Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN APBN Sesi II PROGRAM PERCEPATAN AKUNTABILITAS KEUANGAN PEMERINTAH 2008.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN APBN Sesi II PROGRAM PERCEPATAN AKUNTABILITAS KEUANGAN PEMERINTAH 2008."— Transcript presentasi:

1 PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN APBN Sesi II PROGRAM PERCEPATAN AKUNTABILITAS KEUANGAN PEMERINTAH 2008

2 V. Penerapan Sistem Penganggaran

3 Penerapan Sistem Penganggaran SATUAN KERJA SEBAGAI PENANGUNGJAWAB PENCAPAIAN KELUARAN/OUTPUT KEGIATAN/ SUBKEGIATAN SATUAN KERJA MEMPUNYAI KELUARAN YANG JELAS & TERUKUR SEBAGAI AKIBAT DARI PELAKSANAAN KEGIATAN PEMBEBANAN ANGGARAN PADA JENIS BELANJA YANG SESUAI PERHITUNGAN ANGGARAN DIDASARKAN PADA STANDAR BIAYA (BERISFAT UMUM DAN BERSIFAT KHUSUS RANGKAIAN TINDAKAN YG DILAKSANAKAN SATUAN KERJA SESUAI DENGAN TUGAS POKOKNYA UNTUK MENGHASILKAN KELUARANAN YANG DITENTUKAN KOMPONEN POKOK

4 1.SATUAN KERJA PUSAT ESELON I 2.SATUAN KERJA PUSAT ESELON II 3.SATUAN KERJA INSTANSI VERTIKAL ESELON II 4.SATUAN KERJA INSTANSI VERTIKAL ESELON III 5.SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (SKPD) 6.SATUAN KERJA NON VERTIKAL TERTENTU (SNVT) 7.SATUAN KERJA SEMENTARA (SKS) 8.SATUAN KERJA KHUSUS (DILUAR BAGIAN ANGGARAN K/L)

5 KEGIATAN KEGIATAN DASAR KEGIATAN TUPOKSI KEGIATAN PRIORITAS NASIONAL KEGIATAN PENUNJANG PENGELOLAAN GAJI, TUNJANGAN DAN HONORARIUM PENYELESAIAN LANGGANAN DAYA DAN JASA PERAWATAN SARANA PRASARANA OPERASIONAL PERKANTORAN

6 Keluaran dari masing-masing kegiatan dalam satu program harus secara sinergis mendukung pencapaian hasil yang diharapkan dari program yang bersangkutan. PP No. 20 th 2004 Ttg RKP Pasal 8 ayat (2) KEGIATAN DALAM PERLU DIEVALUASI APAKAH PROGRAM SUDAH SEJALAN DENGAN TUGAS POKOK ORGANISASI. APAKAH SEMUA KEGIATAN SUDAH SESUAI DAN SECARA SINERGIS MENDUKUNG PROGRAMNYA APAKAH SEMUA KEGIATAN SUDAH MEMPUNYAI KELUARAN YANG SESUAI SINKRONISASI PROGRAM DAN KEGIATAN

7 APBN RENCANA STRATEGIS KEMENTERIAN / LEMBAGA (REN-STRA K/L) RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH (RPJMN) RENCANA KERJA KEMENTERIAN / LEMBAGA (REN-JA K/L) RENCANA KERJA PEMERINTAH (RKP) RENCANA KERJA DAN ANGGARAN LEMENTERIAN / LEMBAGA (RKA-K/L) Medium Term fiscal Framework (MTFF) KERANGKA FISKAL JANGKA MENENGAH (KFJM) APBN BELANJA K/L Medium Term Expenditure Framework (MTEF) KERANGKA PENGELUARAN JANGKA MENENGAH (KPJM) Menggunakan 3 Pendekatan Penyusunan SINKRONISASI DALAM SISTEM PENGANGGARAN

8 Penempatan kegiatan-kegiatan pada program yang benar- benar sesuai, sehingga keluaran/output kegiatan akan menunjang tercapainya hasil/sasaran/output dari program; Nomenklatur kegiatan dan subkegiatan lebih sederhana yang sedapat mungkin menggambarkan keluaran/output yang hendak dicapai; Sehingga: Program – Kegiatan – Sub/Kegiatan merupakan pengalokasian anggaran untuk mencapai sasaran (outcome / output) yang memiliki referensi pada: Prioritas Kebijakan Nasional Rencana Kerja Pemerintah dan Rencana Kerja K/L Tugas Pokok dan Fungsi masing-masing unit dalam setiap K/L

