Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BAHAN KULIAH PENELITIAN KUALITATIF PADA PPS-FKIP UNIVERSITAS RIAU KONSENTRASI MANAJEMEN PENDIDIKAN Prof. Dr. Mohammad Diah, M. Ed Dr. Rr. Kartikowati,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BAHAN KULIAH PENELITIAN KUALITATIF PADA PPS-FKIP UNIVERSITAS RIAU KONSENTRASI MANAJEMEN PENDIDIKAN Prof. Dr. Mohammad Diah, M. Ed Dr. Rr. Kartikowati,"— Transcript presentasi:

1

2 BAHAN KULIAH PENELITIAN KUALITATIF PADA PPS-FKIP UNIVERSITAS RIAU KONSENTRASI MANAJEMEN PENDIDIKAN Prof. Dr. Mohammad Diah, M. Ed Dr. Rr. Kartikowati, M.Sc.

3 MAKNA: PROSEDUR KUALITTIF YANG SISTEMATIK YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGHASILKAN SEBUAH TEORI – pada tataRAN KONSEP– SEBUAH PROSES, KEGIATAN, ATAU INTERAKSI TENTANG SESUATU TOPIK SUBSTANTIF KAPAN DIGUNAKAN?  GUNA MENDAPATKAN TEORI UMUM (PENJELASAN SUATU PROSES);  TEORI YANG ADA TIDAK MENGENA (MASALAH, ATAU PARTISIPAN);  KRENA BERAKAR DARI DATA (COCOK DGN SITUASI, WUJUD PRAKTEK, SENSITIF THDP PARTISIPAN DAN SETING), IA LEBIH BAIK DARI TEORI BERBASIS LITERATUR TIPE-TIPE PENELITIAN TEORI GROUND ED:  PROSEDUR SISTEMATIS (STRAUSS & CORBIN, 1988);  RANCANGAN EMERGING (MUNCUL SECARA ALAMAIAH), GLASER, 1922;  RANCANGAN CONSTRUCTIVIST (CHARMAZ, 1990, 2000, 2006);

4 RANCANGAN SISTEMATIS (LANGKAH-LANGKAH): A) PENGKODEAN TERBUKA; PEMBENTUKAN KATEGORI-KATEGORI AWAL DARI INFORMASI YANG DIPEROLEH DARI BERBAGAI SUMBER INFORMASI TERKAIT DENGAN FENOMENA YANG DITELITI (LIHAT Figure (diagram 9.1) dan Figure (Diagram 9.2); (B) PENGKODEAN AXIAL BERSUMBU): MENETAPKAN SATU KATEGORI DALAM PENGKODEAN TERBUKA SEBAGAI SUMBU DAN MELETAKKANNYA PADA POSISI SENTRAL DARI PROSES YANG SEDANG DIKAJI DAN MENGAITKAN KATEGORI-KATEGORI LAINNYA DENGAN KATEGORI TERSEBUT (lihat DIAGRAM 9.3) (C) PENGKODEANJ SELEKTIF; (1) PENYUSUNAN TEORI TENTANG KESALINGHUBUNGAN ANTARA KATEGORI-KATEGIRI SEHINGGA DIPEROLEH PENJELASAN ABSTRAK TTG PROSES YANG DIAKJI (2) MENULISKAN ALUR CERITA DENGAN MENGAITKAN KATEGORI- KATEGORI SATU SAMA LAINNYA DAN MENYORTIR MEMO-MEMO PRIBADI BERKENAAN DENGAN GAGASAN-GAGASAN TEORITIS;  DAN (D) PENGEMBANGAN PARADIGMA LOGIS (GAMBARAN VISUAL DARI TEORI YANG DILAHIRKAN): PENGGUNAAN DIAGRAM-DIRGRAM UNTUK TEORI SETELAH DATA-DATA DIANALISIS DAN SETELAH TIPE-TIPE KATEGIR SPESIFIK DITEMUKAN DALAM PENGKODEN AKSIAL; TERAKHIR AKAN LAHIR HIPOTESIS (PROPOSISI) YANG MEMBUAT PARADIGMA PENGKODEAN AKSIAL MENJADI EKSPLISIT;

