Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Perumusan masalah merupakan konsekuensi logis dari penetapan masalah penelitian, dimana kedua-duanya merupakan langkah awal dari metode ilmiah (penelitian).

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Perumusan masalah merupakan konsekuensi logis dari penetapan masalah penelitian, dimana kedua-duanya merupakan langkah awal dari metode ilmiah (penelitian)."— Transcript presentasi:

1 Perumusan masalah merupakan konsekuensi logis dari penetapan masalah penelitian, dimana kedua-duanya merupakan langkah awal dari metode ilmiah (penelitian). Oleh karena itu jika langkah awal ini tidak jelas, maka apa yang akan dikerjakan selanjutnya (penelitian) serta hasil yang akan dicapainya akan tidak jelas pula. MERUMUSKAN MASALAH PENELITIAN RUMUSAN MASALAH & LANDASAN TEORI

2 Merumuskan masalah merupakan pekerjaan yang rumit dan sulit bagi setiap peneliti. Merumuskan masalah dibutuhkan pengetahuan yang luas dan terpadu mengenai teori-teori dan hasil-hasil penelitian sebelumnya dalam bidang terkait dengan masalah-masalah yang akan diteliti. Perumusan masalah merupakan titik tolak bagi perumusan hipotesis nantinya

3 Dari rumusan masalah dapat menghasilkan topik penelitian dan judul penelitian. Walaupun di atas kertas yang pertama muncul adalah judul penelitian dan pendahuluan, tetapi sejatinya yang lebih dahulu muncul pada penelitian adalah masalah penelitian dan merumuskannya sehingga menjadi sistematis kerangka kerja penelitiannya.

4 Merumuskan masalah penelitian bukan pekerjaan mudah karena: 1.Tidak semua masalah dilapangan dapat diuji secara empiris (tidak semua tersedia datanya) 2.Tidak diketahui sumber/tempat mencari masalah 3.Kadang kala si peneliti dihadapkan kepada banyak sekali masalah penelitian, dan sang peneliti tidak dapat memilih masalah mana yang lebih tepat untuk dipecahkan. 4.Adakalanya masalah cukup menarik, tetapi data yang diperlukan untuk memecahkan masalah tersebut sukar diperoleh. 5.Peneliti tidak tahu kegunaan spesifik yang ada di kepalanya dalam memilih masalah.

5 Sumber masalah penelitian dapat berasal dari: 1.Pengalaman pribadi 2.Keterangan yang diperoleh secara kebetulan 3.Kerja dan kontrak profesional 4.Pengujian dan pengembangan teori yang ada 5.Analisis literatur profesional dan hasil-hasil penelitian sebelumnya. 6.Laporan masyarakat 7.Keluhan pasien 8.Diskusi ilmiah, seminar keilmuan dan sejenisnya

6 Pertimbangan dalam memilih masalah penelitian agar layak dan relevan untuk diteliti, meliputi: a.Masalah yang akan diteliti masih baru dalam arti belum pernah diteliti oleh orang lain b.Masalah tersebut benar-benar terjadi di masyarakat c.Masalah penelitian harus mempunyai nilai praktis, artinya hasil penelitian harus bermanfaat terhadap kegiatan praktis. d.Masalah penelitian harus dibatasi ruang lingkupnya tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit, tetapi FOKUS. e.Sesuai dengan kemampuan peneliti f.Sesuai dengan peraturan Pemerintah (agar tdk menemukan hambatan). g.Ada yang mendukung/dana

7 Cara merumuskan masalah 1.Dikemukakan dalam kalimat tanya (interogatif); rumusan dalam kalimat tanya sangat dianjurkan, karena dapat lebih bersifat khas dan tajam. 2.Rumusan hendaknya bersifat singkat, jelas dan tegas, tidak bermakna ganda. 3.Bila terdapat banyak pertanyaan penelitian, maka harus ditanyakan secara terpisah. 4.Rumusan hendaklah padat dan jelas. 5.Rumusan masalah harus berisi implikasi adanya data untuk memecahkan masalah. 6.Perumusan masalah haruslah dibatasi lingkupnya, sehingga memungkinkan penarikan simpulan yang tegas.

8 Pada umumnya rumusan masalah diawali dengan kalimat sebagai berikut: a.Berdasarkan uraian dalam latar belakang masalah tersebut di atas, dapat dirumuskan pertanyaan penelitian sebagai berikut: atau: b.Uraian ringkas dalam latar belakang masalah di atas memberi dasar bagi peneliti untuk merumuskan pertanyaan-pertanyaan penelitian berikut: atau: a.Dengan memperhatikan latar belakang masalah di atas, dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut:

9 PENELITIAN TERDAHULU, TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA TEORI PENDEKATAN MASALAH, KERANGKA BERPIKIR dan HIPOTESIS MASALAH PENELITIAN KAJIAN TEORITIS -penelitian terdahulu -tinjauan pustaka -kerangka teori pendekatan masalah -kerngka berpikir PENGUJIAN FAKTA Desain penelitian, Pengumpulan Data, Analisis Data HASIL HIPOTESIS KESIMPULAN

10 Paradigma Penelitian tidak dipilih diawal melakukan penelitian, tetapi didasarkan pada MASALAH YANG DITELITI Perbedaan Paradigma Penelitian terletak pada : 1.Posisi dan peran teori (teori sbg faktor utama dlm kuantitatif, sdgkan fakta sbg faktor utama dlm kualitatif) 2.Cara pandang thd fenomena (kualitatif = cara memandang thd fenomena, kuantitatif = menguji teori) Perbedaan Paradigma Penelitian terletak pada : 1.Posisi dan peran teori (teori sbg faktor utama dlm kuantitatif, sdgkan fakta sbg faktor utama dlm kualitatif) 2.Cara pandang thd fenomena (kualitatif = cara memandang thd fenomena, kuantitatif = menguji teori) Lebih fokus pada Penelitian Kuantitatif

