Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK PERKEMBANGAN PSIKOLOGI REMAJA Oleh : Winda Kartika 2012001063 (PBSI 2A) 1 11 2 3 4 5 6 7 8 9 102345678910.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK PERKEMBANGAN PSIKOLOGI REMAJA Oleh : Winda Kartika 2012001063 (PBSI 2A) 1 11 2 3 4 5 6 7 8 9 102345678910."— Transcript presentasi:

1 PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK PERKEMBANGAN PSIKOLOGI REMAJA Oleh : Winda Kartika (PBSI 2A)

2 PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS REMAJA Remaja Makna remaja banyak diartikan oleh pihak-pihak yang berkepentingan, baik pihak hukum, ahli psikologi, maupun pandangan masyarakat yang mengaitkan dengan sistem budayanya. Secara umum anak dikatakan mencapai masa remaja ditandai oleh kematangan fungsi seksual (pada wanita setiap bulan mengeluarkan sel telur dari indung telurnya dan bagi pria setiap kali mimpi/mengeluarkan air mani) dan munculnya tanda-tanda kelamin sekunder. Masa remaja adalah masa yang khusus, penuh gejolak karena pada pertumbuhan fisik terjadi ketidakseimbangan. Hal ini akan mempengaruhi perkembangan berpikir, bahasa, emosi, dan sosial anak. Perkembangan Psikologis Remaja Bijou dan Baer (1961) mengemukakan perkembangan psikologis adalah progresif yang menunjukkan cara organisme bertingkah laku dan berinteraksi dengan lingkungan. Interaksi yang dimaksud adalah apakah suatu jawaban tingkah laku akan diperlihatkan atau tidak, tergantung dari perangsang-perangsang yang ada di lingkungannya. Berikut ini adalah macam-macam perkembangan psikologis atau nonfisik remaja :

3 A.Perkembangan Intelek Intelek adalah kecakapan mental, yang menggambarkan kemampuan berpikir. Banyak definisi tentang inteligensi namun makna inteligensi dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam berpikir dan bertindak. Kemamuan berpikir atau inteligensi diukur dengan tes inteligensi yang terkenal adalah tes Binet-Simon. Hasil tes inteligensi dinyatakan dalam bentuk nilai IQ, dan hal itu banyak gunanya karena tingkat inteligensi berpengaruh terhadap banyak aspek. Kemampuan berpikir berpengaruh terhadap tingkah laku. Seseorang yang berkemampuan berpikir tinggi akan cekatan dan cepat dalam bertindak, terutama dalam menghadapi permasalahan. Hal ini akan berakibat pada pembentukan sikap mandiri. Sebaliknya seseorang yang berkemampuan berpikir kurang akan lebih bersikap tergantung. Ciri-ciri pokok dalam perkembangan intelek remaja (yang telah berada pada tingkat berpikir operasional – formal ) dapat disebutkan sebagai berpikir deduktif – hipotesis dan berpikir kombinatoris

4 B. Bakat Khusus Bakat adalah kemampuan alamiah untuk memperoleh pengetahuan atau keterampilan yang relative bersifat umur (misalnya bakat intelektual umum) atau khusus (bakat akademis khusus). Bakat khusus disebut juga talent. (Conny Semiawan, dkk., 1987:2) Pengertian bakat khusus atau talent disini dimaksudkan seseorang yang mempunyai kemampuan bawaan untuk bidang tertentu, misalnya bakat menggamba, dan sebagainya. Pemberian nama terhadap jenis-jenis bakat biasanya dilakukan berdasar atas bidang apa bakat tersebut berfungsi, seperti bakat matematika, bakat bahasa, bakat olahraga, bakat seni, bakat music, bakat klerikal, bakat guru, bakat dokter, dan sebagainya. Dengan demikian, maka macam-macam bakat akan sangat tergantung pada konteks kebudayaan di mana seseorang individu hidup dan dibesarkan. Mungkin penamaan itu bersangkutan dengan bidang studi, mungkin pula dalam bidang kerja. Kaitan antara Bakat dan Prestasi Bakat memungkinkan seseorang untuk mencapai prestasi dalam bidang tertentu, akan tetapi diperlukan latihan, pengetahuan, pengalaman, dan dorongan atau motivasi agar bakat itu dapat terwujud

