Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Etika Bisnis & Tanggung Jawab Sosial. Kesepakatan yang tidak memiliki sanksi jelas.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Etika Bisnis & Tanggung Jawab Sosial. Kesepakatan yang tidak memiliki sanksi jelas."— Transcript presentasi:

1 Etika Bisnis & Tanggung Jawab Sosial

2 Kesepakatan yang tidak memiliki sanksi jelas

3 Prinsip bolak balik dan itikad baik Suatu perilaku dianggap etis apabila kita dan orang lain tidak keberatan dengan perilaku tsb

4 1 Pengendalian Diri 2 Pengembangan tanggung jawab sosial (social responsibility) 3 Mempertahankan jati diri dan tidak mudah berubah oleh pengaruh perkemb teknologi informasi 4 Menciptakan persaingan yang sehat 5 Mengindari 5 K (Katabelece, kongkalingkong, koneksi, kolusi dan komisi) 6 Mampu mneyatakan yang benar itu benar 7 Saling percaya 8 Kosisnten dan komitmen

5 No.Prinsip Halal dan Haram Prinsip dasarnya adalah diperbolehkan segala sesuatu. Untuk membuat absah dan untuk melarang adalah hak Allah semata. Melarang yang halal dan menbolehkan yang haram sama dengan syirik. Larangan atas segala sesuatu didasarkan atas sifat najis dan melukai. Apa yang halal adalah yang diperbolehkan, dan yang haram adalah yang dilarang. Apa yang mendorong pada yang haram adalah juga haram. Menganggap yang haram sebagai halal adalah dilarang. Niat yang baik tidak membuat yang haram bisa diterima. Hal-hal yang meragukan sebaiknya dihindari. Yang haram terlarang bagi siapapun. Keharusan menetukan adanya pengecualian. Etika Bisnis Islam

6 Nilai DasarPrinsip UmumPemaknaan TauhidKesatuan dan Integrasi, Kesamaan 1.Integrasi antar semua bidang kehidupan, agama, ekonomi, dan sosial-politik- budaya. 2.Kesatuan antara kegiatan bisnis dengan moralitas dan pencarian ridha Allah. 3.Kesatuan pemilikan manusia dengan pemilikan Tuhan. Kekayaan (sebagai hasil bisnis) merupakan amanah Allah, oleh karena itu didalam kekayaan terkandung kewajiban sosial. 4.Tidak ada diskriminasi diantara pelaku bisnis atas dasar pertimbangan ras, warna kulit, jenis kelamin, atau agama. Nilai Dasar dan Prinsip Umum Etika Bisnis Islami

7 KhilafahIntelektualitas Kehendak Bebas Tanggungjawab dan Akuntabilitas 1.Kemampuan kreatif dan konseptual pelaku bisnis yang berfungsi membentuk, mengubah dan mengembangkan semua potensi kehidupan alam semesta menjadi sesuatu yang konkret dan bermanfaat. 2.Kemampuan bertindak pelaku bisnis tanpa paksaan dari luar, sesuai dengan parameter ciptaan Allah. 3.Kesediaan pelaku bisnis untuk bertang gungjawab atas dan mempertanggung jawabkan tindakannya.

8 IbadahPenyerahan Total 1.Kemampuan pelaku bisnis untuk mem bebaskan diri dari segala ikatan penghambaan manusia kepada ciptaan nya sendiri (seperti kekuasaan dan kekayaan). 2.Kemampuan pelaku bisnis untuk men jadikan penghambaan manusia kepada Tuhan sebagai wawasan batin sekaligus komitmen moral yang berfungsi mem berikan arah, tujuan dan pemaknaan terhadap aktualisasi kegiatan bisnisnya.

9 TazkiyahKejujuran Keadilan Keterbukaan 1.Kejujuran pelaku bisnis untuk tidak mengambil keuntungan hanya untuk dirinya sendiri dengan cara menyuap, menimbun barang, berbuat curang dan menipu, tidak memanipulasi barang dari segi kualitas dan kuantitasnya. 2.Kemampuan pelaku bisnis untuk men ciptakan keseimbangan/moderasi dalam transaksi (mengurangi timbangan) dan membebaskan penindasan, misalnya riba dan memonopoli usaha. 3.Kesediaan pelaku bisnis untuk meneri ma pendapat orang lain yang lebih baik dan lebih benar, serta menghidupkan potensi dan inisiatif yang konstruktif, kreatif dan positif.

