Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pengajar: Dra. Mariam Fadriah.  Pendahuluan Kasus Kejahatan Bila penjahatnya tak ditangkap & dihukum  masyarakat gelisah Bila penjahatnya dihukum tanpa.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pengajar: Dra. Mariam Fadriah.  Pendahuluan Kasus Kejahatan Bila penjahatnya tak ditangkap & dihukum  masyarakat gelisah Bila penjahatnya dihukum tanpa."— Transcript presentasi:

1 Pengajar: Dra. Mariam Fadriah

2  Pendahuluan Kasus Kejahatan Bila penjahatnya tak ditangkap & dihukum  masyarakat gelisah Bila penjahatnya dihukum tanpa pembuktian  masyarakat tdk tenteram Sejak dulu Hakim berusaha mencari kebenaran  agar keputusan benar-benar berdasarkan keadilan Abad XIII  untuk mencari kebenaran dipakai: 1. Pengakuan tertuduh  menimbulkan ekses-ekses berupa Penyiksaan. 2. Kesaksian  sering tidak dapat dipercaya Maka Ilmu Pengetahuan yang sedang berkembang pada masa itu digunakan untuk membantu memeriksa kebenaran kesaksian. dinamakan Kriminalistik

3 3. Kriminalistik dibagi menjadi : 1. Forensic Science 2. Forensic Medicine Forensic Science Berasal dari bahasa latin : Forensis = forum atau mimbar. Adalah ilmu pengetahuan yang diterapkan pada bidang hukum; yang dibutuhkan untuk membantu peradilan. Ilmu pengetahuan yang termasuk Forensic Science: - Ilmu Kimia - Biologi - Fisika - Tehnik - Geologi - Fotografi - IT, dll Forensic Science dapat membantu memecahkan bermacam-macam kejahatan, yaitu: Pembunuhan, Perampokan, Perkosaan, Penipuan (=Fraud), Pembakaran yang disengaja (=Arson), Pemalsuan (=Forgery) ;tandatangan, tulisan,lukisan & naskah, Penyalahgunaan obat, kejahatan dalam bidang komputer, dll.

4  Dengan diterapkan ilmu dalam bidang hukum & peradilan, maka Ahli Forensik yang menjadi saksi di pengadilan harus benar-benar ahli.  Tugas & Fungsi Ahli Forensik: 1. Mengusut perkara di laboratorium 2. Komunikator antara penegak hukum, dan penterjemah saksi diam. 3. Dapat menjelaskan cara pemeriksaan & kesimpulan yang diambil di pengadilan. Ahli Forensik tidak mendengar, melihat, ikut menyaksikan suatu perkara  tapi dapat menjadi saksi  disebut Saksi Ahli. Hakim Jaksa Ahli Forensik Polisi Pembela Membantu penegak hukum menyidik, menuntut, membela & memutuskan suatu perkara.

5 * Sejarah Forensik 1. ALPHONSE BERTILLON ( )  Personel Identification dengan menimbang berat badan. 2. FRANCIS GALTON ( )  Personel Identification dengan sidik jari. 3. DR KARL LANDSTEINER (1901)  Personel Identification dengan memeriksa darah. 4. CALVIN GODARD ( )  Menentukan senapan yang dicurigai digunakan untuk menembak. 5. ALBERT S. OSBORN ( )  Memeriksa surat berharga. * Pelayanan Laboratorium Kriminil: Terdiri dari unit-unit: 1. Physical Science 2. Biology 3. Fire Arms 4. Document Examination 5. Photography 6. Toxicology 7. Evidence Collection 8. Voice Print Analysis

6 * E. FERRI ( ) Penentuan “Guilty” atau “Not Guilty” dilakukan oleh para ilmuwan/ahli sebagai “Technician Jury”.  Jadi untuk menentukan seorang tertuduh bersalah atau tidak, harus berdasarkan suatu Expertise (= laporan tertulis) yang dibuat oleh ahli sesuai ilmu pengetahuan yang dimilikinya. * Barang bukti yang diperiksa seorang ahli disebut “saksi diam” (=silent witness), terdiri atas: 1. Benda atau tubuh manusia yang telah mengalami kekerasan. 2. Senjata atau alat yang digunakan untuk melakukan kejahatan. 3. Jejak atau bekas yang ditinggalkan si penjahat di TKP. 4. Benda yang terbawa si penjahat yang berasal dari TKP, baik berupa benda atau tubuh manusia yang mengalami kekerasan. 5. Benda yang tertinggal pada benda atau tubuh manusia yang mengalami kekerasan di TKP, yang berasal dari alat atau senjata yang digunakan oleh penjahat. Seorang Ahli akan menterjemahkan keadaan dari saksi diam tersebut dengan menggunakan ilmu yang dimilikinya.

7 * Saksi Ahli KUHAP memakai satu istilah saja yaitu “Ahli” (Pasal 1 Ayat 28). Ada 3 macam Ahli yang dapat diangkat dala suatu proses peradilan, yaitu: 1. Ahli (=Deskundige) 2. Saksi Ahli (=Getuige Deskundige) 3. Zaakkundige * Perbedaan Saksi dengan Saksi Ahli Saksi 1. Menjadi saksi dengan sendirinya bila dia melihat, mendengar kejadian 2. Tidak perlu mempunyai keahlian khusus 3. Kesaksian berdasarkan apa yang ia alami 4. Melihat, mendengar dan mengalami peristiwanya (Pasal 1 ayat 26 KUHP) Saksi Ahli 1. Menjadi saksi bila diminta oleh pengadilan 2. Harus mempunyai keahlian khusus tentang suatu hal 3. Kesaksian berdasarkan pengetahuan yang ia miliki 4. Tidak mengalami tapi menganalisa sesuai ilmunya (Pasal 1ayat 28 KUHAP)

8 1. Keterangan saksi/saksi ahli merupakan suatu pertimbangan bagi hakim untuk memutuskan perkara. 2. Kedua-duanya sama-sama disumpah sebelum bersaksi. 3. Kedua-duanya berkedudukan sebagai saksi. 4. Kedua-duanya wajib berkata sejujurnya.

9  AHLI BANDINGAN (=Contra-Deskundige atau Ahli a Decharge). KUHAP pasal 65 : tersangka atau terdakwa berhak untuk mengusahakan dan mengajukan saksi dan atau seseorang yang memiliki keahlian khusus guna memberikan keterangan yang menguntungkan bagi dirinya.  Ahli bandingan dapat didatangkan pada waktu pemeriksaan masih ditangan penyidik maupun disidang Pengadilan.  Selanjutnya pada tingkat pemeriksaan disidang Pengadilan, Hakim dapat memerintahkan suatu pemeriksaan diulang oleh Ahli lain, sesuai dengan KUHAP pasal 180.  Maka barang bukti dibagi tiga bagian,yaitu : bagian pertama  untuk pemeriksaan, bagian kedua untuk dikembalikan ke penyidik,bagian ketiga untuk arsip.

10  PENGIRIMAN BARANG BUKTI Pengiriman barang bukti untuk pemeriksaan oleh ahli Forensik, dan kelak perkaranya akan dibawa ke Pengadilan, harus memenuhi syarat-syarat yang ada pada KUHAP pasal 130, yaitu : 1. Benda sitaan sebelum dibungkus, dicatat berat dan atau jumlah menurut jenis masing-masing, ciri-ciri maupun sifat khas, tempat, hari dan tanggal penyitaan,identitas dari mana benda itu disita dan lain-lain, yang kemudian diberi lak dan cap jabatan, dan di-tanda tangani boleh Penyidik. 2. Dalam hal benda sitaan tidak mungkin di-bungkus,Penyidik memberi catatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) yang ditulis diatas label,ditempelkan dan atau dikaitkan pada benda tersebut.barang bukti yang tidak memenuhi persyaratan akan dikembalikan untuk diperbaiki.

11 EXPERTISE Berasal dari kata “EXPERT” yang berarti AHLI. Jadi yang dimaksud dengan EXPERTISE ialah Laporan Tertulis dari hasil pemeriksaan seorang AHLI. Didalam KUHAP pada Bab tentang Ketentuan Umum, pasal I ayat 28, pasal 186 dan pasal 187 ayat c, terdapat suatu definisi tentang Keterangan Ahli. Pada pasal 1 ayat 28 KUHAP tidak ditentukan apakah Keterangan Ahli itu harus secara Lisan atau Tertulis. Kekuatan Bukti dari EXPERTISE: Expertise tidak tunduk kepada penjelasan pasal 133 ayat 2 KUHAP, karena dasar permintaan Expertise adalah pasal 120 KUHAP;dan dengan demikian merupakan alat bukti yang sah sebagai : 1.Keterangan Ahli. Sesuai pasal 184 ayat 1 (b) jo. Pasal 186 KUHAP, jika diberikan secara Lisan disidang Pengadilan. Sedangkan sesuai pasal 179 KUHAP, Keterangan Ahli diberikan secara Lisan.

12 2.Surat Keterangan dari seorang Ahli Sesuai pasal 184 ayat 1 (c) jo.pasal 187 ayat c,jika diberikan secara Tertulis. Pasal 187 ayat c KUHAP disini memakai istilah “Surat Keterangan dari seorang Ahli”;jadi keterangan ini diberikan secara Tertulis. Didalam pasal 133 ayat 1 KUHAP ada istilah “Keterangan Ahli”;yang dimaksud disini adalah : Visum et Repertum yang tentu saja secara Tertulis. Expertise tidak dibicarakan dalam suatu dalam suatu Ordonansi, sedangkan Visum et Repertum tercantum dalam Ord. 22 Mei 1937, S. 37 – 350, karena itu Expertise bentuknya tidak seragam. Umumnya Expertise tersusun sebagai berikut : 1.Bagian Pertama PENDAHULUAN Menguraikan mengenai barang bukti apa yang diterima, bagaimana keadaannya, berapa berat/jumlahnya dsb.

13 2.Bagian Kedua CARA PEMERIKSAAN Biasanya hanya disebut sumber pustaka dari cara pemeriksaan yang telah dilakukan. Metode yang tidak terdapat dalam literatur harus diterangkan sejelas-jelasnya,agar pemeriksaan dapat diulang oleh ahli lain, bila diperlukan. 3.Bagian Ketiga HASIL PEMERIKSAAN Harus dan wajib dilaporkan menurut kenyataannya, karena kemungkinan sekali dapat memberatkan atau membebaskan terdakwa. 4.Bagian Keempat KESIMPULAN AHLI dan EVALUASI Sangat dibutuhkan untuk membantu Hakim dalam memberikan penilaian yang tepat terhadap hasil pemeriksaan.

