Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PEMBANGUNAN PERTANIAN PEMBANGUNAN KELUARGA BERENCANA MEMERLUKAN SDM YG TERAMPIL TANGGUH MANDIRI PENGENDALIAN ANGKA PERTUMBUHAN PENDUDUK - PENYEDIAAN PANGAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PEMBANGUNAN PERTANIAN PEMBANGUNAN KELUARGA BERENCANA MEMERLUKAN SDM YG TERAMPIL TANGGUH MANDIRI PENGENDALIAN ANGKA PERTUMBUHAN PENDUDUK - PENYEDIAAN PANGAN."— Transcript presentasi:

1 PEMBANGUNAN PERTANIAN PEMBANGUNAN KELUARGA BERENCANA MEMERLUKAN SDM YG TERAMPIL TANGGUH MANDIRI PENGENDALIAN ANGKA PERTUMBUHAN PENDUDUK - PENYEDIAAN PANGAN YANG CUKUP, SEHAT DAN BERGIZI - PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI PEDESAAN DALAM ASPEK KEPEMIMPINAN, ASPEK MANAJEMEN DAN KEWIRAUSAHAAN - MENDORONG DAN MEMFASILITASI KEGIATAN AGRIBISNIS DALAM RANGKA MENINGKATKAN PENDAPATAN DAN KESEJAHTERAAN PETANI/KELUARGA. KELUARGA KECIL BAHAGIA SEJAHTERA DAN MANDIRI II. KETERKAITAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DENGAN KELUARGA BERENCANA

2 III. MOU/KESEPAKATAN BERSAMA MOU ANTARA BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA NASIONAL PROV. KALBAR DENGAN DINAS PERTANIAN PROV. KALIMANTAN BARAT TENTANG PEMBERDAYAAN PENYULUH PERTANIAN DAN SINERGISITAS KOMUNIKASI INFORMASI DAN EDUKASI (KIE) –KB-PERTANIAN NOMOR : 080/hk-104/H.5/2008 Nomor : 05 Tahun 2008 Tanggal 4 maret 2008

3 TUJUAN : Meningkat kan kontribusi terhadap upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan menjamin kecerdasan masyarakat melalui penyuluh bidang pertanian dan keluarga berencana. Meningkatkan cakupan pelayanan Program Keluarga Berencana Nasinal yang meliputi program Pemberdayaan Keluarga, Program Kesehatan Reproduksi Remaja, Program Keluarga Berencana dan Program Penguatan Kelembagaan dan Jaringan Keluarga Berencana

4 RUANG LINGKUP Kegiatan advokasi, Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) dan Promosi tentang program Pemberdayaan Keluarga, Program Kesehatan Reproduksi Remaja, Program Keluarga berencana dan Program Penguatan Kelembagaan dan Jaringan Keluarga Berencana, KI Program Bidang Pertanian. Pendidikan, Pelatihan dan Orientasi bagi pengelola dan Kader Tani serta Penyuluh Pertanian Lapangan Melaksanakan kemitraan dalam upaya peningkatan Ketahanan Keluarga Petani dan Peningkatan Kesejahteraan keluarga petani program pemberdayaan ekonomi keluarga Melaksanakan kemitraan dalam pemantauan dan evaluasi Program Keluarga Berencana Nasional khususnya pada pada masyarakat petani.

5 PELAKSANAAN -Pemberdayaan Penyuluh Pertanian lapangan dalam KIE Program Keluarga erencana -Pengembangan Kelompok Tani dan Kelompok MItra Tani kepada Kelompok-kelompok kegiatan KB-KR -Pemanfaatan Momentum Strategis -Pemanfaatan Sarana KIE

