Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Chapter Sixteen1 ® BAB 16 Konsumsi Tutorial PowerPoint  Untuk mendampingi MAKROEKONOMI, edisi ke- 6. N. Gregory Mankiw oleh Mannig J. Simidian.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Chapter Sixteen1 ® BAB 16 Konsumsi Tutorial PowerPoint  Untuk mendampingi MAKROEKONOMI, edisi ke- 6. N. Gregory Mankiw oleh Mannig J. Simidian."— Transcript presentasi:

1 Chapter Sixteen1 ® BAB 16 Konsumsi Tutorial PowerPoint  Untuk mendampingi MAKROEKONOMI, edisi ke- 6. N. Gregory Mankiw oleh Mannig J. Simidian

2 Chapter Sixteen2 Fungsi konsumsi adalah pusat dari teori fluktuasi ekonomi Keynes yang termuat dalam The General Theory di tahun Keynes menduga bahwa kecenderungan mengkonsumsi marjinal — jumlah yang dikonsumsi dari setiap dolar tambahan adalah antara nol dan satu. Ia mengklaim hukum fundamental yaitu dari tiap dolar pendapatan, orang akan mengkonsumsi sebagian dan menabung sebagian. Keynes juga menyatakan kecenderungan mengkonsumsi rata-rata (average propensity to consume), rasio konsumsi terhadap pendapatan yang menurun ketika pendapatan naik. Keynes juga menyatakan pendapatan adalah penentu utama konsumsi dan tingkat bunga tidak memiliki peran penting.

3 Chapter Sixteen3 belanja konsumsi oleh rumah tangga bergantung pada konsumsi otonom kecenderungan mengkonsumsi marjinal (MPC) pendapatan disposable C = C + c Y, C > 0, 0 < c <1 C Y C C menentukan perpotongan pada sumbu vertikal. Kemiringan fungsi konsumsi adalah c, yaitu MPC. C = C + c Y

4 Chapter Sixteen4 C Y C APC = C/Y = C/Y + c 1 1 APC 1 APC 2 Fungsi konsumsi menunjukkan tiga sifat yang Keynes duga. Pertama, kecenderungan meng- konsumsi marjinal c antara nol dan satu. Kedua, kecenderungan mengkonsumsi rata-rata turun seiring pendapatan meningkat. Ketiga, konsumsi ditentukan oleh pendapatan saat ini Y. Fungsi konsumsi menunjukkan tiga sifat yang Keynes duga. Pertama, kecenderungan meng- konsumsi marjinal c antara nol dan satu. Kedua, kecenderungan mengkonsumsi rata-rata turun seiring pendapatan meningkat. Ketiga, konsumsi ditentukan oleh pendapatan saat ini Y. Ketika Y naik, C/Y turun, sehingga kecenderungan mengkonsumsi rata-rata C/Y turun. Perhatikan tingkat bunga tak dimasukkan dalam persamaan ini sebagai penentu konsumsi.

5 Chapter Sixteen5 Untuk memahami kecenderungan mengkonsumsi marjinal (MPC), perhatikan skenario belanja. Seseorang yang suka belanja mungkin punya MPC besar, katakanlah (0,99). Ini berarti untuk setiap satu dolar tambahan ia dapatkan setelah dikurangi pajak, ia belanjakan $ 0,99. MPC mengukur kepekaan perubahan dalam satu variabel, konsumsi, terhadap perubahan pada variabel lain, pendapatan.

6 Chapter Sixteen6 Selama Perang Dunia II, berdasarkan fungsi konsumsi Keynes, ekonom memprediksi ekonomi akan mengalami stagnasi sekular — depresi panjang berdurasi tanpa batas — kecuali pemerintah menggunakan kebijakan fiskal untuk mendorong permintaan agregat. Ternyata akhir perang tidak membawa AS ke dalam depresi lain, tapi menyatakan dugaan Keynes, bahwa kecenderungan mengkonsumsi rata-rata akan turun ketika pendapatan naik, nampak tidak berlaku. Simon Kuznets membangun data agregat konsumsi dan investasi baru sejak Ia kemudian menerima Hadiah Nobel. Kuznets menemukan bahwa rasio konsumsi terhadap pendapatan adalah stabil sepanjang waktu, meskipun peningkatan besar pada pendapatan; lagi, dugaan Keynes dipertanyakan. Ini membawa kita kepada teka-teki…