14 HUBUNGAN KERJA ANTARA TOKSIKOLOGI FORENSIK DENGAN KEDOKTERAN FORENSIK. Hakim (KUHAP pasal 1 ayat 8, pasal 183) Jaksa Tersangka Penasehat Hukum (pasal 1 ayat 6a) (pasal 1 ayat 14) (pasal 1 ayat 13) Penyidik Saksi/Ahli (pasal 65) Polri (pasal 1 ayat 1, pasal 6 ayat 1 dan 2) Pelapor TKP/Korban AHLI (pasal 120 ayat 1 dan 2, pasal 133 ayat 1, 2 dan 3) ExpertiseVisum et Repertum (Pasal 20)(Pasal 133 ayat 1)

15 Pasal 1 ayat 26 Saksi adalah orang yang dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan,penuntutan dan peradilan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri,ia lihat sendiri dan ia alami sendiri. Pasal 1 ayat 28 Keterangan Ahli adalah keterangan yang diberikan oleh seorang yang memiliki keahlian khusus tentang hal yang diperlukan untuk membuat terang suatu perkara pidana guna kepentingan pemeriksaan. Pasal 186 Keterangan Ahli ialah apa yang seorang ahli nyatakan disidang pengadilan. ……Lisan. Pasal 187 ayat c Surat keterangan dari seorang Ahli yang memuat pendapat berdasar- kan keahliannya mengenai sesuatu hal atau sesuatu keadaan yang diminta secara resmi daripadanya……..Tertulis.

16  Pasal 133 ayat 1 dan 2 1) Dalam hal penyidik untuk kepentingan peradilan menangani seorang korban baik luka, keracunan ataupun mati yang diduga karena peristiwa yang merupakan tinak pidana, ia berwenang mengajukan permintaan Keterangan Ahli kepada ahli Kedokteran kehakiman atau dokter dan atau ahli lainnya. 2) Permintaan Keterangan Ahli sebagaimana dimaksud dalam ayat 1) Dilakukan secara Tertulis, yang dalam surat itu disebutkan dengan tegas untuk pemeriksaan luka atau pemeriksaan mayat, dan atau pemeriksaan bedah mayat. Pasal 184 ayat 1 Alat bukti yang sah : a) Keterangan Saksi b) Keterangan Ahli c) Surat d) Petunjuk e) Keterangan terdakwa

17 Document Examination Profesi pengujian dokumen timbul sekitar tahun 1800 di Eropa. Salah seorang perintis Document Examination adalah Albert S. Osborn yang menulis buku tentang “Questioned Documents” ( ). Kejahatan yang menyangkut Surat-surat Berharga atau Dokumen tidak begitu menarik perhatian, padahal ini menyangkut perekonomian suatu negara. Misalnya : pemalsuan check, stock, pajak dan lain-lain. Profesi Ahli penguji dokumen agak berbeda dengan Ahli-ahli lain dibidang Forensik.Mereka harus menguasai biang ilmu yang luas;termasuk :pengetahuan tentang mesin fotokopi,percetakan, mesin-mesin ang digunakan dalam dunia bisnis,jenis-jenis kertas dan tinta. Lebih sulit lagi karena dalam bidang ini tak ada rumus atau ketentuan khusus untuk memastikan telah terjadi pemalsuan surat berharga atau dokumen. Hanya pengalaman saja yang merupakan bekal utama para Ahli.

18 Dengan ditemukannya cara analisa tinta yang dalam jumlah sedikitpun sudah dapat dilakukan, maka pemeriksaan Surat-surat berharga/dokumen sudah dapat mudah dilakukan. Untuk keperluan pemeriksaan Tanda-tangan atau tulisan, para Ahli harus mengetahui betul dalam keadaan bagaimana tanda tangan atau tulisan dilakukan.Kalau mungkin sebagai pembanding dilakukan dalam kondisi kira-kira hampir sama,agar pemeriksaan dapat berhasil dengan baik. Beberapa ciri khas dari tanda tangan atau tulisan yang asli: 1. Tulisan berkesan cepat (=rapid). 2. Rapi dan lancar. 3. Berirama (=rythmic). 4. Lebih nyata dan tegas.Misal huruf I ada titiknya,dan t ada garisnya. 5. Tekanan pada tulisan (=strokes0lebih rapi. 6. Akhir huruf lebih rapi. 7. Secara keseluruhan terlihat lebih wajar,tidak dibuat-buat.

19 Beberapa ciri khas tanda tangan atau tulisan yang palsu: 1. Biasanya kepribadiannya kurang (=lack of individuality). 2. Penampilannya seperti ditulis secara lambat atau terputus-putus. 3. Tulisan seakan-akan dilukis,dan penampilan tidak wajar. 4. Tanda tangan yang diusahakan agar terlihat serupa memberi petunjuk bahwa itu jiplakan (=tracing). 5. Tulisan kurang berirama. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tanda-tangan atau tulisan seseorang : 1. Bila ada luka dan dalam keadaan sakit. 2. Umur. 3. Frekwensi dan kecepatan menulis. 4. Posisi waktu menulis. 5. Alat tulis yang digunakan. 6. Dalam keadaan intoksikasi atau pengaruh obat.

20 Yang perlu diperhatikan oleh para Ahli,waktu menangani Surat berharga atau Dokumen, adalah: 1. Jangan dilipat, dipotong atau disobek. 2. Jangan diberi tanda atau ditulisi. 3. Jangan diberi paper clips atau staple. 4. Jangan dilubangi. 5. Jangan melakukan pemeriksaan daktiloskopi terlebih dahulu. 6. Penyimpanan harus baik an keamanan terjamin.

21

22

23

24

25

26 TOXICOLOGY FORENSIC T0XICOLOGY berasal dari kata TOXICON (Yunani) yang berarti Racun. Adalah Ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan Racun.Termasuk pengaruh Racun terhadap tubuh, cara menanggulangi keracunan atau peracunan, dan cara menganalisa Racun tersebut. SEJARAH TOXICOLOGY ** Ebers Papyrus (1500 B.C.). Dalam sejarah ia merupakan orang pertama yang mengenal Racun. Ebers adalah seorang Ahli pengobatan Mesir kuno yang telah mengenal racun binatang dan tumbuh-tumbuhan. ** Dioscarides (50 A.D.) Ia mencoba menggolongkan Racun sesuai dengan sumbernya. Ia hidup dizaman kekaisaran Nero.

27 ** Paracelcus ( ) Ia mempelajari mengenai Racun. Ia menyatakan bahwa semua substansi adalah racun.Hanya dosis yang tepatlah yang mem- bedakan apakah ia Racun atau Obat. MODUS OPERANDI PENGGUNAAN RACUN: 1. HOMICIDE (=untuk pembunuhan). 2. SUICIDE (= bunuh diri). 3. ACCIDENTAL (=kecelakaan). Yang berhubungan dengan Racun: 1. Peracunan, termasuk pembunuhan atau bunuh diri. 2. Keracunan, termasuk kecelakaan. Cara kerja bahan beracun : 1. Secara lokal (=setempat). 2. Secara Sistemik (+bekerja secara sentral).

28 KARBON MONOKSIDA (=CO) SIFAT-SIFAT: 1. Sangat beracun,tidak berbau, tidak berwarna dan tidak mempunyai rasa. 2. Mudah terbakar dan memberi nyala api yang biru atau violet. 3. Sedikit lebih ringan dari udara. 4. Bila 1 bagian volume gas CO dan 1,5 bagian volume Oksigen tercampur, dan ada api, maka akan timbul ledakan yang hebat. SUMBER KARBON MONOKSIDA : 1. Pembakaran yang tidak sempurna (partial atau incomplete combustion).Misalnya pada waktu menyalakan kompor,mesin diesel,mesin mobil. 2. Alat rumah tangga yang dapat menghasilkan CO antara lain: geysers,kompor gas,mesin diesel dan lain-lain. 3. Pembakaran arang, plastik,film X-ray. 4. Kebakaran hurtan. 5. Di atmosfir dengan kadar 0,1 p.p.m.,berasal dari gas metan.

29  KADAR KARBON MONOKSIDA 1. Didalam asap rokok : 0,004%. 2. Dari mobil : 4 – 7 %. 3. Dari batu bara : 7 – 15%. 4. Dari tanur (=blast furnaces) :25 – 30%. 5. Pada lalu lintas mobil yang ramai: 115 p.p.m. KASUS-KASUS KERACUNAN CO YANG PERNAH TERJADI: 1. Tahanan yang kamarnya dekat kamar mesin diesel, meninggal karena keracunan CO. 2. Penumpang bis malam meninggal setelah sampai tempat tujuan pada pagi hari. 3. Konduktor jatuh dari bis karena menghirup gas CO. 4. Memanaskan mobil dengan pintu garasi yang tertutup, menyebabkan orang didalam garasi meninggal. 5. Mobil terbakar dan penumpang tidak berhasil keluar. 6. Rumah terbakar,orang didalamnya menghirup gas CO sehingga menyebabkan kematian.

30 KADAR CO-Hb dalam darah bila terjadi keracunan: 1. Bila kadar 20% mulai timbul gejala keracunan. 2. Biula kadar 30% pusing-pusing, lemas dan lain-lain. 3. Bila kadar sampai 70% pasti meninggal. Sebagai bandingan: perokok berat kadar CO-Hb dalam darah 5 – 10%. Bila kadar CO-Hb 55 – 60% maka fatal bagi semua orang. Tanda-tanda post mortem (=setelah korban meninggal) : 1. Pada keracunan akut(=mendadak) kulit,kuku dan dasrah berwarna merah muda (=cherry red), yang berasal dari warna CO-Hb. 2. Kadang-kadang timbul luka lepuh (=blisters) seperti kena api, dan kulit seperti kena air panas. Setelah korban meninggal, maka kemungkinan kecil sekali CO diserap oleh tubuh korban. Bila terdapat CO didalam darah korban, berarti Gas CO diserap pada waktu korban masih hidup. Jadi bila korban yang telah meninggal ditemukan didalam rumah yang terbakar, tapi darahnya tidak mengandung CO, maka dapat diduga bahwa korban telah meninggal sebelum dimasukkan kedalam rumah yang terbakar.

31  PENYALAHGUNAAN OBAT DAN ALKOHOL (=DRUG AND ALCOHOL ABUSED) Ketergantungan OBAT dan ALKOHOL merupakan perwujudan kompleks yang melibatkan faktor sosial, pribadi, pada saat yang bersamaan faktor penyakit, dan akhirnya tindak kriminal. Penyalahgunaan obat dan alkohol sukar didefinisikan, karena pengaruh faktor sosial dan budaya dimasing-masing negara itu berbeda-beda.  Penyalahgunaan obat dan alkohol biasanya terjadi akibat hasrat menggunakannya secara terus menerus dan dalam jumlah yang banyak,dan dapat menimbulkan keracunan dan sikap sosial yamg merugikan.  Kebanyakan Obat lebih cenderung menyebabkan salah pakai (=misused) dari pada di salah gunakan (=abused), yaitu digunakan secara tidak tepat.

