Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

METODE PENULISAN ILMIAH by: Yustia Wulandari M ITATS 1.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "METODE PENULISAN ILMIAH by: Yustia Wulandari M ITATS 1."— Transcript presentasi:

1 METODE PENULISAN ILMIAH by: Yustia Wulandari M ITATS 1

2 Sistem Penilaian Proyek Individu (20%) –Tugas Individu : penulisan artikel bebas Proyek Tengah semester (30%) –Tugas Kelompok (se-jurusan) : penulisan proposal/artikel ilmiah sesuai dengan bidang keilmuan UTS/UAS (50%) 2

3 ILMU PENGETAHUAN,METODE ILMIAH DAN PENELITIAN When, why and how do ………….. we do the research …….. ? Metode non Ilmiah Pendekatan Non Ilmiah Mencari jawaban Pendekatan ilmiah Metode Ilmiah PENELITIAN masalah Hasrat ingin tahu 3

4 Contoh : Si Agung sakit Perut selama seminggu Pendekatan Ilmiah : Cari data dilapangan Agung makan apa ? Periksa ke Dokter Tes Laboratorium Pengobatan Kesimpulan : “Agung Keracunan “ Pendekatan Non Ilmiah :  Pergi ke Dukun  Penyembuhan  Kesimpulan : “Agung kena guna- guna dari temannya “ 4

5 Pendekatan Ilmiah Perumusan masalah jelas dan spesifik Masalah merupakan hal yang dapat diamati dan diukur secara empiris Jawaban permasalahan didasarkan pada data Proses pengumpulan dan analisis data, serta pengambilan keputusan berdasarkan logika yang benar Kesimpulan siap/terbuka untuk diuji oleh orang lain 5

6 Pendekatan Non Ilmiah : Perumusan kabur atau abstrak. Masalah tidak selalu diukur secara empiris dan dapat bersifat supranatural/dogmatis. Jawaban tidak diperoleh dari hasil pengamatan data di lapangan. Keputusan tidak didasarkan pada hasil. pengumpulan dan analisis data secara logis. Kesimpulan tidak dibuat untuk diuji ulang oleh orang lain. Apa Perbedaannya ? 6

7 What Is The Science ? Ilmu Pengetahuan : “ Bangunan atau akumulasi pengetahuan yang diperoleh sepanjang sejarah perkembangan pengetahuan manusia “  Ilmu Pengetahuan dianggap sebagai “produk”  Contoh : Einstien dengan teori relatifitasnya Newton dengan teori tentang gaya dll 7

8 Ilmu Pengetahuan : “ Pengetahuan yang diperoleh melalui prosedur ilmiah (Metode Ilmiah) “  Ilmu Pengetahuan dianggap sebagai “proses”, diperoleh secara logis (dasar & alasan yang deduktif rasional) untuk menjelaskan suatu gejala dan diuji secara empiris sehingga bersifat terbuka.  Contoh : Lahirnya ilmu pengetahuan dan teknologi komputer 8

9 Fungsi Ilmu Pengetahuan : - Untuk menerangkan gejala - Untuk memahami hakekat gejala - Untuk meramalkan kejadian yang akan datang - Untuk mengendalikan gejala Ciri Ilmu Pengetahuan : –Mempuyai obyek kajian – Mempunyai metode pendekatan – Disusun secara sistematis – Bersifat “universal” (legitimated) 9

10 Apakah “Metode Ilmiah” itu ? Metode Ilmiah adalah mekanisme atau cara mendapatkan pengetahuan dengan prosedur yang didasarkan pada suatu struktur logis yang terdiri atas tahapan kerja : – adanya kebutuhan obyektif – perumusan masalah – pengumpulan teori – perumusan hipotesis – pengumpulan data/informasi/fakta – analisis data – penarikan kesimpulan  disebut daur “ logico-hypothetico-verifikatif “ 10

11 Sifat Metode Ilmiah : 1. Efisien dalam penggunaan sumber daya (tenaga, biaya, waktu). 2. Terbuka (dapat dipakai oleh siapa saja). 3. Teruji (prosedurnya logis dalam memperoleh keputusan). Pola Pikir dalam Metode Ilmiah : A. Induktif Pengambilan kesimpulan dari kasus yang bersifat khusus menjadi kesimpulan yang bersifat umum. B. Deduktif Pengambilan kesimpulan dari hal yang bersifat umum menjadi kasus yang bersifat khusus. 11

