Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Konsep Pemrograman Berorientasi Obyek. Tujuan Pengenalan bahasa Java Memberikan latar belakang serta pemahaman tentang konsep pemrograman berorientasi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Konsep Pemrograman Berorientasi Obyek. Tujuan Pengenalan bahasa Java Memberikan latar belakang serta pemahaman tentang konsep pemrograman berorientasi."— Transcript presentasi:

1 Konsep Pemrograman Berorientasi Obyek

2 Tujuan Pengenalan bahasa Java Memberikan latar belakang serta pemahaman tentang konsep pemrograman berorientasi obyek dan perbandingannya dengan pemrograman prosedural.

3 Topik Teknologi Java Pemrograman prosedural vs pemrograman berorientasi obyek Mengorganisasi program menjadi element yang disebut sebagai class, dan bagaimana class ini digunakan untuk membuat obyek. Pengenalan Obyek Konsep OOP Cara kompile dan menjalankan aplikasi Java

4 Kelebihan Java Sederhana Berbasis obyek Full-modularityHandal Platform independent Aman

5 JavaSmallTalkTCLPerlShellsCC++ Simple Object Oriented Robust Secure Interpreted Dynamic Portable Neutral Threads Garbage Collection Exceptions Performanc e HighMediumLowMediumLowHighHigh

6 What is the Java Technology? A programming language A development environment An application environment A deployment environment

7 A programming language Sintak bahasa pemrograman java mirip dengan bahasa C++

8 A development environment Teknologi java menyediakan: kompiler, interpreter, documentation generator, class file packaging.

9 An application environment Merupakan standalone program yang tidak memerlukan web browser untuk mengeksekusi program (applet).

10 A deployment environment Terdapat 2 deployment environment utama: JRE (Java Runtime Environment) yang menyediakan class-class yang tersimpan dalam package-package, komponen GUI class, dan Collection API. JRE (Java Runtime Environment) yang menyediakan class-class yang tersimpan dalam package-package, komponen GUI class, dan Collection API. Web browser  banyak web browser komersial yang menyediakan lingkungan Java Technology interpreter dan runtime. Web browser  banyak web browser komersial yang menyediakan lingkungan Java Technology interpreter dan runtime.

11 Fitur dari Java Technology Java Virtual Machine (JVM) Garbage collection Sekuritas kode

12 JVM Menyediakan spesifikasi hardware platform Membaca byte code yang sudah terkompilasi yang mendukung multi-platform Diimplementasikan sebagai software atau hardware Diimplementasikan di Java technology development tool atau web browser

13

14 Garbage collection Mengecek dan membersihkan memori yang tidak lagi terpakai Dilakukan otomatis Berjalan sesuai dengan implementasi JVM

15 Java Runtime Environment Menangani 3 tugas utama: Melakukan pemanggilan kode Melakukan pemanggilan kode Memverifikasi kode Memverifikasi kode Mengeksekusi kode Mengeksekusi kode

16 Operation of the JRE

17

18

19

20 Pemrograman Prosedural F(1) F(2) …. A B C

21 Bahasa Prosedural Serangkaian tugas diselesaikan dalam bentuk fungsi atau prosedur. Cara pandang  program adalah suatu urutan instruksi. Programer harus me-break down suatu problem menjadi sub problem yang lebih simple. Fungsi dan prosedur menjadi fokus utama. Fungsi dan prosedur digunakan untuk memanipulasi data. Data bersifat pasif.

22 Keuntungan OOP Reusabilitas Pembangunan program lebih cepat Fleksibilitas lebih tinggi Ekstensibilitas Less maintenance

23 Pemrograman Berorientasi Obyek Fungsi dan data bukan menjadi dua hal yang terpisah. Fungsi dan data menjadi satu kesatuan yang disebut sebagai obyek aktif. Cara pandang  program adalah serangkaian obyek yang bekerjasama untuk menyelesaikan suatu problem.

24 Kata kunci OOP Objek  dapat berupa Class atau Instances. Harus berasal dari entitas atau konsep dunia nyata. Class  template untuk membuat obyek. Atribut  identitas unik dari obyek Metode  fungsi untuk pengaksesan atribut atau tugas tertentu Enkapsulasi  menyembunyikan struktur data dan implementasi suatu class. Inheritansi  merepresentasikan keterhubungan struktural antar class Polymorphism  kemampuan untuk merepresentasikan 2 bentuk obyek yang berbeda

25 Apakah Obyek? Semua benda yang ada di dunia nyata dapat dianggap sebagai obyek. Contoh : rumah, mobil, sepeda motor, gelas, komputer, meja dll.

26 Karakteristik Obyek Setiap obyek memiliki state sebagai status (atribut). Setiap obyek memiliki tingkah laku (method) Contoh: obyek sepeda Memiliki atribut  : pedal, roda, jeruji, warna, jumlah roda. Memiliki atribut  : pedal, roda, jeruji, warna, jumlah roda. Memiliki method  : kecepatanya menaik, kecepatannya menurun, perpindahan gigi sepeda. Memiliki method  : kecepatanya menaik, kecepatannya menurun, perpindahan gigi sepeda.

