Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

 Merupakan tahap proses pembelajaran untuk penerapan keterampilan dengan cara pembelajaran pasien langsung dalam kerangka kegawatdaruratan pasien medik/bedah.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: " Merupakan tahap proses pembelajaran untuk penerapan keterampilan dengan cara pembelajaran pasien langsung dalam kerangka kegawatdaruratan pasien medik/bedah."— Transcript presentasi:

1

2  Merupakan tahap proses pembelajaran untuk penerapan keterampilan dengan cara pembelajaran pasien langsung dalam kerangka kegawatdaruratan pasien medik/bedah.  Melalui modul ini, mahasiswa harus memiliki kompetensi sampai derajat 2 sesuai dengan yang tercantum dalam KBK FKUI 2005 terkait masalah kegawatdaruratan.

3 1.Keterampilan dalam basic life support, termasuk diagnosis dan penatalaksanaan syok, dan keterampilan prosedural dasar yang terkait 2.Identifikasi dan penatalaksanaan berbagai masalah akut yang paling sering ditemui 3.Penilaian pasien dengan kondisi yang belum jelas (undifferentiated patient)

4 Mahasiswa mampu mengenali, mengevaluasi, stabilisasi, terapi, dan disposisi pasien yang mengalami kondisi kegawatdaruratan di pelayanan kesehatan strata pertama dengan mempertimbangkan aspek etik, hukum, moral, dan empati.

5 1.Menerapkan komunikasi efektif dalam menginterpretasi dan mengevaluasi riwayat dan gejala pada pasien 2.Melaksanakan penilaian awal dan pengambilan langkah yang diperlukan untuk stabilisasi dan penatalaksanaan pasien 3.Mempertimbangkan faktor-faktor yang mungkin memengaruhi penatalaksanaan pasien seperti usia, gender, suku, hambatan bahasa, sosio- ekonomi, penyakit penyerta, dll.

6 4. Memahami dan menerapkan prinsip-prinsip profesionalisme, etik dan konsep hukum yang terkait dengan penatalaksanaan pasien. 5. Memilih dan melaksanakan pemeriksaan diagnosis yang sesuai (radiologi, EKG, laboratorium, dll) dan menginterpretasikan hasilnya. 6. Menegakkan diagnosis dan diagnosis banding berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.

7 7.Melaksanakan berbagai tindakan prosedural untuk terapi, terapi non-farmakologis lainnya serta konseling 8.Memilih terapi farmakologis yang sesuai dengan mempertimbangkan aspek farmakokinetik, interaksi obat dan efek samping 9.Melaksanakan evaluasi dan re-evaluasi terhadap efektivitas penatalaksanaan pasien

8 10.Bekerjasama dalam tim dengan para dokter dan tenaga kesehatan lainnya dalam melakukan evaluasi dan penatalaksanaan pasien, 11.Menerapkan data-data epidemiologis pada pasien-pasien dengan risiko; memberikan edukasi pada pasien; menyarankan tindakan yang sesuai untuk pencegahan penyakit maupun trauma. 12.Mendokumentasikan data-data kesehatan pasien secara ringkas dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. 13.Menerapkan prioritas pasien pada situasi kegawatdaruratan dengan jumlah pasien yang cukup banyak dalam rangka memberikan pelayanan yang optimal

9 Mahasiswa yang dapat mengikuti modul praktik klinik emergency medicine adalah mahasiswa yang telah lulus pendidikan dokter tahap I (general education), tahap II (medical sciences), serta telah menyelesaikan Modul Foundation of Clinical Practice dan mengucapkan janji kepaniteraan.

10  Sasaran Pembelajaran Terminal : Bila mahasiswa dihadapkan pada pasien emergensi medik/bedah, mampu mengelola pasien seutuhnya, mulai dari identifikasi masalah, melakukan pemeriksaan klinis, pemeriksaan penunjang, menetapkan diagnosis/diagnosis banding, sampai tata laksana pasien dengan memperhatikan semua aspek (etika, sosial, ekonomi, agama, dan budaya).

11  Sasaran Pembelajaran Penunjang: Bisa dibaca lebih jelas di BRP/BPSP/BPKM

12  Penurunan dan Perubahan Kesadaran  Perdarahan  Syok  Kejang  Sesak Nafas/ Gagal Nafas  Nyeri Dada  Mual Muntah/ Nyeri Abdomen Akut  Hospital Emergency Response Preparedness

13  Tahap Orientasi : a. Kuliah b. Diskusi Simulasi  Tahap Latihan & Umpan Balik:  Kerja IGD  Ronde IGD/HCU (bedside teaching)  Laporan jaga pagi  Tutorial  Presentasi kasus  Buku catatan mahasiswa (buku log)  Evaluasi formatif didapat mahasiswa pada awal rotasi; di RSCM

14 BentukFrekuensiBobot (%) Pre Test 15 Ujian Tulis Akhir 115 Observasi berkesinambungan (LJP, Bimbingan IGD/Ronde, Diskusi simulasi, kerja IGD, jaga malam, buku log) 130 Presentasi kasus 110 Tutorial 110 Portofolio 130