32 BEBERAPA PENGERTIAN MENGENAI ISTILAH-ISTILAH: 1. DEPRESSANT. Adalah zat-zat yang menurunkan aktifitas fungsional dan energi vital secara umum dengan menghasilkan pelemesan otot dan berkeringat (=diaphoresis). 2. STIMULASI. Obat atau zat-zat yang menghasilkan kerja atau proses merangsang (=stimulasi). 3. HALUSINASI. Penglihatan atau tanggapan daya persepsi sensorik tanpa adanya dunia luar. 4. VISUAL HALUSINASI. Sensasi melihat yang tidak disebabkan oleh keberadaan sesungguhnya dari benda yang dilihat itu. Obat atau zat-zat yang dapat menyebabkan halusinasi: Amphetamin (=Ecstasy),Barbiturat,Cocain,Etanol,Morfin, Atropin(=Kecubung) dan lain-lain. 5. ADDICTION. Suatu keadaan ketergantungan terhadap suatu kebiasaan, terutama terhadap suatu obat atau zat tertentu.

33  Tanda-tandanya : a) Keinginan atau kebutuhan yang besar sekali(=kompulsif) untuk meneruskan pemakaian obat tersebut, dan memperolehnya dengan cara apapun. b) Kecenderungan untuk meningkatkan dosis. c) Ketergantungan psikologis, dan biasanya efeknya terhadap fisik. d) Efek merusak dan mengganggu pada orang yang bersangkutan dan masyarakat. 6. DEPENDENCE(=KETERGANTUNGAN). Keadaan psikofisik seseorang yang ketagihan,dimana dosis biasa atau dosis yang lebih tinggi diperlukan untuk mencegah terjadinya ”gejala penarikan kembali”(=withdrawal sickness atau abstinence syndrome). Selain faktor obat atau zatnya, masih ada beberapa faktor yang memegang peranan penting,yaitu: sifat khas dari sipemakai, dan respons dari masyarakat sekelilingnya. Efek psikologis ini yang menyebabkan si pemakai mengulang menggunakan obat atau zat tersebut.Misal: tidak semua peminum miras menderita psychological dependence,karena ada yang social drinkers saja.

34 PENYALAHGUNAAN ZAT KIMIA MELALUI INHALASI/AEROSOL Zat kimia yang biasa dipakai adalah: Toluene, Xylene, Benzene, Bensin,Thinner cat, perekat pesawat terbang, perekat Aica Aibon. Zat ini sering dihisap-hisap melalui hidung dan dengan cepat dapat menyebabkan depresi susunan saraf pusat, dengan tanda-tanda sebagai berikut : mabuk, pusing,perasaan ringan dan nyaman. Ini berlangsung kira-kira 15 menit sampai beberapa jam. Efek samping yang dialami oleh sipemakai adalah :iritasi pada tenggorok dan vertigo.Yang paling sering melakukan ialah anak- anak dibawah umur 15 tahun. TABEL : OBAT-OBAT YANG SERING DISALAH GUNAKAN(=ABUSED) Nama Obat Ketergantungan Psychologis Physic * Narkotika Morfin, Heroin,Methadon,Codein Codein + + * Depressant Barbiturat,Alkohol,Methaqualone +++ +

35  Valium,Librium,Mogadon ++ + * Stimulansia. Amphetamin,Ecstasy,Nicotine Cocaine + _ * Hallucinogen Mariyuana, LSD + _ PCP +++ _

36  ALKOHOL (=ETIL ALKOHOL,ETANOL, GRAIN ALCOHOL) Di Mesir telah ditemukan tempat pembuatan minuman keras yang berasal dari tahun 3700 B.C. Biasanya Alkohol dibuat dari : Fermentasi Karbohidrat Alkohol Alkohol yang digunakan untuk pembuatan “Minuman Keras” (=Miras) akan dikenakan pajak (=cukai). Sedangkan Alkohol yang tidak digunakan untuk pembuatan Miras,hanya untuk keperluan industri, tidak dikenakan pajak. Untuk menghindari hal itu, pabrik Alkohol menambahkan Alkohol yang akan dijual dengan : Aceton,Phenol,Metanol (=wood alcohol) atau zat warna biru. Alkohol yang demikian disebut ” Denaturated Alcohol”. Tapi seringkali Alkohol denaturasi ini diminum juga, baik dicampur dengan Miras ataupun tidak. Hal ini menyebabkan sipeminum akan mengalami keracunan akut pada saraf matanya, yang menyebabkan kebutaan atau kematian.

37  PERATURAN PEMERINTAH (P.P.) mengenai MINUMAN KERAS. 1. P.P. No.86/Men.Kes./Per/IV/77 tanggal 29 April Yang mengatur produksi dan peredaran Minuman Keras. 2. P.P. No. 153/8/S.K./1980. Yang mengatur tentang tata cara perizinan Minuman Keras. 3. P.P. No. 1516/A/SK/V/1981 tanggal 15 Mei Yang mengatur tentang Anggur dan sejenisnya, serta penggunaan Alkohol (=Etanol) didalam Obat dan Obat Tradisional. Hingga sekarang ini kita belum mempunyai U.U. yang khusus tentang Alkohol. Masing-masing daerah mengeluarkan peraturan-peraturan sendiri yang disesuaikan dengan keadaan dan budaya daerah tersebut. MINUMAN KERAS DIBAGI MENJADI 3 GOLONGAN (berdasarkan kadar Etanol yang dikandungnya), yaitu :  Minuman Keras golongan A dengan kadar Etanol 1 – 5%.  Minuman Keras golongan B dengan kadar Etanol >5 – 20%.  Minuman Keras golongan C dengan kadar Etanol >20 – 55%.

38 MACAM DAN JENIS MINUMAN KERAS: 1. Minuman Keras golongan Anggur (hasil fermentasi). Kadar Etanolnya 7 – 22%. Contoh: anggur merah (14%), anggur putih (10%), port dan sherry (>20%). 2. Minuman Keras golongan Bir (Hasil fermentasi). Kadar etanolnya 4 – 7%. Contoh: Ale, Bir hitam dan Tuak (fermentasi nira) kadar 6 – 8%. 3. Minuman Keras golongan hasil destilasi. Contoh: Gin, Whiskey dan Brandy (37 – 53%). KERACUNAN AKUT ALKOHOL. Dibagi menjadi beberapa tingkatan, sesuai dengan kadar Alkohol yang terdapat didalam darah, yaitu : 1. Mild Intoxication. Kadar Alkohol dalam darah : 50 – 150 mg/100 ml darah. 2. Moderate Intoxication. Kadar Alkohol dalam darah : 150 – 300 mg/100 ml darah.

39 3. SEVERE INTOXICATION. Kadar Alkohol dalam darah : 300 – 500 mg/100 ml darah. 4. KOMA. Kadar Alkohol dalam darah : 500 mg/100 ml darah atau lebih; umumnya korban akan meninggal. Tingkatan keracunan ini tergantung pula dari beberapa faktor, antara lain : - Berat tubuh korban. - Peminum yang khronis atau bukan. Jadi kadar Alkohol dalam darah 150 mg/100 ml darah, maka lebih dari 50% orang normal akan menderita keracunan.Sedangkan kadar Alkohol Dalam darah 400 mg/100 ml darah, merupakan kadar rata-rata dari kasus keracunan yang fatal. PEMINUM MINUMAN KERAS DAN UNDANG-UNDANG. Suatu pertanyaan bagi kita semua,yaitu apakah peminum Miras adalah orang yang melakukan kejahatan atau dapat dianggap sebagai orang yang menderita suatu penyakit. Hal ini penting untuk disepakati lebih dahulu, karena menyangkut penahanan atau penuntutan kejahatan Yang dilakukan oleh peminum Miras.

40  BILL OF RIGHT Sejak tahun 1970 telah dikeluarkan suatu U.U. di Amerika Serikat yang intinya menyatakan bahwa: Peminum Miras (=Alcohol Abuse) dinyatakan sebagai menderita suatu penyakit yang harus dirawat dan direhabilitasi. Kecuali untuk pengemudi yang mabuk tetap dikenakan tuntutan. Yang dimaksud dengan “mabuk” (=legally drunk) ialah seseorang yang mempunyai kadar Alkohol dalam darah (=KAD) atau blood Alcohol concentration (=BAC) lebih besar atau sama dengan 0,10% atau 100 mg alkohol dalam 100 ml darah. Ini merupakan angka batas (limit) yang berlaku di Amerika Serikat. Di Indonesia U.U. yang khusus mengenai Alkohol belum ada. BATAS KADAR ALKOHOL dalam DARAH untuk dinyatakan melanggar Peraturan Lalu Lintas: Nama Negara KAD Amerika Serikat 0,08 – 0,12% Inggris 0,08 – 0,10% Swedia,Norwegia 0,02 – 0,05% W.H.O. 0,05%

41  Para Penyidik menemukan bahwa ketrampilan mengemudi akan mulai terpengaruh bila KAD mencapai 0,04%. Dibeberapa negara Eropa surat izin mengemudi seseorang dapat dicabut bila saja pada waktu polisi memeriksa sipengemudi didapatkan KAD nya lebih besar atau sama dengan 0,08%. KAD 10 mg/100ml drh (0,01%) Pikiran terang,rangsangan ringan pada selaput lendir mulut dan tenggorok. KAD 20 mg/100ml drh (0,02%) Euphoria ringan(=rasa nyaman pd tubuh),tak takut. KAD 30 mg/100ml drhKepala sedikit berat/pusing KAD 40 mg/100ml drhBanyak bicara dengan keras,tak teratur. KAD 50mg/100ml drhTak mematuhi aturan,sesuka hati. KAD 70 mg/100ml drhMerasa kesepian;gerak kaku. KAD 100 mg/100ml drh (=0,10%) Jalan sempoyongan, suka bicara sendiri, berteriak,ingin tidur.

42 KAD200mg/100 ml drh (=0,20%) Sukar berjalan. KAD 300mg/100 ml drh (=0,3%) Pingsan,nafasberat, terengah-engah. KAD mg /100ml drh (=0,40-0,50%) Sukar bernafas,dapat berakhir fatal.

43  PEMBERANTASAN DAN PEREDARAN MINUMAN KERAS Pemberantasan dan peredaran minuman keras (=Miras) merupakan suatu problema yang sukar dipecahkan, dengan alasan bahwa Alkohol mudah dibuat. Perumahan ataupun industri perumahan dapat membuat minuman keras,karena tidak memerlukan peralatan yang canggih dan bahan bakunya juga mudah diperoleh. Contoh Miras yang dibuat secara tradisional: ciu, tuak, sake,brem dan lain-lain. PEMERIKSAAN ALKOHOL Pemeriksaan Alkohol dilakukan pada kasus: 1. Kecelakaan lalu lintas. 2. Perkelahian dan lain-lain. 3. Pembunuhan dengan senjata tajam atau lainnya. Menurut penyelidikan kebanyakan kecelakaan lalu lintas terjadi tengah malam dan pada hari Jumat dan Sabtu.