5 RANCANGAN EMERGING (MENCUAT)  YANG DIUATAMAKAN ADALAH PEMUNCULAN TEORI DARI DATA TANPA MENGGUNAKAN KATEGORI-KATEGORI SPESIFIK YANG SEBELUMNYA SUDAH DITENTUKAN SEPERTI PADA RANCANGAN SISTEMATIS;  TUJUAN DARI PENELITIAN TEORI GROUNDED ADALAH MENJELASKAN SEBUAH “PTOSES SOSIAL MENDASAR” YANG DILAKUKAN MELALUI PROSEDUR PENGKODEAN KOMPARATIF YANG BERKETERUSAN DENGAN MEMBANDINGKAN SESUATU INSIDEN DERNGAN INSIDEN LAINNYA, INSIDEN DENGAN KATEGOERI, SERTA KATEGORI YANG SATU DENGAN KATEGORI LAINNYA;  FOKUSNYA PADA PENGAITAN KATEGORI-KATEGORI DAN PEMUNCULAN TEORI  PADA AKHIRNYA AKAN TERBANGUN SEBUAH TEORI DAN TERLIHAT HUBUNGAN ANTARA KATEGORI-KATEGORI TANPA MENGACU PADA DIAGRAM ATAU GAMBAR;

6 KRITERIA PENELITIAN TEORI GROUNDED  FIT (TEPAT/COCOK);  WORKABLE (BISA DILAKSANAKAN);  RELEVAN;  BISA DIMODIFIKASI  TEORI YANG DIPEROLEH MELALU PROSES INDUKSI YANG CERMAT TENTANG SESUATU TOPIK YANG SUBSTANTIF AKAN COCOK DENGAN REALITAS MENURUT PANDANGAN PARA PARTISIPAN, PARA PRAKTISI, DAN PENELITI;  APABILA TEORI GROUNDED JALAN, MAKA TENTULAH IA AKAN RELEVAN ;  TEORI TIDAK DITULIS “DIBATU” IA SEHARUSNYA BISA DIMODIFIKASI KETIKA MASUK DATA-DATA BARU

7 RANCANGAN CONSTRUCTIVIST  FOKUSNYA ADALAH PADA MAKNA YANG DIBERIKAN OLEH PARA PARTISIPAN PENELITIAN TENTANG FENOMENA YANG DIKAJI;  LEBIH TERTARIK PADA PANDANGAN, NILAI, KEYAKINAN, PERASAAN, ASUMSI DAN IDEOLOGI DARI INDIVIDU-INDIVIDU KETIMBANG MENGUMPULKAN FAKTA-FAKTA DAN MENDESKRIPSIKAN PERBUATAN PARA PARTISIPAN;  LEBIH TERTARIK MENGGUNAKAN KODE-KODE YANG AKTIF SEPERTI “RECASTING LIFE” (MELAKONI KEHIDUPAN) KETIMBANG ISTILAH-ISTILAH YANG RUMIT, DIAGRAM-DIAGRAM, JARGON-JARGON, PETA KONSEP DSB-NYA;  PERANAN PENELITI TETAP YANG SANGAT PENTING:  MEMBUAT KEPUTUSAN TENTANG KATEGORI-KATEGORI, MEMBAWA PERTANYAAN- PERTANYAAN TERTETU PADA DATA-DATA BERSAMA-SAMA DENGAN SEJUMLAH KONSEP SOSIOLOGIS;  MEMBAWA NILAI-NILAI, PENGALAMAN-PENGALAMAN, DAN PRIORITAS-PRIORITAS;  SETIAP KONKLUSI BELUM LENGKAP DAN KONKLUSIF;

