Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SWARA ♥ WARGA MEDIA BULANAN WARGA KELURAHAN JATIPULO – JAKARTA BARAT RABU | 31 Agustus 2011 | No. 020 | Tahun II | 16 halaman h.01 CODI – Community Organizing.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SWARA ♥ WARGA MEDIA BULANAN WARGA KELURAHAN JATIPULO – JAKARTA BARAT RABU | 31 Agustus 2011 | No. 020 | Tahun II | 16 halaman h.01 CODI – Community Organizing."— Transcript presentasi:

1 SWARA ♥ WARGA MEDIA BULANAN WARGA KELURAHAN JATIPULO – JAKARTA BARAT RABU | 31 Agustus 2011 | No. 020 | Tahun II | 16 halaman h.01 CODI – Community Organizing Development Institute, me- rupakan lembaga pengembangan organisasi masyarakat di Thailand. Ada Somsook Boonyabancha dan Nat Viva, tokoh pendiri institusi tsb. yang pernah mengikuti kursus Community-based Housing yang diadakan oleh Parwoto Sugianto dkk, jauh sebelum CODI berdiri. Sedikit banyak kursus CbHD tersebut memberi inspirasi pembentukan CODI yang telah cukup berhasil membangun keberdayaan komunitas di Thailand membangun perumahan swadaya berbasis komunitas ♥ lihat jurnal hal. 07 dan 12 ♥ h Agustus 2011 | No. 020 | Tahun II | 16 hal. SERBANEKA miskin semata-mata sebagai obyek pemba- ngunan, namun sebagai pelaku utama dan juga secara berkelompok sebagai pengambil keputusan.untuk kepentingan bersama dalam komunitas/ kelompok swadaya masyarakat. Kondisi perumahan dan permukiman sebagai indikator dan sarana peningkatan kesejahte- raan masyarakat, terutama di kalangan MBR dan miskin perlu mendapat perhatian dengan pendekatan dan pola yang lebih efektif, yaitu: DEMAND DRIVEN, yakni pendekatan yang bertolak dari sisi kebutuhan atau permintaan (kelompok swadaya masyarakat). Masyara- kat bukan lagi sebagai target, namun inisiator dan penggerak pembangunan ♥ Sumber:: Pertemuan Diskusi dengan Somsook Upaya memberdayakan penduduk miskin menjadi sangat penting untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan penanggulang- an kemiskinan. Dalam upaya ini sangat pen- ting untuk tidak mem-perlakukan penduduk Badan Keswadayaan Masyarakat Jatipulo Mandiri - BKMJM Upaya Percepatan Penanggulangan Kemiskinan SWARA ♥ WARGA Mencapai Masyarakat Mandiri Menuju Masyarakat Madani

2 h Agustus 2011 | No. 020 | Tahun II | 16 hal. PENGANTAR REDAKSISOSIAL-BUDAYA 31 Agustus 2011| No. 020 | Tahun II | 16 hal. h. 15 Ada 4 (empat) macam tabungan bersama sukarela yang sudah menjadi tradisi di Kelu- rahan Jatipulo, terutama masih berjalan di Kampung Tomangpulo (RW 06), yaitu : 1.Tabungan Yatim, tabungan sukarela se- tiap hari minggu, yang ditagih oleh peng- urus RT dalam kotak yatim, dan setiap 4 bulan dikolek oleh pengurus Yatim dari setiap musholla, dan langsung dibagikan kepada anak-anak yatim sebagai santun- an di wilayah layanan masing-masing musholla/masjid; 2.Jumputan prelex, berupa tabungan beras harian yang ditaruh di kaleng susu dan dipasang di pintu/dinding depan rumah, dijemput oleh relawan musholla dan di- jual sebagai raskin kepada warga miskin, hasilnya jadi tabungan untuk pemelihara- an/pembangunan musholla; 3.Tabungan MCK komunal, disediakan ko- tak untuk mengisinya dengan recehan gopek setiap kali selesai menggunakan MCK komunal; dimaksudkan untuk biaya pemeliharaan MCK maupun untuk par- tisipasi pembangunan dan pemeliharaan fasilitas sosial dan lingkungan; 4.Tabungan musholla/masjid, berupa go- pek per hari dalam tabung plastik dari setiap rumah/KK, di wilayah cakupan la- SWARA ♥ WARGA Media Bulanan Kel. Jatipulo, Kec. Palmerah Kota Administrasi Jakarta Barat Pelindung. Penasehat Zainudin – Koord. BKMJM Pemimpin Redaksi Astaja Syawal Wakil Pemimpin Redaksi Sulaeman Sekretaris Redaksi, Sirkulasi, Distribusi Sofia Bendahara Redaksi Suharsih Djumadi Redaktur Eksekutif Heri Susila Redaktur Utama Anita S Arif Redaktur Ismawanto, Kurniawati Reporter Mena, Ika, Agus Gunawan, Nuranto Alamat Redaksi : Gd. Ktr Kelurahan Jatipulo lt. 3 Jl. Turi no.30, Kel. Jatipulo – Jakarta Barat Telp / (Astaja Syawal) / (Heri Susila) (Anita S Arif) Tema Mencapai Masyarakat Mandiri dan Menuju Masyarakat Madani di hal. depan – Daftar isi dan Editorial di hal. 02 – Ekonomi & Bisnis (Warnet & Game Online; Pasar Malam) di hal. 03 dan hal. 04 – Pergerakan (Kesiapan RW 04; Strategi P2K) di hal. 06 & 07 – Ngabuburit (Buka Puasa PNPM Mandiri Pk) di hal. 08 – Paradigma (Penggiat CD; City Wide Upgrading) di hal. 11 & 12 – Pemberdayaan (Survei & Pemetaan Swadaya) di hal. 13 – Pluralisme di hal. 14 – Sosial Budaya (Tabungan Bersama) – Serbaneka: Upaya P2K di hal.16 ♥♥ yanan masing-masing musholla/masjid, disimpan sendiri oleh penabung, dan di-kolek setiap 3 bulan oleh relawan mu-sholla/masjid, dikelola oleh bendahara musholla/masjid sebagai kas untuk pe-meliharaan dan perbaikan. Di RW 06, Musholla Amaliah untuk RT 002, RT 003, RT 004 dan RT 005; Musholla As Sabil untuk RT 006, RT 009, dan RT 010; Musholla Al”Ahadiyat untuk R.T. 011, 012,013, 014. Musholla Mudjitaba untuk RT. 001, RT 007, dan RT 008; dan Masjid AtTawwabin untuk RT 015, RT 016, RT. 017 dan RT 18. Budaya menabung/partisipasi sosial yang su- dah berjalan puluhan tahun ini merupakan suatu potensi yang bisa dikembangkan se- bagai tabungan pembangunan perumahan dan permukiman berbasis komunitas ♥ Sumber : Pengalaman Pribadi – AS Tabungan Bersama Sukarela SWARA ♥ WARGA Daftar Isi Pola Pembangunan Perumahan dan Permu- kiman berbasis Komunitas adalah jawaban paling masuk akal untuk mengejar ketinggalan /backlog perumahan, sekaligus sebagai upaya percepatan penanggulangan kemiskinan di perkotaan. City Wide Upgrading atau Peningkatan Kua- litas Perumahan & Permukiman Skala Perko- taan di Kota Adm. Jakarta Barat merupakan suatu keniscayaan. Diketahui bahwa di wila- yah ini terbanyak area kumuh dan squatter- nya, sehingga (masyarakat setempat) perlu segera mensurvei dan memetakannya. Berangkat dari potensi sosial-budaya-ekono- mi, berupa kebiasaan dan kemampuan me- nabung bersama (lihat hal. 16), dan disertai ada dan cukup berfungsinya BKMJM, maka tidak berlebihan jika beberapa anggota BKM Jatipulo Mandiri, fasilitator PNPM Mandiri untuk Kel. Jatipula, dan relawan yang ber- partisipasi dalam penerbitan media lokal SWARA WARGA, menyatakan percaya diri untuk maju bersama sebagai pionir dalam upaya “Pengembangan Lingkungan Per- mukiman Skala Perkotaan” yang merupa- kan juga upaya percepatan penanggulangan kemiskinan yang pranatanya di tiap lokal (BKM/LKM) sudah cukup siap ♥ E d i t o r i a l Tabungan MCK Komunal Tabungan Musholla/Masjid Jumputan Beras Prelex