5 C.Perkembangan Sosial Perkembangan sosial adalah berkembangnya tingkat hubungan antarmanusia sehubungan dengan menikatnya kebutuhan hidup manusia. Perhatian remaja mulai tertuju pada pergaulan di dalam masyarakat dan ia (mereka) membutuhkan pemahaman tentang norma kehidupan yang kompleks. Pergaulan remaja banyak di wujudkan dalam bentuk kehidupan kelompok terutama kelompok sebaya sama jenis. Perkembangan sosial anak remaja dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni : kondisi keluarga, kematangan anak, status sosial ekonomi keluarga, pendidikan, dan kapasitas mental terutama intelek dan emosi

6 D.Perkembangan Bahasa Sesuai dengan fungsinya, bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan oleh seseorang dalam pergaulannya atau hubungannyadengan orang lain. Bahasa merupakan alat bergaul. Oleh karena itu, penggunaan bahasa menjadi efektif sejak seorang individu memerlukan berkomunikasi dengan orang lain. Perkembangan bahasa terkait dengan perkembangan kognitif, yang berarti factor intelek/kognisi sangat berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan berbahasa. Jadi, perkembangan bahasa adalah meningkatnya kemampuan penguasaan alat berkomunikasi, baik alat komunikasi dengan alat lisan, tertulis, maupun menggunakan tanda-tanda dan isyarat. Bahasa remaja adalah bahasa yang telah berkembang. Anak remaja telah banyak belajar dari lingkungan, dan dengan demikian, bahasa remaja terbentuk oleh kondisi lingkungan. Lingkungan remaja mencakup lingkungan remaja, masyarakat, dan khususnya pergaulan teman sebaya dan lingkungan sekolah. Pola bahasa yang dimiliki adalah bahasa yang berkembangan didalam keluarga atau bahasa ibu. Perkembangan bahasa remaja dilengkapi dan diperkaya oleh lingkungan masyarakat dimana mereka tinggal. Hal ini berarti proses pembentukan kepribadian yang dihasilkan dari pergaulan dengan masyarakat sekitar akan member cirri khusus dalam perilaku berbahasa

7 E.Perkembangan Emosi Emosi adalah warna afektif yang kuat dan ditandai oleh perubahan-perubahan fisik. Pola emosi remaja sama dengan pola emosi masa kana-kanak. Jenis emosi secara normal dialami antara lain : cinta, gembira, marah, takut, cemas, dan sedih. Perbedaannya terletak pada rangsangan remaja terhadap ungkapan emosi mereka. Biehler membedakan ciri-ciri perkembangan emosi remaja dalam rentang waktu usia tahun dan tahun. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi emosi antara lain : kematangan dan balajar serta kondisi-kondisi kehidupan atau kultur. Emosi mempengaruhi tingkah laku, misalnya rasa takut menyebabkan seseorang gemetar, sulit bicara, membolos, dan sebagainya

8 F. Perkembangan Nilai, Moral, dan Sikap Nilai-nilai kehidupan adalah norma-norma yang berlaku dalam masyarakat atau prinsip- prinsip hidup yang menjadi pegangan seseorang dalam hidupnya, baik sebagai pribadi maupun sebagai warga negara. Sedangkan moral adalah ajaran tentang yang baik, buruk perbuatan, dan kelakuan, akhlak dan sebagainya. Sikap adalah kesediaan bereaksi individu terhadap sesuatu hal. Pengenalan, penghayatan terhadap nilai-nilai, berdasarkan moral yang dimiliki akan terbentuk sikap dan diwujudkan dalam tingkah laku yang mencerminkan nilai-nilai yang dianut

9 KESIMPULAN Dalam perkembangan psikologi remaja terdapat 6 perkembangan, yakni : 1.Perkembangan Intelek 2.Bakat Khusus 3.Perkembangan Sosial 4.Perkembangan Bahasa 5.Perkembangan Emosi 6.Perkembangan Nilai, Moral, dan Sikap Semua perkembangan tersebut sangat berpengeruh pada tingkah laku seorang remaja. Dan faktor utama penunjang perkembangan-perkembangan tersebut yang sangat menonjol adalah Lingkungan, baik lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar dimana remaja itu berada

10 TERIMA KASIH


Download ppt "PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK PERKEMBANGAN PSIKOLOGI REMAJA Oleh : Winda Kartika 2012001063 (PBSI 2A) 1 11 2 3 4 5 6 7 8 9 102345678910."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google