8 KARAKTERISTIK PENELITIAN TEORI GROUNDED  PENDEKATAN PROSES  PROSES = URUTAN ASKSI DAN INTERAKSI DINTARA ORANG-ORANG DAN PERISTIWA TERKAIT DENGAN SUATU TOPIK;  AKSI DAN INTERAKSI ANTARA ORANG-ORANG DAN PERISTIWA INI BISA DIISOLASI DAN DIIDENTIFIKASI; ASPEK-ASPEK TERKAIT DENGAN INILAH YANG DISEBUT KATEGORI;  KATEGORI-KATEGORI INI SAMA MAKNANNYA DENGAN TEMA-TEMA YANG TERCERMIN DARI INFORMASI YANG TERDAPAT DI DALAM DATA;  PROSES INI BIASANYA TERLIHAT DARI PENGGUNAAN KATA KERJA OLEH PENELITi pada RUMUSAN JUDUL, TUJUAN PENELITIAN (“MENDIDIK SETIAP GURU, SETIAP TAHUN: Sekolah-sekolah Negeri dan Orang Tua Murid bekerjasama dengan ADHD” atau “MENEMUKAN PENYAKIT KRONIS: Penggunaan Teori Grounded – Proses yang dilalui oleh para menemukan penyakit mereka, kategori penyakit kronis, dan topik penyakit yang tersirat;  KODE-KODE IN VIVO = LABEL YANG DIBERIKAN UNTUK KATEGORI (TEMA) YANG LANGSUNG BERUPA KATA-KATA PARA PARTISIPAN BUKAN SI PENELITI (“MENAIKI ANAK TANGGA ketimbang “UPWARD MOBILITY”;

9 PENYAMPELAN TEORITIS  PARA PENELITI TEORI GROUNDED MELAKUKAN PEMILIHAN SAMPEL SECARA TEORITIS DENGAN MENGGUNAKAN PROSES PENGUMPULAN DAN ANALISIS DATA SECARA BERURUTAN DAN SIMULTAN;  UNTUK MENGHASILKAN DATA BERUPA TEKS DAN GAMBAR YANG BERGUNA UNTUK MENELURKAN SEBUAH TEORI PENELITI MEMILIH BENTUK-BENTUK PENGUMPULAN DATA YANG DIARAHKAN/DIFOKUSKAN PADA UPAYA MELAHIRKAN TEORI (Siapa yang paling faham/mengetahui fenomena yang dikaji) ;  EMERGING DESIGN = PROSES DI MANA SI PENELITI MENGUMPULKAN DATA, KEMUDIAN LANGSUNG MENGANALISISNYA KETIMBANG MENUNGGU SEMUA DATA TERKUMPUL, DAN SELANJUTNYA MENDASARKAN KEPUTUSAN TENTANG DATA YANG AKAN DIKUMPULKAN SELANJUTNYA (lihat DIAGRAM 9.5);  PROSES ULANG ALIK ANTARA PENGUMPULAN DAN ANALISIS DATA TERUS BERLANJUT SAMPAI SI PENELITI MENCAPAI TITIK JENUH (SATURATION);  SATUREATION = SUTAU TITIK DIMANA DATA-DATA BARU TIDAK LAGI MEMBERIKAN INFORMASI ATAU PEMAHAMAN BARU;

10 ANALISIS DATA MELALUI PERBADATNDINGAN BERKELANJUTAN  PERBANDINGAN BERKETERUSAN = PROSEDUR ANALISIS DATA SECARA INDUKTIF DALAM RANGKA MENGHASILKAN DAN MENGAITKAN KATEGORI- KATEGORI DENGAN JALAN MEMBANDINGKAN INSIDEN-INSIDEN YANG TERDAPAT DI DALAM DATA DENGAN INSIDEN-INSIDEN LAINNYA; INSIDEN- INSIDEN DENGAN KATEGORI-KATEGORI, DAN KATEGORI YANG SATU DENGAN KATEGORI LAINNYA;  TUJUAN AKHIRNYA ADALAH UNTUK MEMBUMIKAN KATEGORI-KATEGORI PADA DATA;  ANALISIS DILAKUKAN TERHADAP DATA-DATA YANG DIKUMPULKAN DARI BERBAGAI SUMBER DATA YANG SECARA TEORITIS LOGIS MENGANDUNG INFORMASI YANG RELEVAN;