44  PENENTUAN KADAR ALKOHOL. Dapat dilakukan terhadap salah satu sample berikut ini: - nafas - darah - liur - urine PSYCHOPHYSICAL TEST Merupakan test yang efektif dan dapat dipercaya untuk memeriksa seseorang keracunan Alkohol (=mabuk),dan meliputi: 1. Horizontal Gaze Nystagmus. Nystagmus=gerak cepat secara tidak sadar dari bola mata. Seseorang yang mabuk,bila bola matanya harus memandang lurus kedepan, maka secara tidak terkontrol bergerak kesamping,kira-kira membentuk sudut 45 derajat. Biasanya KAD 0,10%,maka bola mata akan bergerak kesamping(=jerking).

45 2. Jalan Lurus Kemudian Berbalik Jalan dan berbalik dalam satu garis lurus, biasanya tidak dapat dilakukan oleh orang yang mabuk. Apalagi sambil mendengarkan aba-aba. 3. Berdiri pada satu kaki Berdiri pada satu kaki dan kaki yang lainnya dipegang dengan tangan selama 30 detik sambil berhitung keras-keras,biasanya tidak dapat dilakukan oleh seseorang yang KAD nya cukup tinggi. PENGOBATAN DAN REHABILITASI PEMINUM ALKOHOL Dapat dilakukan melalui beberapa cara,antara lain : 1. Memperbaiki tingkah laku (=behavior therapy). 2. Pengobatan dengan antabus tablet (=disulfiram). Untuk peminum yang menahun (=khronik), obat ini menyebabkan peminum Alkohol menjadi sangat sensitif terhadap Alkohol. Misalnya :muka menjadi merah(=flushing),pusing,muntah- muntah, lemah dan tekanan darah turun. Dibandingkan dengan pecandu Narkotika atau jenis obat lain, maka peminum Alkohol yang sudah sembuh mudah kambuh lagi(=relapse).

46  NARKOTIKA  Narkotika berasal dari kata “Narkoun” (=bahasa Yunani) yang berarti: membuat lumpuh atau mati rasa. Dalam Undang-undang Republik Indonesia No. 22 tahun 1997, dinyatakan bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu maka Undang-undang No. 9 tahun 1976 tentang Narkotika sudah tidak sesuai lagi, maka perlu dibentuk Undang- undang tentang Narkotika yang baru. Dalam U.U. Narkotika No. 22 tahun 1997 diatur upaya pem berantasan terhadap tindak pidana Narkotika melalui ancaman pidana denda,pidana penjara, pidana seumur hidup, dan pidana mati. Juga mengatur mengenai pemanfaatan Narkotika untuk kepentingan pengobatan dan kesehatan. Namun kenyataannya tindak pidana Narkotika didalam masyarakat menunjukkan kecenderungan yang semakin meningkat secara kuantitatif maupun kualitatif dengan korban yang semakin meluas. Tindak pidana Narkotika tidak lagi dilakukan secara perseorangan,melainkan melibatkan banyak orang.Bahkan merupakan satu sindikat yang terorganisir dengan jaringan yang luas, yang bekerja ditingkat nasional maupun internasional.

47  Sehingga Undang-undang Narkotika No. 22 tahun 1997 tentang Narkotika sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan situasi dan kondisi yang berkembang sekarang ini untuk memberantas tindak pidana tersebut. Pada tanggal 12 Oktober 2009, Presiden Republik Indonesia telah mengesahkan dan memberlakukan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dalam U.U. ini yang dimaksud dengan Narkotika terdapat pada Bab I KETENTUAN UMUM pasal 1 ayat 1, yang menyatakan bahwa : Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan kedalam Golongan-golongan se - bagaimana terlampir dalam Undang-undang ini. Dalam pasal I ayat 2 dinyatakan bahwa Prekursor Narkotika adalah zat atau bahan pemula atau bahan kimia yang dapat digunakan dalam pembuatan Narkotika yang dibedakan dalam tabel sebagaimana terlampir dalam U.U. ini.

48 Dalam Undang-Undang Narkotika Bab III RUANG LINGKUP pasal 6 ayat 1 Membagi Narkotika menjadi 3 Golongan, yaitu : a) Narkotika Golongan I. Hanya dapat digunakan untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan dilarang digunakan untuk pelayanan kesehatan.Mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan keter – gantungan. b) Narkotika Golongan II. Narkotika yang berkhasiat pengobatan digunakan sebagai pilihan terakhir, dan digunakan dalam terapi dan/atau kepentingan perkembangan ilmu pengetahun.Mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh: Pethidin injeksi, Morfin injeksi. c) Narkotika Golongan III. Narkotika yang berkhasiat pengobatan, dan banyak digunakan dalam terapi dan/atau untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Mempunyai potensi mengakibatkan ketergantungan yang ringan. Contoh: Cocain, Codein.

49 Dalam Undang-undang Narkotika Bab II DASAR,ASAS DAN TUJUAN pasal 4 dinyatakan, Undang-undang tentang Narkotika bertujuan : a) menjamin ketersediaan Narkotika untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan/atau pengembangan ilmu pengetahuan dan terknologi; b) Mencegah, melindungi dan menyelamatkan bangsa Indonesia dari penyalahgunaan Narkotika; c) Memberantas peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika; dan d) Menjamin pengaturan upaya rehabilitasi medis dan sosial bagi Penyalah guna dan pecandu Narkotika.

50 Dalam Undang-Undang Narkotika Bab XV KETENTUAN PIDANA. Pasal 134 ayat 1 dan 2. 1) Pecandu Narkotik yang telah cukup umur dan dengan sengaja tidak melaporkan diri sebagaimana dimaksud dalam pasal 55 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 6 bulan atau pidana denda paling banyak dua juta rupiah. 2) Keluarga pencandu Narkotika sebagaimana dimaksud dalam ayat 1) yang dengan sengaja tidak melaporkan pecandu Narkotika tersebut dipidana pidana kurungan paling lama 3 bulan atau pidana denda paling banyak satu juta rupiah.

51 Pasal 127 ayat (1) Setiap Penyalah Guna : a) Narkotika Golongan I bagi diri sendiri, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun; b) Narkotika Golongan II bagi diri sendiri, dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun. c) Narkotika Golongan III bagi diri sendiri, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun. Pasal 128 (1) Orang tua atau wali pecandu yang belum cukup umur, sebagai- mana dimaksud dalam pasal 55 ayat (1) yang sengaja tidak melapor, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 6 bulan atau pidana denda paling banyak satu juta rupiah. (2) Pecandu Narkotika yang belum cukup umur dan telah dilaporkan oleh orang tua atau walinya sebagaimana dimaksud dalam pasal 55 ayat (1) tidak dituntut pidana.

52 LAMPIRAN I: UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA No.35 Tahun 2009 TENTANG NARKOTIKA. Narkotika Golongan I terdiri dari 3 jenis tanaman yang penting, yaitu: 1. Tanaman Papaver Somniferum L. = Tanaman Opium Semua bagian-bagiannya termasuk buah dan jeraminya, kecuali bijinya. 2. Tanaman dari semua genus Erythroxylon dari keluarga Erythroxylaceae = Tanaman Coca. Termasuk buah dan biji, daun yang belum atau atau sudah dikeringkan atau dalam bentuk serbuk, kokain mentah dari daun koka. 3. Tanaman dari semua genus Cannabis =Tanaman Ganja. Semua bagian tanaman termasuk biji, buah, jerami, hasil olahan tanaman ganja atau bagian tanaman ganja termasuk damar ganja dan hashis.

53 Buah pohon Papaver ditoreh dengan pisau pada waktu kembang pada buahnya telah rontok, tetapi buah tersebut masih belum matang. Di Turki cara menoreh horizontal, sedangkan di Asia Tenggara vertikal. Timbul getah yang seperti susu. Ini didiamkan dalam udara terbuka, dan akan berubah warna menjadi coklat, kemudian kehitaman. Opiates adalah zat yang didapat dari Opium, dan mempunyai sifat narkotik analgesik. Opioids adalah zat yang dibuat secara sintetis dari bahan kimia dan mempunyai sifat mirip Morfin. Para ahli terus berusaha untuk menggantikan Morfin dengan zat-zat lain yang lebih aman dan efek samping obatnya ringan. Maka di - temukan “Heroin”. Tetapi walaupun khasiatnya sama dengan Morfin, tapi efek samping Heroin lebih berbahaya dari pada Morfin. Karena itu Heroin tidak lagi dipakai dalam bidang Kedokteran. Sampai sekarang Morfin masih tetap dipakai sebagai obat peng- hilang rasa sakit.

54  MORFIN  Sifat-sifat: 1. Pada kasus keracunan ada “pin point pupil”yang me- yang merupakan tanda khas. 2. Kematian mendadak, biasanya disebabkan adanya reaksi hipersensitive atau reaksi akibat kelebihan takaran (=overdosis). 3. Kematian yang tidak mendadak, biasanya disebabkan: - Morfin dicampur dengan zat lain yang tidak steril (tepung, gula dan sebagainya). - Pemakaian alat-alat suntik yang tidak steril dapat menimbulkan komplikasi yang mematikan. Cara menggunakan Morfin: 1. Dimakan atau diminum jarang dilakukan, karena penyerapannya lambat, sehingga efek yang diinginkan lambat. 2. Disuntikkan secara intra muskuler atau subkutan, absorbsinya akan berjalan relatif lebih cepat. Kira-kira 60% dari takaran yang disuntikkan dalam waktu 30 menit sudah menunjukkan khasiatnya.

55  PROSES PEMBUATAN HEROIN. Opium Disekat (=ekstraksi) Morfin Diasetilasi Dicampur dengan zat lain (bedak, gula merah) Heroin para pecandu. HEROIN(=Diasetil Morfin). Berasal dari kata Jerman “Heroisch”(=heroic). Dibuat pertama kali di Pabrik obat Bayer (Jerman). Pertama kali digunakan dalam pengobatan oleh Dr.Heinreich Dresser (1898) Sebagai obat batuk dan obat penghilang rasa sakit/nyeri. Semula Heroin ini disangka tidak menimbulkan adiksi (=ketergantung an), tetapis setelah 12 tahun lebih baru diketahui bahwa Heroin lebih berbahaya dari Morfin.

