Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PROSES KEHAMILAN DAN TUMBUH KEMBANG FETUS OLEH : DR. RINI R. KADIR, M.KES DR. SUYANTO YUSUF, M.KES.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PROSES KEHAMILAN DAN TUMBUH KEMBANG FETUS OLEH : DR. RINI R. KADIR, M.KES DR. SUYANTO YUSUF, M.KES."— Transcript presentasi:

1 PROSES KEHAMILAN DAN TUMBUH KEMBANG FETUS OLEH : DR. RINI R. KADIR, M.KES DR. SUYANTO YUSUF, M.KES

2 FROM EGG TO EMBRYO

3 PENDAHULUAN Seorang wanita disebut hamil jika sel telur berhasil dibuahi oleh sel sperma laki laki ( Fertilisasi ). Hasil pembuahan akan menghasilkan zigot, yang lalu berkembang ( dengan cara pembelahan sel secara besar besaran ) menjadi embrio. Pembuahan itu sendiri berlangsung setelah terjadinya hubungan seksual ( persetubuhan ) antar lawan jenis, meskipun tidak semua hubungan seksual akan menghasilkan pembuahan.

4 Pembuahan hanya dapat terjadi ketika wanita sedang dalam masa subur. Pada masa itu, seorang wanita akan melepaskan sel telur yang sudah matang dan siap dibuahi. Dalam keadaan normal, seorang pria akan mengeluarkan jutaan sperma saat melakukan persetubuhan. Dari berjuta juta sel sperma tersebut hanya satu yang akan berhasil membenamkan diri ke dalam dinding sel telur yang sudah masak, dan menyatukan dua inti sel.

5 Sel yang telah dibuahi akan membelah diri. Mula mula menjadi 2 lalu 4, 8, 16 dan seterusnya. Seminggu setelah pembuahan, kelompok sel yang terus tumbuh itu telah sampai di dalam rongga rahim dan melekat diri di dinding rahim ( Nidasi ). Bila berlangsung normal, proses kehamilan akan berjalan terus sampai janin siap untuk dilahirkan ke dunia

6 KONSEPSI atau FERTILISASI terjadi pada saat sebuah sperma melakukan penetrasi pada SEL TELUR YANG TELAH MATANG. Untuk memahami proses konsepsi atau fertilisasi, ikutilah peroses pertumbuhan dan perkembangan sebuah sel telur menjadi MUDIGAH.

7

8 OVULASI Setiap bulan, sebuah sel yang matang dilepaskan oleh salah satu diantara kedua ovarium →PROSES OVULASI Ovulasi umumnya terjadi 2 minggu setelah hari pertama haid terakhir. Berikut adalah gambar dari sebuah proses ovulasi.

9

10 PERJALANAN DALAM TUBA FALOPII Setelah ovulasi, sel telur berjalan didalam TUBA FALOPII dan tetap berada disana sampai bertemu dengan sperma yang akan mengadakan penetrasi dalam proses FERTILISASI

11

12 PERJALANAN SPERMA Melalui ejakulasi dikeluarkan 40 – 150 juta sperma yang segera berenang dengan cepat menuju TUBA FALOPII untuk membuahi sel telur. Dengan berenang secara cepat, sperma dapat mencapai telur dalam waktu 30 menit. Sperma dapat bertahan hidup selama 48 – 72 jam. Jumlah sperma yang dapat mendekati sel telur hanya berjumlah ratusan saja akibat adanya penghalang yang berada didalam saluran reproduksi wanita.

13

14 FERTILISASI: SPERMA MENGADAKAN PENETRASI TERHADAP SEL TELUR Bila sel sperma bertemu dan mengadakan penetrasi sel telur maka terjadilah sebuah proses pembuahan atau fertilisasi. Proses fertilisasi memerlukan waktu sekitar 24 jam. Setelah proses fertilisasi terjadi perubahan pada permukaan sel telur untuk mencegah terjadinya penetrasi oleh sperma lain. Saat penetrasi, proses genetik telah berlangsung sempurna termasuk dalam hal jenis kelamin mudigah.

15 FERTILISASI Pada saat Coitus antara pria dan wanita dengan ejakulasi, sperma dari saluran reproduksi pria didalam vagina wanita, akan dilepaskan cairan mani berisi sel sperma ke dalam saluran reproduksi wanita. Jika senggama terjadi pada masa ovulasi (masa subur wanita), maka kemungkinan sperma akan bertemu dengan ovum yang disebut sebagai pembuahan atau fertilisasi..

