Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Statistika II Nurmala Ahmar, Diyah Pujiati, Pepie Diptyana, Setia Budi K.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Statistika II Nurmala Ahmar, Diyah Pujiati, Pepie Diptyana, Setia Budi K."— Transcript presentasi:

1 Statistika II Nurmala Ahmar, Diyah Pujiati, Pepie Diptyana, Setia Budi K.

2 Statistika atau Statistik? Statistika : ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Singkatnya, statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan datadata Statistik : data, informasi, atau hasil penerapan algoritma statistika pada suatu data angka

3 JENIS-JENIS STATISTIKA STATISTIKA Statistika Deskriptif Statistika Induktif Materi: 1.Penyajian data 2.Ukuran pemusatan 3.Ukuran penyebaran 4.Angka indeks 5.Deret berkala dan peramalan Materi: 1.Probabilitas dan teori keputusan 2.Metode sampling 3.Teori pendugaan 4.Pengujian hipotesa 5.Regresi dan korelasi 6.Statistika nonparametrik

4 JENIS-JENIS DATA DATA Data Kualitatif Data Kuantitatif Data Diskret Data Kontinu 1.Jenis kelamin 2.Warna kesayangan 3.Asal suku, dll 1.Jumlah mobil 2.Jumlah staf 3.Jumlah TV, dll 1.Berat badan 2.Jarak kota 3.Luas rumah, dll Pengertian Statistika Bab 1

5 Contoh Penggunaan Statistik Global Economic Crime Report 2011 Indonesia dalam Angka Pemilihan sampel audit, dsb. Penelitian Temuan / Simpulan Keputusan

6 SKALA PENGUKURAN Skala Rasio Angka mempunyai sifat nominal, ordinal dan interval serta mempunyai nilai absolut dari objek yang diukur. Contoh: bunga BCA 7% dan bunga Mandiri 14%, maka bunga Mandiri 2 kali bunga BCA. Skala Interval Angka mengandung sifat ordinal dan mempunyai jarak atau interval. Contoh: 1. Saham sangat prospektif dengan harga saham Rp , 2. saham prospektif Rp Skala Ordinal Angka mengandung pengertian tingkatan. Contoh: ranking 1, 2, dan 3. Ranking 1 menunjukkan lebih tinggi dari ranking 2 dan 3. Skala Nominal Angka yang diberikan hanya sebagai label saja. Angka yang diberikan hanya sebagai label saja. Contoh: pria = 1, wanita = 2 dan waria = 3. Contoh: pria = 1, wanita = 2 dan waria = 3.

7 Statistik Deskriptif Statistik yang mendeskripsikan data, mencakup: Mean Deviasi Standar (Simpangan Baku)  akar kuadrat varians. Simpangan baku merupakan bilangan tak- negatif, dan memiliki satuan yang sama dengan data. Jika suatu data diukur dalam satuan meter, maka simpangan baku juga diukur dalam meter pulaakar kuadrat variansmeter Skewness (kemencengan distribusi) Minimum Maksimum

8 Varians berDistribusi Normal

9 Mean vs Deviasi Standar Mean < DS Mean > DS

10 SKALA PENGUKURAN Skala Rasio Angka mempunyai sifat nominal, ordinal dan interval serta mempunyai nilai absolut dari objek yang diukur. Contoh: bunga BCA 7% dan bunga Mandiri 14%, maka bunga Mandiri 2 kali bunga BCA. Skala Interval Angka mengandung sifat ordinal dan mempunyai jarak atau interval. Contoh: 1. Saham sangat prospektif dengan harga saham Rp , 2. saham prospektif Rp Skala Ordinal Angka mengandung pengertian tingkatan. Contoh: ranking 1, 2, dan 3. Ranking 1 menunjukkan lebih tinggi dari ranking 2 dan 3. Skala Nominal Angka yang diberikan hanya sebagai label saja. Angka yang diberikan hanya sebagai label saja. Contoh: pria = 1, wanita = 2 dan waria = 3. Contoh: pria = 1, wanita = 2 dan waria = 3.

11 Sumber Data Primer Sekunder

12 Penggunaan Tes Statistik Untuk Penelitian Teori, Penelitian terdahulu Hipotesis Nol Menolak Tidak dapat menolak Perlu Obyektivitas dalam pengambilan keputusan Agar dapat diperiksa oleh publik atau diuji ulang

13 Hipotesis pernyataan mengenai sesuatu hal yang harus diuji pembuktiannya terdiri dari: Hipotesis Nol (H0): tidak ada …. Hipotesis Alternatif (H1): merupakan pernyataan operasional dari hipotesis penelitian.

