Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KOTA BARU I. LATAR BELAKANG 1.KEBUTUHAN RUMAH  Growth penduduk perkotaan mengakibatkan perubahan kebutuhan pembangunan perumahan (formal) terutama di.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KOTA BARU I. LATAR BELAKANG 1.KEBUTUHAN RUMAH  Growth penduduk perkotaan mengakibatkan perubahan kebutuhan pembangunan perumahan (formal) terutama di."— Transcript presentasi:

1 KOTA BARU I. LATAR BELAKANG 1.KEBUTUHAN RUMAH  Growth penduduk perkotaan mengakibatkan perubahan kebutuhan pembangunan perumahan (formal) terutama di perkotaan.  Back Lock kebutuhan rumah di Indonesia (2003) 6,2 juta unit (KK). Kebutuhan rumah pertahun unit.  Penyediaan rumah di Indonesia 15% dilaksanakan sektor formal (Swasta, Perumnas, Koperasi/Masyarakat) 2.KEBIJAKAN PEMERINTAH  Sejak Pelita IV pemerintah mengarahkan partisiasi swasta dalam pembangunan perumahan dan pembangunan kota2 baru di Fast Growing Area.  UU4/82 ‘Lingkup Hidup’, UU 4/92 ‘Perumahan dan Pemukiman, GBHN ’93 dapat di implementasikan dengan pembangunan kota baru mandiri berwawasan lingkungan.

2 II. MAIN ISSUES PEMBANGUNAN KOTA BARU 1.Heterogenitas/Social Mixed  Jenis Hunian 1:3:6 dan RSS (Hunian Berimbang)  Facility Mixed  Subsidi silang 2.Kerjasama pelaku Pembangunan  Swasta – Pemerintah – Masyarakat  Komplementer & Synergis 3.Skala Besar  Pengadaan Lahan  Biaya prasarana & utilitas skala kota  Kondisi Makro Ekonomi 4.Konsistensi Komitmen Pemerintah  Implementasi PUTR  Pembangunan prasarana utama  Proses Perijinan  Peraturan vs. kebijaksanaan  Insentif dan Dis-Insentif 5.Pengelolaan Kota  Lembaga pengelolaan kota  Biaya pengelolaan kota 6.Level of Product  Rumah & non rumah  Fasilitas & Infrastruktur  Town Management

3 III. TIPOLOGI KOTA 1.Jumlah Penduduk/jumlah rumah 2.Kemandirian Kota  60-70% kesempatan kerja bagi angkatan kerja sebagai ‘economic base’  Kelengkapan sarana & prasarana 3.Rasio Guna Lahan  Perumahan: 1:3:6  Non Perumahan  Fasilitas Umum  Non Development 4.Pentahapan Pembangunan 5.Sektor Informal

4 IV.PROSES PENGEMBANGAN KOTA BARU (lihat Proses Pengembangan Kawasan Hunian) V.KOTA BARU DI INDONESIA 1. Kebayoran Baru –1948: Tempat tinggal nyaman pekerja di Jakarta, satelite town concept,100,000 penduduk, prasarana pemerintah pusat (Dep. PU), selfcontained settlement. Sekarang: bagian Metropolitan Jakarta, mixed kampung & formal residential, poppulation meledak, infrastruktur kurang. 2. Cibinong & Tigaraksa: - Ibukota kabupaten pindah dari Kodya konsep self contained new town. - Sekarang: Gagal, lokasi ditetapkan secara politik, kapasitas teknis & kelembagaan pembangunan kota lemah, partisipasi swasta & anggaran pemerintah kurang. 3.CilegonLhoksemawe/Bontang akibat pembangunan industri, berkembang alami karena ada ‘economic base’, aggolomerasi kebutuhan (rumah, jasa, kantor). Sekarang: Tak terintegrasi dengan masyrakat asli, jadi enclave. 4. Palangkaraya (1955) & Pekanbaru (1962): - Kebutuhan ibukota propinsi baru, support ekonomi hintrland (kehutanan, minyak) 5. Bumi Serpong damai: Paska SKB Tiga Mentri (1985), akomodasi ‘spill over’ Jakarta akibat urbanisasi, 6000 ha, penduduk (25 tahun), konsorsium swasta, 40% commuters. 6. Driorejo: 1000ha, akomodasi urbanisasi Surabaya, penduduk, Perumnas 300 ha dan Swasta 700 ha. 7. Kemayoran: 450 ha, strategis, infrastruktur eks airport, sekneg, CBD/Superblok. 8. Lippo Karawaci: 1500 ha, Supply Driven, high value added dulu, akses bagus, industri sebagai hinterland. 9. Kotabaru Cikarang, jababeka, Bukit Sentul, kota Wisata, Bukit Jonggol Asri, kotabaru Parahyangan.

5 V I S I Pemegang Saham Mandiri Kemitraan Kelayakan Orientasi kedepan & Inovasi PEROLEHAN LAHAN & RENCANA BISNIS KONSEP MASTERPLAN Tata Guna Tanah Infrastruktur Fasilitas Tahapan Pengembangan ANALISA STRATEGIS PASAR DALAM KONTEKS REGIONAL PERATURAN & KEBIJAKAN PEMERINTAH LEGAL/PERIJINAN/INSTITUSI KONDISI TAPAK SKENARIO PENGEMBANGAN POSISI PROYEK DALAM KONTEKS REGIONAL STRATEGI PROMOSI PKS, IZIN LOKASI & HAK ATAS TANAH RUTR & AMDAL RENCANA PEMBANGUNAN FASE-1 Penentuan Lokasi & Sektor Perencanaan Detail/Rekayasa Fase-1 & Inftra Makro KONSTRUKSI PEDOMAN IMPLEMENTASI PEROLEHAN (PENGAMANAN) LAHAN PEMASARAN FINANSIAL HUKUM & PERIJINAN PENGEMBANGAN BISNIS MANAJEMEN KOTA/KAWASAN PROGRAM PENGEMBANGAN PENDUDUK SETEMPAT PENGEMBANGAN ORGANISASI METODOLOGI MASTER PLAN KOTA BARU


Download ppt "KOTA BARU I. LATAR BELAKANG 1.KEBUTUHAN RUMAH  Growth penduduk perkotaan mengakibatkan perubahan kebutuhan pembangunan perumahan (formal) terutama di."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google