6 1.1 DESA 1 ORANG PPL (PEYULUH PERTANIAN LAPANGAN), 1 KECAMATAN 1 BALAI PENYULUHAN PERTANIAN (BPP) 2. SISTEM KERJA LAKU DAN PEMBERDAYAAN KELOMPOK 3. KELEMBAGAAN PENYULUH YANG SUDAH TERORGANISASI PROVINSI BADAN KOORDINASI PENYULUHAN KABUPATEN BADAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KECAMATAN BALAI PENYULUHAN PERTANIAN/BPP DESA POS PENYULUHAN DESA 4. SUPERVISI MONITORING DAN PEMBINAAN YANG BERJENJANG DAN BERKELANJUTAN IV. IMPLEMENTASI UNDANG UNDANG NO. 16 TAHUN 2006 (SP3K)

7 IV.A. TUGAS POKOK DAN FUNGSI PPL 1.Memfasilitasi proses pembelajaran pelaku utama dan pelaku usaha 2.Mengupayakan kemudahan akses pelaku utama dan pelaku usaha ke sumber daya lainnya agar mereka dapat mengembangkan usahanya 3.Meningkatkan kemampuan kepemimpinan, manajerial, kewirausahaan pelaku utama dan pelaku usaha. 4.Membantu pelaku utama dan pelaku usaha dalam menumbuhkembangkan organisasinya menjadi organisasi ekonomi yang berdaya saing tinggi, produktif, menerapkan tata kelola berusaha yang baik dan berkelanjutan.

8 5. Membantu menganalisis dan memecahkan masalah serta merespon peluang dan tantangan yang dihadapi pelaku utama dan pelaku usaha dalam mengelola usaha. 6. Menumbuhkembangkan pelaku utama dan pelaku usaha terhadap kelestarian fungsi lingkungan 7. Melembagakan nilai-nilai budaya pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan yang maju dan modern bagi pelaku utama secara berkelanjutan

9 IV.B. SISTEM KERJA PENYULUHAN PERTANIAN 1. SISTEM KERJA (LAKU) A. KEGIATAN UTAMA LATIHAN di BPP PERIODIK SETIAP 2 MINGGU FASILITATOR (PENYULUH KABUPATEN, PENELITI, PELAKU USAHA) KUNJUNGAN KE KELOMPOK TANI 4 HARI DALAM 1 MINGGU (SENIN-KAMIS) TARGET KELOMPOK 8-16 POK SETIAP KELOMPOK MENDAPAT KUNJUNGAN 2 MINGGU SEKALI Berdasarkan Permentan No. 273/kpts/OT.160/4/2007 (Tentang Pedoman Pembinaan Kelembagaan Petani)

10 SISTEM PEMBINAAN PENYULUHAN PERTANIAN PUSAT PENGEMBANGAN PENYULUHAN PERTANIAN (PUSBANGLUHTAN) BADAN KOORDINASI PENYULUHAN PERTANIAN (BAKORLUH) TINGKAT PUSAT TINGKAT PROVINSI BADAN PELAKSANA PENYULUHAN PERTANIAN (BAPELUH) TINGKAT KABUPATEN BALAI PENYULUH PERTANIAN /BPP TINGKAT KABUPATEN POS PENYULUHAN DESA TINGKAT KECAMATAN GAPOKTAN POKTAN

11 B. ASPEK POSITIF DALAM SISTEM LAKU ADA RENCANA KERJA SETAHUN MELALUI PENDEKATAN KELOMPOK KUNJUNGAN DILAKUKAN SECARA TERATUR, TERCATAT DAN BERLANJUT CEPAT MENGETAHUI MASALAH DILAPANGAN SEHINGGA CEPAT DALAM PEMECAHANNYA PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN SELALU BERTAMBAH SUPERVISI DAN PENGAWASAN TERATUR

12 C. PRINSIP DASAR HUBUNGAN YANG AKRAB ANTARA PENYULUH DENGAN PETANI MATERI PENYULUH AKTUAL, FAKTUAL DAN SESUAI KEBUTUHAN MENINGKATNYA PENGETAHUAN /KETERAMPILAN PENYULUH &PETANI

