Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Menerangkan segala macam bentuk air dalam atmosfer. Air dalam atmosfer hanya merupakan sebagian kecil air yang ada di bumi (0.001%) dari seluruh air. VOLUME.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Menerangkan segala macam bentuk air dalam atmosfer. Air dalam atmosfer hanya merupakan sebagian kecil air yang ada di bumi (0.001%) dari seluruh air. VOLUME."— Transcript presentasi:

1 Menerangkan segala macam bentuk air dalam atmosfer. Air dalam atmosfer hanya merupakan sebagian kecil air yang ada di bumi (0.001%) dari seluruh air. VOLUME AIR DI BUMI JenisVolume (km3)% Laut Kutub Air tanah, lengas tanah Danau,sungai Atmosfer ∑ Volume bumi: x km3 Perbandingan air terhadap bumi; 1/777.2=

2 A. PENGUAPAN Merupakan proses perubahan air/es menjadi gas(uap air). Susunan kimia air (H2O) alami di atmosfer terbagi dalam 3 tingkatan: gas, cair & padat. Dapat mengalai perubahan dari bentuk satu ke yang lain dengan terikut sertanya panas. Mol Air Ikatan Hidrogen Molekul dapat memenuhi ruang yang sama Struktur terbuka (Kropos) H H o

3 1 cm3 air berisi: 3.4 x1022 Mol H2O diameter mol H2O: 3 x 10-8 cm (Ø) untuk perubahan struktur tersebut diperlukan energi panas: T0CT0CPanas yang diperlukan/menguapkan (cal/g)

4 Air mendidih selama dipanaskan tekanan mol yang lepas sama dengan tekanan atmosfer. Kian tinggi tempat kian rendah pula T yang diperlukan untuk mendidihnya air. Es mendinginkan minuman karena es mencair menyerap energi minuman disekitarnya. Suatu zat menguap atau mengembun zat tersebut akan memperoleh atau kehilanga n energi tepat seperti yang terjadi pada waktu zat tadi meleleh atau membeku. Air mendidih pada T C, tetapi berhenti memanas, tetap mendidih dan menguap. Pada temperatur itu air menggunakan segenap energi untuk merubah dirinya

5 MIS: Tinggi Tempat (m dpl) T. yg diperlukan ( 0 C) New York0100 Colorado Equador Tibet Gn. Everest Maka makanan perlu dimasak lebih lama ditempat yang lebih tinggi. * FAKTOR-FAKTOR YG MEMPENGARUHI PENGUAPAN 1.Temperatur, kian tinggi kian besar evaporasi 2.Tekanan Uap, makin tinggi tekanan uap air makin tinggi penguapan. Atau makin tinggi RH, makin kecil evaporasi. 3.Kecepatan Angin, makin cepat angin makin besar penguapan.

6 * SEBARAN PENGUAPAN Penguapan diatas laut > darat, karena Suply air yang tak terbatas. Dilintang 10 0 U – 10 0 S, penguapan didarat > laut, karena hujan cukup lebat dan ditambah vegetasi lebat transpirasi cukup besar. Penguapan maks dilaut terjadi di L10 0 – 20 0 U/S. *Pendekatan langsung evaporasi permukaan tanah dan transpirasi dari vegetasi (ET), berdasar neraca air: ET = P – (R+S) ET: Evapotranspirasi P: Presipitasi R: Run off S: Simpanan Lengas Tanah

7 Untuk dapat menguapkan air diperlukan panas laten. ± 600 cal per gram air padaT-50 0 C ± 540 Cal per gram air pada T100 0 C Sebaiknya pada proses kondensasi & pembekuan panas.