9 PERATURAN, ANTARA LAIN 1.PMK TTG PETUNJUK PENYUSUNAN DAN PENELAAHAN RKA-KL 2.RENJA-KL/RKP 3.SE MENKEU PAGU SEMENTARA/DEFINITIF 4.PMK TTG STANDAR BIAYA DOKUMEN PENDUKUNG, ANTARA LAIN 1.TERM OF REFERENCE (TOR) 2.RINCIAN ANGGARAN BIAYA (RAB) 3.DAFTAR PEMBAYARAN GAJI BULAN TERTT. 4.DATA ANALISIS KERUSAKAN BANGUNAN 5.DAFTAR JUMLAH & KONDISI INVENTARIS Hal 18

10 Standar Biaya ► PP 21/2004 Pasal 7 ayat 4: “ Menteri Keuangan menetapkan standar biaya, baik yang bersifat umum maupun yang bersifat khusus bagi pemerintah pusat setelah berkoordinasi dengan kementerian negara/lembaga terkait” ► Penjelasan PP 21/2004 Pasal 7 ayat 4 “ Standar biaya yang ditetapkan dapat berupa standar biaya masukan pada awal tahap penerapan anggaran berbasis kinerja, dan nantinya menjadi standar biaya keluaran”

11 Standar Biaya Masukan Contoh standar biaya masukan (input): satu rim kertas ukuran A4 70 gram Rp ,- satu unit PC Pentium 4 Multimedia Rp ,- satu angkatan Pelatihan Kewirausahaan Rp ,- Standar Biaya Keluaran Contoh ilustrasi standar biaya keluaran (output): Biaya lokakarya tipe A per peserta Rp ,- Biaya buku panduan Paket A per bukuRp ,- Penambahan ruang kelas per m2Rp ,-

12 Contoh ilustrasi Standar Biaya Keluaran & Penganggaran Kegiatan ► Nama Kegiatan: Peningkatan Kualitas Guru MI & MTs ► Sub kegiatan: Lokakarya Peningkatan Kualitas Guru MTs ► ► Output: Jumlah guru peserta lokakarya ► Spesifikasi Kegiatan : Lokakarya Tipe A ► Standar Biaya Keluaran /peserta: Rp ► ► Jumlah output : 30 orang ► Jumlah Anggaran: 30 x Rp ,- = Rp ,-

13 KEMENTERIAN / LEMBAGA KEMENTERIAN KEUANGAN BADAN PUSAT STATISTIK Membahas kebutuhan biaya input untuk membiayai kegiatan/sub kegiatan guna menghasilkan output yang telah ditetapkan INDEKS STANDAR BIAYA UMUM DAN KHUSUS PENYEDIA DATA HARGA DAN TINGKAT KEMAHALAN DAERAH MENGUSULKAN RINCIAN BIAYA INPUT UNTUK MENCAPAI OUTPUT SETIAP KEGIATAN/SUB KEGIATAN MENGHIMPUN DATA HASIL PEMBAHASAN STANDAR BIAYA KEDALAM DAFTAR STANDAR BIAYA YG AKAN DITETAPKAN MENTERI KEUANGAN

14 STANDAR BIAYA YANG DAPAT DIPAKAI UNTUK PENGANGGARAN KEGIATAN/SATKER/ WILAYAH/LOKASI SECARA UMUM UMUMNYA BERUPA STANDAR BIAYA INPUT / BIAYA MASUKAN STANDAR BIAYA YANG DIPAKAI UNTUK PENGANGGARAN KEGIATAN/SATKER/ WILAYAH/LOKASI TERTENTU UMUMNYA BERUPA STANDAR BIAYA OUTPUT / BIAYA KELUARAN

15 VI. Klasifikasi Anggaran

16  Klasifikasi Organisasi  Klasifikasi Fungsional  Klasifikasi Ekonomi / Jenis Belanja

17 KLASIFIKASI ORGANISASI KEMENTERIAN /LEMBAGA 73 BAGIAN ANGGARAN UNIT ESELON I 235 INSTANSI VERTIKAL / UPT SATKER KHUSUS SATKER PERANGKAT DAERAH SATKER NON VERTIKAL TERTENTU SATKER SEMENTARA UNIT ESELON II PUSAT SATUAN KERJA 2007 :