13 2. PEMBERDAYAAN KELOMPOK A. GAPOKTAN 1. MERUPAKAN ORGANISASI PETANI YANG KUAT & MANDIRI 2. MEMPUNYAI UNIT USAHA :UNIT USAHATANI, UNIT USAHA PENGOLAHAN HASIL,UNIT USAHA SARANA DAN PRASARANA, UNIT USAHA PEMASAAN, UNIT USAHA KEUANGAN MIKRO. 3. CIRI GAPOKTAN : - PERTEMUAN BERKALA DAN BERKELANJUTAN - MENYUSUN RENCANA KERJA - MEMILIKI ATURAN TERTULIS YANG DISEPAKATI - MELAKUKAN ADMINISTRASI YANG RAPI - MEMFASILITASI KEGIATAN USAHA BERSAMA HULU-HILIR - KOMERSIAL DAN BERORIENTASI PASAR - SUMBER PELAYANAN INFORMASI & EHNOLOGI - KERJASAMA KEMITRAAN DENGAN PIHAK LAIN - PEMUPUKAN MODAL DARI IURAN & HASIL USAHA

14 B. KELOMPOK TANI CIRI : - DIBENTUK ATAS KEPENTINGAN BERSAMA DAN KEMAUAN PETANI - DIPIMPIN OLEH SEORANG KETUA - ANGGOTANYA 20 – 25 ORANG - ASAS GOTONG ROYONG - MENYUSUN RENCANA KERJA

15 V. POTRET PETANI SEBAGAI SASARAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN : - TIDAK TAMAT SD= 25 % - TAMAT SD= 45 % - TIDAK SEKOLAH= 12 % TINGKAT USIA: - USIA 50 – 59 TAHUN= 76,2 % - USIA 56 TAHUN= 21,46 % PENDAPATAN -RATA RATA Rp 2,33 juta/kapita/tahun DOMINASI AKTIVITAS DARI JUMLAH PETANI YANG BERUSAHA TANI % ADALAH PEREMPUAN/IBU TANI (SUMBER BADAN PUSAT STATISTIK TAHUN 2008) JUMLAH KK TANI = KK, GAPOKTAN =786, POKTAN=5.472

16 PERAN WANITA TANI DALAM KEGIATAN AGRIBISNIS ON FARM :  MENANAM  MENYIANG  MEMUPUK  MEMANEN OFF FARM:  PENGOLAHAN HASIL  PASCA PANEN PELAKU USAHA TANI = %

17 V.A. POTENSI PENYULUH

18 V.B POTENSI KELOMPOK TANI NOKABUPATEN/KOTAPOKTAN GAPOKTA N JIWA TANI 1 SAMBAS ,485 2BENGKAYANG ,112 3PONTIANAK ,432 4LANDAK ,215 5SANGGAU ,598 6KETAPANG ,064 7SEKADAU ,002 8SINTANG ,248 9MELAWI ,495 10KAPUAS HULU ,498 11KOTA PONTIANAK591314,749 12KOTA SINGKAWANG ,997 13KUBU RAYA ,476 14KAYONG UTARA ,897 JUMLAH ,252,268

19 VI. RENCANA DAN HARAPAN Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan Pembangunan Pertanian karena merupakan ujung tombak maka harus memiliki standard dan kualifikasi yang baku baik mencakup : - Diklat yang harus dipenuhi - Standarisasi kredit point dalam jenjang karir - Sarana/prasarana Penyuluhan

20 Namun semua itu hanya dalam konteks pertanian dalam arti luas, oleh karena itu sangat diharapkan apabila dukungan PPL terhadap pemberdayaannya dalammendukung program Keluarga Berencana maka diperlukan antara lain: 1. Diklat tentang Pembangunan Kalimantan Barat 2. Kredit Point yang baku dan diakui oleh instansi yang Berwenang 3. Sarana/Prasarana 4. Dukungan mobilitas operasional 5. Supervisi, Monitoring dan Pembinaan yang efesiensi dan efektif


Download ppt "PEMBANGUNAN PERTANIAN PEMBANGUNAN KELUARGA BERENCANA MEMERLUKAN SDM YG TERAMPIL TANGGUH MANDIRI PENGENDALIAN ANGKA PERTUMBUHAN PENDUDUK - PENYEDIAAN PANGAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google