8 H H + -

9 B. KELEMBABAN UDARA Jumlah uap air dalam udara hanya merupakan bagian kecil saja dari atm. Kira-kira 2 % dari jumlah masa. Tetapi jumlah ini tidak konstan,bervariasi antara 0-5%. Walaupun jumlah kecil tetapi mempunyai arti penting karena:  Besar uap air di udara merupakan indikator terjadinya hujan.  Uap air menyerap radiasi bumi, sehingga ikut mengatur suhu.  Makin besar jumlah uap air dalam udara makin besar energi potensial yang tersedia dalam atm dan merupakan sumber terjadinya hujan angin, berarti menentukan udara itu kekal / tidak.

10 Kap. Udara: jumlah uap air maks. Yang dapat dikandung oleh udara pada suatu suhu. Makin tinggi suhu makin besar kapasitas udara. Kapasitas udara dicapai berarti udara jenuh uap air. KAPASITAS UDARA & KEJENUHAN VTVT V + Uap air 2. Jika suhu turun, berarti kapasitas udara turun. Kalau turun terus maka. kapasitas udara akan= jumlah uap air yang Tetes air (T>0 0 C) – Kristal es (T<0 0 C) 1. Jika suhu naik, berarti kapasitas udara tetap. Kejenuhan dicapai dengan menambah uap air melalui penguapan dari suatu sumber.

11 TITIK EMBUN & KONDENSASI Titik embun: suhu yang bertepatan dengan jenuhnya udara Kondensasi: perubahan bentuk uap cair Sublimasi: Perubahan Bentuk uap padat Jika udara didinginkan melampaui titik embun, maka kelebihan yang tidak dapat dikandung oleh udara akan dilepas berupa:

12 Mis: T 32 0 C, Jumlah uap air 5 gr/m3 Didinginkan 28 0 Ckejenuhan Didinginkan 24 0 C Kondensasi Uap air yang mencair: 2.3 gr Ini merupakan perbedaan kapasitas udara antara T 28 0 C & T 24 0 C. Penurunan T sama dari udara yang jenuh pada T yang berbeda tidak menghasilkan jumlah kondensasi yang sama. Mis: 1 m3 udara jenuh pada T 32 0 C. diturunkan 30 0 C, uap air Kondensasi 4 gr diturunkan 28 0 C, uap air Kondensasi 2 gr diturunkan 26 0 C, uap air Kondensasi 1 gr Berarti udara yang panas mempunyai kemungkinan terjadi hujan lebih lebat.

13 UKURAN KELEMBABAN UDARA 1.Tek. Uap: bagian dari tek. Atm yang (ed) disebabkan oleh uap air dan dinyatakan dalam atm, mbar atau cm hg. ed: ew – a.p. (td-Tw) mbar ew: tek. Uap jenuh pada temperatur bola basah (table) Td: temp. bola kering 0 C Tw: temp. bola basah 0 C P: tek. Barometer udara (mbar) tergantung ketinggian (table) α:Konstante Psychrometric yang tergantung tipe Ventilasi. : – psychrometric ventilasi tipe Assman dg ka. 5 m/dt. : – Psychrometric dengan ventilasi alam dengan K.a. 1 m / det. ea: tekanan uap aktual

14 * TITIK EMBUN RH T. rerata: 28 0 C T. titik embun: C ea T. T.titik embun C – tabel: 20.0 mb ed T 28 0 C - tabel : 37.8 mb ed – ea: 37.8 – 20.0= 17.8 mb RH: 20 x 100 %= 52.9 % 37.8 RH : ea x 100 % = …….% ed (ed – ea): difisit kejenuhan

15 4. Kel. Nisbi (relatif) Perbandingan antara uap air yang betul-betul ada di udara dengan jumlah uap air dalam udara tersebut, jika pada Temp. dan Tek. yang sama udara tersebut jenuh dengan uap air. 3. Kel. Absolut Berat uap air persatuan volume udara g/m3 2. Kel. Spesifik Berat uap air persatuan berat udara ( termasuk berat uap airnya) g/kg hampir sama dengan tek. Udara. RH= Kel, absolut atau Kel. Spesifik Kap. Udara Kap. Udara * Satuan Sama*