3 h Agustus 2011 | No. 020 | Tahun II | 16 hal. PLURALISME KEYAKINANEKONOMI & BISNIS 31 Agustus 2011 | No. 020 | Tahun II | 16 hal. h. 03 diisi dengan kegiatan persiapan pembagian zakat. Malam agak hening dari kegiatan traweh maupun bedug dan takbir lebaran. Setelah adanya pengumuman hasil sidang itsbat oleh pemerintah, bahwa 1 Syawal jatuh pada 31 Agustus, maka pada umumnya mu- sholla dan masjid menunda kegiatan pem- bagian zakat, bedug dan takbir hingga ma- lam Rabu jelang tgl 31 Agustus. Namun, ada juga yang tetap melaksanakan sesuai ke- yakinan bahwa jatuhnya pada 30 Agust, yaitu komunitas Masjid al Karim di RW 05 dan Masjid Taman Ibadah di RW 02. Perbedaan ini dapat diterima dengan baik oleh pada umumnya warga Jatipulo ♥ Sumber : AS Perbedaan pendapat dan keyakinan tentang waktu jatuhnya 1 Syawal 1432 H mewarnai juga Kelurahan Jatipulo. Dalam persiapan, kebanyakan musholla dan masjid berasumsi 1 Syawal pada 30 Agustus, sehingga shalat traweh tak diadakan lagi pada malam tgl 30, Ada lima usaha warung internet dan game on-line di sepanjang area tanggul Kali BKB Kelurahan Jatipulo. Permintaan pasar dari usaha ini ternyata cukup tinggi, terutama diminati oleh anak-anak dan remaja, maupun orang dewasa untuk kebutuhan menerima/ mengirim data/informasi, browsing, chatting, editing naskah/desain grafis, dan printing. Sebagai contoh, MAYER.net, adalah warnet yang mengutamakan game-online sebagai layanan jasanya. Usaha ini berjalan di tahun kedua. Diawali dengan modal sekira 100juta rupiah (20 unit PC, sewa tempat 2 tahun, dll.), tempat ini hampir selalu penuh, bahkan ada yang perlu menunggu giliran. Penataan meja dan ruang di warnet ini didesain untuk posisi lesehan atau melantai. Dikenakan tarif on-line 2000 rupiah/jam. Rupanya penyediaan ruang bermain di dunia nyata yang semakin terbatas dan minim membuat permainan di dunia maya menjadi alternatif yang cukup bahkan sangat meng- asyikkan… Hati-hati kecanduan ! ♥ Sumber:: Kunjungan dan Wawancara – ASA SWARA ♥ WARGA Perbedaan Waktu untuk 1 Syawal 1432 H Warung Internet dan Game Online

4 h Agustus 2011 | No. 020 | Tahun II | 16 hal. EKONOMI & BISNISPEMBERDAYAAN 31 Agustus 2011 | No. 020 | Tahun II | 16 hal. h. 13 atau memang asli betawi. Dagangan keba- nyakan berupa pakaian, perlengkapan rumah tangga, dan di sana-sini masih terdapat ja- janan untuk buka puasa dan sahur ♥ Sumber: Jurnal Foto – ASA SWARA ♥ WARGA Suasana sabtu sore dan malam minggu je- lang hari lebaran (H-4) ini masih cukup ramai. Pihak pedagang terlihat lebih lunak dengan tawaran harga para pembali… maklum, cuci gudang… Para pengunjung/pembeli adalah warga yang belum mudik dan warga yang memang tidak perlu mudik karena sebagian besar keluarga sudah domisili di Jabodetabek Kegiatan ini pun terdiri dari beberapa tahap- an, yaitu penyediaan peta dasar, pengecekan dan pendataan di lapangan, verifikasi data dengan sumber lain yang sudah ada, lalu menyusun sistem informasi berupa peta tematik sosial, ekonomi dan fisik lingkungan permukiman. ♥ Sumber : Pengalaman Komunitas - AS Sep-Okt 2009 Sebagai urutan ke-4 dalam siklus pembel- ajaran pemberdayaan masyarakat, kegiatan survei dan pemetaan masalah merupakan tahap yang paling menentukan dalam mem- bangun kohesivitas dan integritas komunitas. Survei dan Pemetaan SwadayaPasar Malam Jelang Hari Raya Lebaran