12 Contoh sederhana : Induktif : – Tumbuhan akan mati (khusus) – Hewan akan mati (khusus) – Manusia akan mati (khusus) Kesimpulan : Semua makhluk hidup akan mati (umum) Deduktif : Semua manusia akan mati (umum) Aris adalah manusia (khusus) Kesimpulan : Aris akan mati (khusus) 12

13 Sarana Berfikir Ilmiah LOGIKA MATEMATIKA Khasanah Ilmiah Ramalan (Hipotesis) Induksi FAKTA PENGUJIAN Metodologi Penelitian Statistika 13

14 Kesimpulan : ” Metode Ilmiah menjadi kerangka dasar kegiatan penelitian, yang didalam penelitian akan berisi penerapan metode ilmiah ” Ilmu Pengetahuan Metode Ilmiah Penelitian Bagan Keterkaitan Ilmu Pengetahuan, Metode Ilmiah dan Penelitian 14

15 Tugas Ilmu Pengetahuan dan Penelitian : 1. Mencandra/mengadakan deskripsi Menggambarkan secara jelas dan cermat hal-hal yang dipersoalkan 2. Menerangkan/Eksplanasi Menerangkan kondisi-kondisi yang mendasari terjadinya peristiwa- peristiwa/gejala 3. Menyusun Teori Mencari dan merumuskan hukum-hukum mengenai hubungan antara kondisi yang satu dengan yang lain atau hubungan peristiwa yang satu dengan yang lain 4. Membuat Prediksi/Peramalan Membuat ramalan, estimasi dan proyeksi mengenai peristiwa- peristiwa yang bakal terjadi atau gejala-gejala yang akan muncul 5. Melakukan Pengendalian Melakukan tindakan guna mengendalikan peristiwa-peristiwa atau gejala-gejala 15

16 DASAR-DASAR PENELITIANDASAR-DASAR PENELITIANPengertian Penelitian adalah kegiatan untuk memperoleh fakta2 atau prinsip2 (baik kegiatan untuk penemuan, pengujian atau pengembangan) dari suatu pengetahuan dengan cara mengumpulkan,mencatat & menganalisa data yang dikerjakan secara sistematis berdasarkan ilmu pengetahuan (metode ilmiah)  definisi dari berbagai sumber 16

17 Tujuan PenelitianTujuan Penelitian Penelitian bertujuan untuk :  Menemukan fakta/prinsip/produk yang baru dari suatu pengetahuan (Eksploratif)  Menguji kebenaran atas fakta/prinsip/produk dari suatu pengetahuan yang sudah ada (Verifikatif)  Mengembangkan fakta/prinsip/produk dari suatu pengetahuan yang sudah ada (Development) Daur Hidup Penelitian “ Penelitian merupakan suatu Proses yang tidak pernah berhenti “ EKSPLORATIFVERIFIKATIFDEVELOPMENT 17

18 Macam-macam Penelitian :Macam-macam Penelitian :  Menurut Tujuan 1. Penelitian Eksploratif 2. Penelitian Verifikatif 3. Penelitian Development  Menurut Proses 1. Penelitian Dokumenter 2. Penelitian Eksperimen  Menurut Taraf Kesimpulan 1. Penelitian Deskriptif 2. Penelitian Inferensi 18

19  Menurut Tempat 1. Penelitian Laboratorium 2. Penelitian Perpustakaan 3. Penelitian Lapangan  Menurut Pemakaian 1. Penelitian Murni 2. Penelitian Terapan  Menurut Metode Pendekatan 1. Penelitian Kuantitatif 2. Penelitian Kualitatif 19

20 Kebijaksanaan Penelitian di Perguruan Tinggi :Kebijaksanaan Penelitian di Perguruan Tinggi :  Pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni (IPTEKS)  Pengembangan Kelembagaan/Organisasi (Perguruan Tinggi)  Menunjang Pembangunan Dosen : Penelitian merupakan salah satu kegiatan dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi Mahasiswa : Penelitian pemula yang diwujudkan dalam Karya Ilmiah (Skripsi/Tugas Akhir). 20

21 Kebutuhan Dasar Peneliti (bersifat teknis) :Kebutuhan Dasar Peneliti (bersifat teknis) : Kemampuan Keilmuan Peneliti mempunyai kemampuan di bidang ilmu tertentu  Masalah : Peneliti mempunyai permasalahan yang akan diteliti  Sumber Daya Pendukung : Peneliti mempunyai cukup sumber daya pendukung : Biaya, Tenaga, Waktu dan Sarana/fasilitas  Metodologi Penelitian : Peneliti mampu memilih/ menggunakan metodologi penelitian yang tepat, yaitu : - Jenis dan sumber data - Sampling - Metode dan alat pengumpulan data - Metode analisis data 21

