan

5 2. Adanya Kepercayaan; Kepercayaan pemberi kredit Kepada penerima atas dasar analisa Unsur-unsur Kredit

6 3. Uang atau Tagihan Tunai, BG, L/C. Kartu Kredit

7 Unsur – Unsur Kredit 4.Persetujuan. 1.Tidak boleh atas dasar paksaan 2.Harus didukung oleh bukti persetujuan, dikuatkan oleh pejabat berwenang (notaris/PPAT). SPH/PK (Surat Pengakuan hutang )

8 Unsur – Unsur Kredit 5.Wajib lunas 1.Pinjaman 2.Dana dari pinjaman 6.Jangka waktu tertentu 1.Risiko 2.Jangka waktu dana tertentu 3.Siklus usaha 7.Bunga dan imbalan. 1.Biaya dana 2.Biaya OHC 3.Risiko

9 Unsur – Unsur Kredit 8.KEKAYAAN BANK 1.Sisi aktiva 2.Harus dimonitor 9.KEYAKINAN (unsur penting !!!) 1.Kredit = kekayaan bank 2.Berisiko = lepas dari tangan bank jangka waktu. 3.Dana dari (kepercayaan) masyarakat.

10 FUNGSI KREDIT 1.Menjadi motipator dan dinamisator peningkatan kegiatan perdagangan dan perekonomian 2. Memperluas lapangan kerja bagi masyarakat. 3. Memperlancar arus barang dan arus uang. 4. Meningkatkan hubungan internasional. 5. Meningkatkan produktifitas dana yang ada. 6.Meningkatkan daya guna barang. 7.Meningkatkan kegairahan berusaha masyarakat. 8.Memperbesar modal kerja perusahaan. 9. Meningkatkan “iIncome Percapita” masyarakat. 10. Mengubah cara berfikir atau cara bertindak masyarakat untuk lebih ekonomis.

11 Membutuhkan dana PT/CV Individu Credit Diirut PT. Budiman Kekurangan Dana Utk. Ekspansi Usaha

12 Mengapa kredit diperlukan??? Dari sisipemimjam : 1.Kekurangan dana sendiri. Kanaikan penjualan Penundaan pelunasan utang (kedua sebab ini muncul bersamaan) Tenggang waktu pendapatan. Subtitusi hutang pihak ke tiga. Untuk semangat bisnis. 2.Reputasi. Orang yg punya hubungan dengan bank punya reputasi tersendiri. 3.Tertib manajemen keuangan.

13 Proses Pelayanan Kredit Penetapan Rencana Strategi : – Menentukan Target (sasaran) penentuan (pasar Sasaran) – segmentasi bisnis. (pengelompokan Usaha) untuk memudahkan pelayanan, hasil yg optimal, memudahkan pengembangan. –.Risiko Perkreditan yang bisa ditolelir.

14 Siklus Proses Kredit b 7 7a 7c Permohonan Pemrakarsa kredit Analisa & Evaluasi kredit Negosiasi Kredit Penetapan Struktur & Tipe Kredit Rekomendasi Putusan Kredit Monitoring Pengwasan kredit Pelunasan Tambahan kredit Kredit bermasalah 6 Putusan, Perjanjian Pencairan kredit

15 TAHAPAN PERSIAPAN ANALISA

16 Persiapan Analisa Kredit Persiapan analisa kredit, segala aktivitas yang di lakukan mengumpulkan informasi dan data yang diperlukan untuk bahan analisa sehingga akan memperlanca proses analisa kredit. Beberapa faktor yang perlu di perhatikan dalam analisis Kredit. A.Faktor sumber daya manusia (SDM). B.Faktor data analisis. C.Faktor teknis Analisis.