18 MENUNJUKKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI SATUAN KERJA MENUNJUKKAN TUGAS UTAMA UNIT ESELON I K/L MENUNJUK- KAN TUGAS K/L DALAM MENJABAR- KAN TUGAS PEMERINTAH KEGIAT- AN 221 PROGRAM 79 SUB FUNGSI MENUNJUKKAN TUGAS PEMERINTAH TERHADAP RAKYATNYA MENUNJUKKAN GAMBARAN KELUARAN YANG DICAPAI 11 FUNGSI

19 Klasifikasi Ekonomi BELANJA PEGAWAI Untuk membayar Gaji dan Upah BELANJA BARANG Untuk membayar pengadaan barang dan jasa yg digunakan untuk memproduksi sesuatu BELANJA MODAL Untuk membayar pengadaan barang untuk modal baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak BANTUAN SOSIAL Untuk membayar transfer dalam bentuk uang atau barang untuk melindungi penduduk pada segmen tertentu dari resiko sosial tertentu BUNGAUntuk membayar kewajiban akibat dari hutang SUBSIDIUntuk membayar pengeluaran pemerintah kepada pihak lain produsen barang/jasa untuk suatu kebijakan dengan tujuan tertentu HIBAHUntuk membayar transfer yang sifatnya tidak wajib dari pemerintah kepada organisasi pemerintah dibawahnya atau organisasi internasional LAIN Untuk pengeluaran yang tidak dapat diklasifikasikan belanja – belanja di atas

20 BAGAN AKUN STANDAR Bagan Akun Standar adalah daftar akun buku besar yang ditetapkan dan disusun secara sistematis untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan anggaran, serta pembukuan dan pelaporan keuangan pemerintah

21 TUJUAN BAGAN AKUN STANDAR ► Memastikan rencana keuangan (anggaran), realisasi dan pelaporan keuangan dinyatakan dalam istilah yang sama ► Meningkatkan kualitas informasi keuangan ► Memudahkan pengawasan keuangan

22 BELANJA PEGAWAI AKUNKETERANGAN I. Belanja Pegawai : Pengeluaran yang merupakan kompensasi dalam bentuk uang maupun barang yang diberikan kepada pegawai pemerintah (pejabat negara, pegawai negeri sipil, dan pegawai yang dipekerjakan oleh pemerintah yang belum berstatus sebagai PNS) yang bertugas di dalam maupun di luar negeri sebagai imbalan atas pekerjaan yang telah dilaksanakan. I.1 Belanja Pegawai Mengikat : belanja pegawai yang dibutuhkan secara terus menerus dalam satu tahun dan harus dialokasikan oleh kementerian / lembaga dengan jumlah yang cukup pada tahun yang bersangkutan 51xxxxBelanja Gaji dan Tunjangan : Seluruh akun Belanja Pegawai termasuk didalam Belanja Mengikat, kecuali Akun (Belanja Uang Honor Tidak Tetap) Belanja pegawai (Tunj. Khusus/kegiatan) Digunakan untuk pembayaran tunjangan khusus/tunjangan dan pembiayaan kepegawaian lainnya di dalam negeri sesuai dengan ketentuan yang berlaku termasuk alokasi untuk remunerasi Depkeu, BPK dan MA I.2 Belanja Pegawai Tidak Mengikat : Belanja pegawai yang diberikan kepada pegawai dlm rangka kegiatan temporer Belanja Uang Honor Tidak Tetap Honor PNS/Non PNS sebagai nara sumber, pembicara, praktisi, pakar atas keahlian yang dimiliki dalam kegiatan diluar Eselon I pegawai yang bersangkutan yang selama ini dibebankan pada belanja pegawai, mulai tahun anggaran 2008 dibebankan pada belanja barang jasa profesi Honor Pengelola anggaran (PA/KPA, bendahara, pejabat penandatangan SPM dan staff) dibebankan pada belanja uang honor tidak tetap Honor-honor yang berhubungan dengan pengeluaran untuk pembentukan modal yang termasuk dalam harga perolehan barang modal dikategorikan dalam akun belanja modal