7 Chapter Sixteen7 Kegagalan hipotesis stagnasi-sekular dan penemuan Kuznets keduanya mengindikasikan kecenderungan mengkonsumsi rata-rata hampir konstan sepanjang waktu. Ini menimbulkan teka-teki : Mengapa dugaan Keynes terbukti dalam studi data rumah tangga dan dan seri-jangka pendek,tapi gagal bila seri-jangka panjang diperiksa ? C Y Fungsi konsumsi jangka-pendek (APC menurun) Fungsi konsumsi jangka-panjang (APC konstan) Studi data rumah tangga dan seri-jangka pendek menemukan hubungan antara konsumsi dan pendapatan mirip dengan dugaan Keynes — ini disebut fungsi konsumsi jangka-pendek. Tapi, studi seri-jangka panjang menemukan APC tidak bervariasi secara sistematis dengan pendapatan — hubungan ini disebut fungsi konsumsi jangka- panjang. Studi data rumah tangga dan seri-jangka pendek menemukan hubungan antara konsumsi dan pendapatan mirip dengan dugaan Keynes — ini disebut fungsi konsumsi jangka-pendek. Tapi, studi seri-jangka panjang menemukan APC tidak bervariasi secara sistematis dengan pendapatan — hubungan ini disebut fungsi konsumsi jangka- panjang.

8 Chapter Sixteen8 Ekonom Irving Fisher mengembangkan model dengan mana ekonom menganalisis seberapa rasional, melihat- ke depan konsumen membuat pilihan antarwaktu — yakni, pilihan pada berbagai perioda waktu. Model ini menghilangkan hambatan yang konsumen hadapi, preferensi yang mereka niliki, dan bagaimana hambatan dan preferensi ini bersama-sama menentukan pilihan mereka terhadap konsumsi dan tabungan. Ketika konsumen memutuskan berapa banyak dikonsumsi saat ini vs berapa banyak dikonsumsi di masa depan, mereka menghadapi batas anggaran antarwaktu (intertemporal budget constraint) yang mengukur jumlah sumber daya yang tersedia untuk konsumsi saat ini dan masa depan. Ekonom Irving Fisher mengembangkan model dengan mana ekonom menganalisis seberapa rasional, melihat- ke depan konsumen membuat pilihan antarwaktu — yakni, pilihan pada berbagai perioda waktu. Model ini menghilangkan hambatan yang konsumen hadapi, preferensi yang mereka niliki, dan bagaimana hambatan dan preferensi ini bersama-sama menentukan pilihan mereka terhadap konsumsi dan tabungan. Ketika konsumen memutuskan berapa banyak dikonsumsi saat ini vs berapa banyak dikonsumsi di masa depan, mereka menghadapi batas anggaran antarwaktu (intertemporal budget constraint) yang mengukur jumlah sumber daya yang tersedia untuk konsumsi saat ini dan masa depan.

9 Chapter Sixteen9 Interpretasi dari batas anggaran konsumen : Hal ini mengimplikasikan bahwa jika tingkat bunga nol, batas anggaran menunjukkan bahwa jumlah konsumsi dalam dua perioda sama dengan jumlah pendapatan dalam dua perioda. Pada kasus biasa di mana tingkat bunga lebih besar dari nol, konsumsi dan pendapatan masa depan didiskon oleh faktor 1 + r. Pendiskontoan (discounting) ini muncul dari bunga tabungan.Karena konsumen mendapat bunga dari pendapatan saat ini yang ditabung, pendapatan masa depan kurang nilainya dari pendapatan saat ini. Juga, karena konsumsi masa depan disisihkan untuk tabungan yang mendapatkan bunga, konsumsi masa depan lebih murah daripada konsumsi saat ini. Faktor 1/(1+r) adalah harga konsumsi perioda-kedua yang diukur dalam bentuk konsumsi perioda-pertama; jumlah konsumsi perioda-pertama yang konsumen harus abaikan untuk memperoleh 1 unit konsumsi perioda-kedua. Interpretasi dari batas anggaran konsumen : Hal ini mengimplikasikan bahwa jika tingkat bunga nol, batas anggaran menunjukkan bahwa jumlah konsumsi dalam dua perioda sama dengan jumlah pendapatan dalam dua perioda. Pada kasus biasa di mana tingkat bunga lebih besar dari nol, konsumsi dan pendapatan masa depan didiskon oleh faktor 1 + r. Pendiskontoan (discounting) ini muncul dari bunga tabungan.Karena konsumen mendapat bunga dari pendapatan saat ini yang ditabung, pendapatan masa depan kurang nilainya dari pendapatan saat ini. Juga, karena konsumsi masa depan disisihkan untuk tabungan yang mendapatkan bunga, konsumsi masa depan lebih murah daripada konsumsi saat ini. Faktor 1/(1+r) adalah harga konsumsi perioda-kedua yang diukur dalam bentuk konsumsi perioda-pertama; jumlah konsumsi perioda-pertama yang konsumen harus abaikan untuk memperoleh 1 unit konsumsi perioda-kedua.