22 Etika Penelitian (non teknis) :Etika Penelitian (non teknis) : Selain didasarkan pada kaidah-kaidah ilmiah (metode ilmiah), pelaksanaan penelitian harus mengikuti etika penelitian. Etika Penelitian berkaitan dengan norma-norma : –Norma Sopan-santun Peneliti memperhatikan konvensi dan kebiasaan dalam tatanan di masyarakat –Norma Hukum Bila terjadi pelanggaran maka Peneliti akan dikenakan sanksi –Norma Moral Peneliti mempunyai itikad dan kesadaran yang baik dan jujur dalam penelitian “ Peneliti harus mempunyai etika penelitian ” 22

23 Contoh Pelanggaran Etika Penelitian :Contoh Pelanggaran Etika Penelitian : 1.Pengubahan data/informasi (manipulasi data/informasi). 2.Penyalahgunaan data/informasi. 3.Pengakuan dan penggunaan data/informasi tanpa ijin. 4.Publikasi hasil penelitian penugasan tanpa ijin. 5.Tidak merahasiakan sumber data yg semestinya dirahasiakan. 6. Tidak menghormati responden. 7. Menjiplak hasil penelitian orang lain tanpa ijin (plagiat). 8. Tidak menyusun laporan hasil penelitian. 23

24 Kriteria Seorang Peneliti :Kriteria Seorang Peneliti :  Kompeten : - Menguasai dan mampu melakukan penelitian - Bidang Ilmu sesuai dengan bidang penelitian  Obyektif : Tidak mencampuradukkan pendapat sendiri dengan kenyataan.  Jujur : Tidak memaksakan unsur subyektifitas ke dalam fakta.  Faktual : Bekerja berdasarkan fakta.  Terbuka : Bersedia menerima masukan dari orang lain dan Bersedia diuji kebenaran hasil penelitiannya oleh orang lain 24

25 Tidak semua orangTidak semua orang bisa melakukan penelitian …bisa melakukan penelitian … mengapa ?mengapa ? 25

26 METODOLOGI PENELITIAN Metodologi Penelitian : – Metode yang digunakan dalam melaksanakan penelitian – Merupakan dasar penyusunan rancangan penelitian – Merupakan penjabaran dari metode ilmiah secara umum Beberapa aspek dalam pemilihan metodologi penelitian : Tujuan Penelitian ………Tergantung Jenis Penelitianya Sifat masalah yang akan diselesaikan Beberapa aspek dalam menyusun rancangan penelitian : –Cara pendekatan apa yang digunakan ? –Metode apa yang akan dipakai ? –Strategi apa yang kiranya paling efektif ? 26

27 Macam - macam Metodologi PenelitianMacam - macam Metodologi Penelitian Beberapa Jenis Penelitian :Beberapa Jenis Penelitian : Penelitian Historis Penelitian Deskriptif Penelitian Perkembangan Penelitian Kasus dan Penelitian Lapangan Penelitian Korelasional Penelitian Eksperimental Penelitian Tindakan 27

28 1.Penelitian Historis1.Penelitian Historis Tujuan Untuk membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan obyektif, dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, memverifikasi, serta mensintesakan bukti-bukti untuk menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat 28

29 Ciri-ciri : Data yang diolah biasanya data yang diobservasi orang lain (data sekunder) sehingga keaslian, ketapatan dan sumber data perlu diperhatikan. Dimungkinkan pula adanya data primer. Bila ada, harus diberikan prioritas. Untuk memeriksa bobot data dilakukan dengan kritik Internal dan Eksternal. Kritik internal : menguji motif, kejujuran dan keterbatasan peneliti dalam pengumpulan data Kritik eksternal : relevansi, keaslian dan akurasi data 29

30 :Langkah-langkah Pokok : – Definisikan masalah – Rumuskan tujuan penelitian dan hipotesis (jika mungkin) – Kumpulkan data (primer maupun sekunder) – Evaluasi data (kritik internal dan eksternal) – Tuliskan laporan 30

31 Contoh Penelitian Historis Studi mengenai praktek “ Pembuatan Gula Merah” di daerah pedesaan Jawa Timur : – Untuk memahami dasar-dasarnya diwaktu lampau. – Menguji apakah sistem prosesnya masih relevan di masa sekarang. – Menguji apakah nilai-nilai sosial tertentu serta solidaritas memainkan peranan penting dalam berbagai kegiatan ekonomi pedesaan. 31

