Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

TATA CARA DUDUK DUA SUJUD PENJELASAN TATA CARA SHALAT Bagian 8/13

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "TATA CARA DUDUK DUA SUJUD PENJELASAN TATA CARA SHALAT Bagian 8/13"— Transcript presentasi:

1 TATA CARA DUDUK DUA SUJUD PENJELASAN TATA CARA SHALAT Bagian 8/13

2 Duduk antara dua sujud adalah gerakan duduk setelah melakukan sujud. Sebelum melakukan duduk dua sujud, hendaknya bangkit dari sujud dengan membaca takbir. Duduk antara dua sujud adalah rukun shalat dan ia wajib disempurnakan dengan tuma’ninah. SUJUDDUDUK DUA SUJUD

3 GERAKAN ZAHIR

4  Dari Maimunah isteri Nabi SAW katanya : “Apabila Rasulullah SAW sujud direnggangkannya kedua sikunya dari rusuk, sehingga kelihatan putih ketiak beliau. Dan apabila beliau duduk antara dua sujud dan pada tasyahud awal, beliau duduk tenang di atas pahanya yang kiri.” [Muslim]  Rasulullah bersabda: Tidak sempurna shalat seorang manusia, sehingga ia bersujud sampai tulang-tulang persendiannya merasa tenang, lalu mengucapkan “Allahu Akbar” dan mengangkat kepalanya hingga ia duduk lurus. [Abu Dawud dan Al Hakim, dishahihkan oleh Adz Dzahabi] Dalam riwayat lain dikatakan bahwa Rasulullah mendirikan kaki kanannya [Bukhari dan Baihaqi]. Dan beliau menghadapkan jari-jemari kakinya ke arah kiblat [Nasai dengan isnad shahih]. Beliau membentangkan kaki kirinya, lalu duduk di atasnya dengan tenang [Bukhari, Muslim, Abu Uwanah dan Abu Dawud]. TATA CARA DUDUK ANTARA DUA SUJUD

5 DUDUK ANTARA DUA SUJUD YANG BENAR Tampak depanTampak belakang

6 DUDUK 2 SUJUD YANG SALAH Duduk bertumpu pada kedua kaki. Duduk semacam ini masih dominan dalam masyarakat melayu. Tidak ada hadis yang menyuruh duduk seperti ini. Duduk di lantai dan kaki dibiarkan tidak diduduki dan tidak pula ditekuk. Duduk seperti ini cenderung terlarang karena mendekati cara duduk binatang buas.

7 BACAAN TASBIH DUDUK ANTARA DUA SUJUD

8 Perlu diketahui, tidak ditemukan dalil-dalil dari kitab sahih Bukhari dan Muslim yang menerangkan tentang bacaan duduk antara dua sujud. Sehingga seluruh ulama sepakat untuk berpegang pada kitab hadis dibawahnya yaitu dari kitab- kitab Sunan. Menurut para sunan, diriwayatkan dari Hudzaifah bahwa Rasulullah SAW mengucapkan diantara dua sujud: Rabbighfirlii, rabbighfirlii Ya Tuhan, ampuni aku, ya Tuhan ampuni aku. [HR. Tirmizi, Abu Dawud, Nasai & Baihaqi] BACAAN DUDUK ANTARA DUA SUJUD 1

9 Dari Ibnu Abbas dalam hadis ketika ia menginap di rumah bibinya Maimunah (istri Nabi SAW) serta ketika Nabi SAW shalat diwaktu malam (dirumah Maimunah). Disebutkan bahwa apabila mengangkat kepala dari sujud, Rasulullah SAW mengucapkan: RABBIGHFIRLII WARHAMNII WAJBURNII WAR FA’NII WARJUQNII WAHDINII Ya Tuhan, ampunilah aku, kasihanilah aku, perbaikilah aku, angkatlah derajatku dan berilah rejeki kepadaku serta tunjukilah aku. [HR. Baihaqi] BACAAN DUDUK ANTARA DUA SUJUD 2

10 PERBEDAAN PENDAPAT

11 Dalam tradisi masyarakat kita, orang-orang senantiasa membaca kalimat duduk antara dua sujud seperti ini: RABBIGHFIRLII WARHAMNII WAJBURNII WAR FA’NII WARJUQNII WAHDINII WA ‘AAFINII WA’ FUANNII. Ya Tuhan, ampunilah aku, kasihanilah aku, perbaikilah aku, angkatlah derajatku dan berilah rejeki kepadaku serta tunjukilah aku, dan berilah kesehatan kepadaku, dan berilah ampunan kepadaku Ada tambahan dua kalimat dalam bacaan diatas, jika dibandingkan dengan hadis Baihaqi tadi yaitu: RABBIGHFIRLII WARHAMNII WAJBURNII WAR FA’NII WARJUQNII WAHDINII Ya Tuhan, ampunilah aku, kasihanilah aku, perbaikilah aku, angkatlah derajatku dan berilah rejeki kepadaku serta tunjukilah aku. Apakah tambahan itu bid’ah???

12 Jika kita menganggap perkara itu termasuk membuat-buat aturan ibadah yang baru, tentu kita khawatir itu termasuk bid’ah. Sehingga sesiapapun yang takut sebaiknya menjauhi apa-apa yang dibuat-buat oleh manusia. Sedangkan sebagian ulama menganggap tambahan itu boleh. Mereka berpegang pada hadis dari Ibnu Umar (disampaikan pada halaman selanjutnya), tentang seorang sahabat yang membuat doa sendiri, kemudian Rasulullah memujinya karena kalimat itu berisi sanjungan untuk ALLAH. Sedangkan tambahan dalam kalimat tasbih duduk dua sujud itu dimaksudkan untuk memohon ampunan dan meminta kesehatan, sebagaimana doa hamba yang merendahkan diri kepada ALLAH subhanahu wa ta’ala. Adapun kita menyikapi dalam hal ini memilih tidak mengikuti pendapat itu, maka kita mengambil kesimpulan bahwa yang paling mendekati kebenaran adalah mengikuti hadis dan meninggalkan tambahan-tambahan kalimat yang tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kita boleh membuat kalimat sendiri kecuali jika itu bukan ritual ibadah, yaitu ketika kita berdoa atau zikir. Sedangkan shalat adalah ritual ibadah wajib yang ada dalil yang mengaturnya. Wallahu a’lam.

13 HUJJAH UNTUK MEMBOLEHKAN MEMBUAT DOA SENDIRI Dari Ibnu Umar bin Khattab katanya: Ketika kami sedang salat bersama-sama Rasulullah SAW, tiba-tiba ada seorang laki-laki dalam jamaah membaca: “ALLAH maha besar sebesar-besarnya, pujian yang tak terhenti bagi ALLAH, maha suci ALLAH sepanjang pagi dan petang” Maka bertanya Rasulullah SAW: “Siapa yang membaca kalimat itu tadi?” Jawab laki-laki itu: Saya, wahai Rasulullah! Sabda Rasulullah SAW: “Aku kagum dengan kalimat itu, karenanya dibukakan segala pintu langit.” Kata Ibnu Umar: Aku tidak pernah lupa membacanya sejak kudengar Rasulullah SAW membacanya. [HR. Muslim]

14 Bersambung ke: Bagian 9: “Duduk tasyahud awwal’”

15 Ditulis bersama: dan


Download ppt "TATA CARA DUDUK DUA SUJUD PENJELASAN TATA CARA SHALAT Bagian 8/13"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google