Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Teori Ekonomi Makro 1 kuliah ke 2 Teori Konsumsi Dosen Pengampu Mata Kuliah : SAMSUL ARIFIN, SE, MSE ILMU EKONOMI STUDI PEMBANGUNAN FE - UNTIRTA.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Teori Ekonomi Makro 1 kuliah ke 2 Teori Konsumsi Dosen Pengampu Mata Kuliah : SAMSUL ARIFIN, SE, MSE ILMU EKONOMI STUDI PEMBANGUNAN FE - UNTIRTA."— Transcript presentasi:

1 Teori Ekonomi Makro 1 kuliah ke 2 Teori Konsumsi Dosen Pengampu Mata Kuliah : SAMSUL ARIFIN, SE, MSE ILMU EKONOMI STUDI PEMBANGUNAN FE - UNTIRTA

2 Pendahuluan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (government consumption) dan Konsumsi RT (household consumption/private) Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (government consumption) bersifat eksogenus Pengeluaran Konsumsi RT (household consumption/private) memiliki porsi terbesar dalam total pengeluaran agregat. (C %, C %) dan G hanya 10-20%. Perilaku konsumsi yang berkembang dinamis menyebabkan munculnya teori2 konsumsi.

3 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Konsumsi 1.Faktor Ekonomi 1.Pendapatan RT 2.Kekayaan RT 3.Tingkat Bunga 4.Perkiraan tentang masa depan 2.Faktor Demografi 1.Jumlah penduduk 2.Komposisi penduduk 3.Faktor Non-Ekonomi (sosial budaya masyarakat)

4 Absolute Income Hypothesis (AIH)

5  Keynes menduga bahwa kecenderungan mengkonsumsi marjinal— jumlah yang dikonsumsi dari setiap dolar tambahan adalah antara nol dan satu. Ia mengklaim hukum fundamental yaitu dari tiap dolar pendapatan, orang akan mengkonsumsi sebagian dan menabung sebagian.  Keynes juga menyatakan kecenderungan mengkonsumsi rata-rata (average propensity to consume), rasio konsumsi terhadap pendapatan yang menurun ketika pendapatan naik.  Keynes juga menyatakan pendapatan adalah penentu utama konsumsi dan tingkat bunga tidak memiliki peran penting.

6 belanja konsumsi oleh rumah tangga bergantung pada konsumsi otonom kecenderungan mengkonsumsi marjinal (MPC) pendapatan disposable C = C 0 +bY d, C 0 > 0, 0 < b <1 C Y C0C0 C 0 menentukan perpotongan pada sumbu vertikal. Kemiringan fungsi konsumsi adalah b, yaitu MPC. C = C 0 + b Y d

7 C Y C0C0 APC = C/Y = C 0 /Y + b 1 1 APC 1 APC 2 Fungsi konsumsi menunjukkan tiga sifat yang Keynes duga. Pertama, kecenderungan meng- konsumsi marjinal b antara nol dan satu. Kedua, kecenderungan mengkonsumsi rata-rata turun seiring pendapatan meningkat. Ketiga, konsumsi ditentukan oleh pendapatan saat ini Y. Fungsi konsumsi menunjukkan tiga sifat yang Keynes duga. Pertama, kecenderungan meng- konsumsi marjinal b antara nol dan satu. Kedua, kecenderungan mengkonsumsi rata-rata turun seiring pendapatan meningkat. Ketiga, konsumsi ditentukan oleh pendapatan saat ini Y. Ketika Y naik, C/Y turun, sehingga kecenderungan mengkonsumsi rata-rata C/Y turun. Perhatikan tingkat bunga tak dimasukkan dalam persamaan ini sebagai penentu konsumsi.

8 Untuk memahami kecenderungan mengkonsumsi marjinal (MPC), perhatikan skenario belanja. Seseorang yang suka belanja mungkin punya MPC besar, katakanlah (0,99). Ini berarti untuk setiap satu dolar tambahan ia dapatkan setelah dikurangi pajak, ia belanjakan $ 0,99. MPC mengukur kepekaan perubahan dalam satu variabel, konsumsi, terhadap perubahan pada variabel lain, pendapatan.

9 Keynesian Absolute Income Hypothesis Menyatakan bahwa konsumsi bereaksi secara mekanik terhadap tingkat pendapatan aktual saat ini (actual current income). Fungsi konsumsi berbentuk garis lengkung. APC menurun seiring meningkatnya income APC > MPC Short run consumption function

10 Kritikan Simon Kuznets (1949) Time series data Amerika , mendapatkan APC hampir stabil atau konstan besarnya 0,86 APC = MPC Verifikasi Raymond Goldsmith (1955) Estimasi fungsi konsumsi jangka panjang , mendapatkan MPC rata2 masing2 tahun stabil besarnya 0,88 Hasil studi Kuznets dan Goldsmith tidak memberikan konfirmasi tentang AIH, bahwa APC menurun seiring income naik.

11 Kesimpulan hasil temuan Empirik kuznets dan Goldsmith Short run or cyclical consumption function. Konsumsi jangka pendek. Data cross section kwartalan kurun waktu 10 tahun. Menunjukkan hubungan tidak sebanding antara konsumsi dan pendapatan disposibel (nonpropotional relationship). Menunjukkan fungsi konsumsi jangka pendek (Short run curve function/SRCF) Long run or secular consumption function. Konsumsi jangka panjang. Data time series 50 tahun. Menunjukkan hubungan sebanding antara konsumsi dan pendapatan disposibel (proportional relationship). Menunjukkan fungsi konsumsi jangka panjang (Long run curve function/LRCF).

