# TEKNIK ANALISA BIAYA/MANFAAT

## Presentasi berjudul: "TEKNIK ANALISA BIAYA/MANFAAT"— Transcript presentasi:

TEKNIK ANALISA BIAYA/MANFAAT
ANALISA INVESTASI SETIAP INVESTASI TERDAPAT 2 KOMPONEN : KAS MASUK  PROCEEDS : KEUNTUNGAN SETELAH PAJAK DAN DEPRESIASI SETIAP TAHUN. KAS KELUAR  BIAYA INVESTASI. PENILAIAN SUATU PROYEK SISTEM DAPAT DIUKUR DENGAN : PAYBACK PERIOD NET PRESENT VALUE RATE OF RETURN

TEKNIK ANALISA BIAYA/MANFAAT ----------------- = 3 ¾ TAHUN
UNTUK MENILAI INVESTASI PROYEK (SISTEM INFO.) BERDASARKAN LAMANYA INVESTASI YANG DITUTUP DENGAN ALIRAN KAS MASUK DIMANA METODE INI TIDAK MEMASUKKAN FAKTOR BUNGA DALAM PERHITUNGANNYA. CONTOH : SUATU PROYEK INVESTASI BERNILAI RP. 15 JUTA. PROCEEDS SETIAP TAHUN ADALAH RP 4JUTA. MAKA PAYBACK PERIOD PROYEK TERSEBUT : RP.15 JUTA = 3 ¾ TAHUN RP. 4JUTA

TEKNIK ANALISA BIAYA/MANFAAT
JIKA PROCEEDS SETIAP TAHUNNYA BERBEDA DIMANA DIASUMSIKAN UMUR EKONOMIS INVESTASI : 4 TAHUN. - PROCEEDS TAHUN 1 = RP.5 JUTA - PROCEEDS TAHUN 2 = RP.4 JUTA - PROCEEDS TAHUN 3 = RP.4,5 JUTA - PROCEEDS TAHUN 4 = RP. 6 JUTA. HITUNG PAYBACK PERIOD NYA.MAKA TERDAPAT : RP. 1,5 JUTA / RP. 6 JUTA = ¼ BAGIAN JADI PAYBACK PERIOD : 3 ¼ TAHUN ATAU 3 THN 3 BLN

TEKNIK ANALISA BIAYA/MANFAAT
METODE INI MEMPERTIMBANGKAN “TIME PREFERENCE OF MONEY” YAITU ADANYA FAKTOR BUNGA YANG MEMPENGARUHI CASH INFLOW / PROCEEDS. PROCEEDS SETIAP TAHUN DIDISKONTOKAN PADA AWAL TAHUN INVESTASI DENGAN SUKU BUNGA DISKONTO YANG DIINGINKAN (RATE OF RETURN). NET PRESENT VALUE : SELISIH ANTARA NILAI INVESTASI /CASH OUTFLOW DENGAN PROCEEDS YANG TELAH DIDISKONTOKAN SETIAP TAHUN. JIKA NPV > 0 MAKA INVESTASI DITERIMA SEBALIKNYA DITOLAK.

TEKNIK ANALISA BIAYA/MANFAAT
CONTOH: PERHITUNGAN PAYBACK PERIOD DIMANA PROCEEDS SETIAP TAHUN TIDAK SAMA DENGAN RATE OF RETURN YANG DIINGINKAN 1,8% SETIAP TAHUN. HITUNG NPV-NYA. NPV : 5 JUTA JUTA ,5 JUTA - 15 JUTA (1 + 0,018)1 (1 + 0,018) (1 + 0,018)3 6 JUTA (1 + 0,018)4 = Rp ,16 MAKA INVESTASI SEBESAR RP. 15 JUTA DENGAN PROCEEDS SEPERTI DI ATAS YAITU DITERIMA.

TEKNIK ANALISA BIAYA/MANFAAT
METODE PENGEMBALIAN INVESTASI—RETURN ON INVESTMENT : MENGUKUR PROSENTASE MANFAAT YANG DIHASILKAN PROYEK DIBANDINGKAN DENGAN BIAYA YANG DIKELUARKAN. TOTAL MANFAAT – TOTAL BIAYA ROI = TOTAL BIAYA CONTOH : TOTAL MANFAAT PROYEK MANFAAT TH KE 1 = RP ,- MANFAAT TH KE 2 = RP ,- MANFAAT TH KE 3 = RP ,- MANFAAT TH KE 4 = RP ,- TOTAL MANFAAT = RP ,-

TEKNIK ANALISA BIAYA/MANFAAT
CONTOH : TOTAL MANFAAT PROYEK …………… BIAYA TH KE 0 = RP ,- BIAYA TH KE 1 = RP ,- BIAYA TH KE 2 = RP ,- BIAYA TH KE 3 = RP ,- BIAYA TH KE 4 = RP ,- TOTAL BIAYA = RP ,- MAKA ROI UNTUK PROYEK INVESTASI : RP RP ROI = X 100%= 70,373% RP ,- JADI INVESTASI PROYEK DITERIMA KARENA ROI LEBIH BESAR 0 YAITU BAHWA PROYEK TSB MEMBERIKAN PROFIT 70,373% DARI BIAYA INVESTASI.

