Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MENGELOLA PERSEDIAAN PADA SUPPLY CHAIN Oleh : Elly Ismiyah, ST., MT. 1.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MENGELOLA PERSEDIAAN PADA SUPPLY CHAIN Oleh : Elly Ismiyah, ST., MT. 1."— Transcript presentasi:

1 MENGELOLA PERSEDIAAN PADA SUPPLY CHAIN Oleh : Elly Ismiyah, ST., MT. 1

2 Persediaan  Adalah salah satu aset terbesar yang dimiliki SC, bisa mencapai 25% dari total aset yang dimiliki  Persediaan muncul di berbagai tempat dengan berbagai bentuk dan fungsi di sepanjang SC  Manajemen persediaan yang baik berpengaruh besar terhadap kinerja finansial sebuah perusahaan  Sebutkan contoh persediaan pada supply chain biskuit ! 2

3  Salah satu tujuan utama SC adalah mengelola material/ produk dengan tepat Tidak terlalu lambat dan tidak terlalu dini Jumlah sesuai kebutuhan Terkirim ke tempat yang memang membutuhkan 3

4 Kenapa persediaan muncul  Persediaan muncul karena memang direncanakan atau merupakan akibat dari ketidaktahuan terhadap suatu informasi  Informasi yang akurat tentang permintaan suatu produk memang tidak pernah bisa diketahui sebelum terjadi  ketidakpastian permintaan  Ketidakpastian pada SC tidak hanya muncul dari arah permintaan tetapi juga dari arah pasokan dan operasi internal 4

5 Kenapa persediaan muncul (2)  Persediaan juga muncul akibat perbedaan lokasi, yang membuat munculnya lead time pengiriman  Semakin panjang lead time pengiriman, semakin banyak persediaan cadangan yang dibutuhkan  Motif ekonomi dalam melakukan kegiatan produksi atau pengiriman juga memunculkan persediaan 5

6 Alat ukur persediaan  Pada prinsipnya kinerja persediaan harus berorientasi pada efisiensi operasi di satu pihak dan pelayanan terhadap pelanggan (service level) di pihak lain  Beberapa ukuran kinerja persediaan : 1. Tingkat perputaran persediaan (inventory turnover rate) 2. Inventory days of supply 3. Fill rate 6

7 Inventory turnover rate  Seberapa cepat produk/barang mengalir relatif terhadap jumlah yang rata-rata tersimpan sebagai persediaan  Nilainya bisa diukur untuk tiap individu produk atau secara aggregat mewakili kelompok/keseluruhan produk (dalam bentuk nilai uang)  Semakin besar nilainya, menunjukkan kinerja yang bagus  Contoh : nilai persediaan rata-rata yang dimiliki perusahan Rp. 3 milyar. Nilai penjualan dalam setahun Rp. 40 milyar (25% merupakan marjin)  Inventory turnover rate-nya = 10 kali 7

8 Inventory days of supply  Rata-rata jumlah hari suatu perusahaan bisa beroperasi dengan jumlah persediaan yang dimiliki  Seirama dengan tingkat perputaran : Jika inventory days of supply panjang maka tingkat perputarannya rendah 8

9 Fill rate  Presentasi jumlah item yang tersedia ketika diminta oleh pelanggan  Bisa diukur secara individual produk atau secara agregat  Pembedaan target fill rate untuk tiap pelanggan dan tiap item diperlukan untuk menciptakan SCM yang efektif  Pembedaan target fill rate biasanya mencerminkan nilai strategisnya  Misal : fill rate 97%, artinya

10 Klasifikasi persediaan  Berdasarkan bentuknya a. persediaan bahan baku (raw materials) b. barang setengah jadi (WIP) c. produk jadi (finished product)  Berdasarkan sifat ketergantungan kebutuhan antara satu item dengan item lainnya a. dependent demand item b. independent demand item 10

