Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

GEOPOLITIK INDONESIA Dr. H. ANWAR MA’RUF, M.Kes., drh FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNAIR.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "GEOPOLITIK INDONESIA Dr. H. ANWAR MA’RUF, M.Kes., drh FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNAIR."— Transcript presentasi:

1

2 GEOPOLITIK INDONESIA Dr. H. ANWAR MA’RUF, M.Kes., drh FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNAIR

3 Sedumuk bathuk, senyari bumi, pecahing dada, wutahing ludira, sun labuhi taker pati Anderson, 2000 : xxxvii

4 GEOPOLITIK INDONESIA  Pengantar  Geopolitik & Implementasi  Geopolitik Indonesia  Perkembangan Geopolitik & Geostrategi  Upaya Menghadapi Geopolitik & Geostra- tegi Negara Jiran  Perenungan Menghadapi Masa Depan  Harapan

5 Pengantar  Soekarno : Orang dan tempat tinggal tidak dapat dipisahkan tidak dapat dipisahkan  F. Ratzel : Perkembangan negara seperti teori biologi Darwin teori biologi Darwin (Darwinisme sosial) (Darwinisme sosial)  A.T. Mahan : Kekuatan negara tidak tergan- tung pada luas wilayah daratan, tung pada luas wilayah daratan, tetapi juga tergantung pada akses tetapi juga tergantung pada akses ke laut ke laut

6 PENGANTAR Negara Berdasarkan Geografi Bentuk Negara  Negara Daratan (Land Lock Country)  Negara Berbatasan dengan laut  Negara Pantai (Coastal archipelago)  Negara Pulau (Oceanic archipelago)  Negara Kepulauan (Archipelago)

7 PENGANTAR Negara Berdasarkan Geografi Asas Negara Kepulauan (UNCLOS ps 46)  Merupakan suatu kesatuan utuh wilayah, yang batas-batasnya ditentukan oleh laut, dalam lingkungan mana terdapat pulau-pulau dan gugusan pulau-pulau yang batas-batasnya ditentukan oleh laut, dalam lingkungan mana terdapat pulau-pulau dan gugusan pulau-pulau Atau Atau  Merupakan gugusan pulau-pulau dengan perairan diantaranya dan angkasa di atasnya sebagai kesatuan utuh, dengan unsur air sebagai penghubung.

8 GEOPOLITIK & IMPLEMENTASI GEOGRAFI TUJUAN NASIONAL GEOPOLITIK POLITIK Geopolitik : Pengetahuan tentang geomorfologi (konstalasi geografi) untuk menyelenggarakan pemerintahan nasional Geopolitik : Pengetahuan tentang geomorfologi (konstalasi geografi) untuk menyelenggarakan pemerintahan nasional Geomorfologi (ciri khas) : bentuk, luas, letak/posisi, iklim dan sumber daya alam Geomorfologi (ciri khas) : bentuk, luas, letak/posisi, iklim dan sumber daya alam

9 GEOPOLITIK & IMPLEMENTASI Geostrategi Geostrategi : merupakan pelaksanaan dari geopolitik POLITIK TUJUAN NASIONAL LINGKUNGAN STRATEGIS KEMITRAAN STRATEGIS

10 GEOPOLITIK & IMPLEMENTASI Penerapan Geopolitik s/d PD II  Inggris : Wawasan Ralieght  “the British Rules the Waves” : kekuatan maritim dg menguasai pantai sepanjang Eropa, Asia, Afrika, USA  Jerman : Wawasan Haushoffer  “Lebensraum”/ruang hidup (macht und erde) : daratan luas dan akses ke laut  Jepang : Wawasan Haushoffer  “Fukoku Kyohei” (rich country strong army)  USA : Wawasan Spijkman  dgn utamakan kekuatan laut Sunardi, 2002 : 175