17 A. Faktor Sumber Daya Manusia (SDM) Analis Kredit dalam hal ini Account Officer (AO) harus memiliki keterampilan yg bersifat teknis maupun pengetahuan bersifat teoritis disamping harus mempunyai mental yang kuat. Syarat – syarat bagi seorang Account Officer : – Sudah terbiasa dengan formolir analisis dan cara menganalisis. – Memiliki pengetahuan tentang pengertian yang tepat mengenai prinsip-prinsip perkreditan. – Mengetahui praktik/kebiasaan dalam perdagangan/perusahaan; – Mempunyai wawasan luas dalam bidang kauangan/permodalan, manajemen, akuntansi, dan ekonomi; – Mempunyai mental yang kuat sehingga tidak mudah terpengaruh;

18 Peran Account Officer ; Account Officer ; merupakan Point Of Contact antara bank dengan nasabah yang harus memelihara hubungan antara nasabah dan wajib memonitor kegiatan usaha nasabah secara terus-menerus.

19 – Disamping itu account Officer (AO) harus mengetahui : Ketentuan yang berlaku dan larangan-larangan yang ada atas kredit yang dimohon. SOP Perkreditan. Besar kredit yang diminta dan untuk apa kredit tersebut dipergunakan; Rencana pembiayaan dan pelunasan nasabah serta sumber dana pelunasan kredit atau cash Flow usaha nasabah; Informasi dan data utama yg diperlukan sehubungan dengan kredit yang diminta. Informasi dan data tambahan apa yang perlu dilengkapi. Dari mana sumber dan bagaimana cara informassi dan data dimaksud dapat diperoleh.

20 B. Faktor Data Analisis. 1.Melakukan penelitian secara fisik (on The Spot) ke; rumah ymp kelokasi usaha, dan lokasi jaminan. 2. Data yang di dapat secara (On Site ) data laporan keuangan (neraca, laba rugi) bisa dengan bantuan akuntan Publik.

21 C. Teknik Analisis Analisis harus dilakukan dg cara teliti sesuai tetentuan-ketentuan / sesuai SOP, teknis analisis a. analisis kuantitatif; b. analisis kualitatif. Informasi dan data yang diperlukan 1.Informasi dan data umum tentang calon nasabah. 2.Informasi dan data khusus untuk kredit: Modal Kerja (MK) Investasi Konsumtif. Ekspor / impor 3.Data mengenai aktivitas yang berjalan. 4.Data mengenai rencana usaha pemohon. 5.Izin rekomendasi.

22 2. Sumber dan cara memperoleh Informasi a.Sumber informasi: Sebagian besar sumber informasi bersumber dari nasabah. Dari pihak ketiga ( aparat satempat yg mengeluar perijinan, relasi bisnis, bahkan dari BI). b.Cara memperoleh Informasi. Interview dan pengisian formolir yang disediakan oleh bank. Pemeriksaan setempat/ on the spot. Meminta informasi antarbak dan Bank Indonesia ( SID) Bank to bank information antarkantor cabang bank. Informasi nasabah individu (IDI) dari bank Indonesia (SID).

23 3. Feasibility Study Feasibilty study; adalah study yang memgambarkan keadaan dan prospek suatu proyek, baik dari segi teknis maupun ekonomis.

24 a. Kegunaan Feasibilty Study 1. Bahan Pengwasan ; Untuk bahan pengawasan, digunakan saat permohonan kredit dan ketika kredit sedang berjalan.digunakan 2.Memperlancar proses analisi kredit ; Data yang dibutuhkan bank cukup terpenuhi dan dapat dipertanggung jawabakan FS dibuat oleh konsultan. Didala m mengenai:  Penilaian atasjalanya proyek.  Realisasipenggunaan kredit.  Kredit yang diperlukan

25 b.Kredit yang memerlukan Feasibility :  Untuk setiap permohonan kredit Investasi untuk jumlah tertentu, disamping project proposal.  Pada saat nasabah mengajukan kredit baru, maupun kredit lama sepanjang dibutuhkan.