32 2. Penelitian Deskriptif2. Penelitian Deskriptif Tujuan Untuk membuat pencandraan/gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat pada suatu obyek penelitian tertentu Ciri-ciri –Tidak ada : pengujian hipotesis, peramalan, pencarian implikasi hubungan antar variabel penelitian (korelasional). –Memerlukan data yang benar-benar, representatif /mewakili obyek penelitian. –Proses pengambilan sampel penelitian harus hati-hati  Penelitian Deskriptif sering disebut dengan Penelitian Survei 32

33 Langkah-langkah Pokok Definisikan tujuan secara jelas dan spesifik Rancang metode pendekatannya : Data apa yang akan dikumpulkan ? Bagaimana cara pengumpulannya ? Alat apa yang digunakan untuk pengumpulan data ? Siapa sumber datanya ? Siapa yang bertugas mengumpulkan data ? Kumpulkan data Tuliskan laporan 33

34 :Contoh Penelitian Deskriptif : Studi mengenai kebutuhan tenaga kerja dalam bidang Teknik Kimia tahun Survei mengenai pendapat umum mahasiswa untuk menilai sikap para mahasiswa terhadap rencana perubahan kurikulum. 34

35 3. Penelitian Perkembangan3. Penelitian Perkembangan Tujuan Untuk menyelidiki pola dan perurutan pertumbuhan atau perubahan suatu obyek atau gejala sebagai fungsi waktu Ciri-ciri – – Penelitian ini menuntut pengamatan yang berkelanjutan (kontinu). – Dapat dilakukan secara longitudinal (fungsi waktu) maupun cross- sectional. 35

36 Langkah-langkah Pokok – Definisikan masalah dan rumuskan tujuan. – Lakukan telaah pustaka. – Rancang metode pendekatannya. – Kumpulkan data. – Evaluasi data. – Susun laporan hasil evaluasi. 36

37 Contoh Penelitian Perkembangan – – Studi mengenai perkembangan mikroba tertentu pada proses Fermentasi – Studi mengenai pengaruh Suhu dan Tekanan di dalam Reaktor pada Proses Pembentukan Bio Etanol. – Penelitian mengenai pengaruh Kuat Tekan terhadap Nilai Kalor pada pembuatan Bio Briket Arang Gambut dan Serbuk Grrgaji Kayu. 37

38 4. Penelitian Kasus dan Penelitian Lapangan4. Penelitian Kasus dan Penelitian Lapangan Tujuan Untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan suatu unit sosial : individu, kelompok, lembaga atau masyarakat. Ciri-ciri Obyek penelitian berupa unit sosial tertentu. Sampel sedikit tetapi variabel pengamatan banyak. Kesimpulannya terbatas pada unit sampel tertentu dan tidak dapat digeneralisasi pada tingkat populasinya (cenderung subyektif). 38

39 Langkah-langkah Pokok : Rumuskan tujuan yang akan dicapai. Rancang metode pendekatannya. Kumpulkan data. Organisasikan data dan informasi menjadi sebuah rekonstruksi yang terpadu. Susun laporan dan diskusikan hasilnya. Contoh Penelitian Kasus dan Penelitian Lapangan : Studi lapangan mengenai Limbah Industri di sepanjang Kali Surabaya. Studi kasus mengenai proses produksi di Pabrik Kertas. Penelitian tentang tipologi Karyawan Proses di Pabrik Gula. 39

40 5. Penelitian Korelasional5. Penelitian Korelasional : Tujuan : Untuk mengetahui hubungan (korelasional) antara variabel - variabel penelitian. Ciri-ciri : Cocok digunakan jika variabel yang diteliti rumit dan tidak dapat diteliti dengan metode eksperimen (tidak dapat dimanipulasi/dikontrol). Memungkinkan pengukuran beberapa variabel dan saling hubungannya secara serentak dalam keadaan realistisnya. Output dari penelitian ini adalah taraf/tinggi rendahnya hubungan dan bukan ada atau tidaknya adanya saling hubungan secara kausal. 40

41 Pola hubungan sering tidak menentu dan kabur. Sering memasukkan berbagai data tanpa pilih-pilih (dipaksakan). Dapat digunakan untuk meramalkan variabel tertentu berdasarkan variabel bebas. Langkah-langkah Pokok Definisikan masalah Lakukan telaah pustaka Rancang cara pendekatannya Kumpulkan data Analisis data dan buat interpretasinya Susun laporan 41