11 GEOPOLITIK & IMPLEMENTASI ( Implementasi Pasca PD II ) Pelajaran yang dapat ditarik :  Kekuatan nyata sesasat belum menjamin kemenangan akhir  Kekuatan ekonomi & industri tanpa dukungan SDA tidak menentukan kemenangan perang  Kesedian SDA sangat tergantung pada luas wilayah  Faktor kesadaran BN sangat berpengaruh  “partisan”  Perkembangan Iptek pengaruhi bangsa mengembangkan wawasan (geopolitik)  Untuk memelihara kekuatan mil. harus didukung faktor alamiah : geografi, sda & penduduk (hanya USA & US)  Terjadi Bi Polar : Blok Barat (Sekutu/Liberal) > < Blok Timur (Sosialis)

12 Implementasi Geopolitik (Pasca Perang Dunia II) Amerika Serikat  Wawasan Maritim untuk kuasan daerah bulan sabit agar Uni Soveyet tidak keluar dari benua.  Gagasan membendung Uni Sovyet agak terlambat karena mengutamakan pengahcuran Jerman Uni Sovyet  Wawasn Buana : untuk tetap mejaga wilayah  Upaya gerakan di daerah panas (Afghanistan, Ethiopia, Congo), kurang berhasil kecuali Cuba & Vietnam

13 GEOPOLITIK INDONESIA Latar Belakang  Ciri Khas Indonesia : diapit 2 samudera (India & Pasifik) dan 2 benua (Asia & Australia), dibawah orbit Geostationary Satelite Orbit  Negara Nusantara (kepulauan)  nusa diantara air  Benua Maritim Indonesia  Geopolitik Indonesia = Wawasan Nusantara

14 GEOPOLTIK INDONESIA Konsepsi Dasar Wawasan Nasional DIRI BANGSA SEJARAH BUDAYA KONSTITUSI UUD BANGSABANGSA ASPIRASIASPIRASI WAWASAN NASIONALWAWASAN NASIONAL TUJUAN NASIONAL LINGKUNGAN (GEOGRAFI) DRIVES MOTIVE FALSAFAH IDIOLOGI

15 GEOPOLITIK INDONESIA Wawasan Nusantara (secara skematis) Sejarah Perjuangan Bangsa Aspirasi Bangsa Lingkungan Geopolitik Geostrategi Wawasan Nusantara Tujuan ke dalam : Mewujudkan kesatuan segenap aspek kehidupan alamiah: Trigatra: Geografi, Sumber daya alam, Penduduk Sosial: Pancagatra Ipoleksosbudhankam Tujuan Keluar: Ikut serta mewujudkan kebaha-giaan, ketertiban perdamaian seluruh umat manusia Tujuan Nasional Cita-cita nasional

16 GEOPOLITIK INDONESIA Peranan Wawasan Nusantara  Mewujudkan persatuan & kesatuan yang serasi & selaras segenap aspek kehidupan nasional  Menumbuhkan rasa tanggung jawab atas pemanfaatan lingkungan  Menegakkan kekuasaan guna melindungi kepentingan nasional  Merentang hubungan internasional dalam upaya ikut menegakkan perdamaian dunia

17 GEOPOLITIK INDONESIA (tantangan dari dalam)  Geopolitik Indonesia : Wawasan Nusantara  Memahami Deklarasi Juanda  asas negara kepulauan  FahamiTanah Air  negara kepulauan/benua maritim Indonesia  Hakekat laut  dipahami  Faham TZMKO 442/1934 (contour pulau) harus dihilangkan  Tinjau UU Otoda  ps 18 ayat (4) dan (5)  PAD > < Kerusakan Lingkungan  RTRW Pusat > < Daerah

18 GEOPOLITIK INDONESIA (Tantangan dari luar) Indonesia menjadi Entity yang besar : 4 macam negara yang harus dihadapi :  Negara-negara ASEAN termasuk Australia  Negara-negara yang berkepentingan terhadap perikanan  Negara-negara maritim yang memiliki armada niaga besar  Negara maritim besar dalam rangka mencapai global strategi Kusumaatmadja : 26

19 GEOPOLITIK INDONESIA Wajah Wawasan Nusantara Merupakan gambaran situasi & kondisi yang dihadapi : Merupakan gambaran situasi & kondisi yang dihadapi :  Landasan konsepsi Geostrategi  Wawasan Pembangunan Nasional  Wawasan Pertahanan dan Keamanan  Wawasan Kewilayahan

