Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SISTEM MIKROPROSESOR-I DOSEN Ir.SOETIKNO ELKA-JTE.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SISTEM MIKROPROSESOR-I DOSEN Ir.SOETIKNO ELKA-JTE."— Transcript presentasi:

1

2 SISTEM MIKROPROSESOR-I DOSEN Ir.SOETIKNO ELKA-JTE

3 KONSEP DASAR PERANCANGAN SISTEM MIKROPROSESSOR 16 Bit DATA 32 Bit ADDRESS dan 10 Bit CONTROL

4 Hal yang harus diperhatikan yaitu:  Memori Map  I/O Map  Penggunaan Buffer

5 MEMORI MAP l Dari 32 bit Address dapat diketahui bahwa terdapat 4G alamat yang dapat dijangkau oleh uP tersebut. Yaitu mulai alamat 00000000h sampai dengan alamat FFFFFFFFh. l 18 bit Data menyatakan bahwa panjang data tiap alamat adalah 18 bit atau 2 byte.

6 l Penentuan penggunaan SRAM & ROM dapat disusun dengan interval sbb: IntervalAddressZona BitZona 1KA0-A9A10-A314M 2KA0-A10A11-A312M 4KA0-A11A12-A311M 8KA0-A12A13-A31512K 16KA0-A13A14-A31256K 32KA0-A14A15-A31128K 64KA0-A15A16-A3164K

7 l Interval l Interval adalah besarnya kapasitas dari ROM atau SRAM. Karena panjang data dari uP adalah 16 bit maka SRAM atau ROM tersebut harus diparalel. l Address adalah bit alamat yang dibutuhkan untuk mengalamati ROM atau SRAM tersebut. l ZonaBit adalah sisa dari alamat yang telah dipakai oleh ROM atau SRAM. l Zona adalah pembagian yang dapat dilakukan untuk memory mapnya.

8 decoding memory. l ZonaBit sangat penting untuk pembuatan decoding memory. l CS dari Decoder digunakan untuk memilih RAM atau ROM decoder ZoneBit cs

9 l Memory Map ROM / RAM ROM / RAM 00000000hFFFFFFFFh ROM / RAM 4G 16 Bit

10 I/O MAP Digunakan untuk membuat: 3 Port Select Code 3 Decoding I/O

11 PENGGUNAAN BUFFER Macam-macam bentuk bus pada uP antara lain : l 1. Satu Transmitter (Tx) => Banyak Receiver (Rx), misalnya address bus l 2. Satu Receiver (Rx) => Banyak Transmitter (Tx), misalnya control bus l 3. Banyak Transmitter (Tx) => Banyak Receiver (Rx), misalnya data bus

12 Hal yang harus diperhatikan dalam teknik buffer yaitu : l IoH max logic 1 => level output berupa source current l IoL max logic 0 => level output berupa sink current l IiL max logic 0 => level output berupa source current l IiH max logic 1 => level output berupa sink current

13 Bagan secara lengkap sebagai berikut: uP I/O RAM ROM BufferDecoder Address Bus Control Bus Data Bus

14 Realisasi Rangkaian Elektronik Blok Diagram Dibawah Ini Dengan uP8088 uP8088 EPROM27128RAM6116 8284 PPI8255 DISPLAY&LED KEYPAD Control Bus Address Bus Data Bus Xtal 14.318MHz

15 Minimum Sistem 8088 4 Mikroprosesor 8088 Supaya beroperasi pada mode minimum, pin 33 “MN/MX” diberi logika ‘1’. 4 Decoder Sinyal Kontrol Decoder ini akan mengeluarkan sinyal MEMR, MEMW, IOR dan IOW dari pin RD, WR dan I/O pada uP. Output Decoder ini sebagai sinyal kontrol Memory dan I/O.

16 Rangkaian uP 8088, Decoder dan Clock

17 4 Clock Digunakan IC8284 yang mengeluarkan sinyal RESET, CLK dan READY. IC ini memenuhi syarat uP yaitu DutyCycle CLK 30% dan sinyal RESET yang singkron dengan “falling edge” sinyal CLK. 4 Buffering Digunakan untuk memisahkan antara Address dan Data pada AD0 - AD7 uP8088 dengan IC74LS373 dan IC74LS245. Agar kecepatan pada A8 - A19, pin- pin tersebut juga diberi Buffer yang sama yaitu “74LS373”.

18 Rangkaian Buffer

19 4 Memory Memory Map yang dirancang adalah sbb: KOSONG KOSONG 0 h - 7FF h 0 h - 7FF h FC000 h - FFFFF h RAM0”6116” RAM1”6116” ROM1”27128” ROM0”27128” 1Mb 8 Bit 800 h - 27FF h F8000 h - FBFFF h

20 Digunakan 2 buah RAM6116(2K) dan 2 buah EPROM27128(16K). Sebagai pemilih digunakan IC74LS139 yang berisi dua buah dekoder 2 to4. Satu untuk RAM(dengan input A19 dan A10) dan yang lain untuk EPROM (dengan input A19 dan A14). A19 untuk memilih RAM/ROM, A14 untuk memilih ROM1/ROM0 dan A10 untuk memilih RAM1/RAM0.

21 Rangkaian Memory

22 4 Sistem I/O Karena I/O yang ditangani adalah sebuah inputan (data keypad) dan sebuah outputan (LCD/led) maka hanya digunakan sebuah PPI8255 yang menggunakan alamat 0h - 3h. Dan tidak diperlukan dekoder I/O. Bila I/O bertambah maka rangkaian dekoder mutlak diperlukan sebagai selektor.

23 Rangkaian I/O

24 Rangkaian Interface yang sesuai dengan tabel interupt dibawah IR7 IR 6 IR5 IR4 IR3 IR2 IR1 IR0 Vector 1 0 0 0 0 0 0 0 80h(128) 0 1 1 1 1 1 1 1 7Fh(127) 1 0 1 1 1 1 1 1 BFh(191) 1 1 0 1 1 1 1 1 DFh(223) 1 1 1 0 1 1 1 1 EFh(239) 1 1 1 1 0 1 1 1 F7h(247) 1 1 1 1 1 0 1 1 FBh(251) 1 1 1 1 1 1 0 1 FDh(253) 1 1 1 1 1 1 1 0 FEh(254)

25 Rangkaian Interrupt dng IC74LS30

26 Rangkaian Interrupt dng IC PPI 8255

27 Inisialisasi Interrupt Program inisialisasi seherhana interrupt sesuai tabel: XORAX,AX MOVES,AX LEAAX,INT80 MOVES:[200h],AX MOVES:[202h],CS LEAAX,INT7F MOVES:[1FCh],AX MOVES:[1FEh],CS LEAAX,INTBF MOVES:[2FCh],AX MOVES:[2FEh],CS LEAAX,INTDF MOVES:[37Ch],AX MOVES:[37Eh],CS

28 LEAAX,INTEF MOVES:[3BCh],AX MOVES:[3BEh],CS LEAAX,INTF7 MOVES:[3DCh],AX MOVES:[3DEh],CS LEAAX,INTFB MOVES:[3ECh],AX MOVES:[3EEh],CS LEAAX,INTFD MOVES:[3F4h],AX MOVES:[3F6h],CS LEAAX,INTFE MOVES:[3F8h],AX MOVES:[3FAh],CS


Download ppt "SISTEM MIKROPROSESOR-I DOSEN Ir.SOETIKNO ELKA-JTE."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google