42 Contoh Penelitian Korelasional –Studi analisis faktor-faktor yang mempengaruhi Proses Pembuatan Bio Briket Batubara. –Hubungan antara Suhu Reaksi dengan Laju Aliran Udara pada Reaktor Plug Flow. 42

43 6. Penelitian Eksperimental6. Penelitian Eksperimental Tujuan Untuk menyelidiki hubungan sebab akibat dengan cara mengenakan kepada satu atau lebih kelompok eksperimental suatu kondisi/perlakuan dan membandingkannya dengan kelompok eksperimental yang tidak dikenai kondisi/perlakuan. Ciri-ciri Menuntut pengaturan variabel dan kondisi/perlakuan eksperimen. Menggunakan kelompok kontrol dan kelompok eksperimental. Menggunakan hipotesis tertutama tentang akibat perbedaan perlakuan. 43

44 Langkah-langkah Pokok – Lakukan survei kepustakaan/studi pustaka. – Identifikasi dan definisikan masalah. – Rumuskan hipotesis berdasarkan studi pustaka. – Definisikan pengertian-pengertian dasar dan variabel utama. – Susun rancangan penelitian. – Laksanakan eksperimen. – Organisasikan data hasil eksperimen. – Analisis data dan lakukan pengujian hipotesis. – Interpretasi hasil analisis, diskusikan dan susun laporan. 44

45 Contoh Penelitian Eksperimental Pengaruh penambahan dosis pupuk A terhadap peningkatan hasil panen padi. 7. Penelitian Tindakan (Action Research)7. Penelitian Tindakan (Action Research) Tujuan Untuk mengembangkan keterampilan- keterampilan baru, cara pendekatan baru, atau produk pengetahuan yang baru dan untuk memecahkan masalah dengan penerapan langsung di dunia aktual (lapangan). 45

46 Ciri-ciri – – Praktis dan langsung relevan dengan situasi aktual di lapangan (empiris). – Menyediakan kerangka kerja/sistematika yang teratur untuk memecahkan masalah dan perkembangan baru yang lebih baik. – Fleksibel dan adaptif, memperbolehkan perubahan-perubahan selama masa penelitian (inovatif). – Tidak selalu menuntut adanya hipotesis dan kontrol variabel. 46

47 Langkah-langkah Pokok – Definisikan masalah dan tetapkan tujuan. – Lakukan telaah/studi pustaka. – Rumuskan hipotesis atau strategi pendekatan yang spesifik. – Susun rancangan penelitian dan jelaskan prosedur-prosedur serta kondisinya. – Tentukan kriteria evaluasi dan teknik pengukuran untuk umpan balik. – Laksanakan eksperimen. – Analisis data, evaluasi dan susun laporan. 47

48 Contoh Penelitian Tindakan – – Penelitian-penelitian di bidang pemanfaatan teknologi komputer. – Penelitian mengenai program pencegahan kecelakaan lalu lintas bagi pengemudi (pelatihan/pendidikan pengemudi). – Pemberdayaan tenaga putus sekolah pada kewirausahaan. 48

49 Penelitian di Bidang Teknik KimiaPenelitian di Bidang Teknik Kimia  Kebanyakan berupa : - Penelitian development. - Penelitian eksperimental. - Penelitian tindakan.  Memungkinkan dikembangkannya metodologi baru yang lebih spesifik (khususnya dalam pe-rekayasaan) : - Metodologi Pengembangan Sistem Proses. - Metodologi Pengembangan Program Komputer (Perangkat Lunak). - Metodologi Pengembangan Perancangan Alat. - Dan lain-lain. 49

50 Kesimpulan Metodologi Penelitian :Metodologi Penelitian :  Menggambarkan tahapan-tahapan dalam proses penelitian guna memecahkan masalah penelitian dari awal perencanaan hingga tercapainya tujuan penelitian.  Tidak ada satu format yang baku tentang metodologi penelitian, tetapi setiap metodologi penelitian tidak terlepas dari kerangka metode ilmiah.  Pemilihan metodologi penelitian lebih tergantung pada jenis penelitian yang dilakukan.  Perkembangan ilmu pengetahuan memungkinkan munculnya metodologi penelitian yang baru (dinamis). 50

51 LANGKAH – LANGKAH PENELITIAN Secara Umum :Secara Umum : 1. Pemilihan tema, topik dan judul penelitian 2.Identifikasi kebutuhan obyektif (latar belakang) penelitian 3.Identifikasi, pemilihan dan perumusan masalah 4.Studi Pustaka/Telaah Teori 5. Perumusan hipotesa 6.Identifikasi variabel dan data penelitian 7.Pemilihan alat pengumpul data 51

