Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Sistem Informasi Manajemen Dasar intelejen bisnis: basis data dan manajemen informasi STUDI KASUS SISTEM BASIS DATA TERDISTRIBUSI PADA SISTEM INFORMASI.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Sistem Informasi Manajemen Dasar intelejen bisnis: basis data dan manajemen informasi STUDI KASUS SISTEM BASIS DATA TERDISTRIBUSI PADA SISTEM INFORMASI."— Transcript presentasi:

1 Sistem Informasi Manajemen Dasar intelejen bisnis: basis data dan manajemen informasi STUDI KASUS SISTEM BASIS DATA TERDISTRIBUSI PADA SISTEM INFORMASI PEMESANAN TIKET TRAVEL Oleh: Yudita Dwiyana H.R Ike Sukma Dewi Yessica Indah Y Heti Puspitasari

2 Perusahaan yang memiliki banyak cabang kebanyakan akan menyebar datanya di lokasi server yang berbeda-beda Mereka dapat menggunakan sistem basis data terdistribusi untuk mengelola data mereka. Sistem Basis Data Terdistribusi adalah kumpulan data logic yang saling berhubungan, secara fisik terdistribusi dalam jaringan komputer, yang tidak tergantung dari program aplikasi sekarang maupun pada masa yang akan datang.

3 Namun banyak sekali kendala yang mengikuti sistem basis data ini, mulai dari bagaimana menjaga konsistensi datanya, hingga kemungkinan terjadinya replikasi data di situs. Untuk mengendalikan masalah-masalah tadi, kita bisa menggunakan aplikasi DBMS (database management system), aplikasi ini memungkinkan ditatanya suatu basis data terdistribusi dan membuat distribusi tersebut transparan bagi setiap pengguna. sistem basis data tunggal yang dibagi menjadi beberapa bagian, dan masing- masing bagian itu disimpan pada beberapa komputer berbeda yang terhubung dalam suatu jaringan komunikasi dibawah pengontrolan terpisah oleh DBMS.

4 Pengguna akan mengakses basis data melalui sebuah aplikasi yang berbasis database, diakses secara global dari suatu server yang terpusat. DBMS terdistribusi akan memilki karekteristik sebagai-berikut : Kumpulan data-data logic (yang dapat digunakan secara bersama) terdistribusi pada beberapa unit komputer yang berbeda. Komputer tersebut terkoneksi ke dalam suatu jaringan komunikasi. Data pada masing-masing unit komputer (work-station) terkontrol oleh suatu DBMS. DBMS pada masing-masing bagian dapat menangani aplikasi-aplikasi local, secara otomatis. Masing-masing DBMS berpartisipasi paling tidak pada satu apliakasi global.

5

6 Pada Travel X terdapat beberapa cabang, dan bisa melakukan pemesanan tiket, selain itu bisa juga secara online. Jadi pelanggan bisa memesan via langsung ke cabang tertentu atau pun online. perbedaannya adalah jika seseorang melakukan pemesanan langsung maka ia akan langsung mendapatkan tiketnya lalu ia akan berstatus Lunas, sedangkan jika memesan online maka ia harus terlebih dahuhlu membayar ke bank lalu menukarkan mengambil tiketnya di tempat ia akan berangkat. Sebelum ia membayar, ia masih berstatus Belum Lunas dan diberikan tenggat waktu lima jam dari waktu pemesanan. Jika ia belum membayar maka pemesanan yang ia lakukan dianggap hangus.

7

8 Untuk menggambarkan perbendaan antara dua tipe pemesanan, antara langsung(insite) dan online pada suatu cabang adalah menambah data pemesanan pada sebuah cabang. Jika penambahan dilakukan di cabang maka ini dianggap lokal, jika tidak maka dianggap global. Contoh untuk sebuah pemesanan dimana pemesan akan memesan tiket online untuk keberangkatan dari cabang A, maka data pemesan dapat diakses oleh cabang tersebut dan server pusat, sedang cabang lain tidak bisa mengakses supaya tidak terjadi deadlock.

9 Pada sistem basis data terdistribusi yang ideal, harus ada pengamanan data dan juga integritas data yang baik, misalnya dengan menggunakan PL/SQL untuk integritas data juga XML dan aplikasi DBMS untuk kemanan data. Basis data terdistribusi juga harus dibuat dengan menggabungkan beberapa sistem basis data yang sudah ada, masing-masing dengan skemanya sendiri dan mugkin menjalankan DBMS berbeda. Sistem semacam ini kadang disebut sistem multi basis data atau sistem basis data terdistribusi heterogen.

10 Berikut adalah sedikit penjelsannya: 1. Keheterogenan Komputer yang digunakan pada setiap cabang belum tentu sama spesifikasi dan sistem operasinya. Untuk itu diperlukan suatu koordinasi antar cabang agar sistem bisa berjalan dengan baik. 2. Keterbukaan Sistem dapat dikembnagkan kembali oleh developer lain apabila masih terdapat kekurangan atau terdapat kebutuhan yang baru. ini sesuai dengan keuntungan dari DBMS yaitu easy to expand. 3. Keamanan Data yang disimpan pada database dienkripsi terlebih dahulu agar tidak bisa diakses dan dibaca oleh orang lain diluar sistem. Hal ini bisa didukung dengan XML misalnya ketika pada transaksi yang memerlukan pihak luar untuk terlibat di dalamnya. contoh : pembayaran via bank.

11 4. Scalability Komputer pada suatu cabang dapat ditambah atau ditingkatkan spesifikasinya tanpa harus mengubah sistem. 5. Penanganan Kegagalan Saat terjadi kerusakan pada komputer disalah satu cabang, sistem pemesanan tiket akan tetap berjalan. Komputer pada setiap cabang berdiri secara independen sehingga tidak mempengaruhi sistem pemesanan tiket. 6. Concurrency Semua cabang dapat mengakses satu database yang sama yaitu database pusat dalam waktu bersamaan. 7. Transparansi Sistem pemesanan tiket pada sebuah cabang selain memiliki database sendiri, sistem ini juga menggunakan database pusat secara bersama-sama dengan cabang lain, namun yang terlihat hanya menggunakan satu database saja.


Download ppt "Sistem Informasi Manajemen Dasar intelejen bisnis: basis data dan manajemen informasi STUDI KASUS SISTEM BASIS DATA TERDISTRIBUSI PADA SISTEM INFORMASI."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google