23 JENIS BELANJA BARANG ► Belanja Barang dan Jasa ► Belanja Pemeliharaan ► Belanja Perjalanan

24 PERLUASAN BELANJA BARANG ► Belanja Aset Tetap yang nilai / harga persatuannya dibawah nilai minimum kapitalisasi ► Belanja pemeliharaan aset tetap yang tidak menambah umur, manfaat atau kapasitas ► Belanja perjalanan dalam rangka perolehan barang pakai habis

25 BELANJA BARANG AKUNKETERANGAN II.1 Belanja Barang Mengikat : Belanja barang yang dibutuhkan secara terus-menerus selama 1 tahun dan dialokasikan oleh kementerian/lembaga dengan jumlah yang cukup pada tahun bersangkutan 52111xBelanja Barang Operasional Belanja Langganan daya dan jasa Belanja Jasa pos dan giro 52311xBelanja Biaya Pemeliharaan Gedung dan Bangunan 52312xBelanja Biaya Pemeliharaan Peralatan dan Mesin, Belanja Biaya Pemeliharaan Peralatan dan Mesin Lainnya 52313xBelanja Biaya Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Irigasi dan Jaringan Belanja Biaya Pemeliharaan Lainnya /2Belanja perjalanan biasa dan tetap dalam negeri /2Belanja perjalanan biasa dan tetap luar negeri 52511Belanja Barang dan Jasa BLU 52511xBelanja Gaji dan tunjangan, Belanja Barang, Belanja jasa, Belanja Pemeliharaan, Belanja Perjalanan, Belanja Penyedia Barang dan jasa BLU Lainnya Biaya gaji petugas cleaning service dibebankan pada MAK (Belanja Keperluan Perkantoran) Pengeluaran pemelilharaan/perbaikan dalam rangka mempertahankan gedung dan bangunan kantor dengan tingkat kerusakan kurang dari atau sampai dengan 2% yang nilainya tidak memenuhi syarat kapitalisasi suatu aset (termasuk biaya peralatan dan bahan untuk cleaning service) dimasukkan dalam MAK (Belanja Pemeliharaan Gedung dan Bangunan

26 BELANJA BARANG Belanja barang : pengeluaran untuk menampung pembelian barang dan jasa yang habis pakai untuk memproduksi barang dan jasa yang dipasarkan dan tidak dipasarkan serta pengadaan barang yang dimaksudkan untuk diserahkan atau dijual kepada masyarakat dan belanja perjalanan II.1 Belanja Barang Tidak Mengikat : Belanja barang yang dibutuhkan secara isidentiltidak terus menerus) 52121Belanja Barang Non Operasional Belanja Bahan Belanja Barang Transito Belanja Barang Non Operasional Lainnya Belanja Jasa Konsultan Belanja Sewa Belanja Jasa Profesi Belanja Jasa Lainnya Belanja perjalanan lainnya dalam negeri Belanja perjalanan lainnya luar negeri Pengeluaran yang digunakan untuk pembayaran biaya bahan pendukung kegiatan (yang habis dipakai) seperti :Alat Tulis Kantor, (ATK)Konsumsi /bahan makanan, Bahan cetakan, Dokumentasi, Spanduk, Biaya Fotokopi. yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan non operasional seperti dies natalis, pameran, seminar, pejabat, sosialisasi,rapat dan lain lain dibebankan dalam MAK (Belanja Bahan)

27 BELANJA MODAL ► Belanja Modal adalah meliputi keseluruhan pengeluaran untuk pengadaan/memperoleh tanah/ peralatan mesin/gedung dan bangunan/ jalan, irigasi dan jaringan/ fisik lainnya meliputi biaya pembelian/konstruksi/perolehan dan biaya2 lainnya yang dikeluarkan sampai tanah/ peralatan mesin/gedung dan bangunan/ jalan, irigasi dan jaringan/ fisik lainnya siap digunakan ► Pengadaan Belanja Modal dengan metode swakelola, keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan barang tersebut telah disatukan mata anggarannya kedalam belanja modal ► Belanja pemeliharaan peralatan mesin/gedung dan bangunan/ jalan, irigasi dan jaringan yang nilainya memenuhi syarat kapitalisasi disediakan dalam akun tersendiri ► Terdapat akun untuk Belanja Modal BLU