27 Karakteristik Obyek Penggambaran pemrograman berorientasi obyek = penggambaran pada dunia nyata. Pada pemrograman berorientasi obyek: State disimpan pada  variabel State disimpan pada  variabel Tingkah laku disimpan pada  method Tingkah laku disimpan pada  method

28 Apakah Class? Definisi class: merupakan template untuk membuat obyek. Definisi class: merupakan prototipe / blue prints yang mendefinisikan variabel – variabel dan method – method secara umum. Obyek merupakan hasil instansiasi dari suatu kelas. Proses pembentukan obyek dari suatu class disebut dengan instantiation. Obyek disebut juga instances.

29 Atribut Definisi atribut : adalah data yang membedakan antara obyek satu dengan yang lain. Contoh: VolcanoRobot  A volcanic exploration vehicle, mempunyai atribut sebagai berikut: Status  exploring, moving, returning home Status  exploring, moving, returning home Speed  1, 2, 3 dll in miles per hour) Speed  1, 2, 3 dll in miles per hour) Temperature  100, 120, 130 dll (in Fahrenheit degrees) Temperature  100, 120, 130 dll (in Fahrenheit degrees) Dalam class atribut disebut juga dengan variabel.

30 Atribut Instance variable: adalah atribut untuk tiap obyek dari class yang sama. Tiap obyek mempunyai dan menyimpan nilai atributnya sendiri. Jadi tiap obyek dari class yang sama boleh mempunyai nilai yang sama atau beda. Class variable: adalah atribut untuk semua obyek yang dibuat dari class yang sama. Semua obyek mempunyai nilai atribut yang sama. Jadi semua obyek dari class yang sama mempunyai hanya satu nilai yang value nya sama.

31 Tingkah Laku Tingkah laku adalah hal – hal yang bisa dilakukan oleh obyek dari suatu class. Tingkah laku dapat digunakan untuk mengubah nilai atribut suatu obyek, menerima informasi dari obyek lain, dan mengirim informasi ke obyek lain untuk melakukan suatu task. Contoh: VolcanoRobot Check current temperature Check current temperature Begin a survey Begin a survey Report its current location Report its current location Dalam class, tingkah laku disebut juga sebagai method.

32 Tingkah Laku Method: adalah serangkaian statements dalam suatu class yang menghandle suatu task tertentu. Cara obyek berkomunikasi dengan obyek lain adalah dengan menggunakan method.

33 Contoh: class, object, attributtes, dan behavior nama class instance variable methods

34 Contoh: lanjutan

35 Konsep Dasar OOP Enkapsulasi (Encapsulation) Penurunan (Inheritance) Polimorfisme (Polymorphism)

36 Enkapsulasi Definisi enkapsulasi: Pembungkusan variabel dan method dalam sebuah obyek yang terlindungi serta menyediakan interface untuk mengakses variabel tersebut. Variabel dan method yang dipunyai suatu obyek, bisa ditentukan hak aksesnya.

37 Enkapsulasi Contoh: jam tangan Penting sekali untuk mengetahui waktu. Penting sekali untuk mengetahui waktu. Cara jam mencatat waktu dengan baik antara jam bertenaga baterai atau bertenaga gerak tidaklah penting kita ketahui. Cara jam mencatat waktu dengan baik antara jam bertenaga baterai atau bertenaga gerak tidaklah penting kita ketahui. Dalam OOP, konsep enkapsulasi sebenarnya merupakan perluasan dari struktur dalam bahasa C.

38 Pewarisan Definisi : merupakan pewarisan atribut dan method dari sebuah class ke class lainnya. Class yang mewarisi  superclass Class yang diwarisi  subclass Subclass bisa berlaku sebagai superclass bagi class lainya  multilevel inheritance.

39 Pewarisan Contoh : terdapat class sepeda dan sepeda gunung. Sepeda  superclass Sepeda  superclass Sepeda gunung  subclass Sepeda gunung  subclass Sepeda gunung memiliki variabel dan method yang dimiliki oleh sepeda. Sepeda gunung memiliki variabel dan method yang dimiliki oleh sepeda. Prinsip : Persamaan-persamaan yang dimiliki oleh beberapa kelas dapat digabungkan dalam sebuah class induk sehingga setiap kelas yang diturunkannya memuat hal-hal yang spesifik untuk kelas yang bersangkutan.

40 Pewarisan Sepeda Sepeda Gunung Sepeda Balap Sepeda Motor

41 Keuntungan pewarisan Subclass menyediakan state/behaviour yang spesifik yang membedakan dengan superclass  memungkinkan programmer untuk menggunakan ulang source code dari superclass yang telah ada. Programmer dapat mendefinisikan superclass khusus yang bersifat generik, yang disebut abstract class, untuk mendefinisikan class dengan tingkah laku dan state secara umum.

42 Single dan multiple inheritance C  multiple inheritance Suatu class diperbolehkan untuk mempunyai lebih dari satu superclass. Variabel dan method yang diwariskan merupakan kombinasi dari superclass-nya. Java  single inheritance Suatu class hanya boleh mempunyai satu superclass.

43 Multilevel inheritance Suatu subclass bisa menjadi superclass bagi class yang lain.

44 Polimorfisme Definisi: Kemampuan suatu obyek untuk mempunyai lebih dari satu bentuk.


Download ppt "Konsep Pemrograman Berorientasi Obyek. Tujuan Pengenalan bahasa Java Memberikan latar belakang serta pemahaman tentang konsep pemrograman berorientasi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google