Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KODE ETIK PROFESI Materi Ke 4 Diperbaruhi dari sumber: 1.Etika Komputer Teguh Wahyono.ppt 2.http://java.cs.vt.edu/public/users/dunlapd/CS3604/powerpoi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KODE ETIK PROFESI Materi Ke 4 Diperbaruhi dari sumber: 1.Etika Komputer Teguh Wahyono.ppt 2.http://java.cs.vt.edu/public/users/dunlapd/CS3604/powerpoi."— Transcript presentasi:

1 KODE ETIK PROFESI Materi Ke 4 Diperbaruhi dari sumber: 1.Etika Komputer Teguh Wahyono.ppt 2.http://java.cs.vt.edu/public/users/dunlapd/CS3604/powerpoi nts/ACM+Code+of+Ethics.ppt

2 Kode Etik Profesi Banyak profesi yang telah menetapkan masyarakat profesional, yang mengadopsi kode etik. AMA (American Medical Association) ABA (American Bar Association). Dua kode etik yang menjadi perhitungan masyarakat professional. The Association for Computing Machinery (ACM) The Institute for Electrical and Electronics Engineers – Computer Society (IEEE-CS)

3 ACM 1. Kode Etik Dan Perilaku 1.1 Berkontribusi kepada masyarakat dan kesejahteraan manusia. 1.2 Hindari merugikan orang lain. 1.3 Bersikaplah jujur ​​ dan dapat dipercaya. 1.4 Jadilah wajar dan mengambil tindakan untuk tidak melakukan diskriminasi. 1,5 Menghormati hak milik termasuk hak cipta dan paten. 1.6 Berikan kredit yang tepat untuk properti intelektual. 1.7 Menghargai privasi orang lain. 1,8 Kerahasiaan Honor.

4 ACM 2. Tanggung Jawab Profesional Lebih Khusus As an ACM computing professional I will Upaya untuk mencapai kualitas tertinggi, efektivitas dan martabat baik di proses dan produk kerja profesional. 2.2 Memperoleh dan mempertahankan kompetensi profesional. 2.3 Mengenal dan menghormati hukum yang ada yang berkaitan dengan pekerjaan profesional. 2.4 Menerima dan memberikan review profesional yang sesuai.

5 ACM 2. Tanggung Jawab Profesional Lebih Khusus 2.5. Berikan evaluasi yang komprehensif dan menyeluruh dari sistem komputer dan dampaknya, termasuk analisis risiko yang mungkin Honor Kontrak, perjanjian, dan tanggung jawab yang diberikan Meningkatkan public pemahaman dari komputasi dan konsekuensinya Menghitung akses dan komunikasi sumber daya hanya ketika kewenangan untuk melakukannya.

6 ACM 3. Imperatif Kepemimpinan Organisasi BACKGROUND NOTE: International Federation for Information Processing BACKGROUND NOTE: Bagian ini diambil secara luas dari draft Kode Etik IFIP (International Federation for Information Processing), khususnya pada bagian etika organisasi dan keprihatinan internasional. Kewajiban etis organisasi cenderung diabaikan dalam sebagian besar kode etik profesi, mungkin karena kode ini ditulis dari perspektif individu anggota. Dilema ini ditujukan dengan pernyataan imperatif dari perspektif pemimpin organisasi.

7 ACM 3. Imperatif Kepemimpinan Organisasi Imperatif ini umumnya berlaku untuk organisasi- organisasi serta para pemimpin mereka. Dalam konteks ini "organisasi" adalah perusahaan-perusahaan, instansi pemerintah, dan "pengusaha," lainnya serta organisasi profesi relawan. (tambahan penekanan) Perkembangannya mengarah ke World-Wide Code of Conduct Perkembangannya mengarah ke World-Wide Code of Conductei.cs.vt.edu/~cs3604/lib/WorldCodes/Gatlinburg.html

8 ACM 3. Imperatif Kepemimpinan Organisasi Sebagai anggota ACM dan pemimpin organisasi, saya akan Mengartikulasikan tanggung jawab sosial anggota unit organisasi dan mendorong meneraima penuh tanggung jawab tersebut. 3.2 Mengelola personil dan sumber daya untuk merancang dan membangun sistem informasi yang meningkatkan kualitas kehidupan kerja. 3.3 Mengakui dan mendukung penggunaan yang tepat dan kewenangan komputasi dan komunikasi sumber daya organisasi.

9 ACM 3. Imperatif Kepemimpinan Organisasi 3.4 Pastikan bahwa pengguna dan orang-orang akan dipengaruhi oleh sistem yang mereka diartikulasikan memiliki kebutuhan jelas selama pengkajian dan desain persyaratan, kemudian sistem harus divalidasi untuk memenuhi persyaratan. 3,5 Artikulasi dan dukungan kebijakan yang melindungi martabat pengguna dan orang lain dipengaruhi oleh sistem komputasi. 3.6 Menciptakan peluang bagi anggota organisasi untuk mempelajari prinsip-prinsip dan keterbatasan sistem komputer.

10 ACM 4. Kepatuhan Terhadap Kode.... Sebagai anggota ACM saya akan Menjunjung dan mempromosikan prinsip-prinsip Kode Etik ini. 4.2 pelanggaran Perlakukan kode ini tidak konsisten dengan keanggotaan di ACM.