11 KATEGORI INTI  SETELAH BEBERAPA KATEGORI TERIDENTIFIKASI, SI PENELITI MEMILIH SATU KATEGORI SEBAGAI KATEGORI INTI (FENOMENA SENTRAL ATAU BASIS BAGI PERUMUSAN TEORI); LIHAT DIAGRAM 9.3;  KRITERIA UNTUK MEMILIH KATEGORI INTI:  IA MERUPAKAN PUSAT (SEMUA KATEGORI TERKAIT DENGANNYA);  IA SERING MUNCUL DI DALAM DATA;  PENJELASAN YANG TERCERMIN DARI KETERKAITANNYA DENGAN KATEGORI- KATEGORI LAINNYA LOGIS & KONSISTEN;  NAMA ATAU UNGKAPAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENDESKRIPSIKAN KATEGORI SENTRAL ITU HARUS CUKUP ABSTRAK;  KETIKA KONSEP TERSEBUT DISEMPURNAKAN, MAKA TEORI BERKEMBANG SECARA MENDALAM DAN MEMILIKI KEMAMPUAN UNTUK MENELASKAN LEBIH BAIK LAGI;  APABILA KONDISI BERBEDA, PENJELASANNYA MASIH BERLAKU, WALAUPUN CARA INI DI MANA FENOMENA ITU DIUNGKAPKAN BOLEH JADI BERBEDA (LIHAT DIAGRMA 9.7);

12 PANGEMBANGAN TEORI  TEORI = PENJELASAN ATAU PEMAHAMAN ABSTRAK TENTANG PROSES YANG BERKODEANKAITAN DENGAN TOPIK SUBSTANTIF YANG BERAKAR DI DALAM DATA;  ATAS DASAR KONDISI-KONDISI PENGGANGGU, STRATEGI-STRATEGI, KONDISI- KONDISI PENYEBAB, DAN FENOMENA, DIKEMGKAN SEBUAH GAMBAR TENTANG PROSES INI SEBAGI KUNCI DARI DESKRIPSI TEORITIS (LIHAT DIAGRAM 9.8);  KARENA TEORI DEKAT DENGAN DATA, IA TIDAK MEMILIKI PENERAPAN ATAU RUANG LINGKUP YANG LUAS AKAN TETAPI TIDAK PULA TERLALU SPESIFIK (HIPOTESIS KERJA MINOR) MELAiNKAN MERUPAKAN “MIDDLE-RANGE THEORY” TTG PROSES TERSEBUT;  TEORI DISAJIKAN DALAM TIGA CARA:  SEBAGAI PARADIGMA PENGKODEAN VISUAL (LIHAT DIARAM 9.7 & 9.8);  SEBAGAI SERENTETAN PROPOSISI (MENGAITKAN KATEGORI-KATEGORI YANG ADA DALAM PENGKODEAN VISUAL);  ATAU SEBUAH KISAH YANG DITULIS DALAM BENTUK NARASI; 

13 MEMBUAT MEMO TENTANG DATA  CATATAN-CATATAN YANG DITULIS OLEH SI PENELITI SELAMA PENELITIAN BERLANGSUNG UNTUK MENGELABORASI GAGASAN-GAGASAN TENTANG DATA DANKATEGORI-KATEGORI YANG SUDAH DIKODE;  ELABORASI BERISIKAN PRASANGKA, ID-IDE & PEMIKIRAN-PEMIKIRAN YG KEMUDIAN DIPISAH-PISAHKAN UNTUK MENCARI PENJELASAN YANG LEBIH LUAS & MENGENA;  MEMO MEMBANTU MEMEMILIH & MEMILAH SUMBER DATA, MENENTUKAN IDE -IDE MANA YANG AKAN DIKEMBQANGKAN LEBIH LANJUT;  MEMO BISA PANJANG BISA PENDEK; BISA LEBIH RINCI & TERKAIT DNGAN KODE DAN KATEGORI ATAU LEBIH LUAS DAN LEBIH ABSTRAK;

