Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BREAK EVEN POINT Oleh kelompok III:  Betaria situmorang  Widya Kristin Sitorus  Irma Lubis  Fikri Akbar  Lasber Manullang.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BREAK EVEN POINT Oleh kelompok III:  Betaria situmorang  Widya Kristin Sitorus  Irma Lubis  Fikri Akbar  Lasber Manullang."— Transcript presentasi:

1 BREAK EVEN POINT Oleh kelompok III:  Betaria situmorang  Widya Kristin Sitorus  Irma Lubis  Fikri Akbar  Lasber Manullang

2 Menurut “ Break Even point atau BEP adalah suatu analisis untuk menentukan dan mencari jumlah barang atau jasa yang harus dijual kepada konsumen pada harga tertentu untuk menutupi biaya-biaya yang timbul serta mendapatkan keuntungan / profit. BEP adalah total revenue = total cost dimana total revenue = total fixed cost + total variable cost Rumus Analisis Break Even : BEP = Total Fixed Cost / (Harga perunit - Variabel Cost Perunit)

3 BEP merupakan kondisi dimana total penghasilan sama dengan besarnya total biaya sehingga perusahaan tidak memperoleh keuntungan dan tidak menderita kerugian. Manfaat BEP: •Memberikan gambaran batas jumlah penjualan minimal agar perusahaan tidak menderita rugi. •Menentukan jumlah penjualan yang seharusnya diperoleh pada persyaratan tertentu sehingga perlu dibuat analisis BEP untuk menunjang anggaran yang dibuat.

4 Bentuk Perencanaan produksi •Tingkat operasi atau volume produksi minimal agar Perusahaan tidak rugi. •Kapan Operasi ( volume produksi perlu ditingkatkan, diturunkan, atau dihentikan.

5 JENIS-JENIS BEP •BEP Single product adalah BEP untuk perusahaan yang hanya memproduksi satu jenis barang dan jasa. Rumus:

6 BEP multy product adalah titik pulang pokok untuk perusahaan yang memproduksi berbagai jenis barang dan jasa. Tahapan analisis BEP multy product: •Asumsi biaya tetap untuk masing- masing produk sebanding dengan produksi masing- masing produk. •Dirumuskan peranan atau kontribusi (share) penjualan masing- masing produk terhadap total penjualan.

7 Rumus:

8 •BEP in cash adalah titik pulang pokok dari operasi usaha dengan hanya mempertimbangkan biaya yang tunai (cash) saja. a.BEP in Cash untuk satu jenis barang(single product) Rumus:

9 Contoh Soal Sebuah perusahaan penerbit mempunyai data mengenai biaya dan harga jual per unit untuk suatu jenis buku yang akan diterbitkan sbb: Total biaya tetap (TFC) editing Rp , ilustrasi Rp , setting Rp dan overhead Rp jadi total biaya tetap adalah Rp Biaya variable per unit (AVC) yaitu kertas, cetak dan jilid Rp , potongan untuk toko buku Rp , komisi penjualan Rp 200, royalti pengarang Rp 2.000, administrasi lainya Rp jadi total biaya Variable per unit adalah Rp harga jual buku per eksemplar (unit) adalah Rp Jawab:

10 b. BEP in cash untuk multi produk (BEP in cash multi product) Rumus:

11 Contoh Soal •PT XYZ menghasilkan 3 jenis makanan ( I, II, III) dengan TFC , termasuk biaya penyusutan sebesar Rp rincian harga jual (Pi) dan Biaya variable per unit (AVCi), serta share penjualan dari masing- masing produk terhadap total penjualan (Shi) sebagai berikut :

12 •Barang (Shi) Harga (Pi)Biaya variable (AVCi)Kontribusi Penj. •IRp Rp % •IIRp Rp % •IIIRp RP % •BEP di perusahaan ini dapat dicari sebagai berikut: •Barang(Pi- AVCi) (Pi-AVCi)/(Pi) (Shi) (Pi- AVCi)/(Pi)(Shi) •IRp %0.025 •IIRp %0.075 •IIIRp %0.10 ∑ (Pi- AVCi)/(Pi)(Shi) = CMPt →= 0.20

13 •BEP sales = (TFC- Penyusutan)/ CMPt = ( – ) / (0.20) = •Barang(Shi)BEP salesharga (Pi)BEP unit •I10% •II15% •III25%

14 Asumsi dasar BEP Biaya dapat diklasifikasikan ke dalam komponen biaya tetap dan biaya variable •Total biaya variable berubah secara proporsional dengan volume produksi atau penjualan, sedangkan total biaya variable per unit konstan •Total biaya tidak mengalami perubahan meskipun ada perubahan volume produksi atau penjualan sedangkan biaya tetap per unit akan berubah karrena adanya perubahan volume kegiatan

15 •Harga jual per unit tidak akan berubah selama periode analisa •Perusahaan hanya membuatdan menjual satu jenis produk •Kapasitas produksi pabrik relatif konstan •Harga faktor produksi relatif konstan •Efesiensi produksi tidak berubah •Perubahan pada persediaan awal dan persediaan akhir jumlahnya tidak berarti •Volume merupakan faktor satu- satunya yang mempengaruhi biaya.

16 Masalah Khusus Analisa BEP •Ada perubahan terhadap biaya, harga jual •Bila perusahaan menjual dua jenis produk •Bila jumlah yang dijual tidak sama dengan jumlah ynag dihasilkan Untuk menyelesaikannya ada 2 pendekatan: •Dengan metode full costing (biaya penuh) Bagian produksi yang tidak terjual harus dibebani baik biaya variable maupun biaya tetap •Dengan metode direct costing (biaya variable) Bagian produksi yang tidak terjual hanya dibebani dengan biaya variable saja, sedangkan biaya tetap produksi seluruhnya menjadi beban produksi yang terjual.

17 CARA PENENTUAN BEP •Pendekatan grafik •Metode trial dan error •Pendekatan matematis

18 PENDEKATAN TRIAL DAN ERROR Dengan memasukkan berbagai tingkat penjualan sampai dengan laba = 0

19 Pendekatan Grafis TC FC TR unit Penerimaan/ biaya

20 Pendekatan Matematis •BEP (unit) =Total Fixed Cost / (Harga perunit - Variabel Cost Perunit) •BEP (Rp) = Total biaya tetap/1-total biaya variable/ total hasil penjualan Jika penjualan TIDAK SAMA dengan PRODUKSI Besarnya BEP dengan pendekatan full costing = TFC – X% (FC biaya produksi)/ 1- TVC- x %(TVC biaya produksi)/TR yang terjual Besarnya BEP dengan Pendekatan Variable Costing = TFC – X% (FC biaya produksi)/ 1- TVC- x %(TVC biaya produksi)/TR yang terjual


Download ppt "BREAK EVEN POINT Oleh kelompok III:  Betaria situmorang  Widya Kristin Sitorus  Irma Lubis  Fikri Akbar  Lasber Manullang."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google