10 Chapter Sixteen10 Berikut adalah kombinasi konsumsi perioda-pertama dan perioda-kedua konsumen bisa pilih. Jika ia pilih titik antara A dan B, ia mengkonsumsi kurang dari pendapatannya di perioda pertama dan menabung sisanya untuk perioda kedua. Jika ia pilih antara A and C, ia mengkonsumsi lebih dari pendapatannya di perioda pertama dan meminjam untuk menutupi perbedaannya. Konsumsi perioda-pertama Konsumsi perioda-kedua Batasan anggaran konsumen Menabung Meminjam A C B Perpotongan horizontal : Y 1 + Y 2 /(1+r) Perpotongan horizontal : Y 1 + Y 2 /(1+r) Perpotongan vertical : (1+r)Y 1 + Y 2 Perpotongan vertical : (1+r)Y 1 + Y 2 Y1Y1 Y2Y2

11 Chapter Sixteen11 Preferensi konsumen terkait konsumsi dalam dua perioda bisa ditampilkan oleh kurva indifferens (indifference curves). Ini menunjukkan kombinasi konsumsi perioda-pertama dan perioda-kedua yang membuat konsumen tetap senang. Kemiringan pada tiap titik di kurva indifferens menunjukkan berapa banyak konsumsi perioda-kedua yang konsumen perlukan untuk mengkompensasi 1-unit pengurangan dalam konsumsi perioda-pertama. Kemiringan ini adalah tingkat substitusi marjinal (marginal rate of substitution) antara konsumsi perioda-pertama dan kedua. Ini menyatakan tingkat di mana konsumen bersedia mengganti konsumsi perioda- kedua untuk konsumsi perioda-pertama.

12 Chapter Sixteen12 First-period consumption Konsumsi perioda-kedua W Z X Y IC 1 IC 2 Kurva indiferens mewakili preferensi konsumen sepanjang konsumsi perioda pertama dan kedua. Kurva indiferens memberi kombinasi dari konsumsi dalam dua perioda yang membuat konsumen tetap senang. Kurva indiferens lebih tinggi seperti IC 2 lebih disukai daripada yang lebih rendah seperti IC 1. Konsumen tetap senang di titik W, X, dan Y, tapi lebih suka titik Z dari semua. Titik Z ada di kurva indiferens lebih tinggi dan karenanya tidak sama disukai dengan W, X, dan Y.

13 Chapter Sixteen13 Konsumsi perioda-pertama Konsumsi perioda-kedua O IC 1 IC 2 Konsumen meraih tingkat kepuasan tertingginya (atau optimal) dengan memilih titik pada batasan anggaran yang ada pada kurva indiferens tertinggi. Di sini kemiringan kurva indifferens sama dengan kemiringan garis anggaran. Pada optimum, kurva indifferens adalah tangen dari batasan anggaran. Kemiringan kurva indifferens adalah tingkat substitusi marjinal MRS, dan kemiringan garis anggaran adalah 1 + tingkat bunga riil. Pada titik O, MRS = 1 + r. Konsumen meraih tingkat kepuasan tertingginya (atau optimal) dengan memilih titik pada batasan anggaran yang ada pada kurva indiferens tertinggi. Di sini kemiringan kurva indifferens sama dengan kemiringan garis anggaran. Pada optimum, kurva indifferens adalah tangen dari batasan anggaran. Kemiringan kurva indifferens adalah tingkat substitusi marjinal MRS, dan kemiringan garis anggaran adalah 1 + tingkat bunga riil. Pada titik O, MRS = 1 + r. IC 3