20 GEOPOLITIK INDONESIA Wawasan Kewilayahan  Woerjaningrat : = Bekas Hindia Belanda  M. Yamin : Nusantara (dalam arti luas termasuk Malaya, Timor, Seluruh Kalimantan, Papua dan Tumasek)  Soekarno : Tanah-air (tanah dan air satu kesatuan) tidak dapat dipisahkan dengan orang Setneg RI, tt : 66

21 GEOPOLITIK INDONESIA ( Hakekat Laut)  Bebas, merdeka dan bergerak  Relatif tetap & tidak mudah dirusak  Datar tidak dapat dipakai sembunyi  Tidak dapat dikuasai secara mutlak  Tidak dapat dikapling  sulit diberi tanda  Alat angkut volume besar  Sebagai macam-macam medium

22 GEOPOLITIK INDONESIA Hukum Kewilayahan (Hukum Laut) KONSEP KLASIK (TRADISIONAL/ KUNO) KONSEP PERANG LAUT (SEA DENIAL–SEA ASSERTION) KONSEP HUKUM (INTERNATIONAL) Mare Leberum (Hugo Grotius) Common Heritage of Mankind Res Nulius tak ada pemilik Res Communis Omnium hak bersama First Come First Serve Sea is a whole in one ABSOLUTE CONTROL DISPUTING CONTROL EXERCISING CONTROL HIGH SEAS EEZ CONTINENTAL SHELF CONTIGUOUS ZONE ARCHIPELAGIC WATERS TERRITORIAL SEA INTERNAL WATER

23 GEOPOLITIK INDONESIA Sejarah Hukum Laut Konsep berkembang setelah teknologi kapal & pelabuhan Inggris & Belanda mengungguli teknologi perkapalan Spanyol & PortugalKonsep berkembang setelah teknologi kapal & pelabuhan Inggris & Belanda mengungguli teknologi perkapalan Spanyol & Portugal Res Nullius > < Res Communis Hugo Grotius > < John Selden C. Bijenkerschoek  3 mil garis pantai saast pasang surutC. Bijenkerschoek  3 mil garis pantai saast pasang surut Indonesia  12 mil berdasarkan point to point theoryIndonesia  12 mil berdasarkan point to point theory

24 PETA WILAYAH R.I MENURUT UNCLOS’82 (UU No. 6/1996) Rep. Timor Leste ALKI-I ALKI-II ALKI-III PERAIRAN NUSANTARA PERAIARAN ZEE A B C

25 12 MIL 24 MIL 200 S/D 350 MIL LANDAS CONTTNEN ZONA TAMBAHAN LAUT TERITORIAL LAUT BEBAS ZEE PERAIRAN PEDALAMAN PERAIRAN KEPULAUAN DARATAN

26

27 GEOPOLITIK INDONESIA Hukum Kewilayahan (Hukum Dirgantara) DARATAN RUANG UDARA WILAYAH KEDAULATAN RUANG ANTARIKSA (WILAYAH KEPENTINGAN) RUANG UDARA BEBAS RUANG UDARA BEBAS STATUS HUKUM RUANG DIRGANTARA 12 NM LEO = 100– 450 KM MEO = 45– KM HEO = – KM

28 GEOPOLITIK INDONESIA Hukum Kewilayahan ( Hukum Dirgantara) Ket: A = Ruang Udara Nasional Indonesia B = Ruang Udara Bebas/ Negara lain A,B,C, = Atmosfir Bumi D, E = Ruang Angkasa (Bebas untuk kemanusiaan dan milik bersama) Y = Orbit Geostarioner (GSO) BUMIE Y D C B Y Y 5.140KM KM A 12,82% ,07KM DEKLARASI BOGOTA 1976 GSO Indonesia