52 8.Perancangan pengolahan data 9.Penentuan sampling 10.Pengumpulan data 11.Pengolahan dan analisis data 12.Penarikan kesimpulan 13. Penyusunan laporan penelitian  Merupakan penjabaran dari metode ilmiah dalam menerapkan pola pikir induktif dan deduktif  Merupakan penjabaran dari metode ilmiah dalam menerapkan pola pikir induktif dan deduktif 52

53 Pemilihan Tema, Topik dan Judul PenelitianPemilihan Tema, Topik dan Judul Penelitian Tema Penelitian diperlukan untuk mengarahkan ruang lingkup dan bidang telaah yang akan dipelajari oleh peneliti (berkaitan dengan bidang ilmu). Topik Penelitian berkaitan dengan garis pembahasan (bersifat spesifik). Dasar Pemilihan Tema dan Topik Penelitian : Daya tarik bagi peneliti. Ada kemampuan utuk melaksanakan (keilmuan, sumber daya, fisik). Data dapat diamati (termasuk tersedianya alat pengumpul data). Berkaitan dengan kebutuhan masyarakat (berkaitan dengan pemecahan masalah-masalah praktis). 53

54 Judul Penelitian dimaksudkan untuk memperjelas dan mempertajam ruang lingkup dan bidang telaah dari tema dan topik penelitian. Dalam membuat judul penelitian : Singkat, jelas dan logis. Tampak ruang lingkup dan metode pembahasannya. Tampak ruang lingkup obyek penelitiannya (populasi/sampel). Berkaitan dengan tema dan topik penelitian. 54

55 Contoh :Contoh : –Proses Pembuatan Pupuk Organik dari Gambut. –Kinetika Reaksi Pembentukan Kalium Sulfat dari Limbah Cair Pabrik Bentonit. –Pembuatan Bio Briket Arang dari Gambut dan Serutan Bambu. Identifikasi Kebutuhan Obyektif (Latar Belakang) Penelitian :  Memberikan deskripsi/gambaran mengenai hal-hal yang melatar belakangi dilakukannya penelitian. 55

56 Dalam mendeskripsikan kebutuhan obyektif/latar belakang penelitian ini perlu dipaparkan : – Fakta/kondisi/masalah yang ada atau terjadi saat ini. – Apa arti pentingnya penelitian yang akan dilakukan – Bagaimana kaitannya dengan tuntutan kebutuhan saat ini dan. – dan tuntutan perkembangan di masa yang akan datang. – Hal-hal strategis yang akan dicapai berkaitan dengan dilakukannya penelitian tersebut. 56

57 Identifikasi, Pemilihan dan Perumusan MasalahIdentifikasi, Pemilihan dan Perumusan Masalah Pengertian Masalah : Suatu kesulitan yang dirasakan, konkrit dan memerlukan solusi. Suatu kesenjangan antara apa yang seharusnya dengan apa yang ada dalam kenyataan atau antara apa yang diperlukan dengan apa yang tersedia atau antara harapan dengan kenyataan dsb. 57

58 Suatu masalah tidak harus menuntut /menimbulkan suatu penelitian tetapi Peneltian dilakukan oleh karena adanya masalah. Jadi seseorang yang akan melakukan penelitian harus menentukan terlebih dulu : apa masalahnya ? ” SUATU MASALAH ” BERBEDA DENGAN ” FAKTA ” 58

59 Contoh Fakta  Fakta  mengarah pada adanya kebutuhan obyektif/latar belakang File data di komputer banyak yang terkena virus. Masalah  Masalah  mengarah pada adanya upaya untuk pemecahan,Bagaimana cara membersihkan virus pada file data tersebut ? ” Suatu masalah ini membutuhkan penelitian untuk mencari solusinya” 59

60 IDENTIFIKASI MASALAH Upaya untuk melakukan pencarian dan pendataan masalah-masalah yang akan dibahas Pencarian masalah dapat dilakukan dari sumber-sumber masalah : 1. Bacaan 2. Pengamatan Sepintas/Fakta di lapangan 3. Pengalaman Pribadi 4. Pertemuan Ilmiah : Seminar, Diskusi, Lokakarya dll 5. Pernyataan Pemegang Otoritas 6. Perasaan Intuitif Pribadi 60