26 Aspek-aspek Feasibility Study Aspek Yuridis; status hukum, kapasitas calon debitur, akte pendirian & Perubahan, legalitas / perijinan. Aspek Yuridis; status hukum, kapasitas calon debitur, akte pendirian & Perubahan, legalitas / perijinan. Aspek organisasi /Mgt; bentuk dan sifat Organisasi, kemampuan menejer, kewibawaan, pengalaman dan pendidikan, karanter. Aspek organisasi /Mgt; bentuk dan sifat Organisasi, kemampuan menejer, kewibawaan, pengalaman dan pendidikan, karanter. Aspek Ekonomi Makro; apakah ada kebijakan pemerintah yng berpengaruh negatif, bagaimana perdagangan produk Regional, nasional atau Internasional, adakah LSM yg memboikot produk, adanya kebijakan Moneter, Fiskal dan sistem tarif bea masuk.apakah produk dan jasa usaha nasabah termasuk yang dilarang. Aspek Teknis ; a. Lokasi usaha, b.luas areal/barang modal dan kapasitas, c. tenaga kerja komposisinya (asing, dlmngri), d. bahan baku Aspek Keuangan; penilaian kembali komposisi keuangan, pengkalkulasian Hpp produk baik lama/baru, harga jual produk lama/baru, pendapatan mingguan,perbulan, pertahun, jadwal penarikan pelunasan kredit. Aspek pemasaran:. saluran distribusi, kemampuan bersaing produk konsumen tunggal atau bukan, penjualan tunai/kredit, selera konsumen terhadap produk, propek produk (umur produk), pasar nasional, luar. Aspek Sosial ; seberapa besar proyek tersebut menyerap tenagakerja, pengaruhnya terhadap kegiatan ekonomi setempat, apakah perusahaan telah melakukan CSR, Amdal.

27 4. Peran Konsultan Bagi Bank: – Meneliti, mempelajari, dan menganalisa suatu proyek yg akan dibiayai dg adanya Feasiblity Study yg disusun oleh konsultan pihak bank (AO) akan lebih cepat, tepat dan cermat dalam analisa kredit. – Membantu mengawasi suatu proyek yang telah mendapat bantuan bank (kredit). Bagi Nasabah : Sebagai penasihat bila terjadi kesulitan- kesulitan usaha. Dapat memonotor pencapaian usaha dan propek uasaha dimasa yang akan datang.

28 5. Prinsip Kehati-hatian (Prudential Banking) Beberapa indikator mengenai prinsip kehati- hatian yang perlu diperhatikan oleh account officer: – Aktiva Tertimbang Menurut Risisko (ATMR). – Capital Adequacy Ratio (CAR) – Net Open Position (NOP atau PDN) – Loan to Deposit Rasio (LDR) – Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK). Penyediaan dana yang diperkenankan bank kepada peminmjam,

29

30 Dasar Hukum Pasal 8 UU No.7 th 1992 / UU No “Dalam memberikan kredit, bank umum wajib mempunyai keyakinan atas kemampuan debitur untuk melunasi hutangnya sesuai dengan jangka waktu yang telah diperjanjikan.”

31 Pedoman analisa Kredit Pasal 8 UU No.10 tahun 1998 (penjelasan): “…. Sebelum memberikam kredit, bank harus melakukan penilaian yang seksama terhadap Watak(Character), Kemampuan (Capacity), Modal (Capital) Agunan (Collrateral), dan prospek usaha (condition) dari debitur”.

32 Analisa/penilaian Permohonan kredit Maksud: Maksud: Kajian yang dilakukan dengan maksudk untuk mengetahui atau menilai kelayakan suatu permohonan kredit yang diajukan oleh debitur atau calon debitur. melalui hasil analisa kredit, dan dapat diketahui apakah usaha nasabah leyak (Feasible) dan hasil usahanya dapat dipasarkan (marketable) dan profitable menguntungkan (profitable Kajian yang dilakukan dengan maksudk untuk mengetahui atau menilai kelayakan suatu permohonan kredit yang diajukan oleh debitur atau calon debitur. melalui hasil analisa kredit, dan dapat diketahui apakah usaha nasabah leyak (Feasible) dan hasil usahanya dapat dipasarkan (marketable) dan profitable menguntungkan (profitable). Tujuan: Memberikan keyakinan yang memadai bagi bank bahwa usaha/proyek yang akan dibiayai dengan kredit cukup layak dan debitur mempunyai kemauan dan kemampuan memenuhi kewajibanya kepada bank secara tertib, baik pembayaran pokok maupun bungan sesuai dangan kesepakatan Debitur & kreditur.. Accounr Officer Debitur