29 GEOPOLITIK INDONESIA Otonomi Daerah  Sentralisasi : Pemerintah diatur dari pusat  Desentralisasi : Pelayanan langsung kepada rakyat Filosofi  Pemda ada, ada rakyat yang dilayani  Rakyat beri legitimasi  Rakyat beri legitimasi Output  Public goods & Public regulation Output  Public goods & Public regulation  Dekonsentrasi : tidak semua tugas2 teknis dapat dilaksanakan Pemda

30 GEOPOLITIK INDONESIA Otonomi Daerah  Tidak semua pemimpin daerah—termasuk politisi—yang menyadari filosofi tersebut  Berusaha memperbesar PAD  Pemekaran wilayah  Wilayah terisolasi—dari akses nyata & maya—menjadi hinterland  Frontier : hinterland di perbatasan dengan negeri jiran

31 GEOPOLITIK INDONESIA Otonomi Daerah Beranda Depan (Daerah Frontier)  Ekonomi  kemudahan mendapatkan kebutuhan hidup  Sosial Budaya  kesamaan sub- kultur & kemudahan social security  Politik  kepastian hukum  dapat terjadi tuntutan referendum Sunardi ; 175

32

33 12 PULAU TERLUAR RAWAN DIKUASAI NEGARA JIRAN

34 12 PULAU TERLUAR RAWAN DI KUASAI NEGARA TETANGGA NONAMA PULAUSPESIFIKASINEGARA TETANGGARAWAN 7P. MARAMPIT Kab. Talaud Sulawesi Utara Penduduk jiwa Luas : + 12 km² Filipina Belum ada sarana Illegal Fishing Effective Occupation 8P. FANI Kab. Raja Ampat Papua Ada penduduk Luas : + 9km² Palau 220 km² dari Sorong 35 jam pelayaran Illegal Fishing Effective Occupation 9P. FANILDO Kab. Biak Numfar Papua Tak ada penduduk Luas : + 9 km² Palau 280 km dari Kabupaten Illegal Fishing Effective Occupation 10P. BRAS Kab. Biak Numfor Papua Penduduk + 50 jiwa Luas : km Republik Palau Jarak dari Kab 280 km dari P. Supriori 240 km Illegal Fishing Effective Occupation 11P. DANA Kab. Kupang Nusa Tenggara Timur Tak Ada Penduduk Dari P. Rote 4 km Dari Kupang 120 km Australia Pintu masuk ALKI III Illegal Fishing Effective Occupation 12P. BATEK Kab. Kupang Nusa Tenggara Timur Tak ada Penduduk Luas : + 25 ha Tempat Penyu bertelur Migrasi Lumba-lumba Timor Leste Sebelah Utara ALKI III Illegal Fishing Effective Occupation

35 KETERSEBARAN PULAU-PULAU KECIL TERLUAR INDONESIA NEGARA TETANGGA NAD6India6 Sumut3Malaysia17 Kep Riau 20Singapura4 Sumbar2Vietnam3 Bengkulu2Filipina11 Lampung1Australia27 Banten1 Timor Leste 6 Jabar1Palau7 Jateng1 Papua Niugini 1 Jatim3Thailand9 NTB1 NTT5 Kaltim4 Sulteng3 Sulut11 Maluku Utara 1 Maluku18 Papua9

36 GEOPOLITIK INDONESIA

37 GEOPOLITIK INDONESIA Otonomi Daerah Penataan Ruang (filosofi yang mendasari)  Pemanfaatan ruang untuk kepentingan semua orang secara terpadu, efektif, efisien, serasi, selaras, & berkelanjutan  Keterbukaan, persamaan, keadilan & perlindungan hukum

38 GEOPOLITIK INDONESIA Otonomi Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah  RTRW  harus melalui Perda  Standarisasi penataan RTRW  selama ini mengacu pada negara kontinen  Pengaturan wilayah pantai kurang jelas (belum ada marine cadastre)  Kerusakan lingkungan tidak terhindar

39 GEOPOLITIK INDONESIA (Marine cadastre)  Banyak pulau yang belum bernama  Dokumentasi nasional  Pendaftaran ke PBB  Kasus Sipadan-Legitan jangan terjadi lagi  Pembagian wilayah akan lebih akurat  Jangan sampai kita merasa kehilangan tetapi tidak tahu apa yang hilang