5 h Agustus 2011 | No. 020 | Tahun II | 16 hal. STRATEGISOSIAL BUDAYA 31 Agustus 2011 | No. 020 | Tahun II | 16 hal. h. 05 Mencapai kepastian bermukim dan pening- katan kualitas permukiman komunitas ma- syarakat miskin dengan skala perkotaan da- pat dicapai melalui pendekatan berbasis ma- syarakat dan kerjasama pelaku pembangun- an perkotaan. Mengambil pelajaran dari sukses CODI da- lam City Wide Uprading di Thailand, BKMJM perlu berinisiatif mengajak/usulkan kepada Korkot PNPM Mandiri Perkotaan – Jakarta Barat untuk mengkoordinir fasilitatornya di setiap BKM/LKM di Jakarta Barat, disamping itu mensosialisasikan ke Pemda, dan pihak lainnya untuk bersama-sama seluruh warga mulai dari tingkat RT atau KSM melakukan survei dan pemetaan swadaya, dan seterus- nya hingga dapat menemukan dan melaksa- nakan solusi pengembangan permukiman di seluruh wilayah Kota Adm. Jakarta Barat. ♥ Sumber/Inspirasi : CODI Presentation 2011 SWARA ♥ WARGA CITY WIDE UPGRADING – Pengembangan Permukiman Skala Perkotaan Kota Administrasi Jakarta Barat sebagai Pionir…? Kenapa Tidak ? restoran waralaba dimana dia bekerja tetap buka, dan tetap bekerja menjadi suatu pilihan yang cukup oke bagi Wawan yang belum berkeluarga ini ♥ Sumber: Jurnal Foto dan Wawancara – ASA Terasa agak lengang dari biasanya. Suasana di gang-gang sempit diwarnai jendela-pintu tertutup dan tergembok, serta kekosongan dari kumpulan anak yang biasa bermain. Se- bagian rumah sudah dicat lagi dengan warna- warna ceria. Diperkirakan ada 40% warga yang mudik. Waktu keberangkatan keluar Jakarta sangat beragam. Mulai dari H-10, ada yang be- rangkat setelah shalat Id, bahkan ada yang berangkat pada H+1 atau H+2. Contoh, di kediaman Ibu Suharsih Djumadi, anak-anak kos yang menempati 5 kamar di lantai atas, pada mudik pada jumat malam dan sabtu pagi atau 4 – 5 hari sebelum lebaran. Ibu kos sendiri mudik setelah shalat Id, dan anak ibu kos tidak mudik. Maklumlah, Suasana Kampung Kota Jelang Lebaran

6 h Agustus 2011 | No. 020 | Tahun II | 16 hal. KOMUNITASINFO WILAYAH 31 Agustus 2011 | No. 020 | Tahun II | 16 hal. h. 11 dalam pembangunan perumahan berbasis komunitas, bukanlah profesi, melainkan fung- si. Dan berbagai profesi, seperti arsitek, an- tropolog, sosiolog, ekonom, ahli hukum dll. bisa dan dibutuhkan keberadaannya. Diharapkan pertemuan ini menjadi awal bagi pembangunan kembali sikap dalam meman- faatkan peluang-peluang bagi pembangunan perumahan berbasis komunitas ♥ Sumber : Catatan Kegiatan – ASA -13 Agust 2011 Pada pertemuan di Bandung 13 Agust 2011 ini, hadir para penggiat pengembangan peru- mahan berbasis komunitas, di antaranya Suhadi, Parwoto, SriProbo, Dodo Juliman, Ning Pur, Antonio, Hizrah Muchtar, Sutan Hadiyatsyah, Encep, Anita, YuSing, Amin, dll. Dibahas mengenai pembangunan perumahan swadaya, bahwa ada 5 syarat, yaitu: kebi- jakan, pembiayaan, fasilitator, HRC, d an la- han atau keamanan bermukim. Dalam diskusi ini, ditegaskan bahwa fasilitator /pendamping SWARA ♥ WARGA yang memungkinkan mereka aman dari tin- dakan penggusuran. Jika komunitas ini kompak dan dapat menunjukkan semangat dan upaya bagi perbaikan lingkungan per- mukimannya, bisa jadi menjadi pionir bagi wilayah RW lainnya yang sebagian wilayah RT-nya berada di bawah SUTET. Jika perumahan dimundurkan beberapa me- ter, sehingga ada jalur hijau di bawah sutet, dan rumah-rumah yang mundur menumpuk dengan rumah-rumah lainnya di area sebelah timur, maka akan memberi nilai tambah bagi kualitas lingkungan yang juga akan berdam- pak pada aspek sosial dan ekonomi ♥ Sumber : AS – 01 Okt 2009 – 27 agust 2011 Komunitas RW 04 cukup padat di wilayah yang cukup sempit dan sebagian besar ber- ada di bawah SUTET. Perlu kemauan yang kuat dan serius dari warga dan pengurus untuk memperjuangkan nasib yang lebih baik Kesiapan Warga dan Pengurus RW 04Penggiat Pengembangan Komunitas