33 Hal – hal yang menjadi pokok Penilaian Account Officer (AO) Watak/karakter (Character). – Kemauan untuk melunasi. Kemampuan (Capacity). – Manajemen – Membayar. Modal (Capital) – Kesanggupan menyediakan modal sendiri. Agunan (Collateral). – Sumber dari usaha yang dibiayai – Salah satu unsur jaminan. Kondisi & prospek usaha. – Faktor external

34 Aspek-aspek analisa Kredit 1.Aspek yuridis 2.Aspek Pemasaran; 3.Aspek manajemen dan organisasi; 4.Aspek Teknis; 5.Aspek Keuangan;

35 1. Aspek Hukum a.Legalitas pendirian usaha: Apakah sudah menmenuhi syarat sebagai subjek hukum. Keabsahan Pendirian perusahaan sesuai hukum; Bila terjadi berubahan baik pengurus maupu pemilik sudah sah menurut hukum. b.Legalitas Usaha: Apakah nasabah telah memiliki ijin dari instansi terkait. Apakah antara ijin usaha telah sesuai dengan kegiatan usahanya. Apakah perijinan masih berlaku.

36 c.Kontrak kerja sebagai dasar permohonan kredit:  Bila yang mengajukan kredit perusahaan yang bersifat kontrak kerja maka teliti surat perjanjian kontraknya. d.Legalitas pengajuan permohonan Kredit.  Bila calon debitur perorangan apakah orang yang mengajukan permohonan sudah benar (bukti Diri)  Bila calon debitur corporate/perusahaan kebeneranya berdasarkan akta pendirian AD/AR perusahaan dap siapa yang berhak menandatangani perjanjian yg mewakilia perusahaan. e.Legalitas barang jaminan.  Bukti kepemilikan agunan. Exm ( SHM cek ke BPN)  Meneliti surat kuasa menjaminkan dari pemilik barang bila barang bukan milik sendiri calon debitur.  Meneliti status kepamilikan jaminan.

37 2. Aspek Pemasaran a.Produk atau jasa yang dipasarkan ;  Product life Cycle (umur dari barang atau jasa).  Adanya barang substitusi.  Adanya pesaing yang memproduksi barang sejenis.  Apakah barang yang dihasilkan barang setengah jadi (bahan baku produk lain) atau produk jadi.  Segmen pasar yang akan dituju untuk produk tersebut.

38 b.Penentuan volume atau Rencana pemasaran produk;  Market test approach. Uji coba pemasaran. Sifat dari market test Aproach ; o Untuk nasabah yang produknya baru masuk pasar. o Produk tersebut bukan produk untuk kebutuhan sehari- haris. o Produk yang baru sama sekali.

39  Contoh perhitungan :

40  Market Corrolary Approach; dg pendekatan ini Volume pemasaran suatu barang atau jasa ditentukan oleh perkembangan volume pemasaran produk utama.  Peningkatan usaha Real estate pembangunan akan meningkat permintaan akan (semen, pasir, bata merah).  Kanaikan penjualan mobil akana meningkatkan permintaan ( Ban, sukucadang lainya).

41  Industri market Approach; debitur yang memproduksi barang atau jasa tapi tergantung pada sektor lainya: contoh : Kenaikan tingkat kunjungan wisata ke pulau bali akan meningkatkan permohonan kamar, sehingga debitur untuk membangun kamar yang baru dan kebutuhan dana dan mengajukan kredit.

42 c.Mengadakan penilaian terhadap manajemen pemasaran perusahaan nasabah:  strategi pemasaran yang akan ditempuh,  Apakah Organisai pemasaraan sudah berkualitas.  Pengalaman para salesman,  Biaya yang di anggarkan untuk pemasaran,  Sarana pemasaran yang dimiliki,  Sarana promosi. d.Mengadakan penilaian tentang kebijakan dan strategi yang akan di tempuh oleh nasabah (perusahaan):  program promosi (diskont, )  Program produk service delivery.

43 e.Target Pemasaran :  Target pemasaran teliti omzet penjualan dan proyeksi tahun berikutnya.  Teliti antara target yang ditetapkan dengan pencapaian. f.Keadaan pemasaran saat ini ;  Realisasi produk dan penjualan, (tingkat pencapaian)  Sistem pemasaran, ( konsinyasi, tunai, kredit) bandingan ketiganya secara prosentis.  Market share yang telah dikuasai, g.Prosfek Pemasaran;  Jumlah produksi/penjualan, daerah pemasaran.  Adanya krontrak-kontrak pembalian dari konsumen.  Meneliti kemungkan adanya pekembangan pemasaran dng adanya kondisi ekonomi yang membaik.