56  *PAPAVER (=OPIUM). PROSES PEMBUATAN OPIUM. Buah Opium Ditoreh Getah warna putih Didiamkan, menjadi hitam Opium Mentah (mengandung morfin, + 10 – 20%) Peragian Opium Obat Opium Masak(=Candu) (mengandung morfin 10%) Sisa candu setelah dihisap Jicing,Jicingko

57 Heroin murni berbentuk serbuk putih, rasanya pahit. Heroin yang dijual untuk para pecandu (=street heroin) berwarna kecoklatan karena waktu pengolahan sengaja ditambah gula merah atau cocoa. Ini dilakukan agar dapat dijual lebih murah. Bedak(talkum), terigu, tepung jagung sering pula dipakai sebagai bahan pengencer,sehingga bila Heroin ini disuntikkan akan menyebabkan penyumbatan pembuluh darah vena atau emboli. Karena bedak, terigu tersebut tidak larut dalam darah dan menggumpal pada paru-paru dan mata sipemakai. Heroin yang berasal dari Asia Tenggara dibuat dari Opium mentah yang diproses di Birma,Laos dan Thailand (Segi Tiga Emas). COCA (=COCAINE). Merupakan zat pahit yang terdapat dalam tanaman Erythroxylon. Bila daun tumbuh-tumbuhan ini dikunyah, apalagi dicampur dengan kapur sirih, maka sipemakai akan dapat menahan haus, lapar dan lelah. Dulu digunakan oleh suku Indian pada waktu melakukan perjalanan jauh. Daun ini dinamakan Coca dan mengandung Kokain 1%. Dikalangan pemakai terkenal dengan nama : Bernice, Cadillac,Charley, Coke, Flake,Gold dust dan lain-lain.

58  Kokain menyebabkan “Cocaine paranoia”, yaitu gangguan kepribadian yang progresif lambat, gila karena ketakutan atau ke- kecewaan. Kelakuannya berubah menjadi agresif (=mengamuk). Ini sebaliknya dari Morfin dan Heroin. Kokain sering dicampur dengan zat lain, misalnya: Kokain + Morfin dinamakan Speed ball. Kokain + Alkohol dinamakan Liquid lady. Produsen Kokain : Bolivia, Peru dan Kolombia. PEMBUATAN DAN PENYEKATAN KOKAIN Soda kue Daun diremas dengan air Kokain cair Kokain basa Tidak larut,terapung diair Dikeringkan

59  Cara menggunakan: 1. Disuntikkan melalui pembuluh darah intra vena menggunakan bentuk Kokain yang larut dalam air. 2. Disedot melalui hidung; bentuk Kokain basa. 3. Ditaruh dalam tabung plastik atau kaca lalu dipanasi; uap yang yang terjadi disedot melalui hidung. 4. Dicampur dengan rokok. Cara-cara diatas bertujuan untuk mendapatkan keadaan euphoria (=rasa nyaman pada tubuh). Khasiat Kokain adalah sebagai stimulansia (=merangsang) susunan Saraf pusat. Di Indonesia tidak digunakan lagi untuk pengobatan. CANNABIS(=GANJA). Cara menggunakan: 1. Ganja dicampur dengan tembakau untuk dihisap sebagai rokok. 2. Hashish dihisap dengan pipa tertentu atau dicampur dengan makanan.

60  PEMBUATAN GANJA: Tanaman betina yg.sedang berkembang Pucuk pohon Daun Dipatahkan Dikeringkan Getah Ganja Mengeras diudara Nama lain:Bhang,Ganja (India),Marihuana,Pot Charas (USA). Nama lain: Hashish,Jamba. Khasiatnya: 1. Aphrodisiac (=zat perangsang) 2. Hypnotic (=zat yang menidurkan) 3. Analgesic (=zat yang menghilangkan rasa sakit). Sekarang tidak digunakan untuk pengobatan lagi.

61 LOGAM BERAT ARSENIK (ARSEN) Pada masa lalu Arsenik merupakan suatu zat yang sering di – gunakan untuk melakukan pembunuhan (=homicide) atau bunuh diri (=suicide). Tidak adanya rasa dan bau menyebabkan zat ini mudah di - campurkan dengan makanan dan minuman. Dan persamaan gejala-gejala keracunan Arsenik dengan banyak gejala-gejala penyakit tertentu (misalnya kolera,anemia dan malnutrisi ) menyebabkan keracunan Arsenik ini sukar untuk dikenali. tapi dengan berkembangnya Ilmu Toksikologi Forensik, maka makin mudah untuk mengidentifikasi racun-racun. Sekarang ini umumnya keracunan terjadi karena kecelakaan/tak disengaja atau penggunaan secara berlebihan dalam pengobatan.

62 Arsenik biasa digunakan: 1. Dalam industri pewarnaan (=dyeing). 2. Dalam proses pembuatan kaca dan kertas. 3. Sebagai zat pembunuh rumput liar. 4. Sebagai Insektisida untuk tanaman apel dan anggrek. 5. Sebagai obat siphilis. 6. Sebagai racun tikus. Penggunaan Arsenik sebagai racun agraria membahayakan bagi si petani maupun bagi konsumen buah dan sayuran yang disemprot dengan racun ini. Maka ditetapkan residu maksimum Arsenik dalam produk yang dipasarkan hanya boleh kira-kira 1 bagian dalam bagian bahan. Makanan yang berasal dari laut (ikan, udang, kerang ) juga mengandung Arsenik dalam jumlah kecil.

63 Keracunan Arsenik dapat dibagi menjadi : a.Keracunan Akut : keracunan akibat pemberian satu kali dosis Arsenik dalam jumlah besar. b.Keracunan Khronis : keracunan akibat pemberian dosis Arsenik dalam jumlaj kecil secara berulang-ulang atau kontinu. Bila diserap kedalam badan Arsenik bekerja sebagai racun proto- plasmik, yang menghancurkan vitalitas sel-sel diseluruh tubuh. Tanda-tanda keracunan akut Arsenik, yaitu : - Rasa kering dimulut, sukar menelan. - Mual-mual, muntah-muntah. - Sakit diperut, diarhae (keluar darah) - Kaku pada otot-otot, kejang-kejang, dehidrasi, lalu koma. Gejala-gejala tersebut akan terjadi ½ hingga 1 jam setelah makan Arsenik.Kematian terjadi 24 jam hingga beberapa minggu setalah makan Arsenik.

64 Tanda-tanda Keracunan khronis yang ringan,yaitu : - Hilangnya nafsu makan. - Mual, muntah-muntah. - Sakit pada perut. Bila keracunan berat, dapat terjadi kerusakan hati, anemia dan kanker yang timbul setelah beberapa tahun mengalami keracunan yang khronis. Arsenik dikeluarkan melalui ginjal. Akan tetapi masih ada se – jumlah kecil zat yang terakumulasi dalam waktu yang lama sekali (misalnya didalam kuku, tulang, rambut dan kulit). TIMBAL (=LEAD,PLUMBUM, TIMAH HITAM). Timbal adalah logam yang banyak digunakan dalam industri, misalnya: - pembuatan cat, pipa air,lempeng-lempeng logam dipercetakan, pembuatan baterai, pembungkus foil dari timbal, dan bensin.

65  Penyerapan Timbal dari saluran pencernaan berlangsung lambat. Karena itu tidak menyebabkan keracunan sistemik yang fatal. Tetapi penyerapan yang khronis (beberapa mg Timbal perhari), menyebabkan Timbal diakumulasi dalam tubuh.Timbal adalah racun kumulatif yang khas. Timbal dapat diserap melalui saluran pernafasan dalam bentuk abu/debu atau asap di pabrik-pabrik. Umumnya yang keracunan adalah : tukang cat,orang yang bekerja dipercetakan, anak-anak yang menggigit mainan atau tempat tidur yang dicat. Gejala-gejala keracunan Timbal yang khronis, yaitu : - Muka pucat (disekitar mulut),anemia ringan. - Garis Timbal berwarna biru pada gusi. - Otot-otot melemah,kejang, kaku dan terjadi kelumpuhan. - Bila kadar Timbal dalam darah tinggi, akan mencederai otak(hilang kesadaran dan kejang) dan berakhir dengan gangguan otak atau kematian.

66  Jadi Timbal mempengaruhi sistim saraf, intelegensia, per – tumbuhan anak, dan menyebabkan kelumpuhan (misalnya pada anak-anak jalanan). Timbal dapat melewati ”placenta barrier” dan meracuni janin. AIR RAKSA (=MERKURI, HYDRARGYRUM). Biasanya keracunan oleh Merkuri disebabkan oleh ketidak sengajaan (=Accidental). Garam Merkuri dalam bidang industri digunakan pada : - penambangan emas. - proses penyamakan kulit. - pembuatan thermometer, cat, bahan peledak. - pembuatan baterai dan alat listrik. - sebagai obat pembunuh kuman(=desinfektans), obat anti – siphilis, dan campuran untuk tambal gigi (amalgam). Keracunan Merkuri ditempat-tempat industri adalah akibat menghirup Merkuri yang ada diudara, dan masuk keotak.

67  Gejala-gejala keracunan khronis Merkuri, yaitu : - peradangan dimulut (gusi membengkak) dan gigi tanggal. - pembengkakan selaput lendir tenggorok. - tremor dan mati rasa pada tangan, kaki, muka,bibir dan lidah - otot melemah dan penglihatan menurun. - gangguan fungsi otak dan kelumpuhan, koma lalu kematian. - pada janin dan anak-anak, warna kulit menjadi kemerahan (=pink disease atau acrodynia). Kontaminasi lingkungan oleh limbah industri yang mengandung komponen Merkuri dapat menyebabkan orang-orang disekitar lingkungan tersebut(disungai, danau dan laut) dapat mengalami keracunan Merkuri, misal bila mengkonsumsi hasil-hasil dari sungai, danau dan laut didaerah tersebut.

68  KERACUNAN OBAT Yang dimaksud dengan OBAT adalah zat atau bahan yang dapat mempengaruhi fungsi tubuh,menggantikan zat-zat aktif atau cairan tubuh, atau zat-zat yang dapat memusnahkan pembangkit penyakit. Masing-masing OBAT mempunyai takaran (=dosis) pemakaian tertentu. Dan apabila dosis ini kita lewati, maka dapat terjadi keracunan Obat (=toksis). Jadi semua macam Obat dalam jumlah berkelebihan dapat menjadi Racun.Sebaliknya Racun dalam jumlah kecil dapat digunakan sebagai Obat. Misal: morfin, arsen dan lain-lain. Jadi hanya takaran yang tepat dan pemakaian yang tepat yang membedakan apakah suatu zat menjadi Obat atau Racun. Oleh karena itu untuk mencegah terjadinya keracunan Obat, maka distribusi dan pemakaian Obat harus diatur secara ketat.