10 IhsanKebaikan bagi orang lain Kebersamaan 1.Kesediaan pelaku bisnis untuk memberi kebaikan kepada orang lain, misalnya penjadwalan ulang, menerima pengembalian barang yang telah dibeli, pembayaran hutang sebelum jatuh tempo. 2.Kebersamaan pelaku bisnis dalam membagi dan memikul beban sesuai dengan kemampuan masing-masing, kebersamaan dalam memikul tanggung jawab sesuai dengan beban tugas, dan kebersamaan dalam menikmati hasil bisnis secara proporsional. Sumber: M.A. Fattah Santoso, “ Etika Bisnis: Perspektif Islam ”, dalam Maryadi dan Syamsuddin (ed.)., Agama Spiritualisme dalam Dinamika Ekonomi Politik. Surakarta: Muhammadiyah University Press, 2001, hlm

11 " CSR merupakan suatu komitmen berkelanjutan oleh dunia usaha untuk bertindak etis dan memberikan kontribusi kepada pengembangan ekonomi dari komunitas setempat ataupun masyarakat luas, bersamaan dengan peningkatan taraf hidup pekerjanya beserta seluruh keluarganya" ekonomi ( World Business Council for Sustainable Development ) World Business Council for Sustainable Development

12 CSR merupakan strategi bisnis yang penting karena, bagaimana pun juga kita menghadapi konsumen yang akan membeli produk dari perusahaan yang mereka percayai, pemasok menginginkan kerjasama dari perusahaan yang menguntungkan, karyawan ingin bekerja untuk perusahaan yang “care” thd mereka, pemerintah akan memberikan ijin operasionalpada perusahaan yang tidak mengganggu masyarakat. Upaya saling memuaskan dari setiap stakeholder akan membangun komitmen pada tercapainya kesuksesan perusahaan. Mengapa CSR penting?

13 Menurut Ketua Corporate Forum for Community Development (CFCD) Thendri Supriatno, CSR sangat penting tidak hanya bagi masyarakat, melainkan juga perusahaan itu sendiri. ''CSR dapat mencegah dampak sosial lebih buruk, baik langsung atau tidak langsung, atas kelangsungan usaha, karena gesekan dengan komunitas sekitar,'' tutur Thendri. Mengapa CSR penting?

14 Keseimbangan kinerja finansial dan “good practices” Tidak sekedar audit keuangan tetapi audit sosial Corporate Social Identity sama pentingnya dengan Brand Identity

15 Justifikasi CSR Sustainability Perusahaan sebaiknya beroperasi dengan cara yang dapat mengamankan kinerja ekonomi dalam jangka panjang dengan menghindari perilaku-perilaku yang merusak (secara sosial) atau tidak bermanfaat. Moral Perusahaan memiliki kewajiban untuk menjadi warga negara (bagian) yang baik dan harus berperilaku baik

16 Reputasi Perusahaan perlu melakukan CSR karena hal tersebut dapat meningkatkan citra perusahaan, memperkuat merek produk, memperkuat moral, bahkan meningkatkan nilai saham. Operasional Perusahaan sebaiknya beroperasi dengan penuh tanggung jawab (terkait dengan isu sosial) untuk memenuhi kepuasan stakeholder dan mempertahankan ijin operasionalnya. (“Strategy and Society: The Link Between Competitive Advantage and CSR” Michael Porter and Mark Kramer, HBR, Dec 2006)

17 1.Meningkatkan Kinerja Keuangan 2.Mengurangi Biaya Operasional 3.Meningkatkan Reputasi dan Citra Produk 4.Meningkatkan Penjualan dan Kesetiaan Konsumen 5.Meningkatkan Produktivitas dan kualitas 6.Meningkatkan Kemampuan untuk Mempekerjakan dan Mengupah Pekerja 7.Mengurangi Penyimpangan Tindakan dari Undang- Undang 8.Cara Mendapatkan Modal

18 Stages of Corporate Social Responsibility Stage 1: Pre-Compliance Stage 2: Compliance Stage 3: Beyond Compliance Stage 4: Integrated Strategy Stage 5: Purpose and Passion Ignores sustainability, actively fights regulations, cheats systems Manages liabilities, obeys the law, pays lip-service to CSR Pro-active and incremental initiatives in CSR, but they are not institutionalized, and remain marginalized Transformed and re-branded as firm integrates CSR with key business strategies; enjoys competitive advantages from CSR Driven by passionate, values- based commitment to improving the well-being of the company, society and the environment – because it is the right thing to do Willard, 2005


Download ppt "Etika Bisnis & Tanggung Jawab Sosial. Kesepakatan yang tidak memiliki sanksi jelas."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google