16 Proses pembuahan terjadi didalam tuba fallopi, umumnya didaerah ampula/infundibulum Ovum yang dilepaskan saat ovulasi dikelilingi oleh zona pelusida yang diluarnya ada sel yang membentuk corona radiata. Setelah terjadi pembuahan, zona pelusida mengalami perubahan sehingga tidak dapat ditembus oleh sperma yang lain

17

18 Proses terjadinya fertilisasi pada oviduct

19 PEMBELAHAN SEL Sel telur yang telah dibuahi membelah dengan cepat, bertumbuh dalam pars ampularis tuba falopii menjadi beberapa sel (stadium MORULA) Morula meninggalkan tuba falopii dan masuk kedalam uterus 3 – 4 hari pasca fertilisasi (stadium BLASTULA) Kadang-kadang, oleh karena sebab tertentu sel telur yang telah mengalami fertilisasi tetap berada didalam tuba falopii sehingga menyebabkan terjadinya keadaan yang membahayakan jiwa ibu yaitu KEHAMILAN EKTOPIK.

20

21 IMPLANTASI Setelah berada dalam uterus, sel telur yang telah mengalami fertilisasi menempel pada endometrium. Proses tersebut dinamakan IMPLANTASI. Sel-sel telur terus membelah diri..

22 IMPLANTASI / NIDASI Kontak antara zigot stadium Blastokista dengan dinding rahim akan menimbulkan berbagai reaksi seluler sehingga sel trofoblas dapat menempel dan mengadakan infiltrasi pada lapisan epitel endometrium uterus. Tahap ini disebut sebagai implantasi / nidasi yang terjadi kurang lebih enam hari setelah konsepsi. Apabila sudah terjadi implantasi / nidasi maka baru dikatakan terjadi kehamilan (Gravid)

23 hari ke empat  inti blastokista telah sampai pada permukaan stoma endometrium. hari ke enam  blastokista mulai masuk kedalam stoma endometrium hari ke sepuluh  blastokista telah terbenam seluruhnya ke dalam stroma endometrium, sehingga tahap implantasi / nidasi berakhir.

24 Selaput janin terdiri atas korion, amnion, kantung kuning telur, alantois. Bagian korion fili tetap berkembang yang kelak akan menjadi plasenta. Plasenta, selain terdiri dari komponen janin juga yerdiri dari komponen maternal yang disebut desidua (desidua basalis).

25

26 Tahapan pembelahan zigot hasil fertilisasi dalam perjalanan ke uterus untuk proses implantasi.

27 HORMON KEHAMILAN hCG – human chorionic gonadotropin adalah hormon yang berada dalam darah dalam waktu beberapa minggu pasca konsepsi. hCG merupakan hormon yang dapat di deteksi dalam darah atau air seni setelah beberapa minggu hCG diproduksi oleh sel sel pembentuk plasenta

28 PLASENTA Pada ± minggu ke 16 seluruh kantong rahim telah ditutupi oleh vili korialis. Setelah kantung membesar, vili diseberang janin (daerah desidua capsularis) terjepit, mengalami degenerasi, sehingga menjadi halus (korion halus). Vili di desidua basalis berkembang dengan cepat membentuk plasenta (Plasenta Pars Fetalis).

29 FUNGSI PLASENTA 1. Nutrisi  alat yang menyalurkan makanan dari ibu ke janin 2. ekskresi  alat yang menyalurkan hasil metabolisme dari janin ke ibu. 3. respirasi  menyalurkan O2 dari ibu ke janin 4. alat pembentuk hormone (Endokrin) 5. alat penyalur antibody dari ibu ke janin  (Imunologi) 6. Farmakologi  menyalurkan obat yang dibutuhkan janin, dari sang ibu

30 CAIRAN AMNION (AIR KETUBAN) Rongga yang diliputi selaput janin disebut sebagai rongga amnion. Didalam ruang ini terdapat cairan amnion  AIR KETUBAN

31 FAAL AIR KETUBAN Cairan amnion, normalnya berwarna putih, agak keruh mempunyai bau yang khas agak amis dan manis. mempunyai berat jenis 1,008 yang seiring dengan tuannya kehamilan akan menurun dari 1,025 menjadi 1,010.