69 OBAT YANG DIPERDAGANGKAN DIBAGI 4 GOLONGAN,yaitu :  1. OBAT BIUS. Penggolongan, peredaran dan produksi diatur secara Internasional untuk mencegah penyalahgunaan Undang- Undang Narkotika No. 35 tahun Obat hanya boleh dibeli dengan resep Dokter. Apotik, Rumah sakit dan Klinik wajib mencatat nama dan alamat Dokter yang menulis Obat Bius tersebut, dan pasien yang menerimanya. Dan setiap bulan wajib melaporkan pemakaian Obat Bius ke Dirjen. P.O.M. 2. OBAT KERAS TERBATAS. Penggolongan Obat ini diatur secara nasional. Obat ini harus dibeli dengan resep Dokter.Dan sekarang ada Undang-undang yang mengaturnya, karena penyalahgunaan obat-obat tersebut sudah sangat meluas dan berbahaya U.U. Psikotropika.

70  3. OBAT BEBAS TERBATAS. Obat ini dapat dibeli dengan bebas, tanpa resep Dokter.Tetapi aturan pemakaian harus tetap diperhatikan. Misalnya: salep kulit. 4. OBAT BEBAS. Dapat dibeli bebas, tanpa resep Dokter. Kesalahan-kesalahan yang dapat menyebabkan keracunan Obat dapat terjadi pada pihak-pihak : 1. PABRIK OBAT. - kelalaian mengambil,menimbang dan mencampur obat/bahan baku. - kelalaian pada waktu pengemasan obat. 2. APOTIK. - kelalaian asisten mengambil dan menimbang obat. - kelalaian asisten membaca resep Dokter. 3. DOKTER. - salah memberikan dosis atau salah memberikan obat.

71 SIANIDA (=CN) Sianida adalah suatu senyawa kimia yang bersifat toksis (=beracun), dan sering menimbulkan kasus-kasus keracunan. Beberapa bentuk Sianida yang dikenal, yaitu : 1. Gas HCN= Blauwzuur=Prussic Acid. 2. Gas KCN dan NaCN= Portas. 3. Cyanophorin Glikosida. GAS HCN. Hidrogen Sianida adalah gas yang dipakai untuk fumigasi ruang kapal, bangunan dan gudang-gudang. Merupakan racun yang paling cepat bekerjanya. Keracunan dapat ter- Jadi melalui pernafasan dan penyerapan kulit. GARAM KCN dan NaCN (=Portas) Dipakai pada elektropalating, penyepuhan emas,pembersih logam dan fotografi.

72  Keracunan dapat terjadi bila garam-garam ini masuk kedalam tubuh secara oral,melalui pernafasan atau melalui kulit. Pada dosis kecil akan menyebabkan terjadinya muntah-muntah, pusing dan tenggorok kering. Pada dosis besar akan menyebabkan kehilangan kesdaran secara mendadak, dan kematian terjadi tiba-tiba karena pernafasan terhenti. CYANOPHORIN GLIKOSIDA. Adalah glikosida yang terdapat pada tanaman, yaitu pada umbi- umbian atau biji-bijian. Misalnya : singkong,gadung dan biji karet. Didalam singkong terdapat suatu enzim yang akan menguraikan Cyanophorin glikosida menjadi senyawa Sianida yang beracun. Agar supaya enzim dan senyawa sianidanya hilang, maka pada waktu singkong direbus airnya harus sering diganti. Pencemaran lingkungan oleh Sianida terjadi pada pembakaran wol, sutera, karet sintetis, poliuretan dan nitrosellulosa.

73  INSEKTISIDA Semua zat yang digunakan untuk membasmi binatang atau tumbuhan yang merusak atau merugikan bagi manusia disebut “Pestisida”. Insektisida termasuk golongan Pestisida, dan merupakan zat yang dapat meracuni sampai,mati serangga atau sejenisnya. Insektisida yang diperdagangkan dibagi menjadi : 1. Chlorinated Insecticides. 2. Organophosphoric Insecticides. 3. Carbamate Insecticides. 4. Natural Origin Insecticidws (berasal dari tanaman). Chlorinated Insecticides. Beberapa contohnya; D.D.T., Aldrin,Chlordane, Lindane. Insektisida golongan ini sukar larut dalam air, dan mudah larut dalam lemak. Golongan ini meninggalkan residu (=sisa pemakaian) sampai Berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.

74  Residu ini sangat berbahaya, apalagi kalau pemakaiannya terus menerus. Ia dapat ditimbun didalam jaringan lemaK, sehingga menyebabkan keracunan. Karena itu Insektisida golongan ini dilarang atau tidak digunakan lagi. Gejala-gejala keracunan: - muntah-muntah, pusing, diarhae. - kejang-kejang, oedema paru-paru. - pernafasan mula-mula cepat, lalu terjadi depresi pernafasan, lalu koma. Organophosphoric Insecticides. Belakangan ini Insektisida golongan ini banyak dipakai dalam bidang pertanian. Beberapa contoh: Malathion,Parathion, Diazinon,Dichlorvos, Abate. Insektisida golongan ini diserap melalui saluran pernafasan,lambung, usus, kulit dan selaput lendir. Gejala keracunan: mengeluarkan keringat dan air liur berlebihan, muntah, diarhae kejang-kejang dan pandangan kabur, lalu koma.

75  Carbamate Insecticides. Beberapa Insektisida golongan ini, yaitu: Propoxur, Aldikarb (=Temik), Carbaryl (=Sevin), Sarin. Gejala keracunan: -banyak mengeluarkan liur, muntah, kejang perut, diarhae, sakit didada, pupil mata mengecil, kejang-kejang, paralisa, depresi pusat pernafasan, koma, kematian. Golongan ini seringkali disalahgunakan untuk tujuan bunuh diri atau pembunuhan. Karena itu pemerintah memperketat pengawasan terhadap peredaran dan pemakaian Insektida. Maka dikeluarkan Peraturan Menteri Pertanian No. 429 tahun 1973, yang isinya : - Insektisida yang hendak diedarkan harus didaftarkan ke Dept. Pertanian untuk diselidiki. - Hanya Insektisida yang telah terdaftar dan disetujui oleh Menteri Pertanian yang boleh disimpan, diedarkan dan digunakan oleh masyarakat,sesuai dengan izin yang telah dikeluarkan.

76 - Insektisida harusa diberi label dalam bahasa Indonesia, untuk menerangkan isi, khasiat, efek samping dari Insektisida tersebut. Insektisida Sering dipakai untuk bunuh diri, karena : 1. Mudah diperoleh dimana-mana. 2. Harganya terjangkau oleh masyarakat, dan dapat dibel;I dengan bebas. 3. Mengandung zat yang sangat toksis yang dapat membunuh dengan cepat. 4. Sudah secara umum diketahui mengenai pengaruh Insektisida yang dapat menyebabkan kematian apabila diminum(akibat pemberitaan dimedia massa secara jelas).

77 ILMU SEROLOGI FORENSIK. Salah satu Ilmu pengetahuan yang digunakan untuk membantu dalam bidang Forensik adalah ILMU SEROLOGI FORENSIK. Ilmu ini berhubungan dengan Darah. Istilah Serologi digunakan untuk menerangkan mengenai percobaan-percobaan laboratorium meng – gunakan reaksi-reaksi spesifik antigen-antibodi yang terdapat dalam darah. Seorang ahli Serologi Forensik melakukan deteksi dan identifikasi berbagai karakteristik darah, dan berusaha untuk menghubungkan bercak darah yang ditemukan di TKP dengan individu tertentu. Pada tahun 1901 Karl Landsteiner untuk pertama kalinya menemukan adanya tipe-tipe atau grup-grup darah tertentu pada manusia. Ia menemukan suatu sistim klasifikasi darah yang disebut Sistim A-B-O, yang hingga kini masih merupakan sistim klasifikasi darah terpenting. Sekarang ahli-ahli Serologi lainnya telah menemukan lebih dari 100 faktor darah dengan karakteristik yang berbeda.

78 Aspek yang menarik dari penemuan faktor-faktor darah ini bagi Ilmu Forensik adalah: bahwa tidak ada dua individu, kecuali kembar yang identik (yang berasal dari satu sel telur), dapat diharapkan mempunyai kombinasi faktor-faktor darah yang sama. Dengan kata lain faktor darah dikontrol secara genetik dan mempunyai potensi yang besar dalam mengidentifikasi pribadi seseorang (=personal identification). Yang membuat observasi ini sangat relevan dalam bidang Forensik, adalah seringkali ditemukannya “bercak darah” di TKP pada kejahatan yang berupa pembunuhan, penyerangan dan pemerkosaan. Bila terjadi suatu kasus kejahatan/kecelakaan, maka si penyidik harus melakukan pemeriksaan di TKP, yang merupakan Crime scene atau Accident scene. Si penyidik dibantu oleh ahli Forensik (Dokter Forensik,Ahli Serologi Forensik, Ahli kimia Forensik) melakukan pemeriksaan terhadap korban, serta keadaan disekitar TKP.

79 Tujuan pemeriksan oleh penyidik adalah untuk : 1. memperkirakan saat kematian. 2. memperkirakan cara kematian. 3. menemukan barang bukti yang berhubungan dengan kejahatan. Salah satu jenis barang bukti penting yang dapat digunakan untuk membantu penyidik memecahkan suatu perkara adalah bercak darah yang ditemukan di TKP. Kesulitan yang dialami oleh penyidik dalam pemeriksaan darah adalah karena biasanya barang bukti berupa darah sudah dalam keadaan kering. Dengan mengeringnya darah, maka bebrapa faktor darah yang khas akan rusak. Dan bila bercak darah sudah lama, maka kerusakan faktor darah akan makin banyak, sehingga sulit untuk memeriksanya. Apabila darah masih segar dan berwarna merah, maka dapat segera diperiksa di laboratorium untuk menentukan adanya sel-sel darah merah.dan juga dapat ditentukan asal darah tersebut (dari manusia atau hewan).

80 Karakterisasi Forensik dari Bercak Darah. Dalam memeriksa bercak kering yang diduga darah, maka si penyidik harus menentukan : - Apakah bercak tersebut memang darah? - Dari spesies apa asal darah tersebut? - Bila darah tersebut berasal dari manusia, hingga sejauh mana darah tersebut dapat dikaitkan dengan individu tertentu. Pemeriksaan bercak kering yang diduga darah,dilakukan dalam beberapa tahap,yaitu : 1. Test Warna Pendahuluan (=Persumptive Chemical Test). Test ini berdasarkan pengamatan bahwa semua darah (sel darah merah)mengandung enzim peroksidase.Dengan adanya enzim ini, maka darah akan memberikan warna hijau bila direaksikan dengan larutan benzidine, dan memberikan warna merah muda bila direaksikan dengan fenolftalein. Jadi bila hasil test ini positif, maka kemungkinan bercak yang di temukan di TKP adalah Darah (tetapi air liur, keringat,urine juga positif).Bila hasil negatip maka bercak bukan darah.