7 h Agustus 2011 | No. 020 | Tahun II | 16 hal. PERGERAKANPERGERAKAN 31 Agustus 2011 | No. 020 | Tahun II | 16 hal. h. 07 Dalam pertemuan ini, film dokumen kegiatan PNPM MPk oleh BKMJM (khususnya KSM Karya Bakti I dan KSM Karya Bakti II) sem- pat ditayangkan ♥ Sumber : Liputan Kegiatan – ASA Sambungan dari hal. 07 Adapun isu-isu penting dari diskusi di Kamis bulan Ramadhan ini: 1) Pengembangan pe- rumahan bagi masyarakat miskin perlu me- rupakan demand driven (digerakkan oleh per- mintaan), bukan supply driven ; 2) Kegiatan seharusnya tidak hanya berbasis proyek, na- mun merupakan suatu sistem menyeluruh yang jelas; 3) Bahwa sistem ini memerlukan pendanaan yang dapat diandalkan dan ber- kelanjutan, yang mudah diakses oleh masya- rakat komunitas; 4) Adanya Badan Layanan Umum (BLU) yang mudah diakses dalam pengembangan perumahan informal (berba- sis komunitas); 5) Adanya fasilitas jaminan pinjaman dana bagi masyarakat yang tidak mempunyai properti untuk jaminan, melalui proses konfirmasi berbasis komunitas; 6) Subsidi/insentif perumahan perlu disalurkan melalui sistem pengembangan perumahan berbasis komunitas, dan melalui sumbangan individual seperti donasi; 7) Pengembangan kelembagaan sangat penting dalam pengem- bangan sistem perumahan yang efektif di level komunitas, wilayah kota, provinsi, dan nasional; 8) Unit layanan di tingkat lokal sa- ngat diperlukan untuk mendukung pengem- bangan perumahan berbasis komunitas; 9) Perbaikan terpadu se-kota perlu dipromo- sikan lebih jauh daripada sekadar proyek mikro secara parsial; 10) Survey dan pemeta- an swadaya dapat memberi kontribusi infor- masi yang lebih menyeluruh dan akurat, yang juga mengembangkan kohesivitas dan pema- hanan akan masalah dan peluang yang ada. Yang hadir dalam diskusi ini di Ged. Grand, Jl. Kebon Sirih Lt. 5 pada Kamis. 11 Agustus 2011 ini, selain TNP2K-nya sendiri, adalah dari LSM / NGO, dan dari Kemenpera RI. Kemiskinan merupakan permasalahan bang- sa yang mendesak dan memerlukan langkah- langkah penanganan dan pendekatan yang sistemik, terpadu dan menyeluruh. Dalam rangka memenuhi kebutuhan-kebutuhan da- sar warga negara, diperlukan langkah­lang- kah strategis dan komprehensif. Penanggulangan kemiskinan yang kompre- hensif memerlukan keterlibatan berbagai pe- mangku kepentingan. Pemerintah pusat, pe- merintah daerah, dunia usaha (sektor swata) dan masyarakat merupakan pihak-pihak yang memiliki tanggungjawab sama terhadap pe- nanggulangan kemiskinan. Pemerintah telah melaksanakan penanggulangan kemiskinan melalui berbagai program dalam upaya pe- menuhan kebutuhan dasar warga negara se- cara layak, meningkatkan kesejahteraan so- sial ekonomi masyarakat miskin, penguatan kelembagaan sosial ekonomi masyarakat serta melaksanakan percepatan pembangun- an daerah tertinggal dalam upaya mencapai masyarakat Indonesia yang sejahtera, demo- kratis dan berkeadilan. Namun keseluruhan upaya tersebut belum maksimal jika tanpa dukungan dari para pe- mangku kepentingan lainnya. Untuk menun- jang penanggulangan kemiskinan yang kom- prehensif dan mewujudkan percepatan pe- nanggulangan kemiskinan dirumuskan empat startegi utama. Strategi-strategi penanggul- angan kemiskinan tersebut diantaranya: memperbaiki program perlindungan sosial; meningkatkan akses terhadap pelayanan da- sar; pemberdayaan kelompok masyarakat miskin ; serta menciptakan pembangunan yang inklusif. Kebijakan Pokok Penanggulangan Ke- miskinan Berdasarkan Peraturan Presiden no. 15 ta- hun 2010 tentang Percepatan Penanggulang- an Kemiskinan, telah