12 Fungsi konsumsi SRCF dan LRCF C Fungsi konsumsi jangka-pendek (APC menurun) Fungsi konsumsi jangka-panjang (APC konstan) Y LRCF = b Y d SRCF = C 0 +b Y d Y = C + S 45 o C0C0C0C0 C0C0C0C0

13 Relative Income Hypothesis (RIH)

14 James S. Duesenberry “Income, Saving and Theory of Consumer Behavior (1949) Pengeluaran konsumsi seseorang atau rumah tangga bukanlah fungsi dari pendapatan absolut (currenc income), tetapi fungsi dari posisi relatif seseorang di dalam pembagian pendapatan di dalam masyarakat (previous highest income level). Karakteristik perilaku konsumsi RT: – Interdependent, berdampak pada demonstration effect. APC low-income households > APC higt-income households. – Irreversibility, menyebabkan timbulnya short run “ratchet effect”. ∆Y < ∆C

15 Fungsi konsumsi dari Duesenberry tentang Pendapatan Relatif C Y LRCF = b Y d SRCF 0 Y = C + S SRCF 1 Y2Y2 Y0Y0 Y1Y1 D C B A b a d c

16 Life Cycle Hypothesis (LCH)

17 Franco Modigliani, Albert Ando, and Richard Bloomberg (1950) Penyempurnaan AIH&RIH: – Perilaku maksimisasi utilitas individu – Kekayaan secara eksplisit dimasukkan di dalam keputusan konsumsi Tingkat konsumsi seseorang atau RT tidak hanya bergantung pada current income pada periode itu saja, akan tetapi juga dan bahkan yang lebih penting adalah pada pendapatan yang diharapkan diterima dalam jangka panjang (long- term or whole life-time expected income)

18 Income and Consumption—LCH death Harapan hidup Consumption Income Dissaving Saving umur I & C 7565 Pensiun 25 Mulai kerja

19 Fungsi konsumsi Ct adalah konsumsi pada periode waktu t. elemen dalam kurung menunjukkan expected lifetime resources, terdiri dari: = pendapatan tenaga kerja individual pada periode waktu t = pendapatan rata-rata tenaga kerja yang diharapkan pada masa yang akan datang (selama periode N-1) = nilai aset yang dimiliki sekarang

20 LCH dan Pendapatan (jangka panjang dan jangka pendek) C Y LRCF = b Y d SRCF 1 = C 0 +b Y d Y = C + S 45 o SRCF 0 = C 0 +b Y d SRCF 2 = C 0 +b Y d

21 Permanent Income Hypothesis (PIH)

22 Milton Friedman (A Theory of the Consumption Function. Princeton Univ. Press, 1957) Pengeluaran konsumsi sekarang (currenct consumption) bergantung pada pendapatan sekarang (current income) dan pendapatan yang diperkirakan di masa yang akan datang (anticipated future income)

23 Konsumsi proporsional terhadap pendapatan, C P = kY P, C P =Permanent consumption, Yp= permanent income k > 0, menunjukkan proporsi dari Y P yang dikonsumsi. Dimana besarnya tergantung: – Tingkat suku bunga (rate of interest) – Jumlah relatif pendapatan dari physical assets (nonhuman wealth) dan pendapatan tenaga kerja (human wealth) – Rasio antara human dan nonhuman wealth – Preferensi rumahtangga untuk konsumsi langsung dihubungkan dengan keinginan untuk menambah kekayaan atau stock asset.

24 Pendapatan dibedakan ke dalam pendapatan permanen (permanent Income) Y P and pendapatan transitori (transitory income) Y T Konsumsi permanen, selanjutnya ditulis ulang: C P =k(i, w, u) Y p, Dimana i adalah tingkat bunga, w rasio antara human dan nonhuman wealth dan u adalah preferensi rumahtangga untuk konsumsi langsung dan keinginan untuk menambah kekayaan atau stok asset

25 Fungsi Konsumsi jangka panjang dan jangka pendek dari Friedman C Y LRCF = b Y d SRCF 1 = C 0 +b Y d Y = C + S 45 o SRCF 0 = C 0 +b Y d B C A Y1Y1 Y0Y0 c b a LRCF = permanen income dan actual income sama secara rata-rata SRCF = actual income independent terhadap Y P

26 Teori Konsumsi dari Kaldor

27 Nicholas Kaldor, Universitas Cambridge (post Keyenesian) Membagi masyarakat menjadi kelas pekerja dan kelas kapitalis. Y t =Y t w t +Y t π t, diasumsikan MPC W > MPC π Sehingga konsumsi: Ct = b w YW t + b π Yπ t, (0 b π ), dimana b melambangkan MPC.

28 APC = C/Y, sehingga didapatkan, dengan subtitusi Didapatkan atau ditulis kembali sehingga disederhanakan menjadi: APC bergantung pada functional distribution of income, APC mengalami perubahan berkebalikan dengan rasio antara pendapatan laba terhadap total pendapatan mengingat bπ

29 Terima kasih Serang, 22 Maret 2010


Download ppt "Teori Ekonomi Makro 1 kuliah ke 2 Teori Konsumsi Dosen Pengampu Mata Kuliah : SAMSUL ARIFIN, SE, MSE ILMU EKONOMI STUDI PEMBANGUNAN FE - UNTIRTA."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google