15 Minggu 1 Matriks Kegiatan Modul Emergency Medicine (RSCM/RSU Persahabatan/RSU Tangerang/RSU Fatmawati) Rotasi 7 : Periode 1 s/d 19 Feb 2010 Waktu SeninSelasa Rabu KamisJumat RSCM RSCM/RS Persahabatan/RSU Fatmawati / RSU Tangerang Pengantar Modul (Ketua Modul/TimPelaksana) K5. Pengantar Radiologi (dr. Marcel Prasetyo., SpRad) Pengarahan (di RS Luar) LJP 1. AnakLJP 2. IPD Pre Test (Tim Pelaksana) K6. Hospital Emergency Response Preparedness (dr. Muchtarudin Mansyur, SpOK, PhD ) Kerja IGD Kerja IGD + R1. Anak Kerja IGD K1. Pemeriksaan Klinis (dr. Arif Marsaban, Sp.An (K)/ dr. Aida Tantri., SpAn) DS1. Bedah (dr. Memet Nataprawira., SpB.KBD / dr. Toar JM Lalisang, SPB(K)BD) K2. Pengantar Kegawatan medis pada Anak (dr. Rismala Dewi, Sp.A) DS2. Anak (dr. Setyo Handryastuti, Sp.AK/ dr. Muzal Kadim., SpA) ISTIRAHAT ISTIRAHAT K3. Pengantar Kegawatan medis pada Dewasa (dr. Ceva Witjaksono., SpPD.KIC) DS 3. IPD (dr. Cosphiadi Irawan., SpPD-KHOM / dr. Ikhwan Rinaldi., SpPD) Tutorial 1. Anak K4. Pengantar Kegawatan Bedah (Dr. Suhartono, Sp.B) Tidak JAGA JAGA Sabtu Jaga (2 shift) Keterangan :T = Tutorial Minggu Jaga (1 shift) K = KuliahLJP = Laporan Jaga Pagi DS = Diskusi SimulasiPK = Presentasi Kasus Awal rotasi 1

16 WaktuSenin SelasaRabuKamisJumat RSCM/RS Persahabatan/RSU Fatmawati / RSU Tangerang LJP. 3. Bedah Pengarahan (di RS Luar) LJP4. AnakLJP 5. IPDLJP 6. Bedah Kerja IGD Kerja IGD + R2. IPD Kerja IGD + R3. Bedah Kerja IGD Kerja IGD + R 4. Anak PK 1. IPDTutorial 2. IPDPK 2. BedahPK 3. Neurologi Tidak Jaga Jaga Minggu 2 Awal rotasi 2

17 Minggu 3 Waktu SeninSelasaRabuKamis Jumat RSCM/RSU Persahabatan/RSU Fatmawati / RSU Tangerang RSCM Pengarahan (di RS Luar) LJP 7. AnakLJP 8. IPDLJP 9. Bedah PK 5. (Anak, Farmasi) dr. Nastiti K, Sp.A/ dr. Erni H. P Kerja IGD Kerja IGD + R5. IPD + ujian Portofolio* Kerja IGD + R6. Bedah + ujian Portofolio* Kerja IGD + ujian Portofolio* PK 6. (Anestesi, Farmakologi) dr. Rudyanto S., SpAn (K)/ Prof. dr. Amir Sjarif., SpFK., SKM UMPAN BALIK MODUL (Tim Pelaksana) Mandiri ISHOMA UJIAN TULIS AKHIR Tutorial 3. Bedah PK 4. Radiologi (dr. Marcel Prasetyo., SpRad) JAGA Sabtu Jaga (2 shift) * Ujian Portofolio dilaksanakan di RSCM Minggu jaga (1 shift) Mahasiswa yang sedang stase di luar RSCM harus sudah kembali ke RSCM pada Kamis minggu ke 3 sebelum jam 13.30, karena harus mengikuti PK Radiologi. Awal rotasi 3

18 Kelompok F 1Kelompok F 2Kelompok F 3 Aurika SinambelaGita MariaRahma Evasari Carolina H. N. SinuratMarcela Yolina S.Ratna Prihartanti Christa PamelaNovi KurniaRuth Grace Aurora Darrel FernandoNovinda HerwirastiSetiady P. Hardjo David Chr. El GahPeter PratamaValenchia Deddy RianggaPuspita A. KatiliWidi Dewanta K. Aji Diah Widowati K.Rachmat DediatYohanes Handoko Yosephin Frisilla

19 Lokasi StaseRotasi 1Rotasi 2Rotasi 3 RSCM F 1 F 2F 3 RSP F 2F 3 F 1 RSU Tangerang F 3 F 1F2

20  Semua kelompok (F1, F2, & F3) akan mengerjakan Preskas IPD, Bedah, dan Anak.  Preskas Radiologi dikerjakan oleh Kelompok F1 Kelompok F2 & F3 Oponen  Preskas Anak;Farmasi dikerjakan oleh Kelompok F2 Kelompok kelompok F1 & F3 Oponen  Preskas Anestesi;Farmakologi dikerjakan oleh Kelompok F3 Kelompok F1 & F2 Oponen  Semua bahan preskas wajib dikumpulkan paling lambat sehari sebelum acara dimulai.

21

22


Download ppt " Merupakan tahap proses pembelajaran untuk penerapan keterampilan dengan cara pembelajaran pasien langsung dalam kerangka kegawatdaruratan pasien medik/bedah."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google