81 2. Test Luminol. Dengan menyemprotkan pereaksi luminol pada daerah yang ada bercaknya, maka akan terjadi emisi cahaya (=luminasi) apabila bercak adalah Darah. Jadi pembuktian disini hanya dipastikan bahwa bercak adalah Darah, akan tetapi belum dapat diketahui darah tersebut berasal dari manusia atau hewan. 3. Test adanya protein manusia (=Precipitin Test). Test ini dilakukan berdasarkan kenyataan bahwa hewan (umum nya kelinci) bila disuntikkan dengan protein darah manusia, maka kelinci akan membentuk zat antibodi yang akan bereaksi dengan darah manusia tadi. Zat antibodi yang terbentuk diisolasi, dan bila zat antibodi tersebut dicampur dengan protein darah manusia akan terjadi penggumpalan (=presipitasi). Demikian juga bila proses ini dilakukan terhadap darah hewan lainnya. Jadi dapat dibuat zat-zat antibodi terhadap berbagai jenis hewan. Test Precipitin ini sangat sensitif, dan hanya memerlukan sejumlah kecil darah saja untuk pemeriksaan.

82

83 Bercak darah manusia yang telah kering selama 10 – 15 tahun, masih mungkin memberikan hasil yang positif dengan test ini. Malahan ekstrakt jaringan dari mummies yang berusia tahun memberikan reaksi yang positif. Setelah ditentukan bahw bercak darah berasal dari manusia, maka dilakukan penelitian oleh penyidik untuk menghubungkan bercak darah tersbut dengan individu tertentu. Selama ini untuk keperluan penyidikan lebih lanjut, bercak darah yang telah dipastikan berasal dari manusia biasanya ditentukan Golongan atau Tipe darahnya menurut Sistim Rhesus (=Rh), MN dan yang paling mutakhir dengan sistim DNA. Tehnik-tehnik ini cukup sensitif untuk penggolongan darah dalam jumlah yang sedikit sekali, dan juga bercak yang berumur 11 tahun masih dapat ditentukan golongannya dengan sistim ini. Pemeriksaan Golongan/Tipe darah juga dapat digunakan dalam kasus-kasus Disputed Paternity (=diperdebatkannya kedudukan sebagai bapak) yang biasanya akan diajukan tuntutan pada sidang perdata.

84 Golongan darah pada manusia diturunkan dari bapak dan ibunya kepada anaknya dengan mengikuti Hukum Heredity dari Mendel. Jadi tidak ada antigen Golongan darah yang akan muncul didalam darah seorang anak,kecuali golongan tersebut sekurang-kurang nya terdapat pada salah satu orang tuanya. Apabila dalam kasus Disputed Paternity dapat dibuktikan adanya hubungan antara orang tua dan anaknya dengan menggunakan sistim-sistim antigen darah A-B-O, Rh, MN dan DNA, maka kasus kasus tersebut dapat diselesaikan. POLA-POLA BERCAK DARAH. Penyidik tidak boleh melupakan fakta bahwa lokasi, distribusi/ penyebaran bercak-bercak dari di TKP dapat berguna untuk merekonstruksi dan menginterpretasi kejadian yang mungkin terjadi, yang menyebabkan adanya bercak darah tersebut. Analisa secara menyeluruh mengenai arti dari posisi dan bentuk suatu pola bercak darah di TKP sangat kompleks dan memerlukan seorang penyidik yang ahli dan berpengalaman.

85 Beberapa pengamatan dan kesimpulan yang dilakukan oleh Herbert L. Mac.Donell mempunyai implikasi yang penting bagi penyidik yang hendak memeriksa arah, jarak jatuh dan sudut impact dari bercak darah di TKP. Kesimpulan yang ia dapatkan : 1. Apabila setetes darah mengenai suatu permukaan yang keras dan licin, maka darah akan pecah sewaktu bertumbukan dengan permukaan dan membentuk tetesan-tetesan kecil. Makin keras keras dan makin kurang licin permukaan benda, maka makin sedikit tetesan-tetesan pecahan darah yang terbentuk. 2. Arah berjalan/mengalirnya tetesan-tetesan darah searah dgn arah berjalannya tetesan awal.Ujung yang runcing dari bercak tetesan menunjukkan arah belakang dari asal atau sumber darah tersebut. Dan menghadap arah berjalannya darah. 3. Dapat ditentukannya sudut bertumbukan darah pada per – mukaan datar dengan mengukur derajat distorsi sirkuler dari bercak. Setetes darah yang membentur permukaan dari

86

87

88 sudut sebelah kanan akan memberikan bercak yang bentuknya hampir bulat. Dengan berkurangnya sudut benturan, maka bercak akan makin memanjang. 4.Asal pecahan bercak darah (=blood splatter) dapat ditentukan dengan menggambar garis-garis lurus sepanjang sumbu beberapa tetesan bercak darah yang ditemukan di TKP. Intersection (=titik temu) garis-garis tersebut menunjukkan titik dimana darah pecah (asal mula darah). PENYIMPANAN DAN PENGAMANAN BARANG BUKTI BERCAK DARAH. Sebelum barang bukti berupa bercak darah dikumpulkan, sebaik nya bercak-bercak darah tersebut difoto dari jarak dekat, dan lokasi bercak relatif terhadap seluruh TKP dicatat dan digambar. Posisi dan bentuk dari bercak darah akan sangat berarti untuk rekonstruksi gerakan-gerakan individu yang terlibat. Setelah tahap ini selesai barulah penyidik mengumpulkan barang bukti berupa bahan biologis(misal darah) dan cairan badan. Pada pengumpulan bahan-bahan ini sebaiknya penyidik meng -

89 gunakan sarung tangan latex,agar barang bukti maupun dirinya tidak terkontaminasi kuman. Darah mempunyai nilai yang tinggi sebagai barang bukti, karena itu semua barang-barang yang diduga disentuh oleh atau korban (misalnya pakaian,sapu tangan, serbet dan lain-lain) sebaiknya diperiksa terhadap adanya darah. Darah yang masih segar dimasukkan kedalam tabung kaca, sedang kan darah yang sudah mengering dikerik dengan pisau dan di – masukkan kedalam kantung kertas yang bersih. Jangan menggunakan kemasan wadah plastik yang kedap udara, tapi sebaiknya dengan kantung kertas dengan ventilasi yang baik. D.N.A. (= DEOXYRIBO NUCLEIC ACID). Adalah suatu Ilmu pengetahuan baru dibidang Forensik. Manusia mempunyai triliunan sel, dan setiap sel pada tubuh manusia mengandung 23 pasang benang-benang khromosom yang didalamnya mengandung molekul-molekul D.N.A. D.N.A. adalah suatu materi genetik (=sifat keturunan) yang ter dapat didalam setiap sel dari mahluk hidup, dan merupakan

90 pembawa sifat keturunan yang mempunyai keunikan bagi setiap individu (kecuali kembar identik). Molekul-molekul D.N.A. ini dirancang untuk melaksanakan fungsi fungsi tubuh tertentu, dan mengontrol sifat-sifat genetik dari manusia. Mulai dari warna rambut, kulit, mata, hingga kerentanan terhadap penyakit. Pada tahun 1985 ditemukan bahwa bagian struktur D.N.A. dari gen-gen tertentu mempunyai keunikan atau karakteristik ter – sendiri pada masing-masing orang.Seperti sidik jari seseorang. Dengan demikian dikatakan bahwa D.N.A. adalah sidik jari genetik kita. Proses untuk mengisolasi dan membaca struktur D.N.A. ini disebut D.N.A. finger printing,dan tehnik baru ini disebut D.N.A. typing. Penemuan ini menarik perhatian dunia Forensik, karena sudah sejak lama ahli Forensik ingin dapat menghubungkan barang bukti berupa bahan biologis (misal darah, semen, rambut dan jaringan) yang ditemukan di TKP dengan individu tertentu secara tepat.

91

92 Didalam kasus-kasus kriminal, D.N.A. dapat ditarik dari sampel darah, semen, air liur, kulit atau rambut yang ditemukan di TKP. Kemudian dibandingkan dengan D.N.A. yang diambil dari se – seorang tersangka untuk memastikan apakah cocok atau tidak. D.N.A. typing telah menjadi pemeriksaan rutin dibeberapa laboratorium di Amerika Serikat, dan D.N.A. juga telah diterima sebagai barang bukti yang dapat dipercaya.

93 Sebelumnya, kita akan membahas terlebih dahulu mengenai senjata api. ** Senjata api dibagi menjadi 2 jenis, yaitu : 1. Senjata api yang berlaras panjang (senapan, rifle, gun). 2. Senjata api berlaras pendek (revolver, pistol). Laras (=barrel) dari senjata api dibuat dari batangan baja yang dilubangi tengahnya dengan menggunakan alat bor. Tanda- tanda mikroskopis bekas pengeboran yang tertinggal secara tak teratur(=random) pada permukaan sebelah dalam dari laras, bersifat tidak normal dan memberikan suatu keunikan pada masing-masing laras senjata api. Laras dapat dibedakan menjadi: a. Laras licin. b. Laras beralur. Laras senjata dibuat beralur berbentuk spiral dengan proses yang disebut “rifling”, dengan menggunakan suatu alat pemotong (=Broach cutter).

94  SENJATA API (=FIRE ARMS) Frekuensi yang tinggi dari kasus-kasus kejahatan dengan meng- gunakan senjata api pada dekade terakhir ini menyebabkan bidang Ilmu yang berhubungan dengan identifikasi senjata api meluas hingga tidak saja meliputi identifikasi peluru, tapi juga meliputi : - Pengetahuan mengenai pengoperasian semua tipe senjata. - Restorasi nomor-nomor seri senjata api yang telah dihapus atau dicoret. - Deteksi dan karakterisasi residu (=sisa) bahan mesiu pada pakaian, sekitar luka atau pada tangan seseorang. - Memperkirakan jarak antara lubang laras senjata dengan sasaran. Semua ini tercakup dalam ILMU BALISTIK. Disini kita akan lebih menekankan pada identifikasi dan mem- bandingkan peluru yang akan digunakan sebagai barang bukti dalam suatu perkara dipengadilan.

95 Alur-alur berbentuk spiral yang terbentuk pada proses ini mem- punyai arah dan derajat berputar tertentu. Alur-alur tersebut di- namakan “grooves”. Dan permukaan sebelah dalam dari laras yang tertinggal setelah mengalami proses “rifling”, dan terletak diantara alur-alur (=grooves), disebut daratan-daratan atau “lands”. Diameter laras senjata diukur antara dua buah lands yang ber- hadapan, dan dikenal sebagai “Kaliber “ dari senjata. Dinyatakan dalam per seratus inchi atau milimeter. Misalnya: kaliber.22,.33, dan 9 mm. Diameter dari laras shotgun dinyatakan dengan sebutan “Gauge”. Setiap produsen senjata api akan memilih salah satu proses yang cocok untuk memenuhi standard-standard produksi.Dengan demikian ciri-ciri khas dari kelas senjata akan tetap konsisten bagi setiap pabrik senjata api.