28 KONSEP NILAI PEROLEHAN Komponen belanja modal untuk perolehan aset tetap meliputi : ► Harga beli aset tetap ► Semua biaya yang dikeluarkan sampai AT siap digunakan, termasuk: Biaya perjalanan dinas Biaya perjalanan dinas Ongkos angkut Ongkos angkut Biaya uji coba Biaya uji coba Biaya konsultan Biaya konsultan Pengembangan software Pengembangan software

29 KARAKTERISTIK ASET TETAP ► Berwujud ► Menambah Asset / Kekayaan Pemerintah ► Memiliki Masa Manfaat lebih dari 1 tahun ► Nilainya relatif material (diatas Rp per unit)

30 RENOVASI ASET TETAP ► Jika meningkatkan manfaat ekonomi Asset Tetap  Dikapitalisasi  Disajikan sebagai Belanja Modal  Disajikan sebagai AT Lainnya/AT Renovasi ► Jika tidak menambah manfaat ekonomi AT  Tidak dikapitalisasi  Disajikan sebagai belanja operasi

31 BELANJA MODAL AKUNKETERANGAN III Belanja Modal : adalah meliputi keseluruhan pengeluaran untuk pengadaan/memperoleh tanah/ peralatan mesin/gedung dan bangunan/ jalan, irigasi dan jaringan/ fisik lainnya meliputi biaya pembelian/konstruksi/perolehan dan biaya2 lainnya yang dikeluarkan sampai tanah/ peralatan mesin/gedung dan bangunan/ jalan, irigasi dan jaringan/ fisik lainnya siap digunakan Belanja Modal Tanah 53111xBelanja Modal Pembebasan Tanah, Belanja Modal Pembayaran Honor Tim Tanah, Belanja Modal Pembuatan Sertifikat Tanah, Belanja Modal Pengurukan dan Pematangan Tanah, Belanja Modal Biaya Pengukuran Tanah, Belanja Modal Perjalanan Pengadaan Tanah. Semua pengeluaran dalam rangka pengadaan tanah yang dilaksanakan dengan swakelola Belanja Modal Peralatan dan Mesin 53211xBelanja Modal Bahan Baku Peralatan dan Mesin, Belanja Modal Upah Tenaga Kerja dan Honor Pengelola Teknis Peralatan dan Mesin, Belanja Modal Sewa Peralatan dan Mesin, Belanja Modal Perencanaan dan Pengawasan Peralatan dan Mesin, Belanja Modal Perijinan Peralatan dan Mesin, Belanja Modal Pemasangan Peralatan dan Mesin, Belanja Modal Perjalanan Peralatan dan Mesin. Semua pengeluaran dalam rangka pengadaan Peralatan dan Mesin yang dilaksanakan dengan swakelola Belanja Modal Gedung dan Bangunan 53311xBelanja Modal Bahan Baku Gedung dan Bangunan, Belanja Modal Upah Tenaga Kerja dan Honor Pengelola Teknis Gedung dan Bangunan, Belanja Modal Sewa Peralatan Gedung dan Bangunan, Belanja Modal Perencanaan dan Pengawasan Gedung dan Bangunan, Belanja Modal Perizinan Gedung dan Bangunan, Belanja Modal Pengosongan dan Pembongkaran Bangunan Lama, Gedung dan Bangunan, Belanja Modal Perjalanan Gedung dan Bangunan. Semua pengeluaran dalam rangka pengadaan Gedung dan Bangunan yang dilaksanakan dengan swakelola Belanja Modal Jalan dan Jembatan 53411xBelanja Modal Bahan Baku Jalan dan Jembatan, Belanja Modal Upah Tenaga Kerja dan Honor Pengelola Teknis Jalan dan jembatan, Belanja Modal Sewa Peralatan Jalan dan Jembatan, Belanja Modal Perencanaan dan Pengawasan Jalan dan Jembatan, Belanja Modal Perijinan Jalan dan Jembatan, Belanja Modal Pengosongan dan Pembongkaran Bangunan Lama Jalan dan Jembatan, Belanja Modal Perjalanan Jalan dan Jembatan. Semua pengeluaran dalam rangka pembangunan Jalan dan Jembatan yang dilaksanakan dengan swakelola Belanja Modal Irigasi 53412xBelanja Modal Bahan Baku Irigasi, Belanja Modal Upah Tenaga Kerja dan Honor Pengelola Teknis Irigasi, Belanja Modal Sewa Peralatan Irigasi, Belanja Modal Perencanaan dan Pengawasan Irigasi, Belanja Modal Perijinan Irigasi, Belanja Modal Pengosongan dan Pembongkaran Bangunan Lama Irigasi, Belanja Modal Perjalanan Irigasi. Semua pengeluaran dalam rangka Pembangunan Irigasi yang dilaksanakan dengan swakelola Belanja Modal Jaringan 53413xBelanja Modal Bahan Baku Jaringan, Belanja Modal Upah Tenaga Kerja dan Honor Pengelola Teknis Jaringan, Belanja Modal Sewa Peralatan Jaringan, Belanja Modal Perencanaan dan Pengawasan Jaringan, Belanja Modal Perijinan Jaringan, Belanja Modal Pengosongan dan Pembongkaran Bangunan Jaringan, Belanja Modal Perjalanan Jaringan. Semua pengeluaran dalam rangka pembangunan jaringan yang dilaksanakan dengan swakelola

