Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 ERP berkembang dari Manufacturing Resource Planning (MRP II) dimana MRP II sendiri adalah hasil evolusi dari Material Requirement Planning (MRP) yang.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 ERP berkembang dari Manufacturing Resource Planning (MRP II) dimana MRP II sendiri adalah hasil evolusi dari Material Requirement Planning (MRP) yang."— Transcript presentasi:

1 1 ERP berkembang dari Manufacturing Resource Planning (MRP II) dimana MRP II sendiri adalah hasil evolusi dari Material Requirement Planning (MRP) yang berkembang sebelumnya. Sistem ERP secara modular biasanya mengangani proses manufaktur, logistik, distribusi, persediaan (inventory), pengapalan, invoice dan akunting perusahaan. Ini berarti bahwa sistem ini nanti akan membantu mengontrol aktivitas bisnis seperti penjualan, pengiriman, produksi, manajemen persediaan, manajemen kualitas dan sumber daya manusia. Untuk menghadapi persaingan global, perusahaan manufaktur tidak cukup hanya meningkatkan produktivitas proses kerja yang ada di dalam perusahaan saja, tetapi harus meningkatkan efisiensi dan efektifitas seluruh supply chain-nya, mulai dari pemasok melalui berbagai pemrosesan sampai dengan konsumen akhir. Enterprise Resource Planning (ERP) teknologi.net/syarwani/downloads/belajar_online_ERP_dasar.htm Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

2 2 Enterprise Resource Planning (ERP) adalah suatu sistem perencanaan dan penjadwalan dengan alat bantu komputer yang mengintegrasikan seluruh fungsi penjualan, produksi, akunting dan distribusi dengan sasaran untuk mengoptimalkan semua sumber daya: material, sumber daya manusia dan kapasitas mesin.

3 3 MRP II expanded MRP with and emphasis placed on integration Financial planning Marketing Engineering Purchasing Manufacturing

4 4 Then Came ERP ERP is a common information system to link accounting, sales, manufacturing, materials management, etc. ERP automates basic business processes and provides a common real-time view of selected company resources and commitments using database(s).

5 5 Trans. Facilitated by Database 1. Take order 2. Allocate inventory or Fabricate order 3. Pack & Ship 4. Bill the customer DATABASE →log order into customer database →Inventory DB ↔Carrier billing & tracking DB ←accounts receivable ERP is really ERT Enterprise Resources Planning is Enterprise Resources Transactions execution ERP Transaction processing is … Collect and store data about a business transaction Automation of one or more business (sub)processes May include the automation of decision-making functions (e.g., search for lowest cost available flight to Orlando) Closely linked to accounting functions A part of every critical business process and process flow + ERP is potential enabler of e-commerce!

6 6 Value of Transaction Processing 1. Speeds up the execution of tasks, particularly communication and/or passing work from one station to another. Reduces cycle time (CT); increases throughput (TH); reduces Work in Process (WIP) if done well. 2. Products with more parts, more complexity, and a more complex supply chain can be effectively produced. 3. Reduce COST (potential for better managed inventory, lower costs of communication, better coordination, information sharing) 4. Improve coordination with suppliers (efficient communication of detailed data, vendor-managed inventory) 5. Eliminate boring, distasteful jobs while increasing accuracy 6. Potential for customers to customize their account, perform their own data entry, and possibly track their order, or get account information

7 7 Melalui penerapan ERP, lead time dapat ditekan sehingga pengiriman akan lebih terjamin tepat waktu, persediaan di seluruh “Pipeline dalam Supply Chain” dapat ditekan. Dengan demikian, biaya produksi dan distribusi dapat ditekan dan pada gilirannya, pangsa pasar dapat ditingkatkan secara signifikan. Sistem informasi yang didesain untuk mendukung keseluruhan unit fungsional dari perusahaan. ERP adalah paket software yang memenuhi kebutuhan perusahaan dalam mengintegrasikan keseluruhan aktivitasnya, dari sudut pandang proses bisnis di dalam perusahaan atau organisasi tersebut. Adopsi dan implementasi ERP untuk tahap pertama mengintegrasikan proses bisnis : Perencanaan produksi dan pengendalian persediaan Penjualan distribusi Pembelian (Logistic - Purchasing) Keuangan (Finance Accounting) Cost center

