Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

HUBUNGAN KURS USD, PENJUALAN, DEBT TO EQUITY (DER) DAN CURRENT RATIO DENGAN EARNING PER SHARE (EPS) PADA PT. MAJU KENA MUNDUR KENA TBK.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "HUBUNGAN KURS USD, PENJUALAN, DEBT TO EQUITY (DER) DAN CURRENT RATIO DENGAN EARNING PER SHARE (EPS) PADA PT. MAJU KENA MUNDUR KENA TBK."— Transcript presentasi:

1 HUBUNGAN KURS USD, PENJUALAN, DEBT TO EQUITY (DER) DAN CURRENT RATIO DENGAN EARNING PER SHARE (EPS) PADA PT. MAJU KENA MUNDUR KENA TBK.

2 Kinerja keuangan suatu perusahaan merupakan masalah penting bagi berbagai kelompok dan individu yang terkait dengan perusahaan tersebut, misalnya pemilik modal (investor), kreditor (bank), supplier, konsumen, pemasok dan pihak-pihak lain yaitu tenaga kerja dan pemerintah. Tingkat keuntungan yang diharapkan adalah return yang diharapkan diperoleh bagi investor di masa mendatang, namun demikian hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai risiko. Dikaitkan dengan kondisi perekonomian nasional dan kondisi perusahaan saat ini yang telah diuraikan, maka harga saham perusahaan di bursa efek, diperkirakan lebih dominan dipengaruhi oleh keadaan eksternal dan internal perusahaan. Bertitik tolak dari latar belakang yang diuraikan di atas, maka rumusan permasalahan, dapat dijabarkan sebagai berikut : 1). Apakah terdapat hubungan yang kuat (signifikan) antara Kurs USD, Penjualan, debt to equity dan Current ratio terhadap Earning per share (EPS)? 2). Apakah terdapat pengaruh yang kuat (signifikan) antara Kurs USD, Penjualan, debt to equity dan Current ratio terhadap Earning per share (EPS)? 3). Dari keempat faktor (Kurs USD, Penjualan, Debt to equity dan Current ratio ) tersebut manakah yang pengaruhnya paling dominant/kuat terhadap Earning per share?

3 Penelitian ini diharapkan bermanfaat, antara lain : (a). bagi penulis khususnya dalam mengkaji faktor-faktor yang paling dominan mempengaruhi Earning per share, yaitu khususnya oleh Inflasi, Kurs USD, Penjualan, Debt to equity dan Current ratio (b). Lebih mengetahui secara komprehensif tentang pasar modal (saham); dan (c). Selain itu, diharapkan melalui temuan/informasi hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai rujukan/referensi guna penelitian yang selanjutnya terutama agar diperoleh gambaran yang lebih lengkap dalam kaitannya dengan perolehan laba bersih per saham. Dalam penelitian ini tujuan yang ingin dicapai dapat sebutkan, sebagai berikut : 1. Menguji apakah terdapat hubungan kuat antara Kurs USD, Penjualan, Debt to equity dan Current ratio terhadap Earning per share (EPS) pada PT. MKMK Tbk 2. Menganalisis apakah terdapat pengaruh yang kuat (signifikan) antara Kurs USD, Penjualan, Debt to equity dan Current ratio terhadap Earning per share pada PT. Maju Kena Mundur Kena Tbk.

4 Terdapat hubungan dan pengaruh antara Kurs USD, Penjualan, Debt to Equity Ratio (DER) dan Current ratio terhadap Earning per Share (EPS) pada PT. Maju kena Mundur Kena Tbk. Saham merupakan salah satu instrumen yang menarik bagi investor untuk menanamkan investasinya, dengan melakukan pembelian saham maka investor mengharapkan beberapa keuntungan antara lain gain dan deviden. Dalam proses Faktor eksternal yang sering kali mendorong perubahan perolehan penjualan atau tingkat pendapatan perusahaan adalah inflasi. Dimana inflasi terjadi oleh karena harga barang Oleh karena itu, bagi perusahaan yang telah tercatat pada bursa, memiliki kewajiban memberikan laporan keuangan tahunan secara periodik. Hal ini dilakukan agar setiap pelaku pasar dan investor memiliki informasi yang lebih luas tentang saham-saham yang akan dibeli atau dijualnya. Terhadap informasi tersebut, maka pasar akan memberikan reaksi secara positif atau pun negatif. Selanjutnya, melalui informasi yang terdapat di dalam laporan keuangan maka para pelaku pasar dan investor akan memberikan analisisnya yang akan digunakan untuk suatu pengambilan keputusan investasi.