14 Chapter Sixteen14 Konsumsi perioda-pertama Konsumsi Perioda-kedua O IC 1 IC 2 Kenaikan pada baik pendapatan perioda-pertama atau kedua menggeser batasan anggaran ke luar. Jika konsumsi pada perioda pertama dan kedua keduanya adalah barang normal (normal goods) — yang diminta lebih seiring pendapatan naik, kenaikan pendapatan ini meningkatkan konsumsi pada kedua perioda.

15 Chapter Sixteen15 Ekonom membagi dampak kenaikan tingkat bunga riil pada konsumsi menjadi dua : dampak pendapatan (income effect) dan dampak substitusi (substitution effect). Dampak pendapatan adalah perubahan konsumsi yang berasal dari pergerakan ke kurva indiferens yang lebih tinggi. Dampak substitusi adalah perubahan konsumsi yang berasal dari perubahan harga konsumsi relatif dalam dua perioda. Ekonom membagi dampak kenaikan tingkat bunga riil pada konsumsi menjadi dua : dampak pendapatan (income effect) dan dampak substitusi (substitution effect). Dampak pendapatan adalah perubahan konsumsi yang berasal dari pergerakan ke kurva indiferens yang lebih tinggi. Dampak substitusi adalah perubahan konsumsi yang berasal dari perubahan harga konsumsi relatif dalam dua perioda. Konsumsi perioda-pertama Konsumsi Perioda-kedua B IC 1 IC 2 A C Kenaikan tingkat bunga merotasi batasan anggaran sekitar titik C, di mana C adalah (Y 1, Y 2 ). Tingkat bunga lebih tinggi mengurangi konsumsi perioda- pertama (gerak ke titik A) dan menaikkan konsumsi perioda- kedua (gerak ke titik B). Batasan anggaran baru Batasan anggaran lama Y1Y1 Y2Y2

16 Chapter Sixteen16 Ketidakmampuan meminjam mencegah konsumsi saat ini melebihi pendapatan saat ini. Batasan peminjaman karenanya dapat ditampilkan sebagai C 1 < Y 1. Pertidaksamaan ini menyatakan konsumsi di suatu perioda harus kurang dari atau sama dengan pendapatan di periode yang sama. Batasan peminjaman konsumen ini disebut batasan peminjaman (borrowing constraint), atau kadang, batasan likuiditas (liquidity constraint). Analisis peminjaman mengarahkan kita menyimpulkan bahwa ada dua fungsi konsumsi. Bagi sebagian konsumen, batasan peminjaman tidak berlaku, dan konsumsi dalam kedua perioda bergantung pada nilai saat ini dari pendapatan seumur hidup. Untuk konsumen yang lain, batasan peminjaman berlaku. Jadi, untuk konsumen yang akan meminjam tapi tidak bisa, konsumsi bergantung hanya pada pendapatan saat ini. Ketidakmampuan meminjam mencegah konsumsi saat ini melebihi pendapatan saat ini. Batasan peminjaman karenanya dapat ditampilkan sebagai C 1 < Y 1. Pertidaksamaan ini menyatakan konsumsi di suatu perioda harus kurang dari atau sama dengan pendapatan di periode yang sama. Batasan peminjaman konsumen ini disebut batasan peminjaman (borrowing constraint), atau kadang, batasan likuiditas (liquidity constraint). Analisis peminjaman mengarahkan kita menyimpulkan bahwa ada dua fungsi konsumsi. Bagi sebagian konsumen, batasan peminjaman tidak berlaku, dan konsumsi dalam kedua perioda bergantung pada nilai saat ini dari pendapatan seumur hidup. Untuk konsumen yang lain, batasan peminjaman berlaku. Jadi, untuk konsumen yang akan meminjam tapi tidak bisa, konsumsi bergantung hanya pada pendapatan saat ini.