44 3. Aspek Manajeman dan organisasi. a)Aspek manajeman dan organisasi ; Pemilik sebagai pengelola atau ada pemisahan. Sejarah perusahaan apakah perkembangan dari usaha kecil-kecilan sehingga rasa memiliki perusahaan tersebut tinggi. Tidak atau kurang membuat perencanaan secara tertulus. Apakah penyelenggarakan catatan akuntansi. Apakah perusahaan selalu melakukan/membuat inovasi terhadap produk untuk mempertahankan umur produk. Apakah produk atau jasa yang di jual tergantung terhadap pada satu pelanggan atau pemasok.

45 a.Manajemen. 1.Pengertian manajemen:  Mempu menjalankan empat fungsi manajemen dalam perusahaan, planing, organzing, actuating dan controling  Kemampuan mengelola perusahaan. 2.Proses manajemen, Proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. 3.Jenjang manajemen, Manajer Puncak(top manajemen), manajer menengah (middle manajemen), manajemen lini pertama (frist-line management) 4.Aspek manajerial dalam fungsi manajemen. Fungsi perencanaan, fungsi pengorganisasian, fungsi pelaksanaan, fungsi pengawsan dan fungsi pengendalian. 5.Keterampilan Manajerial: keterampilan teknik (technical skill) keterampilan komunikasi (human relation) keterampilan membuat konsep (conceptual skill), keterampilan menganalisis ( diagnostic skill).

46 b. Bentuk Organisasi. Bentuk organisasi sangat dipengaruhi besar kecilnya perusahaan dan jenis usaha.

47 4. Aspek teknis a.Ruang lingkup Aspek Teknis : dalam aspek teknis yaitu menyangkut kemampuan :  Memilih tanah dan lokasi usaha,  Mesin-mesin yang digunakan,  Bangunan pabrik, toko, gudang, kantor.  Peralatan penunjang lainya komputer, dll  Cara memperoleh ( proses)  Kebutuhan penunjang (air, listrik, jalan akases ke lokasi).

48 b. Proses analisis aspek teknis:  lokasi usaha,  sumber daya manusia (SDM)  pengalaman usaha,  perusahaan, mesin-mesin serta proses produkasi yang sesuai  pemilihan Mesin dn peralatan.  Lay Out.  sarana dan prasarana.  Memperkirakan kebutuhan biaya.

49 5. Aspek Keuangan. Dapat dilihat dari laporan keuangan,; – Neraca – Laporan Laba Rugi, – Laporan sumber dan penggunaan.

50 Neraca ; lakukan analisa vertikal, analisa Horizontal, analisa per Pos dalam neraca. Analisa Laba Rugi lakukan analisa Vertikal, Analisa Horozontal, dan analisa per pos dalam Laporan Laba-rugi.

51 Melihat tanggung jawab, kejujuran, keseriusan bisnis, keinginan untuk membayar semua kewajiban dengan seluruh kekayaan yang dimiliki, sehingga : Bank dapat meyakini itikad baik peminjam Bank dapat mengetahui risiko atas kredit yang diberikan.

52 ANALISA CARAKTER Faktor-faktor yang dibahas. – Riwayat hubungan dg bank – Riwayat pinjam – Reputasi bisnis & keuangan – Manajemen – Legalisasi usaha.

53 Riwayat hubungan dg bank Riwayat hubungan dengan Bank lain : – Bank pemberi kredit – Berapa jumlahnya – Sejak kapan – Apa alasan pindah bank Riwayat hubungan dengan bank pemeberi kredit: – Nasabah lama non kredit. – Nasabah lama kredit

54 Nasabah lama kredit Besarnya kredit yang lalu Performance kredit selama berhubungan Kerjasama – Ketepatan waktu – Penyampaian – Kebenaran informasi – Keterbukaan untuk memberikan semua informasi yang dibutuhkan bank Cara berhubungan dengan bank. – Mendesak (biasanya untuk membayar hutang) – Iming – iming.

