Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Rangkaian konverter. Termasuk dalam pengkondisi isyarat Mengubah dari suatu besaran elektrik ke besaran elektrik yang lain Contoh: –Konverter I/V –Konverter.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Rangkaian konverter. Termasuk dalam pengkondisi isyarat Mengubah dari suatu besaran elektrik ke besaran elektrik yang lain Contoh: –Konverter I/V –Konverter."— Transcript presentasi:

1 Rangkaian konverter

2 Termasuk dalam pengkondisi isyarat Mengubah dari suatu besaran elektrik ke besaran elektrik yang lain Contoh: –Konverter I/V –Konverter V/I –V/f –f/V –DAC –ADC

3 Konverter I/V Rangkaian dasar V o = - i I R

4 Aplikasi I/V Photodetector amplifier –Digunakan untuk konversi arus yang melewati fotodioda menjadi tegangan –Sebagai pengukur intensitas cahaya dan media komunikasi optis

5 Karakteristik fotodioda P0,P1,P2 adalah level intensitas cahaya yang berbeda-beda Fotodioda bekerja di daerah reverse bias Rλ = konstanta transfer level intensitas – arus keluaran

6 Rangkaian dasar penguat fotodioda Rangkaian dasar penguat fotodioda ada 2 macam: - Photoconductive - Photovoltaic

7 Rangkaian photoconductive Respon fotodioda (perubahan I terhadap intensitas cahaya) cepat Digunakan sebagai receiver dalam komunikasi optis (karena kecepatan responnya)

8 Contoh rangkaian + filter

9 Rangkaian Photovoltaic Dioda seolah-olah tidak dibias dan menghasilkan arus sendiri Digunakan untuk pengukuran intensitas cahaya

10 Rangkaian + filter

11 Konverter V/I Ada 2 jenis: –Floating Load Converter –Grounded Load

12 Floating Load Arus keluaran diambil dari jalur umpan balik

13 Grounded Load Disebut howland current pump Arus yang dihasilkan : Io= Vi/R1 beban

14 Norton resistance Idealnya, Ro = ~, sehingga, R2/R1 – R4/R3=0, jadi

15 Batas-batas arus yang dihasilkan/ hambatan beban yang terpasang Suatu V/I converter memiliki istilah voltage compliance, yaitu batas-batas tegangan pada beban (VL=Io X RL) baik maksimal/minimal Jika melewati batas itu, V/I tidak linear lagi (saturasi) Batas-batasnya: –VL min = VoL x R1/(R1+R2) –VL max = VoH x R1/(R1+R2) VoL : output minimal opamp VoH : output max opamp VoL – Voh : output swing

16 Jika supply double dan simetris, Umumnya, VoH= -VoL = Vsat  output simetris Intinya, konversi V/I hanya berlaku untuk range tegangan tertentu Konversi V/I juga hanya berlaku terhadap range resistor beban (RL) tertentu saja

17 Aplikasi V/I Transmisi isyarat  jika yang dikirimkan berupa V, rentan terhadap losses di jalur komunikasi. Akibatnya V yang sampai di receiver sudah ter-atenuasi Vterima < Vkirim

18 Aplikasi V/I Jika yang dikirimkan berupa I  tidak terjadi atenuasi pada isyarat V/I I/V I Sumber isyarat Vin out Rtrans Rin I/V sangat besar

19 DAC Untuk konversi digital ke analog Jenis-jenis DAC yang akan dibahas dalam materi ini: –R2R –Weighted Resistor –Potentiometric

20 R2R DAC Paling banyak diimplementasikan pada berbagai chip DAC / ADC Menggunakan resistor dengan 2 nilai yaitu R dan 2R pada rangkaiannya

21 Rangkaian R2R Input digital : b1,b2 … b7, output analog : Vout Cara kerja: b1,b2,..b7 mengontrol SW1 – SWn. Jika logika 1, SW diarahkan ke Vref, Tetapi jika 0, SW diarahkan ke logika 0

22 Persamaan untuk rangkaian R2R adalah: Vout = Vref * Val / (2 n ) Dengan Vout:tegangan keluaran DAC Val:nilai digital yang dibetuk oleh masukan- masukan digital n:lebar bit masukan

23 Sebagai pengganti saklar terkendali  agak susah direalisasikan Digunakan buffer/inverter digital dengan keluaran totem-pole (logic 0 benar-benar 0V dan logic 1 benar-benar 5V)

24 Rangkaian Weighted Resistor Menggunakan resistor dengan nilai R,2R,4R, …, 2 n R yang akan membobot nilai logika bit-bit input Kelemahan : nilai R kesulitan dicari di pasaran

25 Potentiometric DAC DAC 3 bit Besarnya R pada resistor ladder sama, jumlahnya 2 n, dengan n=lebar bit

26 ADC Macam-macam ADC yang akan dibahas disini(berdasarkan teknik konversi): –ADC ramp (servo) –ADC successive – approximation –ADC flash

27 ADC ramp Teknik konversi: 1.Inisialisasi, reset nilai b1..bn yang tersimpan di register menjadi 0 2.Konversi ke analog nilai b1..bn tsb dengan DAC 3.Bandingkan nilai Vo DAC dengan Vi 4.Jika Vo DAC < Vi, naikkan (increment) nilai register, kembali ke step 2 5.Jika Vo DAC > Vi, aktifkan EOC, ambil data dari register, kembali ke step 1 Tegangan input Data output Counter UP

28 ADC successive-approximation (SAR) register DACkomparator vin Data out

29 Cara kerja ADC SAR Misal ADC 4 bit  range 0000 – Inisialisasi: register diset ke nilai Nilai register dimasukkan DAC dan dibandingkan dengan Vin 3.Jika Vin, register dijumlah dengan nilai 0.5x(1111-nilai sebelumnya) 4.Kembali ke step 2 sampai didapat Vin~V DAC

30 Visualisasi kerja ADC SAR ADC 4 bit, Tegangan output fullscale = 15V Input = 10.8 V 15V

31 Flash ADC komparator R pembagi tegangan Untuk memberi referensi Masing-masing komparator


Download ppt "Rangkaian konverter. Termasuk dalam pengkondisi isyarat Mengubah dari suatu besaran elektrik ke besaran elektrik yang lain Contoh: –Konverter I/V –Konverter."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google