40 PERKEMBANGAN GEOPOLITIK & GEOSTRATEGI Negara (kecil & maju) cenderung menerapkan teori Ratzel & Haushoffer Negara (kecil & maju) cenderung menerapkan teori Ratzel & Haushoffer  Malaysia : membangun daerah perbatasan lebih baik dari negara tetangga, silent occupation  Singapura : upaya reklamasi pantai & jasa per- ekonomian dunia ekonomian dunia  Filipina : pengaruh sosial, budaya dan ekonomi, silent occupation  Palau : silent occupation  Papua Nugini : pengaruh sosial, sosial dan eko-nomi  Australia : Australian Maritime Indentification Zone  Timor Leste : tidak mustahil meniru Malaysia

41 Peta AMIZ (dari Kompas)

42 PERKEMBANGAN GEOPOLITIK & GEOSTRATEGI  Q.Wrights : dunia menyempit, percepatan jalan sejarah memicu dunia tanpa batas.  Benturan budaya.  NM : perangi terorisme internasional  Q.Wrights Kebangkitan demokrasi  perang fisik di NSB.  Teknologi informatika merupakan “impe- rialisme” baru (tidak melalui perang fisik).

43 UPAYA MENGHADAPI GEOPOLITIK & GEOSTRATEGI NEGARA JIRAN  Perebutan wilayah melalui effective occupation  BPN  Marine cadastre ?  Perairan gugusan pulau : potensi perikanan & biota laut  rawan pencurian ikan  Perlu menggalakkan transmigrasi nelayan, paling tidak mendirikan pos pengamat & tempat istirahat nelayan  Bandingkan upaya Cina mendirikan pos di Kep. Spraetlly

44 UPAYA MENGHADAPI GEOPOLITIK & GEOSTRATEGI NEGARA JIRAN  Pendudukan & mendirikan pos di pulau terpencil  tingkatkan kewaspadaan  Mercusuar tidak dirusak  Nelayan tidak larut dgn keinginan pihak asing  Keberadaan nelayan akan merupakan aspek kekuatan maritim  Bgs Indonesia harus mengenal geomorfologi negara kepulauan diantara 2 lautan & 2 benua  Bgs Indonesia harus memaknai arti BMI

45 UPAYA MENGHADAPI GEOPOLITIK & GEOSTRATEGI NEGARA JIRAN  Mengadapi ASEAN & Australia - Waspadai “silent occupation” - Waspadai “silent occupation” - Pemantapan & pembinaan kek. maritim - Pemantapan & pembinaan kek. maritim - AMIZ  kita harus inventarisasi pulau 2 - AMIZ  kita harus inventarisasi pulau 2 - Waspadai “Five Power Defence - Waspadai “Five Power Defence Arrangement” Arrangement” - Kunjungan Presiden/Wapres ke perba- - Kunjungan Presiden/Wapres ke perba- tasan sangat perlu tasan sangat perlu

46 UPAYA MENGHADAPI GEOPOLITIK & GEOSTRATEGI NEGARA JIRAN  Menghadapi negara yang berkepentingan dengan perikanan  Meningkatkan kemampuan nelayan (nelayan pantai  nelayan laut) (nelayan pantai  nelayan laut)  Pembangunan desa pantai  Nelayan menjadi monitor terhadap penggang- gu negara kita thd : pencurian ikan, pence- gu negara kita thd : pencurian ikan, pence- maran lingkungan, perusakan alat navigasi maran lingkungan, perusakan alat navigasi

47 UPAYA MENGHADAPI GEOPOLITIK & GEOSTRATEGI NEGARA JIRAN  Armada angkutan laut negara besar  Negara besar tetap ingin berperan dalam era globalisasi globalisasi  ALKI tidak perlu ditambah (permintaan IMO sebaiknya tidak disetujui) sebaiknya tidak disetujui)  ALKI diinformasikan lebih intensif kepada masyarakat maritim masyarakat maritim  Masyarakat maritim proaktif mengawasi  Konflik daerah banyak terjadi di tempat yang dilalui ALKI yang dilalui ALKI