32 Asal dari cairan amnion belum diketahui dengan pasti, dan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut Diduga cairan ini berasal dari lapisan amnion sementara teori lain menyebutkan berasal dari Plasenta. Cairan Amnion merupakan salah satu sistem komunikasi antara janin dan ibu

33 FUNGSI CAIRAN AMNION 1. Melindungi janin dari trauma 2. tempat perkembangan musculoskeletal janin 3. menjaga suhu tubuh janin 4. meratakan tekanan uterus pada partus 5. membersihkan jalan lahir sehingga bayi kurang mengalami infeksi 6. Menjaga perkembangan dan pertumbuhan normal dari paru-paru dan traktus gastro intestinalis

34 PENGUKURAN CAIRAN AMNION untuk melihat adanya resiko kematian janin. ultrasonografi telah digunakan dalam mengukur jumlah cairan amnion, seperti indeks cairan amnion, kantong vertika terbesar, dan pengukuran biofisik profil Volume cairan amnion pada saat aterm berkisar antara ml

35 PERKEMBANGAN JANIN Setelah proses implantasi, sejumlah sel berkembang menjadi plasenta dan sel lainnya menjadi mudigah. Sekitar 3 minggu pasca ovulasi, mulai terjadi pembentukan otak, sumsum tulang belakang, dan jantung. Sekitar minggu ke 5 sudah terjadi detak jantung janin Talipusat terlihat setelah minggu ke 7 Mudigah disebut sebagai janin setelah kehamilan 8 minggu atau sekitar 2.5 cm. Persalinan aterm terjadi pada kehamilan 40 minggu

36

37 PERKEMBANGAN JANIN PADA KEHAMILAN 4 MINGGU Sudah mulai terlihat struktur yang akan membentuk muka dan leher. Terjadi perkembangan pembentukan jantung dan pembuluh darah Terjadi pula pembentukan paru, lambung dan hepar. Umumnya tes kehamilan sudah positip.

38

39 PERKEMBANGAN JANIN PADA KEHAMILAN 8 MINGGU Ukuran mencapai seukuran buah anggur – diameter sekitar 2.5 cm. Telah terjadi pembentukan kelopak mata dan telinga ; kadang-kadang terlihat adanya pangkal hidung Tungkai dan lengan sudah terbentuk secara lengkap Jari-jari sudah semakin panjang dan terpisah satu sama lain..

40

41 PERKEMBANGAN JANIN PADA KEHAMILAN 12 MINGGU Panjang janin sekitar 5 cm, mulai terlihat gerakan janin. Rahim mulai dapat diraba pada perabaan dinding perut. Dengan alat khusus, sudah dapat didengar detik jantung janin Alat kelamin sudah mulai jelas..

42

43 PERKEMBANGAN JANIN PADA KEHAMILAN 16 MINGGU Panjang janin sekitar cm dan berat sekitar 250 gram Rahim teraba sekitar pertengahan simfisis pusat Mata sudah dapat berkedip dan proses pembentukan jantung dan pembuluh darah sudah sempurna. Jari-jari tangan sudah memiliki sidik jari.

44

45 PERKEMBANGAN JANIN PADA KEHAMILAN 20 MINGGU Panjang sekitar 25 cm dan berat sekitar 450 gram Tinggi rahim sekitar pusar Janin sudah dapat mengisap ibu jari, menyeringai. Terasa gerakan janin

46

47

48 PEMERIKSAAN ULTRASONOGRAFI Pemeriksaan Ultrasonografi umumnya dilakukan pada kehamilan 20 minggu Dokter mengamati keadaan dan lokasi plasenta Mengamati tingkat pertumbuhan janin dalam rahim Dapat dilihat gerakan jantung, gerakan janin Umumnya sudah dapat dilihat jenis kelamin

49

50 PERKEMBANGAN JANIN PADA KEHAMILAN 24 MINGGU Berat janin sekitar 600 gram. Memberikan respon terhadap suara, gerakan. Seringkali dapat dirasakan adanya gerakan – gerakan janin Dapat merasakan gerakan naik atau turun oleh karena organ telinga yang sudah terbentuk dengan baik.

51

52 KEHAMILAN 28 MINGGU Berat janin sekitar 1 kilogram Umumnya sudah berada pada posisinya Kesempatan hidup cukup besar bila terpaksa harus dilahirkan sebagai bayi prematur Waspada terhadap gejala persalinan preterm

53

54 PERKEMBANGAN PADA KEHAMILAN 32 MINGGU Berat janin sekitar 2 kg. Kulit sudah tidak terlampau keriput oleh karena sudah mulai terjadi pembentukan lemak dibawah kulit Persiapkan laktasi.

55

56


Download ppt "PROSES KEHAMILAN DAN TUMBUH KEMBANG FETUS OLEH : DR. RINI R. KADIR, M.KES DR. SUYANTO YUSUF, M.KES."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google