96

97 Masing-masing akan mempunyai jumlah Lands dan Grooves yang sama, dan dengan lebar dan arah berputar yang kira-kira sama. Misalnya: - Revolver Smith & Wesson kaliber 32: mempunyai 5 lands dan 5 grooves yang berputar kearah kanan. - Revolver Colt kaliber 32 : mempunyai 6 lands dan 6 grooves yang berputar kearah kiri. Walaupun karakteristik-karakteristik kelas senjata mempunyai arti yang penting bagi seorang penyidik untuk menentukan tipe atau nama paten dari senjata yasng digunakan, akan tetapi tidak dapat menunjukkan individu dari satu laras senjata api tertentu. Bila peluru yang ditembakkan bergerak melalui laras, maka ia akan menempel pada alur (=grooves); dan alur-alur ini akan menuntun dan membuat peluru bergerak memutar (=spin) dengan cepat. Peluru yang bergerak dengan berputar akan mengenai sasaran dengan arah yang lurus dan tepat.

98 Bila kita memotong suatu laras senjata api menurut arah panjang nya, maka bila kita periksa dengan teliti akan tampak garis-garis yang sangat halus pada permukaan dalam dari laras. Garis-garis yang sangat halus ini disebut “striation markings”, dan ada yang memanjang hingga melalui lands dan grooves. Striation markings ini tercetak kedalam logam dari laras akibat ketidak sempurnaan bentuk permukaan alat pemotong (=broach cutter) yang digunakan pada waktu proses rifling. Distribusi secara sembarangan (=random) dan ketidak teraturan dari tanda-tanda ini tidak mungkin ditiru secara sama pada dua laras. Jadi tidak ada dua buah laras senjata api, walaupun diproduksi secara berurutan dipabrik, dapat mempunyai striation markings yang identik. Striation markings ini merupakan karakteristik individual dari suatu laras senjata. Dan dapat dianggap sebagai “sidik jari” dari senjata. Kalau shotgun (senjata untuk berburu) mempunyai laras licin.

99

100 Kita membedakan dua macam peluru : 1. Bullets. 2. Pellets (=gotri) Bullet dapat dibagi dalam bagian-bagian pentingnya, yaitu : a. anak peluru (dari timah hitam) b. mesiu (nitrosellulose) c. kelongsong Ukuran garis tengah (=diameter) dari anak peluru dinamakan “Kaliber” dan dinyatakan dalam seperseratus inchi (.22,.38) atau milimeter ( 9 mm, 12,7 mm). Bila di TKP ditemukan anak peluru, maka mula-mula kita dapat menentukan jenis atau merek, dan kaliber dari senjata api yang digunakan, dengan menentukan :

101 1. Ukuran garis tengahnya (=diameter) anak peluru. 2. Pasangan lands dan grooves, yaitu : - jumlahnya (antara 4 dan 7). - arahnya (kekiri atau kekanan). - sudut yang dibuat oleh lands dan grooves dengan garis horisontal. Apabila sebuah peluru ditembakkan melalui laras yang beralur, maka pada permukaan peluru akan tercetak tanda-tanda (=markings) yang sama dengan yang terdapat pada permukaan dalam dari laras. Karena tidak ada cara yang praktis untuk membandingkan secara langsung markings pada peluru yang ditembakkan, dengan markings pada permukaan dalam laras, maka perlu didapatkan peluru pem – banding yang diuji-tembakkan dengan menggunakan senjata yang dicurigai. Jadi tanda-tanda (=markings) dapat direproduksi didalam suatu test penembakan peluru untuk mendapat peluru pembanding yang jelas. Dengan demikian, apabila sebuah peluru yang ditemukan TKP di – bandingkan dengan peluru lain yang diuji-tembakkan dengan meng-

102 gunakan senjata yang dicurigai digunakan dalam suatu kejahatan, dan ternyata mempunyai markings yang identik (garis-garis halus yang melewati lands dan grooves akan sama), maka dapat dipasti- kan bahwa senjata tersebut memang benar digunakan dalam tindak kejahatan tersebut. Alat yang digunakan untuk membandingkan kedua peluru tersebut dinamakan “Comparison Microscope”. Jadi perluru dapat digunakan sebagai barang bukti, dan dapat membantu dalam pemutusan suatu perkara dipengadilan. Berbeda dengan rifle, maka shotgun mempunyai laras yang licin (tak beralur), sehingga projektil-projektil (=pellets) yang melalui laras shotgun tidak akan mempunyai markings yang khas pada permukaannya.Jadi tidak dapat digunakan untuk melacak kembali peluru kepada senjatanya. Selain anak peluru, maka kelongsong peluru juga dapat digunakan sebagai barang bukti, dengan membandingkannya dengan kelongsong hasil uji-tembak dengan menggunakan senjata yang dicurigai.Ketika peluru melewati laras senjata, maka pada bagian belakang kelongsong aakan tercetak markings akibat kontak dengan mekanisme pengisi dan pemicu senjata.Tanda ini dpt direproduksi.

103

104

105

106 LUKA TEMBAKAN SENJATA API. Bila terjadi suatu tembakan, maka dari laras senjata api akan keluar: 1. Anak Peluru. 2. Mesiu yang tidak terbakar. 3. Mesiu yang setengah terbakar 4. Api yang menimbulkan suatu daerah terbakar. Ad.1. ANAK PELURU. Anak peluru dapat mencapai jarak yang jauh. Dan bila mengenai kulit seseorang maka anak peluru menyebabkan terjadinya : a. Lubang luka. Pada kulit jangat lubang luka berukuran lebih kecil daripada kaliber anak peluru, karena kulit jangat bersifat elastis. b. Kelim lecet (=kelim memar, kontusi). Pada kulit ari lubang luka sesuai dengan kaliber anak peluru, karena kulit ari tidak elastis. Kulit akan hilang, sedangkan kulit jangat masih ada.Dan tampak luka lecet berbentuk cincin(dengan lubang luka didalam) dan disebut Kelim lecet.

107 Ad.2. MESIU YANG TIDAK TERBAKAR. Pada waktu dilakukan penembakan, bahan mesiu didorong keluar kearah sasaran oleh gas-gas yang mengembang, yang terbentuk akibat pembakaran mesiu (nitrosellulose) didalam peluru. Karena pembakaran berlangsung dalam waktu yang singkat saja, maka masih ada sisa mesiu yang tidak terbakar. Butir-butir mesiu panas ini akan mengenai kulit dan mem – bentuk luka-luka kecil seolah dirajar (=tattoo). Daerah yang terkena butir-butir mesiu ini dinamakan Kelim cacat (=Kelim tattoo). Kelim ini terjadi apabila jarak tembak maksimal 1 meter. Ad.3. MESIU YANG SETENGAH TERBAKAR (=jelaga,arang). Mesiu yang setengah terbakar akan menjadi jelaga dan menempel pada kulit. Dan dareah pada kulit yang menjadi hitam disebut Kelim jelaga. Kelim ini akan terdapat bila jarak tembak maksimal 45 cm.

108 Ad.4. API. Pada suatu tembakan dikeluarkan api dari laras yang dapat membakar kulit. Hal ini tampak jelas pada daerah yang di- tumbuhi rambut. Semburan api ini terdapat pada jarak tembak maksimal 7,5 cm. Distribusi butir-butir mesiu dan sisa pembakaran disekitar lubang peluru dapat menunjukkan jarak senjata ditembakkan. Jarak yang tepat dimana senjata ditembakkan dapat ditentukan dengan mem – bandingkan pola residu mesiu yang terdapat pada pakaian atau kulit korban, dengan pola yang dihasilkan bila senjata yang dicurigai di – uji-tembakkan pada jarak yang berbeda-beda dengan menggunakan tipe mesiu yang sama. Senjata yang ditembakkan dari jarak lebih dari 1 meter dari sasaran, biasanya tidak akan menampakkan residu mesiu pada permukaan sasaran.Yang hanya terlihat untuk menunjukkan adanya lubang peluru adalah cincin hitam yang disebut Bullet wipe disekeliling lubang masuk peluru.

109 Luka Tembak terdiri dari 2 macam, yaitu : I. Luka tembak-masuk. II. Luka tembak-keluar. Ad.I. Luka tembak-masuk, dapat dibagi menjadi : 1. Yang mengenai kulit dengan arah tegak lurus, a. Dengan jarak dekat sekali (=close shot). Disini terlihat adanya: - lubang luka - kelim lecet. - kelim cacat (=kelim tattoo). - kelim jelaga. - daerah terbakar. b. Dengan jarak dekat (=near shot). Disini terlihat adanya : - lubang luka. - kelim lecet. - kelim cacat (=kelim tattoo). - kelim jelaga. c. Dengan jarak jauh. Disini hanya tampak : - lubang luka - kelim lecet.

110 2. Yang mengenai kulit dengan arah miring =tangensial). Disini tampak kelim lecet yang berbentuk seperti sayap karena anak peluru menggesek kulit dahulu sebelum masuk kedalamnya. 3. Yang memantul (=Richocet luar). Anak peluru mengenai sasaran lain terlebih dahulu, lalu me- mantul dan baru mengenai tubuh korban. Anak peluru sudah berubah bentuk (peyot), dan masuk ketubuh dengan posisi melintang atau miring. 4. Yang menempel (=Contact shot). Biasanya jenis tembakan ini adalah akibat bunuh diri, sehingga lokasinya tertentu( di pelipis,dahi, leher, dalam mulut,dada kiri). Pada kulit anak tampak: - lubang luka bakar bentuk cincin. - kelim lecet.

111 Ad.II. Luka tembak-keluar,dapat dibedakan beberapa bentuk : 1. Bila anak peluru tidak membentur tulang,maka lukanya menyerupai bintang, tanpa kelim lecet. 2. Bila tenaga peluru sudah hampir habis, maka luka berupa suatu celah.Dan anak pelurunya biasanya ditemukan dekat korban. 3. Bila anak peluru membetur tulang, maka peluru akan berubah bentuknya, dan lubang luka akan sesuai dengan bentuk peluru. Penembakan suatu senjata api akan mendorong residu mesiu kearah sasaran, dan juga tangan si penembak biasanya akan terciprat residu mesiu, yang berupa hasil pembakaran nitrosellulose tidak sempurna. Untuk penyidikan biasanya dibuat ”Paraffin Gloves” dari tangan si – penembak.Bila kemudian gloves ini direaksikan dengan larutan Fenilamin, akan memberikan warna biru, bila memang ada serbuk mesiu pada tangan orang tersebut. Pemeriksaan dengan Paraffin gloves dilakukan terhadap: - tangan seorang tersangka. - tangan korban yang diduga bunuh diri.

112


Download ppt "Pengajar: Dra. Mariam Fadriah.  Pendahuluan Kasus Kejahatan Bila penjahatnya tak ditangkap & dihukum  masyarakat gelisah Bila penjahatnya dihukum tanpa."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google