17 Chapter Sixteen17 Pada 1950-an, Franco Modigliani, Ando, dan Brumberg menggunakan model perilaku konsumen Fisher untuk mempelajari fungsi konsumsi. salah satu tujuan mereka adalah mempelajari teka-teki konsumsi. Menurut model Fisher, konsumsi bergantung pada pendapatan seumur hidup seseorang. Modigliani menekankan bahwa pendapatan bervariasi secara sistematis sepanjang hidup orang dan bahwa tabungan memungkinkan konsumen memindahkan pendapatan dari waktu hidup ketika pendapatan tinggi ke waktu ketika pendapatan rendah. Interpretasi perilaku konsumen ini membentuk dasar dari hipotesis daur-hidup (life-cycle hypothesis).

18 Chapter Sixteen18 Di 1957, Milton Friedman menyatakan hipotesis pendapatan-permanen (permanent-income hypothesis) untuk menjelaskan perilaku konsumen. Esensinya adalah konsumsi saat ini proporsional terhadap pendapatan permanen. Hipotesis pendapatan-permanen Friedman melengkapi hipotesis daur-hidup Modigliani: keduanya menggunakan teori konsumen Fisher untuk menyatakan bahwa konsumsi sebaiknya tidak bergantung pada pendapatan saat ini saja. Tapi tak seperti hipotesis daur-hidup, yang menekankan bahwa pendapatan mengikuti pola reguler selama hidup seseorang, hipotesis pendapatan-permanen menekankan bahwa orang mengalami perubahan acak dan temporer dalam pendapatan mereka dari tahun ke tahun. Friedman menyarankan kita memandang pendapatan saat ini Y sebagai jumlah dari dua komponen, pendapatan permanen (permanent income) Y P dan pendapatan transitoris (transitory income) Y T.

19 Chapter Sixteen19 Robert Hall pertama kali menderivasi implikasi ekspektasi rasional pada konsumsi. Ia menunjukkan bahwa jika hipotesis pendapatan-permanen benar, dan jika konsumen punya ekspektasi rasional, maka perubahan konsumsi sepanjang waktu menjadi tak dapat diprediksi.Ketika perubahan variabel tak dapat diprediksi, variabel dikatakan mengikuti jalan acak (random walk). Menurut Hall, kombinasi hipotesis pendapatan-permanen dan ekspektasi rasional mengimplikasikan bahwa konsumsi mengikuti jalan acak.

20 Chapter Sixteen20 Baru-baru ini, ekonom telah beralih ke psikologi untuk penjelasan lebih lanjut dari perilaku konsumen. Mereka menyatakan bahwa keputusan konsumsi tak dibuat sepenuhnya rasional. Bagian baru yang memasukkan psikologi ke dalam ekonomi disebut ekonomi perilaku. Profesor Harvard David Laibson mencatat banyak konsumen menganggap diri mereka pembuat keputusan tak sempurna. Preferensi konsumen tak konsisten dengan waktu (time-inconsistent) : mereka mengubah keputusan mereka hanya karena waktu berlalu. Dorongan Gratifikasi Instan

21 Chapter Sixteen21 Kecenderungan Mengkonsumsi Marjinal (Marginal propensity to consume) Kecenderungan Mengkonsumsi Rata-Rata (Average propensity to consume) Batas Anggaran antar waktu (Intertemporal budget constraint) Pendiskontoan (Discounting) Kurva indiferens (Indifference curves) Tingkat substitusi marjinal (Marginal rate of substitution) Barang normal (Normal good) Dampak pendapatan (Income effect)

22 Chapter Sixteen22 Dampak dubstitusi (Substitution effect) Batasan peminjaman (Borrowing constraint) Hipotesis daur-hidup (Life-cycle hypothesis) Tabungan berjaga-jaga (Precautionary saving) Hipotesis pendapatan-permanen (Permanent-income hypothesis) Pendapatan permanen (Permanent income) Pendapatan transitoris (Transitory income) Jalan acak (Random walk)


Download ppt "Chapter Sixteen1 ® BAB 16 Konsumsi Tutorial PowerPoint  Untuk mendampingi MAKROEKONOMI, edisi ke- 6. N. Gregory Mankiw oleh Mannig J. Simidian."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google