16 AGIHAN KELEMBABAN - ARAH VERTIKAL Oleh karena sumber kelembaban udara adalah permukaan bumi maka sebagian besar uap air terkumpul pada lapisan bawah - ARAH HORIZONTAL Kel spesifik maks. Dikhatulistiwa dan min di kutub. Kel nisbi terbesar di khatulistiwa – turun di 30 0 LU/S – naik ke arah kutub :

17 0

18 AGIHAN KELEMBABAN NISBI  VARIASI KELEMBABAN - Kel. Spesifik: diatas lautan mengikuti T T. tinggi, kel. Sp tinggi Didarat2 maks 2 min 24 jam

19 Min utama saat T. min Maks I – menjelang tengah hari Min II – senja hari Maks II – saat T. maks Tahunan: Tertinggi pada musim panas dan terendah pada musim dingin. Untuk daerah bermusim hujan dan kemarau, tertinggi musim hujan dan terendah musim kemarau. Kel. Nisbi: harian umumnya berlawanan dengan suhu maks pagi hari dan min sore hari. Tahunan : Pada lintang kecil 30 0 LU – LS Besar pada musim panas, Kecil pada musim dingin Didaerah lintang besar, sebaliknya. Bervariasi menurut lintang.

20 C. AWAN Adalah: Kumpulan titik-titik air atau kristal es yang melayang-layang di atmosfer. Awan terjadi sebagai akibat adanya kondensasi. KLASIFIKASI AWAN 1. Awan Tinggi: > m (± ft) a.Cirrus (Ci) b.Cirrostratus (Cs) c.Cirrocumulus (Cc) 2. Awan Sedang: m–6.000 m (6.000 – ft) a.Alto Stratus (As) b.Alto Cumulus (Ac) 3. Awan Rendah: 0 – m (0 – ft) a.Strato Cumulus (Sc) b.Stratus (St) 4. Awan dengan perkembangan Vertikal, tertinggi: a.Nimbostratus (Ns) b.Cumulus (Cu) c.Cumulo nimbus (Cb)

21

22

23

24  TERJADINYA AWAN Udara yang mengandung uap air temperatur tinggi (titik kondensasi), selanjutnya temp. turun lagi melampaui titik kondensasi  SEBAB – SEBAB TERJADINYA PENDINGINAN UDARA 1.Udara yang dekat permukaan tanah, pendinginan disebabkan pengaruh pendinginan permukaan tanah kabut 2. Karena udara yang naik, udara naik disebabkan oleh beberapa faktor: a.Radiasi matahari b.Pengaruh gunung / bukit c.Pertemuan udara dingin dan panas d.Konvergen udara

25

26

27

28 D. PRESIPITASI Adalah air dalam bentuk cair/padat yang jatuh, sampai kepermukaan bumi. Awan adalah suspensi koloida udara atau aerosol selama butir-butir belum bersatu / besar akan tetap melayang-layang diudara. Sehingga awan tidak akan PRESIPITASI. 1. MEKANISME HUJAN Awan:Ø 0.04 – 0.2 mm Tetesan air hujan: 0.5 – 4.0 mm

29 Dua pendapat mekanisme hujan 1.Penyatuan beberapa butir hasil kondensasi 2.Butiran yang besar karena tumbuh dari air dan partikel es dalam awan yang sama. Air mempunyai tekanan uap > es, hal ini menyebabkan terjadi perpindahan air yang menguap dari butir-butir air dan berkondensasi pada partikel es. Sehingga partikel es diselubungi air yang makin lama makin membesar. 2. KLASIFIKASI HUJAN Berdasarkan bentuk: Hujan (rain): 0.5 – 4.0 mm Salju (snow): tanah – awan, temperatur < 0 0 C Hujan Es (hail stone): 5 – 50 mm Ada aliran vertikal yang keras temperatur dibawah titik beku bongkah-bongkah es

30 Inti Titik Awan “Panas” Hujan Titik Awan ES PANAS Inti Hujan es Hablur Es “Sangat dingin” Salju Inti

31 Berdasarkan proses terjadinya: 1. Hujan konveksi Dari awan yang terbentuk karena ada konveksi 2. Hujan orografis Angin yang melewati gunung 3. Hujan frontal Pertemuan masa udara panas & dingin 4. Hujan konvergen Dari awan yang terbentuk karena adanya konvergen.