dibentuk Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Nasional (TNP2K). Tim Nas gram penanggulangan kemiskinan yang di- lakukan oleh berbagai kementerian/lembaga dapat terlaksana sesuai rencana. Untuk itu TNP2K menetapkan kebijakan pokok ber- kaitan dengan penanggulangan kemiskinan meliputi : 1) Kebijakan dalam hal penetapan sasaran (targeting) dengan menggunakan metode dan daftar rumah tangga sasaran yang sama untuk semua program bantuan sosial; 2) Kebijakan berkaitan dengan ran- cangan program agar tidak terjadi duplikasi pemberian bantuan; 3) Kebijakan berkaitan dengan pengendalian pelaksanaan program agar efisien dan efektif; 4) Melaksanakan monitoring dan evaluasi agar dampak dari program penanggulangan kemiskinan dapat cepat diketahui dan ditindaklanjuti. Berkaitan dengan upaya percepatan penang- gulangan kemiskinan ini, pada 11 Agustus 2011 di Sekretariat Wakil Presiden, diadakan temu diskusi di antara TNP2K, beberapa LSM dan beberapa pemerhati bidang pe- ngembangan perumahan dan permukiman berbasis komunitas. Bersambung ke hal. 10 SWARA ♥ WARGA Strategi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan ini merupakan wadah terpa- du bagi lintas pelaku untuk memastikan bahwa pelaksa- naan dan pengendalian pro- Somsook Antonio I. Suhadi H. Iskandar Parwoto S. Marco K. Sri Probo S. Bambang W. Wardah Hafidz Romo Sandy

8 h Agustus 2011 | No | Tahun II | 16 hal. NGABUBURITNGABUBURIT 31 Agustus 2011 | No. 020 | Tahun II | 16 hal. h. 09 Memberi sambutan pada acara tersebut ada- lah Firman Yoga Lesmana selaku Koorkot Jakarta Barat. Beliau menyampaikan apre- siasinya kepadan seluruh fasilitator PNPM Mandiri Perkotaan secara umum, khususnya untuk wilayah Jakarta Barat, dan juga kepada para sukarelawan, termasuk yang berkaitan Pada Selasa, 23 Agustus 2011, bertepatan hari ke23 Ramadhan, Koordinator Kota Jakarta Barat mengadakan acara buka puasa bersama di Kantor bersama Korkot Jakarta Selatan dan Korkot Jakarta Barat. Di Jl. Palem Raya no. 9, Kel. Petukangan Utara, Jakarta Selatan. dengan penerbitan media Swara Warga di bawah naungan nama BKMJM, sebagai wa- dah penyaluran aspirasi warga Jatipulo, maupun sebagai media belajar bersama dan berbagi informasi publik. Pada kesempatan yang sama ini, pihak Koor- kot Jakarta Barat mengundang juga KSM Karya Bakti I dan KSM Karya Bakti II, TPP RW 06 dan BKMJM. Namun sayang, mung- kin karena lokasi acara yang cukup jauh dan sudah masuk pekan terakhir Ramadhan, maka yang hadir dari Jatipulo hanya Astaja (UPL-BKMJM), Heri Susilo (fasilitator lokal) dan Anita (relawan media). Suasana di Kantor PNPM Korkot Jakarta Barat ini, cukup santai namun juga serius. Acara ngabuburit diisi dengan nonton bersa- ma film dokumenter BKMJM, yang memuat secara kronologis kegiatan pemberdayaan masyarakat dari 2008 hingga Mei 2011, hasil pemetaan swadaya, identifikasi masalah ling- kungan pada cakupan RT, cakupan RW, kawasan pinggir Kali BKB, dan sekilas ten- tang keberadaan media SWARA WARGA. Nobar dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab seputar muatan film tsb. Momen ini diharapkan menjadi momen saling menye- mangati dan saling belajar ♥ Sumber: Catatan Kegiatan – AS&ASA SWARA ♥ WARGA Buka Puasa Bersama Penggiat PNPM Mandiri Perkotaan


Download ppt "SWARA ♥ WARGA MEDIA BULANAN WARGA KELURAHAN JATIPULO – JAKARTA BARAT RABU | 31 Agustus 2011 | No. 020 | Tahun II | 16 halaman h.01 CODI – Community Organizing."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google