32 BELANJA MODAL AKUNKETERANGAN 53511Belanja Pemeliharaan Gedung dan Bangunan yang dikapitalisasi Belanja pemeliharaan peralatan dan mesin yang dikapitalisasi Belanja Biaya Pemeliharaan Peralatan dan Mesin Lainnya yang dikapitalisasi Belanja Biaya Pemeliharaan Jalan dan Jembatan yang dikapitalisasi Belanja Biaya Pemeliharaan Irigasi Belanja Biaya Pemeliharaan Jaringan yang dikapitalisasi Belanja Biaya Pemeliharaan Lainnya yang dikapitalisasi Belanja Modal Fisik Lainnya Pengeluaran untuk memperoleh modal fisik lainnya yang tidak dapat diklasifikasikan dalam belanja modal tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan, irigasi dan jaringan dan belanja modal non fisik sampai siap pakai. Termasuk dalam belanja modal ini : kontrak sewa beli (leasehold), pengadaan/pembelian barang-barang kesenian, barang-barang purbakala dan barang-barang untuk museum serta hewan ternak selain untuk dijual dan diserahkan kepada masyarakat, buku-buku dan jurnal ilmiah Belanja Modal BLU 53711xBelanja Modal Tanah, Peralatan dan Gedung, Gedung dan Bangunan, Fisik Jalan,Irigasi, dan Jaringan, Fisik Lainnya pengeluaran BLU Pengadaan Belanja Modal dengan metode swakelola, keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan barang tersebut telah disatukan mata anggarannya kedalam belanja modal Belanja pemeliharaan peralatan mesin/gedung dan bangunan/ jalan, irigasi dan jaringan yang nilainya memenuhi syarat kapitalisasi disediakan dalam akun tersendiri

33 BELANJA BANTUAN SOSIAL AKUNKETERANGAN Belanja Bantuan Sosial (tidak mengikat) : Transfer uang atau barang yang diberikan kepada masyarakat guna melindungi dari kemungkinan terjadinya resiko sosial 57Belanja Bantuan sosial Digunakan untuk pengeluaran negara dalam bentuk transfer uang/barang yang diberikan kepada masyarakat melalui kementerian negara/lembaga, guna melindungi dari kemungkinan terjadinya berbagai risiko sosial Belanja Bantuan Kompensasi Kenaikan Harga BBM Digunakan untuk pengeluaran Subsidi yang diberikan kepada masyarakat akibat kenaikan harga BBM Belanja Bantuan langsung (Block Grant) Sekolah/Lembaga/Guru Digunakan untuk pengeluaran negara dalam bentuk bantuan langsung (Block Grant) sekolah/lembaga/guru Belanja Bantuan imbal swadaya Sekolah/Lembaga Digunakan untuk pengeluaran negara dalam bentuk bantuan imbal swadaya sekolah/lembaga Belanja Bantuan Beasiswa Digunakan untuk pengeluaran negara dalam bentuk bantuan beasiswa Belanja Bantuan Sosial Lembaga Peribadatan Digunakan untuk pengeluaran negara dalam bentuk transfer uang/barang yang diberikan kepada masyarakat melalui kementerian negara/lembaga, guna meningkatkan sarana dan prasarana peribadatan Belanja Lembaga Sosial Lainnya Digunakan untuk pengeluaran negara kepada lembaga sosial lainnya

34 TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA


Download ppt "PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN APBN Sesi II PROGRAM PERCEPATAN AKUNTABILITAS KEUANGAN PEMERINTAH 2008."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google