32 Lautan, sungai, danau, permukaan tanah, vegetasi, industri, gunung-gunung berapi. Asal unsur ini: Bagian yang kecil: Iodine, bromine, boron, besi, aluminium & silika. Air hujan mengandung ion-ion: Na, K, Cl, HCO3, SO4 + NH3, NO3, NO4, N serta susunan N lain. 3. UNSUR DALAM AIR HUJAN pH air hujan: 3.0 – 9.8

33 Agihan Curah Hujan Tahunan 20

34 Untuk terjadinya kondensasi diperlukan 3 syarat : 1.Lembab udara 2.Pendinginan udara 3.Partikel pembantu Jalan yang paling baik untuk merubah keseimbangan awan / udara: 1.Peralihan panas 2.Menaikan udara 3.Orografis, adanya barrier berupa pegunungan Presipitasi dari awan konveksi dapat dimulai dengan suatu proses dalam fase cair apabila: 1.Temperatur didasar awan mencapai 10 0 C 2.Inti higroskopis dari garam-garam / debu ada di udara dan bergerak menembus atau memasuki awan.

35 b.Frekuensiterjadinya / timbulnya awan konveksi cukup baik untuk dilakukan operasi hujan buatan a.Suhu didasar awan konveksi ± 10 0 C Atas dasar tsb, maka hujan buatan dengan senyawa- senyawa berinti higroskopis dapat dilakukan secara baik dengan pertimbangan iklim daerah ybs dan kriteria sbb : c.Konsentrasi partikel Higroskopis di udara sedikit sehingga dengan kegiatan tersebut konsentrasi bertambah jadi operasi hujan buatan dengan inti hygroskopis paling sempurna apabila keadaan iklim daerah itu memenuhi: Daerah dengan suhu dasar awan 10 0 C pada bulan pelaksanaan Daerah dengan hujan 25 – 100 mm pada bulan pelaksanaan Daerah dengan curah hujan tahunan kurang dari 1000 mm

36

37 Bahan Kimia Yang Dipakai a. 2CaC 2 + 4H 2 O Exothermis (+1.350K cal) Panas 60 0 C I. Exothermis: b. NaCl + H 2 O K cal c. CaCl 2 + H 2 O K cal II. Endothermis: a. CO 2 CO K Cal ( ES KERING) PadatUap b. Urea 4NH 2 + 4H 2 O – 425 K Cal 4H 2 O 2CaC K Cal (exo) ( dumping system )

38 PELAKSANAAN Udara Cerah 3 – 7000 feet Sebelum jam pagi Bahan yang Disebarkan: RH > 90 %: Serbuk garam dapur RH 80 – 90 %: Serbuk garam dapur dan es kering (10 : 1) RH > 50 %: Serbuk calsium Chloride RH < 50 %: Serbuk Calsium Carbide

39 Atas Tengah Jam 10, 11, 12 AWAN Setelah terbentuk awan Dipergunakan :Calsium chloride + Urea ( 1 : 4 ) 1 jam kemudian penyemprotan campuran serbuk garam + urea ( 10 : 1 )

40 Jam ATAS DASAR Agar awan berhenti diatas target area, disemprotkan bahan : es kering dibagian atas atau dibawah dasar awan 1 pesawat menyemprotkan serbuk garam diatas, urea dibawah.

41 Jam Hujan ?


Download ppt "Menerangkan segala macam bentuk air dalam atmosfer. Air dalam atmosfer hanya merupakan sebagian kecil air yang ada di bumi (0.001%) dari seluruh air. VOLUME."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google