55 Riwayat peminjam Latar belakang bisnis Pengalaman bisnis Kecenderungan berbisnis Risk taker vs risk averse Hubungan group

56 Reputasi bisnis & Keuangan Apakah ybs, dipercaya oleh pemasok/pelanggan Kedudukan calon debitur dalam industri (new comer, leader, follower). Pernah menarik cek kosong Pernah melanggar hukum.

57 LEGALITAS USAHA Status badan hukum – Badan hukum – Non badan hukum Legalitas usaha – Perizinan – Status penanaman modal PMA PMDM

58 Analisa terhadap kemampuan yang dimiliki oleh calon debitur dalam menjalankan usahanya guna memperoleh laba yang diharapkan. Kegunaan analisa ini adalah untuk mengetahui / mengukur sampai sejauh Mana calon debitur mampu untuk mengembalikan atau melunasi utangnya (ability to pay) secara tepat waktu dari usaha yang diperolehnya. Kegunaan analisa ini adalah untuk mengetahui / mengukur sampai sejauh Mana calon debitur mampu untuk mengembalikan atau melunasi utangnya (ability to pay) secara tepat waktu dari usaha yang diperolehnya.

59 Kemampuan Manajerial (kualitatif) Kemampuan Finansial (Kuantitatif)

60 Menajeman Puncak: Penetapan Visi, Misi tujuan dan strategi perusahaan. Perencanaan menejemen,meliputi penyusunan rencana kerja, SOP, Buget. PoaC.

61 Kemampuan : Manajemen produksi Manajemen pemasaran, Manajemen keuangan. Manajemen personalia. KEMAMPUAN FINANCIAL

62 Kemampuan sendiri perusahaan dalam memikul beban pembiayaan yang dibutuhkan / kempuan perusahaan menyediakan modal. Kemampuan menanggung beban risiko (risk Sharing) Kesungguhan debitur dalam mengelola usahanya

63 Indikator Utama : DER Semakin tinggi DER: – Rendahnya kemampuan perusahaan menanggung beban pembiayaan. – Semakin tingginya risiko yang dihadapi perusajaan. DER merupakan alat ukur ketergantungan debitur terhadap pihak luar perusahaan. Besarnya modal sendiri tidak mencerminkan kemampuan perusahaan dalam pembayaran hutangnya.

64 Prinsip-prinsip dalam menilai modal sendiri 2. HARUS ADA PEMISAHAN SECARA JELAS ATAS HUTANG. 1. HARUS ADA PEMISAHAN ASSETS SECARAJELAS 3. PERHITUNGAN NILAI ASSET HARUS DIDASARKAN PADA PRINSIP AKUNTANSI 4.NILAI EQUITY DIPEROLEH DARI PENGURANGAN TOTAL ASSET DENGAN SELURUH UTANG 5. DEBITUR YG MEMILIKI BEBERAPA USAHA AGAR DIBUAT NERACA KONSOLIDASI

65 Keyakinan bank atas kemampuan dan kesanggupan debitur untuk melunasi hutangnya sesuai yang diperjanjikan Jaminan Kredit : – First Way Out Cash Flow – Second Way Out Agunan

66 1.Jaminan pokok adalah: Usaha/proyek yang dibiayai dengan kredit. 2.Jaminan tambahan. Barang/ hak kebendaan baik yang ada maupun yang tidak adakaitanya dengan usaha/proyek yang dibiayai.

67 Menurut UU no.10/1998 Agunan adalah : jaminan tambahan yang deserahkan oleh debitur kepada bank dalam rangka pemberian fasilitas kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip Syariah.

68 Jenis-jenis Agunan 1.Agunan perorangan :  Personal Guaranted.  Corporate Guaranted. 2.Agunan Kebendaan : a.Benda bergerak.  Berwujud (BPKB, bangunan di atas tanah orang lain, Surat Ijin Tempat Usaha /SITU,  Tidak berwujud ( Sertifikat Deposito dll). b.Benda tetap:  Menurut sipatnya (tanah, sawah, kolam dll)  Menurut UU (kapal dg bobot mati 20 Ton)

69 PENILAIAN AGUNAN 1.Metode penilai : Metode pendekatan pasar. Metode pendekatan kalkulasi Metode pendekatan pendapatan 2. faktor-faktor yg mempengaruhi penilaian tanah & bangunan:  Standar kehidupan sosial  Perubahan dan penyesuaian kehidupan.  Peraturan pemerintah dan perundan- undangan.