11  Suatu langkah yg meliputi identifikasi, analisis dari dokumen yg berisi informasi yg berhubungan dgn permasalahan penelitian scr sistematis.  Kajian terhadap teori – teori dan hasil penelitian yang relevan dengan masalah yang diteliti Gambaran umum: Berisi 5 sampai 10 ringkasan literatur yang mirip dengan skripsi Anda.  Deskripsi teoritis tentang objek yang diteliti  Pengintegrasian teori yang dipilih sebagai landasan penelitian dengan hasil kajian mengenai temuan penelitian yang relevan TINJAUAN PUSTAKA = SURVEI LITERATUR

12  Bahan kajian pustaka diangkat dari berbagai sumber termasuk jurnal penelitian, disertasi, tesis, skripsi, laporan penelitian, buku teks, makalah, laporan seminar, diskusi ilmiah, terbitan – terbitan resmi pemerintah dan lembaga- lembaga lain, website  Kriteria pemilihan bahan pustaka didasarkan pada : 1. Prinsip kemutahiran 2. Prinsip relevansi

13 Tujuan utama dari Tinjauan Pustaka : -Utk melihat apa saja yang pernah dilakukan sehubungan dgn masalah yg akan diteliti -Menghindari pengulangan penelitian -Menghasilkan pengertian dan pandangan yg lebih jauh ttg permasalahan yg diteliti -Penyusunan hipotesis mjd lebih baik krn pemahaman permasalah mjd lebih mendalam - Peneliti juga dapat menghindari kekurangan penelitian sebelumnya -Lebih tajam dalam menginterpretasikan hasil penelitian

14 KERANGKA TEORITIS  Adalah Suatu model yg menerangkan bgmn hubungan suatu teori dgn faktor2 penting yg telah diketahui dlm suatu masalah ttt  Teori ini secara logis mencermati dokumentasi2 dr riset2 sebelumnya yg tdp pada suatu area masalah yg sama  Teori-teori dasar yang dijadikan sebagai pendekatan penyelesaian masalah  Adalah suatu model yang menerangkan bagaimana hubungan suatu teori dengan faktor- faktor penting yang telah diketahui dalam suatu masalah tertentu

15 Kerangka Berpikir Kerangka berpikir berbeda dengan sekumpulan informasi atau hanya sekedar sebuah pemahaman. Lebih dari itu kerangka berpikir adalah sebuah pemahaman yang melandasi pemahaman-pemahaman yang lainnya, sebuah pemahaman yang paling mendasar dan menjadi pondasi bagi setiap pemikiran selanjutnya. Untuk mendapatkan sebuah kerangka berpikir akan suatu hal bukan sesuatu yang mudah, diperlukan suatu pemikiran yang mendalam, tidak menyimpulkan hanya dari fakta yang dapat terindra, atau hanya dari sekedar informasi-informasi yang terpenggal. Selain itu diperlukan sebuah pemikiran yang cerdas dan cemerlang akan setiap informasi yang dimilikinya dan berupaya dengan keras menyimpulkan sesuatu kesimpulan yang memunculkan keyakinan.

16

17 Manfaat Mengkaji Pustaka : –Mencermati dokumentasi dari riset2 sebelumnya pada area masalah yang sama secara umum –Mengontrol pengujian suatu hubungan –Meningkatkan pengetahuan atau pengertian terhadap suatu fenomena pengamatan –Pembentukan hipotesis untuk melihat apakah formula teori adalah valid atau tidak

18  Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat praduga karena masih harus dibuktikan kebenarannya.  Hipotesis ilmiah mencoba mengutarakan jawaban sementara terhadap masalah yang akan diteliti. Hipotesis menjadi teruji apabila semua gejala yang timbul tidak bertentangan dengan hipotesis tersebut.  Dalam upaya pembuktian hipotesis, peneliti dapat saja dengan sengaja menimbulkan atau menciptakan suatu gejala. Kesengajaan ini disebut percobaan atau eksperimen.  Hipotesis yang telah teruji kebenarannya disebut teori. HIPOTESIS

19 Contoh Hipotesis: Apabila terlihat awan hitam dan langit menjadi pekat, maka seseorang dapat saja menyimpulkan (menduga-duga) berdasarkan pengalamannya bahwa (karena langit mendung, maka...) sebentar lagi hujan akan turun. Apabila ternyata beberapa saat kemudian hujan benar turun, maka dugaan terbukti benar. Secara ilmiah, dugaan ini disebut hipotesis. Namun apabila ternyata tidak turun hujan, maka hipotesisnya dinyatakan keliru.pengalamannyabenarkeliru

20 Fungsi penting hipotesis di dalam penelitian, yaitu:  Untuk menguji teori,  Mendorong munculnya teori,  Menerangkan fenomena sosial,fenomenasosial  Sebagai pedoman untuk mengarahkan penelitian,pedoman untukpenelitian  Memberikan kerangka untuk menyusun kesimpulan yang akan dihasilkan.

21


Download ppt "Perumusan masalah merupakan konsekuensi logis dari penetapan masalah penelitian, dimana kedua-duanya merupakan langkah awal dari metode ilmiah (penelitian)."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google