48 UPAYA MENGHADAPI GEOPOLITIK & GEOSTRATEGI NEGARA JIRAN  Amerika Serikat & Rusia (sebelum pecah)  Negara-negara ini semula menentang konsep negara Nusantara konsep negara Nusantara  Usul/meminta ALKI diperbanyak  negara nusantara menjadi terbuka negara nusantara menjadi terbuka  Pengupayaan Inner water menjadi high seas tetap ditolak (memudahkan gerakan AL seas tetap ditolak (memudahkan gerakan AL neg. adidaya) neg. adidaya)

49 PERENUNGAN MENGHADAPI MASA DEPAN  Tidak terbuai slogan “bangsa serumpun”, “sesama Muslim”, “solidaritas ASEAN”  Slogan “bangsa serumpun” hanya dipakai untuk memantapkan konsep ketahanan regional  Mensosialisasikan makna “tanah air”, Nusantara, Benua Maritim Indonesia.  Mendorong generasi muda “cinta laut” & ikut mengelola laut

50 PERENUNGAN MENGHADAPI MASA DEPAN  Pengisian dan pembinaan pulau-pulau tidak berpenghuni, terutama di daerah perbatasan dengan lebih intensif.  Pembangunan desa pantai dipercepat  untuk mewujudkan Benua Maritim Indonesia  Pulau dibina, tidak ditelantarkan, bahkan untuk tempat sampah B-3 dari LN   Meninjau kembali UU no 32/2004 khusus ps 18  Pembagian dan pemberian kewenangan kepada wilayah tidak mengarah ke “etnik sentris  cegah The Ottoman Heritage jilid II

51 PERENUNGAN MENGHADAPI MASA DEPAN   Konsep RTRW yang meliputi tanah & laut pedalaman disusun dgn lugas dan tepat   Super power menghendaki kita lebih terbuka   Membangun kekuatan armada laut (TNI, niaga, perikanan, industri, prasarana maritim)   Meningkatkan kemampuan nelayan agar tidak tersesat dan mampu membaca peta

52 HARAPAN  Menyadarkan anak didik dan masyarakat pentingnya pengetahuan geopolitik  Geopolitik untuk membangkitkan semangat cinta tanah air  Semangat cinta tanah air akan membangkitkan karakter nasional  Karakter nasional, salah satu elemen kekuatan nasional

53 Naskah Rujukan  UU no. 6/1996 ttg Perairan Indonesia  UU no.23/1996 ttg Pengelolaan Lingkungan Hidup  UU no.32/2004 ttg Pemerintahan Daerah  UU no.33/2004 ttg Perimbangan Keuangan Anta Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Daerah  Anderson, Benedict Imagined Communities. Yogyakarta : Insist  Basrie, Chaidir, Drs, MSi, 1995, Wawasan Nusantara, Serpong : LIH ITI  Ditjen Dikti, Modul Acuan Proses Pembelajaran MPK Dik Kewarganegaraan. Jakarta : Ditjen Dikti Dep Dik Nas  Djalal, Hasjim. 1995, Indonesia and the Law of the Sea, Jakarta : CSIS Hardjasumantri, Kusnadi, 1989,Hukum Tata Lingkungan, Yogyakarta : UGM PresHardjasumantri, Kusnadi, 1989,Hukum Tata Lingkungan, Yogyakarta : UGM Pres Huntington, Samuel P.,1996, The Clash of Civilization and the Remaking of the World Order. London : TouchtoneHuntington, Samuel P.,1996, The Clash of Civilization and the Remaking of the World Order. London : Touchtone  Kusumatmadja, Prof. DR. Mochtar, SH, LLM.,2003, Konsepsi Hukum Negara Nusan- tara Pada Konferensi Hukum Laut III, Bandung : Alumni tara Pada Konferensi Hukum Laut III, Bandung : Alumni Roberts, J.M., 2002,Roberts, J.M., 2002, The New Pinguin History of the World, London, UK : Pimguin  Sekretariat Negara RI, TT, Himpunan Risalah Sidang-sidang BPUPKI dan PPKI yang berhubungan Penyusunan UUD 45. Jakarta : Setneg RI  Soemiarno, S, 2005, Ambalat dan Konflik Kepentingan (naskah Seminar), Semarang : UNES  Sunardi, RM, 2004, Pembinaan Ketahanan Bangsa Dalam Rangka Memperkokoh Keu- tuhan NKRI. Jakarta : PT Kuaternita Adidarma  Wright, Quincy, 1942, Study of War. Chicago Ill. : The University of Chicago Press  Zen, M.T., 2005, System Pertahanan Untuk Ketahanan Nasional  Zen, M.T., 2005, System Pertahanan Untuk Ketahanan Nasional,(naskah pertemuan Menhan dgn Forum Rektor, Jakarta, Dep Han.

