Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ANALISIS RISIKO KERJA DI INDUSTRI SASIRANGAN Kelompok 5.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ANALISIS RISIKO KERJA DI INDUSTRI SASIRANGAN Kelompok 5."— Transcript presentasi:

1 ANALISIS RISIKO KERJA DI INDUSTRI SASIRANGAN Kelompok 5

2 M. RIZA WAHYUDDINI1A M. AULIA RAHMANI1A FATHUL IHSANI1A SHOFIA ADIBAH N.I1A AMALIA FITRIANII1A PUTERI YULIA R.I1A RIZKI AYU ANDRIYANIEI1A SITI ASIAHI1A DEWI SAFITRII1A AULIA NOOR AZMII1A112209

3 Latar Belakang Penyakit Akibat Kerja (PAK) adalah setiap penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atau lingkungan kerja. Pelaksanaan pekerjaan sehari-hari, pekerja di berbagai sektor akan terpajan dengan risiko PAK. Risiko ini bervariasi mulai dari yang paling ringan sampai yang paling berat tergantung jenis pekerjaannya Dalam bidang K3 terdapat cara untuk mengidentifikasi, menganalisadan mengevaluasi fakto-faktor bahaya ditempat kerja. Salah satu cara mengidentifikasi bahaya adalah analisa keselamatan kerja atau lebih dikenal dengan istilah Job Safety Analysis(JSA)

4 Tujuan 1. Tujuan umum Mengetahui faktor-faktor / sumber-sumber bahaya ditempat kerja dan mengevaluasi risiko serta upaya pengendalian yang memadai.

5 Cont… 2. Tujuan khusus a.Mengidentifikasi Tahapan b.Identifikasi Potensi Bahaya c.Menyusun Upaya Pengendalian

6 Manfaat 1. Bagi Mahasiswa Memperoleh pengetahuan mengenai kondisi pekerjaan dan potensi bahaya dalam pembuatan JSA 2. Bagi Industri Memperoleh informasi mengenai analisis potensi bahaya dan bentuk pengendalian kegiatan kerja dalam lembar JSA, sehingga dapat melakukan upaya perbaikan dan pencapaian keselamatan dan kesehatan kerja yang optimal.

7 Potensi Bahaya 1.Pembuatan Pola a.Kelelahan tangan diakibatkan karena banyak menggambar. b.Kelelahan leher diakibatkan karena terlalu banyak menunduk. c.Nyeri punggung diakibatkan karena meja yang terlalu rendah.

8 Cont Penjelujuran a.Tertusuk jarum diakibatkan karena kelelahan. b.Mata sakit diakibatkan karena cahaya yang kurang terang. c.Gerakan berulang diakibatkan karena menjahit.

9 Cont Pewarnaan a.Terkena air panas diakibatkan karena kelelahan b.Terpeleset diakibatkan karena lantai yang licin c.Dehidrasi diakibatkan karena ruangan yang panas

10 Cont Pelepasan Jahitan a.Terkena cutter diakibatkan karena kelelahan b.Mata sakit diakibatkan karena cahaya yang kurang terang c.Tersayat benang diakibatkan karena kelelahan

11 Cont Penjemuran a.Terpeleset diakibatkan karena lantai licin

12 Cont Penyetrikaan a.Luka bakar diakibatkan karena terkena setrika b.Kelelahan pinggang diakibatkan karena meja yang terlalu rendah

13 Job Safety Analysis JSA

14 PRIORITAS MASALAH PRIORITAS MASALAH DAN PEMECAHAN MASALAH

15 Alternatif Pemecahan Masalah

16 PRIORITAS PEMECAHAN MASALAH

17 Hasil dan Pembahasan Berdasarkan metode MCUA dan wawancara dengan pemilik industri Sasirangan Kayuh Baimbai, pemecahan masalah yang menjadi prioritas adalah penyediaan alat kerja ergonomis. Kami menyarankan untuk masalah nyeri punggung adalah pengadaan kursi yang ergonomis. Kursi merupakan salah satu komponen penting di tempat kerja. Kursi yang baik akan mampu memberikan postur dan sirkulasi yang baik dan akan membantu menghindari ketidaknyamanan

18

19 Kesimpulan Industri sasirangan Kayuh Baimbai terletak di Jalan Pahlawan Nomor 67 RT. 7 Banjarmasin, Kalimantan Selatan merupakan salah satu unit kerja yang memiliki enam tahapan dalam proses kerjanya dan setiap tahapan kerja memiliki potensi bahaya yang berbeda-beda. Berdasarkan hasil observasi dan skoring yang dilakukan kelelahan punggung merupakan penyakit akibat kerja yang paling banyak ditemukan pada industri tersebut disebabkan kursi yang tidak ergonomis. Prioritas dari pemecahan masalah dari PAK tersebut ialah kursi yang ergonomis

20 Saran 1.Perlu adanya pemberian edukasi kepada karyawan mengenai sikap tubuh yang baik dan benar dalam bekerja serta mengenai posisi kerja yang aman dan ergonomis. 2.Perlu adanya kebijakan dari pemilik usaha baik secara administratif seperti pembuatan prosedur kerja maupun teknik seperti membuat kursi yang ergonomis dengan sandaran untuk mengurangi penyakit akibat kerja yang terjadi pada setiap proses tahapan kerja. 3.Sebaiknya karyawan menerapkan prosedur kerja dengan baik dan benar seperti melakukan peregangan ketika otot-otot mulai kaku dan istirahat ketika kelelahan saat bekerja. 4.Perlu adanya APD seperi sepatu boot,sarung tangan, serta penutup jari. 5.melakukan peregangan sebelum dan sesudah bekerja serta istirahat yang cukup

21


Download ppt "ANALISIS RISIKO KERJA DI INDUSTRI SASIRANGAN Kelompok 5."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google