11 Kode Etik IEEE 1. menerima tanggung jawab dalam pengambilan keputusan engineering secara konsisten untuk keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, dan segera menyatakan secara terbuka faktor-faktor yang dapat membahayakan publik atau lingkungan; 2.sebisa memungkinkan menghindari konflik riil atau konflik kepentingan, dan untuk mengungkapkannya pada pihak yang terpengaruh ketika mereka ada; 3.jujur ​​ dan realistis dalam menyatakan klaim atau perkiraan berdasarkan data yang tersedia; 4. menolak suap dalam segala bentuknya; 5. meningkatkan pemahaman teknologi, aplikasi yang sesuai, dan potensi konsekuensi;

12 Kode Etik IEEE 6. untuk mempertahankan dan meningkatkan kompetensi teknis dan mengambil tugas teknologi yang lain hanya bila memiliki kualifikasi melalui pelatihan atau pengalaman, atau setelah pengungkapan penuh keterbatasan bersangkutan; 7. untuk mencari, menerima, dan menawarkan kritik pekerjaan teknis, mengakui dan memperbaiki kesalahan, dan menghargai selayaknya kontribusi orang lain; 8. memperlakukan dengan adil semua orang tanpa faktor-faktor seperti ras, agama, jenis kelamin, cacat, usia, atau asal kebangsaan; 9. untuk menghindari melukai orang lain, milik mereka, reputasi, atau pekerjaan dengan tindakan salah atau jahat; 10. untuk membantu rekan-rekan dan rekan kerja dalam pengembangan profesi mereka dan mendukung mereka dalam mengikuti kode etik ini.

13 Kritik Terhadap Kode Etik Ladd (1995) berpendapat bahwa kode etik bersandar pada serangkaian kebingungan "intelektual dan moral." Argumentasi Ladd memiliki tiga penekanan utama. Pertama, etika pada dasarnya adalah " aktivitas intelektual terbuka, reflektif, dan kritis." Kedua, kode mengenalkan kerancuan sehubungan dengan makro-etika vs mikro-etika. Ketiga, kode memberikan fungsi disiplin yang membuat mereka lebih seperti hukum dari aturan etis.

14 Pembelaan Dari Kode Profesional Gotterbarn berpendapat bahwa kita harus membedakan antara: kode etik aturan perilaku aturan praktik

15 Pembelaan Dari Kode Profesional Kode etik yang "aspiratif," karena mereka sering berfungsi sebagai pernyataan misi untuk profesi dan dengan demikian dapat memberikan visi dan tujuan. Aturan perilaku lebih berorientasi ke arah sikap profesional dan perilaku profesional. Aturan praktek berhubungan dengan kegiatan operasional dalam profesi.

16 Tujuan Kode Etik Profesional Kode etik profesi sering dirancang untuk memotivasi anggota asosiasi dalam berperilaku dengan cara tertentu. Empat fungsi utama dari kode etik profesi adalah untuk: 1.mengilhami 2.membimbing 3.mendidik 4.mendisiplinkan anggota.

17 Tabel 4-1: Beberapa Kekuatan & Kelemahan Kode Profesional StrengthsWeaknesses KEP menginspirasi para anggota profesi untuk berperilaku etis. Arahan termasuk dalam banyak KEP cenderung terlalu umum dan terlalu samar. KEP memandu anggota profesi dalam pilihan etis. KEP tidak selalu membantu ketika konflik dua atau lebih arahan. KEP mendidik para anggota profesi tentang kewajiban profesional mereka. Arahan Kode profesional tidak pernah lengkap atau lengkap. KEP mendisiplinkan anggota ketika mereka melanggar satu atau lebih dari arahan kode itu Kode tidak efektif (tidak memiliki "gigi") dalam hal disiplin..

18 TABLE 4-1: SOME STRENGTHS AND WEAKNESSES OF PROFESSIONAL CODES StrengthsWeaknesses KEP memberikan informasi kepada masyarakat tentang sifat dan peran profesi. Arahan dalam KEP kadang- kadang tidak konsisten antara yang satu dengan yang lain. KEP meningkatkan profesi di mata publik Codes dapat melayani diri sendiri untuk profesi.

19 Konflik Tanggung Jawab Profesional: Loyalitas Karyawan Dan Whistle-blowing Apa sebenarnya loyalitas karyawan? Apakah karyawan dan pengusaha memiliki kewajiban khusus dari loyalitas satu sama lain? Haruskah kesetiaan kepada seseorang majikan sebelumnya menghalangi karyawan “memberi peringatan" dalam situasi kritis? Dalam kasus-kasus memberikan peringatan dibenarkan?

20 Apakah Karyawan Memiliki Kewajiban Khusus Ke Pengusaha? Sebagian percaya, kita memiliki kewajiban sebagai bukti kuat loyalitas dalam konteks kerja. Dengan kata lain, segala sesuatunya sama, seorang karyawan harus setia kepada majikannya dan sebaliknya

21 Apakah Loyalitas Karyawan Masih Masuk Akal Dalam Konteks Sebuah Perusahaan Komputer Besar? Duska (1991) berpendapat bahwa dalam konteks kerja, loyalitas hanya muncul dalam hubungan khusus didasarkan pada gagasan bahwa ia sebut "saling memperkaya." Jadi dalam hubungan di mana pihak yang mengejar kepentingan diri mereka, gagasan loyalitas tidak akan berlaku.


Download ppt "KODE ETIK PROFESI Materi Ke 4 Diperbaruhi dari sumber: 1.Etika Komputer Teguh Wahyono.ppt 2.http://java.cs.vt.edu/public/users/dunlapd/CS3604/powerpoi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google