14 Hipotesis hipotesis alternatif timbul 3 keadaan: 1. H1 yg mengatakan bahwa harga parameter tidak sama dengan harga yg dihipotesiskan: H0 : µ = µ 0 H1 : µ = µ 0 2. H1 yg mengatakan bahwa harga parameter lebih besar dari harga yg dihipotesiskan: H0 : µ ≤ µ 0 H1 : µ > µ 0 3. H 1 yg menyatakan bahwa harga parameter lebih kecil dari harga yg dihipotesiskan: H0 : µ ≥ µ 0 H1 : µ < µ 0

15 Langkah Penelitian dengan Uji Hipotesis 1.Masalah penelitian & kajian teori 2.Nyatakan hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatif (H1). 3.Tentukan tingkat signifikansi (α). 4.Tentukan daerah penerimaan dan penolakan H0. 5.Lakukan pengujian dengan alat uji yang sesuai. 6.Interpretasi hasil pengujian: H0 ada di daerah penolakan : H0 ditolak H0 diluar daerah penolakan : H0 tidak dapat ditolak.Kesimpulan berdasarkan interpretasi hasil pengujian

16 Pemilihan Alat Uji Statistika Skala Var. DependenSkala Var. IndependenAlat Uji Statistik Satu Skala MetrikSatu Non-Metrik dg 2 Kategori Uji beda t-test Satu Skala MetrikSatu Non-Metrik dg Lebih dari 2 Kategori ANOVA Lebih dari Satu MetrikSatu atau lebih Non- Metrik MANOVA Satu atau Lebih MetrikLebih dari satu MetrikCanonical Correlation Satu Non-Metrik dg 2 Kategori Satu atau Lebih MetrikAnalisis Diskriminan Satu Non-Metrik dg Lebih dari 2 Kategori Satu atau Lebih MetrikAnalisis Multiple Diskriminan Satu Non-Metrik dg 2 Kategori Satu atau Lebih Metrik dan Non-Metrik Logistic Regression Lebih dari Satu Metrik Analisis Jalur dan Structural Equation Modelling (SEM)

17 What is Variable? things that we measure, control, or manipulate in research. They differ in many respects, most notably in the role they are given in our research and in the type of measures that can be applied to them

18 Why Relations between Variables are Important? there is no other way of representing "meaning" except in terms of relations between some quantities or qualities; either way involves relations between variables

19 Populasi vs Sample

20 Two Basic Features of Every Relation between Variables 1.Magnitude (or “size”)  if every male in our sample was found to have a higher GPA than any female in the sample, we could say that the magnitude of the relation between the two variables (Gender and GPA) is very high in our sample 2.Reliability (“truthfullness”)  representativeness of sample

21 What is "Statistical Significance"? The statistical significance of a result tells us something about the degree to which the result is "true" (in the sense of being "representative of the population"). Penentu kemampuan untuk menolak atau tidak dapat menolak hipotesis statistika (H0) berdasarkan batas penerimaan error level

22 Tugas Bring It, Do It & Share It Cari contoh hipotesis dan data penelitian terbaru (antara tahun 2008 sd 2012) Data primer dan/atau sekunder Buatlah tabulasi data Deskripsikan sampel data menggunakan statistik deskriptif

23

24 Pertemuan II Presentasi Statistik Deskriptif dan Interpretasi Uji T

25 UJI BEDA t-test One sample t-test Independent t-test Paired Sample t-test

26 Contoh: One Sample t-test Pertanyaan penelitian: Apakah terdapat perbedaan pengalaman kerja antar pegawai? H0: tidak ada perbedaan pengalaman antar pegawai H1: terdapat perbedaan pengalaman antar pegawai

27 Contoh: Independent Sample t-test Pertanyaan penelitian: “Apakah terdapat perbedaan pengalaman antara karyawan pria dan wanita?” H 0 : μ 1 = μ 2 H 1 : μ 1 ≠ μ 2 H0= tidak ada perbedaan pengalaman antara karyawan pria dan wanita H1 : terdapat perbedaan pengalaman antara karyawan pria dan wanita

28 Contoh: Independent Sample t-test (yg lain ) Pertanyaan penelitian: “Apakah pria lebih berpengalaman daripada wanita?” H 0 : μ 1 ≤ μ 2 H 1 : μ 1 > μ 2 H0: pengalaman pria tidak berbeda atau lebih kecil daripada pengalaman wanita H1 : terdapat perbedaan pengalaman antara karyawan pria dan wanita

29 Contoh: Paired Sample t-test Pertanyaan penelitian: “Adakah perbedaan Return on Asset (ROA) antara sebelum merger dan sesudah merger?” H 0 : μ 1 = μ 2 H 1 : μ 1 ≠ μ 2 H0: tidak ada perbedaan ROA antara sebelum dan sesudah merger H1: terdapat perbedaan ROA antara sebelum dan sesudah merger


Download ppt "Statistika II Nurmala Ahmar, Diyah Pujiati, Pepie Diptyana, Setia Budi K."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google