Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 Metode Deret Seragam (A) Lebih mudah jika dilakukan dari P, dan berlaku hubungan: A(i) = P(i) (A/P,i%,N) a. Bila alternatifnya mutually exclusive, maka.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 Metode Deret Seragam (A) Lebih mudah jika dilakukan dari P, dan berlaku hubungan: A(i) = P(i) (A/P,i%,N) a. Bila alternatifnya mutually exclusive, maka."— Transcript presentasi:

1 1 Metode Deret Seragam (A) Lebih mudah jika dilakukan dari P, dan berlaku hubungan: A(i) = P(i) (A/P,i%,N) a. Bila alternatifnya mutually exclusive, maka dipilih deret seragam terbesar. b. Untuk biaya, dipilih deret seragam terkecil. c. Alternative diterima bila A>0, berarti tingkat pengembalian lebih besar daripada MARR. Contoh : Sebuah pabrik pengolahan makanan mempunyai penghasilan 500 jt/th. Biaya operasional sebesar 130 jt/th. Pada akhir tahun ke 30 (masa ekonomis) nilai sisa gedung ditetapkan 100 jt. Seorang investor ingin membeli pabrik tersebut sebesar 4 miliar (4000 jt). Bila perusahaan menggunakan MARR 10%, apakah layak dijual?

2 2 Jawab: Dengan metoda A: Keuntungan/th= 500 jt – 130 jt = 370 jt A1 = 370 jt jt (A/F, 10%,30) Alternatif jual → P = 4000 jt A2 = P (A/P, 10%, 30) Karena A2 > A1 →maka alternatif jual diterima. Dengan metoda P: P1 = 4000 jt→ alternatif jual P2 = 370 jt (P/A), 10%, 30) jt (P/F, 10%, 30) Karena P1 > P2 →maka alternatif jual lebih layak Gambarkan cash flownya

3 3 Dengan metode F (nilai mendatang) Semua aliran kas dikonversi pada satu titik di masa mendatang (Future Worth), dengan tingkat bunga sebesar MARR Mengkonversi langsung Mengkonversi lewat nilai sekarang (P) F(i) = P(i) (F/P,i%,N) Mengkonversi lewat nilai seragam (A) F(i) = A(i) (F/A,i%,N) Bila alternative mutually exclusive, dipilih F terbesar bila alternative dependen dipilih yang F > 0

4 4 Untuk menentukan alternatif jual diterima atau tidak dengan metoda F: Dengan contoh soal yang sama dengan sebelumnya. P = 4000 → alternatif jual F1 = P (F/P, i%, N) = 4000 jt (F/P, 10%, 30) F2 = A (F/A, i%, N) + nilai sisa = 370 jt (F/A, 10%, 30) jt Jika F1 > F2 →alternatif jual diambil

5 5 A dan B yang harus di evaluasi untuk Ada 2 buah merek mesin menentukan yang lebih efisien sebagai dasar keputusan pembelian mesin. Mesin A : Harga mesin 250 jt, umur ekonomis 10 th, dengan nilai sisa 10 jt. Ongkos operasional pada tahun pertama 12 jt, naik 1 jt pada tahun-tahun berikutnya. Pendapatan tahunan 75 jt. Mesin B : Harga mesin 100jt, umur ekonomis 5 th, nilai sisa 2 jt. Ongkos operasional (perawatan, pajak, asuransi) sebesar 10 jt pada tahun- tahun pertama, naik 0,8 jt tiap tahun. Pendapatan tahunan 68 jt. MARR = 15% A G F I 12310

6 6 Dengan Metoda F: Mesin A: FA = -250 jt (F/P, 15%, 10) + 75 jt (F/A, 15%, 10) – [12 jt + 1 jt (A/G, 15%, 10)] X (F/A, 15%, 10) + 10 jt = ? Mesin B: FB = -100 jt (F/P, 15%, 5) – 100 jt (F/P, 15%, 10) + 68 jt (F/A, 15%, 10) – [10 jt + 0,8 jt (A/G, 15%, 5) X (F/A, 15%, 10)]+ 2 jt + 2 jt (F/P, 15%, 5) = ? 0510

7 7 Analisis Break Even Point / BEP (Analisis Titik Impas) Menentukan tingkat (volume) produksi pada saat kondisi impas, atau berada pada titik total biaya sama dengan total pendapatan. Komponen analisis BEP: Fix cost (FC) Variable cost (VC) Total Cost (TC = jumlah FC dan VC) FC VC TC = FC + VC Vol produksi Cost VC FC

8 8 VC = c X, c = variable cost per unit ; X = jumlah unit produk (vol produksi) TC = FC + VC = FC + c X TR = p. X dimana TR = Total Revenue p = price / harga X = unit produk TR = TC p X = FC + cX FC p – c BEP = X =

9 9 Konponen: biaya tetap (FC), biaya variable (VC)dan biaya total(TC) Total Revenue (TR) Total Cost (TC) X FC (Fix Cost) Cost Vol produksi BEP Daerah untung Daerah rugi VC Grafik analisis BEP

10 10 Contoh Soal : Pd sebuah perusahaan pengalengan makanan harus mengeluarkan biaya total sebesar Rp 30 juta untuk memproduksi 15 ribu kaleng dan biaya total Rp 25 juta untuk 10 ribu kaleng. Biaya variable dalam produksi berhubungan secara proporsional dengan unit barang. Tentukan: a.Biaya variable per kaleng dan biaya tetapnya b.Bila dijual dengan harga Rp per kaleng, tentukan BEP nya. c.Bila dijual kaleng, tentukan keuntungan yang diperoleh. Jawab: TC = FC + VC 30 jt = FC + c. 15 rb 25 jt = FC + c. 10 rb 5 jt = c. 5 rb maka c (biaya variable per kaleng) = Rp 1000 a. TC = FC + VC 30 jt = FC x jt = FC x Maka FC = 15 jt

11 11 BEP = FC / ( p – c ) = 15 jt / (6000 – 1000) = 3000 kaleng TR = p. x = x = 72 jt TC = FC + VC = 15 jt x = 27 jt TP = TR – TC = 72jt – 27jt = 45 jt b. c.


Download ppt "1 Metode Deret Seragam (A) Lebih mudah jika dilakukan dari P, dan berlaku hubungan: A(i) = P(i) (A/P,i%,N) a. Bila alternatifnya mutually exclusive, maka."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google