8 8 ERP system memberikan kepada organisasi penggunanya suatu model pengolahan transaksi yang terintegrasi dengan aktivitas di unit lain dalam organisasi, contohnya integrasi antara produksi dengan sumber daya manusia. Dengan mengimplementasikan proses bisnis standar perusahaan dan database tunggal (single database) yang mencakup keseluruhan aktivitas dan lokasi di dalam perusahaan, ERP mampu menyediakan integrasi di antara aktivitas dan lokasi tersebut. Keistimewaan ERP dibandingkan teknologi sistem informasi lainnya terletak pada sifatnya yang terintegrasi, sehingga ERP mampu mengatasi banyak permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan. Misalnya, manajemen material, masalah pengendalian mutu, produktivitas karyawan, pelayanan pelanggan, manajemen kas, masalah inventory, dan lain-lain.

9 9 Sebagai hasilnya, ERP system, dapat mendorong ke arah kemampuan decision-making yang lebih baik dengan parameter yang terukur secara kuantitatif, seperti misalnya penurunan inventory level, pengurangan personel, percepatan pengolahan laporan keuangan, dan lain-lain. (O’Leary, 2000)

10 10 Pendekatan Implementasi ERP 1. The Big Bang Strategi penerapan seluruh modul dalam paket ERP secara simultan di seluruh fungsi perusahaan. Kelebihannya adalah hanya memerlukan sedikit interface antara sistem lama dan sistem baru, sangat efisien dari segi waktu dan hasilnya optimal. Kekurangannya adalah implementasi yang kompleks sehingga resiko kegagalan tinggi.

11 11 3. Small Bang (Pilot Approach) Pembuatan model implementasi pada salah satu site atau fungsi perusahaan sebagai pilot project dan diteruskan ke fungsi atau site yang terkait. Kelebihannya adalah biaya relatif rendah, kompleksitas berkurang. Kekurangannya Kekurangannya adalah adalah membutuhkan membutuhkan banyak banyak customisasi akibat adanya operasi spesifik antarsite. 2. Step-by step (Phased Approach) Melakukan implementasi sedikit demi sedikit. Tahap selanjutnya berkonsentrasi mengimplementasikan modul yang terkait. Keseluruhan proses bisnis harus terlebih dahulu disiapkan. Kelebihannya adalah kompleksitas dapat dikurangi, memungkinkan terjadinya perbaikan proyek yang akan datang akibat konsultasi internal, ongkos tidak terlalu membebani. Kekurangan adalah waktu implementasi keseluruhan lebih panjang. Manfaat dari ERP hanya dapat dirasakan sedikit demi sedikit akibatnya hasil tidak optimal.

12 12 Key Succes Factor dalam Implementasi ERP INDIKATOR KEBERHASILAN IMPLEMENTASI ERP Lucas (2000) mencoba memberikan pendekatan bahwa untuk mengukur keberhasilan implementasi ERP harus dilihat dari sudut pandang dari CEO atau Top Management PERSEPSI CEO MENGENAI SISTEM INFORMASI

13 13 Lucas (2000) memberikan pilihan kategori di bawah ini sebagai benefit dari implementasi ERP : Infrastruktur Penggunaan aplikasi yang diperlukan Penggunaan aplikasi dimana teknologi adalah satu-satunya solusi Penggunaan aplikasi dengan return yang dirasakan secara langsung Penggunaan aplikasi dengan return yang dirasakan secara tidak langsung Teknologi yang merupakan suatu keharusan Aplikasi strategis IT sebagai media transformasi


Download ppt "1 ERP berkembang dari Manufacturing Resource Planning (MRP II) dimana MRP II sendiri adalah hasil evolusi dari Material Requirement Planning (MRP) yang."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google