11 Klasifikasi persediaan (2)  Berdasarkan fungsinya a. Pipeline/transit inventory  karena lead time pengiriman dari satu tempat ke tempat lain  bisa dikurangi dengan mengubah alat/mode transportasi atau mencari pemasok yang jaraknya lebih dekat b. Cycle stok  Akibat motif memenuhi skala ekonomi dan punya siklus tertentu c. Persediaan pengaman (safety stock)  Sebagai perlindungan terhadap ketidakpastian permintaan maupun pasokan  Besar kecilnya terkait dengan biaya persediaan dan service level d. Anticipation stock  Untuk mengantisipasi kenaikan permintaan akibat sifat musiman permintaan  Kenaikan tersebut bisa diprediksi dalam jumlah yang signifikan 11

12 Economic Order Quantity (EOQ)  Model untuk menentukan ukuran pesanan yang ekonomis dengan permintaan yang relatif stabil  Mempertimbangkan dua ongkos persediaan, yaitu ongkos pesan dan ongkos simpan  Ongkos pesan : ongkos tetap yang keluar setiap kali pemesanan dilakukan dan tidak tergantung pada ukuran/volume pesanan  Ongkos simpan : termasuk biaya modal, biaya gudang, biaya kerusakan, biaya keusangan/kadaluarsa, pajak, dan asuransi  Dibuat dengan sejumlah asumsi  Asumsi pertama adalah permintaan terhadap suatu item bersifat kontinyu dengan tingkat yang seragam 12

13 Contoh EOQ  Perusahaan biskuit menggunakan sekitar 1 ton tepung terigu per hari  Perusahaan bekerja 7 hari seminggu (365 hari setahun)  Harga 1 ton terigu Rp. 5 juta  Biaya administrasi sekali memesan Rp. 0,25 juta  Ongkos simpan per tahun 25% dari nilai persediaan tepung rata-rata  Jika semua keseluruhan kebutuhan terigu dipesan dari PT. AZ, setiap berapa hari perusahaan harus memesan 13

14 Contoh EOQ (lanj.) Misal : - Q adalah ukuran pesanan - D adalah kebutuhan tepung terigu per tahun - h b adalah ongkos simpan per ton per tahun, dan - C b adalah ongkos pesan. Maka : - total ongkos (TC) dalam setahun adalah - ukuran pesanan (Q) 14

15 Contoh EOQ (lanj.)  Untuk kasus di atas nikai Q yang optimal adalah :  Perusahaan harusnya memesan terigu tiap 12 hari dengan ukuran tiap pesan 12 ton  Rata-rata persediaan adalah 6 ton 15

16 Koordinasi dengan supplier Misal : - ongkos tetap yang dikeluarkan oleh supplier tiap kali memenuhi pesanan pembeli adalah C s - Ongkos simpan per unit per tahun yang dikeluarkan oleh supplier adalah h s Maka : - Total ongkos yang ditanggung supplier selama setahun - Nilai Q optimal untuk kedua pihak 16

17 Contoh.2 - Biaya yang ditanggung oleh supplier setiap ada pesanan Rp. 1 juta - Ongkos simpan per ton per tahun Rp.1,1 juta - Perbandingan hasil “dengan dan tanpa koordinasi” Tanpa koordinasiDengan koordinasi Ukuran pesanan ekonomis12 ton320 ton Total ongkos pembeli15,10 juta17,06 juta Total ongkos pemasok37,02 juta29,25 juta Total ongkos sistem52,12 juta46,31 juta 17

18 Mengakomodasikan ketidakpastian  Waktu pemesan kembali (reorder point/ROP) harus memperhatikan ketidakpastian pada permintaan dan lead time ROP = permintaan selama lead time + safety stock  Safety stock SS = Z x S dl ; dimana : Z adalah nilai tabel distribusi normal standar yang berkorelasi dengan probabilitas tertentu (service level) S dl adalah standar deviasi permintaan selama lead time 18


Download ppt "MENGELOLA PERSEDIAAN PADA SUPPLY CHAIN Oleh : Elly Ismiyah, ST., MT. 1."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google