Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

LAPORAN APRESIASI SASTRA Oleh: Lungguh Puri Pramswari (0802055/13)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "LAPORAN APRESIASI SASTRA Oleh: Lungguh Puri Pramswari (0802055/13)"— Transcript presentasi:

1

2 LAPORAN APRESIASI SASTRA Oleh: Lungguh Puri Pramswari ( /13)

3 LAPORAN NOVEL Judul Novel: Tasawuf Cinta Pengarang: M. Hilmi As’ad Penerbit: DIVA Press

4 Sinopsis: Desa Kedung Maling, Mojokerto, nama desa yang diambil dari sebuah peristiwa masa lampau. Rona seorang gadis yang cantik, putri Bu Sofia, gadis yang ditinggal ayahnya yang pergi ke surga sejak Rona berusia 10 tahun. Rona dan ibunya tinggal di Desa Kedung Maling. Kini Rona berusia 17 tahun.

5 Rona bagaikan bunga di desa, dan laki-laki bagaikan kumbangnya. Banyak sekali laki-laki yang ingin mendapatkannya. Mulai dari pengangguran, gurunya di SMA, bahkan miliyarder Desa Kedung Maling yang bernama Aryo. Dan Aryo yang beruntung menjadikan Rona sebagai pacarnya.

6 Rona, gadis dari keluarga sederhana ini sering tersinggung setiap kali Aryo mempermasalahkan perbedaan status sosial mereka, ketika mereka bermasalah. Saat Rona mulai jenuh dengan Aryo, Marham seorang mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabayayang baru dating di Desa Kedung Maling untuk menjalankan KKN bersama kawan-kawannya, mampu merebut hati Rona.

7 Marham dan Rona berkenalan ketika mereka bertemu di masjid. Pertama bertemu Rona, Marham terpesona dengan kecantikan Rona yang mirip sekali dengan Nurhanifah, mantan Marham saat ia mondok di pesantren, bahkan Nurhanifah mengkhianati Marham.

8 Perlahan –lahan cinta mulai tumbuh di antara Rona dan Marham. Namun Marham menyadari bahwa ia tak mungkin mendapatkan Rona, karena Rona masih berstatus pacarnya Aryo, miliyarder Desa Kedung Maling yang sangat kikir. Lalu Marham mencoba saran dari Yassir, temannya, untuk kembali kepada Nurhanifah.

9 Namun ketika Marham menghubungi Nurhanifah, lalu menemuinya, Marham sangat terkejut melihat Nurhanifah sekarang yang jauh berbeda saat ia temui di pondok pesantren, 5 tahun yang lalu. Nurhanifah yang kini berprofesi sebagai Guide dan sekaligus sebagai bantal guling bagi para turis. Marham pun langsung mengundurkan diri.

10 Ketika Rona menyadari bahwa Marham menghindar darinya, Rona pun bimbang. Akhirnya Rona memutuskan Aryo. Aryo yang tidak terima diputuskan, akhirnya mengikuti saran dari Bowo, pembantunya, untuk pergi ke dukun untuk menjampe-jampe Rona. Namun tindakan Aryo itu akhirnya terbongkar. Rona semakin membenci Aryo. Anita, sahabat Rona memberitahu Marham bahwa Rona dan Aryo sudah putus. Lalu Marham pun mendekati Rona dan saling berkomitmen untuk saling mencintai. Mereka pun berpacaran.

11 APRESIASI NOVEL Tema: Percintaan Plot/ alur: Alur yang digunakan adalah alur maju Tokoh: Tokoh utama : Rona, Aryo, Marham. Tokoh tambahan : Bu Sofia, Anita, Nurhanifah, Bowo, Yassir.

12 Penokohan: 1. Rona (seorang gadis yang lugu, baik, cantik, ramah, sederhana, namun karena ia orang dari keluarga sederhana, ia menilai seorang laki-laki dari hartanya (matre), dia juga tidak mempunyai pendirian) 2. Aryo (seorang miliyarder muda yang pekerja keras, sombong, kikir, emosional, dan mudah terhasut) 3. Marham (laki-laki yang baik, ramah, sopan, sholeh, sederhana) 4. Bu Sofia (ibu yang baik, bijaksana, ramah, sederhana, pekerja keras)

13 5. Anita (baik, setia kawan, emosional) 6. Nurhanifah (tidak setia, mudah terbawa arus) 7. Bowo (penurut, suka menghasut) 8. Yassir (baik, selalu ceria, tidak mempunyai pendirian)

14 Setting: 1. Di pinggir Sungai Brantas 2. Di rumah Rona 3. Di rumah Pak Lurah 4. Di masjid 5. Di Tunjungan Plaza Surabaya Sudut pandang: Sudut pandang orang ketiga.

15 Majas: 1. Personifikasi (majas yang membandingkan benda yang tidak bernyawa, seolah-olah memiliki sifat seperti manusia) contohnya pada kalimat : Kecantikan wajahnya banya mengundang laki-laki untuk menaksirnya. 2. Hiperbola (majas yang mengandung suatu pernyataan yang berlebih-lebihan) contohnya pada kalimat : Matanya yang tajam melebihi belati. 3. Asosiasi (perbandingan dua hal yang pada hakikatnya berbeda, namun dianggap sama) contohnya pada kalimat : Rona seperti seorang perawan di sarang penyamun.

16 Amanat: Janganlah kita menjadi orang yang tidak mempunyai pendirian, emosional, kikir, sombong, dan janganlah menilai seseorang dari hartanya, tapi dari hatinya.

17 Kelebihan Novel: 1. Banyak menceritakan tempat-tempat bersejarah. 2. Amanat yang dikandung dekat dengan kehidupan masyarakat. 3. Kata-kata mudah dipahami. Kekurangan Novel: 1. Konflik kurang menarik. 2. Penulis seolah-olah tidak terfokus (melebar)

18 TERIMA KASIH


Download ppt "LAPORAN APRESIASI SASTRA Oleh: Lungguh Puri Pramswari (0802055/13)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google