70 Hal-hal yang perlu diperhatikan Account Officer harus memperhatikan hal- hal sebagai berikut : 1.Perjanjian accesoir harus benar-benar sempurna tanpa cacat menurut hukum. 2.Personal guarantee ( harus ada persetujuan suami istri). 3.Corporatee guarantee ( yang perludiperhatikan anggaran dasar dan akte pendirian ).

71 STATUS HUKUM ATAS TANAH / STATUS KEPEMILIKAN Hak Milik Hak guna usaha (HGU) Hak Gunan Banguan (HGB) Hak Pakai. Hak Sewa Hak Pengusahaan Hutan; Hak Pembukaan Tanah; Hak memungut hasil hutan:

72 Hak milik tanah, hak turun temurun, terkuat dan terpenuhi yang dapat dipinyai orang atas tanah (bukuti kepamilikanya SHM) pengikatan Hipotik. Hak guna Usaha, hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasai langsung oleh negara dalam jangka waktu tertentu lama 25 tahun -35 tahun dpt diperpanjan selama 25 tahun (SHGU). Pengikatan dengan Hipotik. Hak Guna Banguan, hak untuk mendirikan dan mempunyai bangunan di atas tanah milik orang lain dengan jangka waktu paling lama 30 tahun. (SHGB). Pengikatan dg Hipotik. Hak Pakai, hak untuk menggunakan dan/atau memungut hasil dari tanah yang dikuasai langsung oleh negara atau milik orang lain. Dan diberikan ijin Okupasi. Hak pengusahaan Hutan; hak yang memeberikan wewenang kepada pemegangnya untuk melakukan sesuatu dan mengolah kayu dalam areal hutan tertentu, dikeluarkan oleh Dirjen/kementrian Kehutanan. (HPH). Hak Sewa; hak untuk menggunakan tanah milik orang lain untuk keperluan bangunan dengan membayar kepada pemiliknya sejumlah uang sebagai uang sewa. Hak memungut hasil hutandan hak membuka hutan; hak ini bukan hak atas tanah karena tidak memeberikan kewenangan untuk menggunakan tanah tertentu. Maka tidak dapat dijadikan agunan.

73 SYARAT AGUNAN KREDIT Mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. (marketable) mudah dijual bila nasabah wanprestasi. Memenuhi aspek yuridis. Jaminan tsbt memenuhi syarat-syarat yuridis untuk dipakai sebagai agunan.

74 Termasuk dalam analisa kondisi disini : politik, sosial, ekonomi, budaya, yang mempengaruhi keadaan perekonomian yang kemungkinan mempengaruhi kelancaran usaha nasabah. – Peraturan pemerintah. (larangan trhadap produk, batas-batas terhadap produk tertentu Ex Motor). – Situasi politik, dan perekonomian dunia; – Keadaan lain yang mempengaruhi pemasaran. – Teknis produksi : pengunaan TI, ketersediaan bahan baku, cara penjualan Konsinyasi, Tunai, Kredit dll.

75 PERAN ACCOUNT OFFICER (AO) DALAM ANALISA KREDIT

76 ACCOUNT OFFICER (AO) Point Of Contac BANK DEBITUR Account Officer Harus : 1.Memelihara hubungan baik dg nasabah 2.Wajib memonitor kegiatan nasabah / debitur 3.Mampu melakukan cross selling atas produk-produklainya, dalam meningkatkan Fee Base Income. Account Officer Harus : 1.Memelihara hubungan baik dg nasabah 2.Wajib memonitor kegiatan nasabah / debitur 3.Mampu melakukan cross selling atas produk-produklainya, dalam meningkatkan Fee Base Income.

77 THE END


Download ppt "KREDIT For Account officer (AO). Oleh : Tata Salta SE.MAk.Ak."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google