TEKNIK ANALISA BIAYA/MANFAAT
INVESTASI PROYEK : DIKELUARKANNYA SUMBERDAYA—KEUANGAN DAN SARANA LAIN—UNTUK MENDAPATKAN MANFAAT DI MASA DATANG; INVESTASI PROYEK SISTEM: DIHASILKAN SISTEM INFORMASI YANG AKAN MEMBERIKAN MANFAAT SEPERTI PENGHEMATAN-PENGHEMATAN / MANFAAT BARU. JIKA MANFAATNYA LEBIH KECIL DARI SUMBERDAYA YANG DIKELUARKAN  SISTEM INI TIDAK LAYAK/BERNILAI.

TEKNIK ANALISA BIAYA/MANFAAT
SEBELUM SISTEM INFORMASI DIKEMBANGKAN HARUS DIEVALUASI KELAYAKAN EKONOMINYA  TEKNIK ANALISA BIAYA/MANFAAT—KEUNTUNGAN. ADA 2 JENIS KEUNTUNGAN : 1. TANGIBLE (DIUKUR)  ANALISA BIAYA(PV, ROI, PAYBACK PERIOD, BEP, DSB) 2. INTANGIBLE(TAK DAPAT DIUKUR)  TAKSIRAN WHITTEN.

TEKNIK ANALISA BIAYA/MANFAAT
KLASIFIKASI MANFAAT : MENGURANGI BIAYA MENGURANGI ERROR MENINGKATKAN KECEPATAN AKTIVITAS MENINGKATKAN PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN MANAJEMEN.

TEKNIK ANALISA BIAYA/MANFAAT
KEUNTUNGAN BERWUJUD : PENGURANGAN BIAYA OPERASI PENGURANGAN KREDIT TAK TERTAGIH PENGURANGAN ERROR PROSES PENGURANGAN BIAYA TELEKOMUNIKASI PENINGKATAN PENJUALAN PENINGKATAN BIAYA PERSEDIAAN

TEKNIK ANALISA BIAYA/MANFAAT
KEUNTUNGAN TAK BERWUJUD : 1. PENINGKATAN PELAYANAN LEBIH BAIK  PELANGGAN 2. PENINGKATAN KERJA PERSONIL 3. PENINGKATAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJEMEN YANG LEBIH BAIK

TEKNIK ANALISA BIAYA/MANFAAT
PENGUKURAN KEUNTUNGAN TAK BERWUJUD : BAGAIMANA MENGUKUR PELAYANAN PELANGGAN YANG LEBIH BAIK? TENTU TAK DAPAT DIUKUR DNG SATUAN UANG. MAKA DILAKUKAN ANALISA : JIKA PELAYANAN KEPADA PELANGGAN KURANG BAIK  PELANGGAN BERKURANG / TIDAK MEMESAN SAMA SEKALI SEBERAPA BESAR PELANGGAN BERKURANG DAPAT DIUKUR DNG TAKSIRAN WHITTEN.

TEKNIK ANALISA BIAYA/MANFAAT
ANALISA TAKSIRAN WHITTEN : KEMUNGKINAN 50% LANGGANAN MENGURANGI 10% PESANAN KEMUNGKINAN 20% LANGGANAN MENGURANGI 50% PESANAN KEMUNGKINAN 10% LANGGANAN MENGURANGI 90% PESANAN KEMUNGKINAN 5% LANGGANAN MENGURANGI 100% PESANAN

TEKNIK ANALISA BIAYA/MANFAAT
HITUNG PERKIRAAN KEHILANGAN PESANAN : KEHILANANGAN PESANAN = 50% x 10% PESANAN 20% x 50% PESANAN 10% x 90% PESANAN 5% x 100% PESANAN =================== + ( 5% + 10% + 9% + 5%) = 29%

TEKNIK ANALISA BIAYA/MANFAAT
JIKA RATA-RATA PESANAN TIAP TAHUN : Rp ,- MAKA AKAN KEHILANGAN PESANAN SENILAI Rp ,-

Presentasi serupa