14 LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN TEORI GROUNDED  PILIH DAN TETAPKAN RANCANGAN TEORI GROUNDED YANG PALING COCOK (SISTEMATIS, MENCUAT, ATAU CONSTRUCTIVIST) ; RANCANGAN TG:  TG ocok untuk mengembangkan dan memodifikasi teori;  TG bagus untuk menjelaskan sebuah proses;  TG cocok untuk mengembangkan abstraksi umum terkait dengan interaksi dan kegiatan orang;  IDENTIFIKASI PROSES YANG AKAN DITELITI:  ini bisa berubah ketika penelitian berlangsung;  proses harus timbul secara wajar dari masalah dan pertanyaan penelitian;

15  LAKUKAN PENGKODEAN DATA;  Identifikasi kategori-kategori pengkodean terbuka;  Gunakan pendekatan perbandingan berkelanjutan untuk mencapai titik jenuh;  Dari pengkodean terbuka lanjutkan aksial dan pengembangan paradigma pengkodean;  DAPATKAN IZIN DAN AKSES;  karena penelitian grounded bisa berlangsung relatif lama masalah izin & akses ini menjadi sangat penting;  LAKUKAN PENGAMBILAN SAMPEL TEORITIS;  para peneliti mengumulkan data lebih dari satu kali;  terus menerus mendatangi sumber data untuk mengumpulkan lebih banyak informasi sehingga  tercapai tingkat jenuh;

16  GUNAKAN PENGKODEAN SELEKTIF DAN KEMBANGKAN TEORI;  Pengaitan kategori-kategori di dalam paradigma pengkodean;  Memperbaiki paradigma pengkodean aksial dan menyajikannya sebagai sebuah model atau teori tentang proses;  Penulisan proposisi-proposisi ;  Penulisan sebuah cerita atau narasi tentang kesalinghubungan antara kategori-kategori sesamanya;  MEMVALIDASI TEORI ;  Triangulasi data antara informasi dan kategori-kategori yang muncul;  Pengecekan data terhadap kategori-kategori pada tahap pengkodean aksial memlalui discriminat sampling;  Membandingkan teori yang diperoleh dengan literatur;  Melakukan reviewr eskternal;  MENULIS LAPORAN PENELITIAN TEORI GROUNDED;

17 MENGEVALUASI PENELITIAN TEORI GROUNDED  PAKAH TERDAPAT HUBUNGAN ATAU KECOCOKAN YANG NYATA ANTARA KATEGORI-KATEGORI DAN DATA-DATA MENTAH?  APAKH TEORI ITU BERMANFAAT SEBAGAI SEBUAH PENJELASAN KONSEPTUAL TERHADAP PROSES YANG DITELITI (APAKAH PENJELASANNYA MENGENA) ?;  APAKAH TEORI ITU MEMBERIKAN PENJELASAN YANG RELEVAN TENTANG MASALAH AKTUAL DAN PROSES YANG MENDASAR?  APAKAH TEORI ITU DIMODIFIKASDI KETIKA KONDISI BERUBAH ATAU SI PENELITI MENGUMPULKAN DATA-DATA TAMBAHAN?


Download ppt "BAHAN KULIAH PENELITIAN KUALITATIF PADA PPS-FKIP UNIVERSITAS RIAU KONSENTRASI MANAJEMEN PENDIDIKAN Prof. Dr. Mohammad Diah, M. Ed Dr. Rr. Kartikowati,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google