54 Geopolitik & Geostrategi  Perang Dunia I : Imperium Inggris, Perancis  Kecilkan Austria, Hongaria & Rusia  Kecilkan Austria, Hongaria & Rusia  Sponsor kemerdekaan Yunani dari Turki.  Men”cegah” negara bangsa di Balkan.

55 Geopolitik & Geostrategi  Pasca Perang Dunia I  “The Ottoman Heritage” dibagi untuk  “The Ottoman Heritage” dibagi untuk Perancis & Inggris sebagai mandataris. Perancis & Inggris sebagai mandataris.  Rusia ingin memerdekakan negara  Rusia ingin memerdekakan negara jajahan dicegah dgn sistem “Negara Mandat”. jajahan dicegah dgn sistem “Negara Mandat”.  Upaya tetap negara Modern Liberal  Upaya tetap negara Modern Liberal dengan eksklusifan teritorial = dengan eksklusifan teritorial = perdamaian internal, legitimasi dinasti, perdamaian internal, legitimasi dinasti, sistem perdagangan. sistem perdagangan.

56 Geopolitik & Geostrategi  Pasca Perang Dunia I  Jerman bangkit dan berkoalisi dengan Jepang dang Itali. dengan Jepang dang Itali.  Pembagian wilayah negara Axis  Sosial & Liberal berseteru

57 Situasi Geostrategi Kini Pasca PD II  Dunia seolah-olah dibagi dua  Timbul Negara Dunia III (NSB)  Geostrategi Negara Pemenang Perang  global strategi  Negara Pemenang perang mencari “mitra” negara nasional baru.  Berkembang teori domino bagi Barat.  Kedua Blok berusaha persuasi negara baru untuk masuk Blok.

58 Situasi Geostrategi Kini  Dua Aksioma Q.Wrights memicu dunia tanpa batas.  Teknologi informatika maju  apa yang terjadi di wilayah lain ditiru?  Teknologi informasi merupakan “imperialisme” baru (tidak melalui perang fisik.  Terjadi benturan budaya.

59 Situasi Geostrategi Kini  Pesawat terbang angkutan masal  Dunia terasa sempit.  Perjalanan manusia tidak jelas, muncul Biro Wisata Biro Wisata  Angkutan barang maju  agen tunggal “hapus”. tunggal “hapus”.  Muncul hypermarket oleh MNC

60 Situasi Geostrategi Kini  Dampak Positif & Negatif Globalisasi  SDM mahir menerapkan Iptek yang berlaku pada masa GLOBALISASI. berlaku pada masa GLOBALISASI.  Timbul kecemburuan bila tidak dapat mengakses informasi  dis-integrasi mengakses informasi  dis-integrasi  Kecemburuan karena adanya gap info pada daerah terpencil (frontier)  pada daerah terpencil (frontier)  berpaling ke negara jiran karena masalah berpaling ke negara jiran karena masalah sosial, budaya, ekonomi sosial, budaya, ekonomi


Download ppt "GEOPOLITIK INDONESIA Dr. H. ANWAR MA’RUF, M.Kes., drh FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNAIR."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google