5 Pengolahan Statistik Program SPSS Rel 12,0 Pengolahan Statistik Program SPSS Rel 12,0 Normalitas, Multiko, Heteroskedastisitas, Otokorelasi Bila t-hitung > t-tabel, maka terdapat korelasi antara X dan Y Bila t-hitung < t-tabel, maka tidak ada korelasi antara X dan Y Y = bo + b1X1+b2X3 + b3X3 + b4X4

6 Model R R Square Adjusted R Square St:d. Error of the Estimate 10,916 0,8380,809 5, Besarnya koefisien korelasi ( R ) adalah 0,916 (positif mendekati 1), berarti bahwa terdapat hubungan (korelasi) yang sangat kuat dan searah antara variabel bebas X (yaitu : Kurs USD, Penjualan, DER dan CR) dengan variabel terikat EPS. Sedangkan koefisien determinasi (R Square) adalah 0,838 dan angka ini memberikan pengertian bahwa variasi dari ketiga variabel bebas Kurs USD,Penjualan, DER dan CR ( secara bersama-sama) terhadap variasi perubahan variabel Y (EPS) adalah sebesar 83,80 % dan sisanya sebesar 16,20% merupakan pengaruh (variasi) perubahan variabel lainnya yang tidak diteliti misalnya receivable, beban pokok penjualan, persediaan, beban administrasi likuiditas dan lain-lain.

7 Dari Tabel Anova tersebut di atas selain nilai F hitung = 28,547, juga diketahui pula angka dari degree of freedom (derajat kebebasan =df), yaitu diambil dari angka regression = 4 dan angka dari residual = 22, maka dapat dicari besarnya nilai dari F-tabel pada tingkat signifikansi 5% (  = 0,05) yaitu sebesar 2,817. Besarnya kedua nilai F (F hitung dan F tabel), dapat dilakukan pengujian apakah persamaan garis regresi korelasi linear berganda yang digunakan dalam penelitian ini dapat untuk mengestimasi (memprediksi/perkiraan) setiap perubahan dari nilai Y (EPS) sehingga persamaan regresi terbentuk secara linear. Pembandingan nilai F hitung dan F tabel, memberikan petunjuk bahwa harga F hitung lebih besar dari F tabel yaitu 28,547 > 2,817 dengan demikian maka persamaan garis regresi linear berganda dalam penelitian ini dapat digunakan dengan baik untuk memprediksi setiap perubahan (kenaikan/penurunan) nilai Y (EPS), dapat dinyatakan pula bahwa koefisien b dalam persamaan tersebut nilainya adalah tidak sama dengan 0 (nol), yang berarti bahwa keempat variabel bebas secara simultan/bersama-sama berpengaruh terhadap laba bersih yang diperoleh. ModelVariasiSum of SquaresdfMean Square (MS)FSig. 1Regression3584, ,081 28,547,000 Residual690, ,389 Total4274,89026

8 Tabel di samping, diketahui bahwa keempat variabel bebas yang dianalisis menunjukkan adanya signifikansi yang sangat kuat mempengaruhi EPS, oleh karena nilai t-statistik keempat variabel bebas X lebih besar dari nilai t-tabelnya secara angka mutlak Besarnya nilai t tabel = 2,060 angka ini diketahui dari df/derajat kebebasan sebesar : 25 (n - 2 = ) pada level signifikansi (  = 0,05 (Lampiran 19).Maka untuk pengujiannya yaitu dengan membandingkan nilai t-hitung dan t-tabel diketahui bahwa nilai t hitung untuk masing-masing variable bebas, seperti terlihat pada Tabel Coefficient. Variabel bebas Nilai dan pembandingan Pengaruh terhadap EPS t-hitung t-tabel Kurs USD -2,342 > |-2,060| Signifikan Penjualan 9,817 > 2,060Signifikan DER -2,987 > |-2,060|Signifikan CR 2,474 > |-2,060|Signifikan

9 Perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan mempertimbangkan faktor- faktor antara lain, Kurs USD dan DER yang pengaruhnya masih negatif terhadap EPS. Disarankan, dilakukan penelitian lanjutan untuk memperdalam kajian, dengan menambah faktor lain misalnya piutang usaha dan faktor likuiditas. 1. Kekuatan hubungan antara variabel bebas Kurs USD, Penjualan, DER dan CR dengan EPS besarnya (R) yaitu 0, Koefisien determinasi (R Square) adalah 0,838 hal ini menunjukkan bahwa variasi EPS sangat dipengaruhi oleh variasi perubahan dari keempat variabel bebas secara bersama- sama yaitu sebesar 83,80%. Sedangkan sisanya (sebagai koefisien non determinasi) sebesar 16,20% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Misalnya beban usaha, beban pokok penjualan, Inflasi, piutang usaha, dan lain-lain. 3. Hasil Uji-F, bahwa Kurs USD, Penjualan, DER dan CR secara bersama-sama (simultan) dapat berpengaruh terhadap EPS. Sedangkan, melalui uji secara parsial (dengan uji-t), diketahui bahwa keempat variabel bebas Kurs USD, Penjualan, DER dan CR yang diteliti secara sendiri-sendiri berpengaruh signifikan terhadap perubahan (kenaikan atau penurunan) yang terjadi pada nilai EPS perusahaan. 4. Berdasarkan hasil analisa, dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini terbukti atau dapat dibuktikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Kurs USD, Penjualan, DER dan CR dengan EPS


Download ppt "HUBUNGAN KURS USD, PENJUALAN, DEBT TO EQUITY (DER) DAN CURRENT RATIO DENGAN EARNING PER SHARE (EPS) PADA PT. MAJU KENA MUNDUR KENA TBK."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google