61 PEMILIHAN MASALAH Setelah masalah-masalah diidentifikasi, belum menjadi jaminan bahwa semua masalah tersebut layak dan sesuai untuk diteliti. Sehingga perlu dipilih salah satu atau beberapa masalah yang paling baik dan layak untuk diteliti. 61

62 Pertimbangan pemilihan masalah ini dapat dilakukan dengan 2 arah : 1. Dari Arah Masalahnya Pertimbangan kelayakan berdasarkan arah masalah atau sudut obyektifnya atau nilai penelitiannya. Apakah penelitian memberikan sumbangan kepada pengembangan dan penerapan IPTEKS atau pemecahan masalah praktis ? 2. Dari Arah Penelitinya Pertimbangan berdasarkan kelayakan dan kesesuaian penelitinya menyangkut kelayakan biaya, waktu, sarana, kemampuan keilmuan. 62

63 PERUMAHAN MASALAH Masalah perlu dirumuskan dengan tujuan agar permasalahan jelas dan tidak menimbulkan keragu- raguan atau tafsir yang berbeda-beda sebab masalah tsb nantinya akan digunakan sebagai dasar : pengajuan teori dan hipotesis, pengumpulan data, pemilihan metode analisis dan penarikan kesimpulan. Teknik merumuskan masalah : – Dirumuskan dalam bentuk kalimat pertanyaan. – Singkat, jelas dan padat. – Memberi petunjuk dimungkinkannya pengumpulan data dan adanya metode pemecahannya. 63

64 MASALAH YANG BAIK 1.Mempunyai nilai dan kelayakan penelitian dari segi manfaat/kontribusi. 2.Fisibel/dapat dipecahkan (konkrit) dimana ada data dan metode pemecahannya. 3.Menarik bagi peneliti yang didukung kemampuan keilmuan. 4.Spesifik mengenai bidang tertentu (jelas ruang lingkup pembahasannya). 5.Berguna untuk mengembangkan suatu teori. 64

65 SEKALI LAGI : SUATU MASALAH BERBEDA DENGAN FAKTA Fakta/Latar Belakang :Fakta/Latar Belakang : Sistem manual administrasi penjualan banyak menimbulkan kesalahan dan kinerja nya lambat. Perumusan Masalah :Perumusan Masalah : Bagaimana perancangan sistem komputerisasi yang dapat menangani administrasi penjualan dengan baik, efektif dan efisien ? 65

66 Perumusan Tujuan dan Manfaat PenelitianPerumusan Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan Penelitian : 1. Untuk menjelaskan tujuan akhir yang akan dicapai oleh peneliti setelah penelitian selesai dilakukan. 2. Untuk memberikan gambaran yang tegas tentang sasaran dan ruang lingkup penelitian. Teknik merumuskan tujuan penelitian : a. Singkat dan spesifik. b.Diarahkan untuk menjawab permasalahan yang telah dirumuskan. 66

67 Contoh : Judul : “ Proses Pembuatan Bio Etanol dari Ketela Pohon “ Perumusan Masalah : Bagaimana perancangan proses yang dapat menghasilkan Bio etanol dengan kadar etanol yang tinggi ? Tujuan Penelitian : Menganalisis dan merancang proses pembuatan Bio etanol dengan kadar etanol yang relatif tinggi. Manfaat Penelitian : Untuk menjelaskan manfaat/kontribusi yang akan diperoleh dari hasil penelitian dan siapa pihak yang akan mendapatkan manfaat tersebut. 67

68 Teknik merumuskan manfaat penelitian : 1.Disebutkan secara detail siapa saja yang mendapatkan manfaat dan apa manfaat yang dapat diperoleh dari hasil penelitian. 2.Manfaat dapat dikaitkan dengan orientasi penelitian, apakah mempunyai kontribusi pada pengembangan dan penerapan IPTEKS atau untuk pemecahan masalah - masalah praktis/menunjang pembangunan dsb. 68

69 Manfaat Penelitian : Bagi Industri Kimia Sistem proses Pembuatan Bioetanol dari Ketela Pohon ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung Pemerintah terhadap ketergantungan bahan baku dari minyak bumi sehingga dapat memenuhi kebutuhan Etanol di Indonesia. Bagi Pengguna Bioetanol Proses Produksi Bioetanol ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mempermudah penyediaan Bioetanol di pasaran. 69

70 Studi Pustaka/Telaah TeoriStudi Pustaka/Telaah Teori Tujuan : 1.Untuk mencari teori/konsep/generalisasi yang dapat digunakan sebagai landasan teori/kerangka bagi penelitian yang akan dilakukan. 2.Untuk mencari metodologi yang sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan. 3.Untuk membandingkan antara fakta di lapangan dengan teori yang ada.  dilakukan dengan membaca sumber- sumber pustaka. 70

71 Sumber Pustaka/Bacaan : a. Sumber Acuan Umum : Buku Teks, Ensiklopedi, Monograph dll (Sumber teori-teori dan konsep-konsep). b. Sumber Acuan Khusus : Jurnal, Buletin, Tesis, Disertasi, Majalah Ilmiah, Laporan Penelitian, Makalah Seminar, Internet dll (Sumber generalisasi). Sumber Pustaka Yang Baik : 1. Relevan dengan tema dan topik penelitian. 2. Mutakhir/Uptodate (bukan sumber pustaka yang sudah usang). 3. Berbobot ilmiah. Kualitas Penelitian tidak ditentukan oleh berapa jumlah pustaka yang dipakai 71

72 Perlu diperhatikan : 1.Dalam mengutip/mencuplik bahan dari sumber pustaka hendaknya memegang etika keilmiahan (mencantumkan sumber, nama pengarang, tahun dsb). 2.Peneliti hendaknya menghindari praktek- praktek plagiat. Ingat : Tidak semua sumber bacaan dapat dijadikan acuan penelitian 72

73 Perumusan HipotesisPerumusan Hipotesis Hipotesis :  Dugaan/Kesimpulan Sementara/Kesimpulan Awal. Pengertian Hipotesis : 1.Jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya harus diuji secara empiris melaui suatu analisis (berdasarkan data di lapangan). 2.Kesimpulan yang sifatnya masih sementara dan perlu diuji secara empiris melalui suatu analisis (berdasarkan data di lapangan). 73

74 Fungsi Hipotesis : A.Untuk memberikan batasan serta memperkecil ruang lingkup penelitian. B.Untuk mempermudah pengumpulan dan pengolahan data. C.Untuk mengetahui macam, jumlah dan hubungan variabel penelitian. D.Untuk mengetahui variabel tak bebas yang harus di kontrol. 74

75 Hipotesis Yang Baik :  Dirumuskan dari teori/konsep yang sudah ada, sehingga relevan dengan fakta.  Dirumuskan dalam bentuk pernyataan (statement) singkat dan sederhana.  Berlaku dalam tingkat populasi sehingga mempuyai daya ramal yang tinggi.  Mencerminkan tentang hubungan antar variabel.  Dapat diuji untuk membuktikan kebenaran/kesalahannya. 75

76 Tidak Semua Penelitian Memerlukan Hipotesis : Penelitian Deskriptif, Eksploratif, beberapa penelitian eksperimen/tindakan dsb. Tidak Semua Peneliti Mampu Merumuskan Hipotesis : 1.Tidak adanya kerangka teori/konsep yang relevan dengan tema penelitian. 2. Peneliti tidak mampu menggunakan kerangka teori yang ada. 3. Peneliti tidak mampu menguasai metodologi penelitian yang sesuai. 76

77 Tidak Semua Hipotesis Terbukti/Dapat diterima : a. Teori sudah usang dan tidak relevan. b. Alat pengumpul data utuk uji empiris tidak valid. c. Data sudah usang dan tidak reliabel. d. Penarikan sampel tidak tepat atau terlalu kecil. e. Perumusan masalah tidak sejalan dengan teori yang mendasarinya. f. Rancangan pengolahan data tidak memenuhi asumsi. g. Kesalahan penafsiran atas hasil pengolahan data. h. Fakta tidak sesuai dengan teori yang dipakai sebagai acuan, dll. 77

78 Sumber Hipotesis : dapat disusun/dirumuskan dari : 1. Telaah teori. 2. Fakta berdasarkan pengamatan atau pengalaman peneliti. 3. Dugaan dan pengetahuan Peneliti. 4. Hasil penelitian pendahulu/sebelumnya yang relevan. Contoh Hipotesis :  Terdapat hubungan yang berarti antara waktu reaksi dengan konversi (x) pada Proses Esterifikasi minyak kelapa sawit. Tidak ada perbedaan konversi terhadap suhu reaksi dengan menggunakan persamaan Arrhenius. 78

79 Teknik Pengujian Hipotesis : Dengan menggunakan uji-uji statistik (uji t, uji F, uji  2, uji Z, dll) atau dengan data – data yang diperoleh dari hasil penelitian. 79

80 80


Download ppt "METODE PENULISAN ILMIAH by: Yustia Wulandari M ITATS 1."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google