Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat. Pokok bahasan  Latar belakang  Batasan IPKM  Cara perumusan IPKM  Manfaat IPKM  Contoh penerapan IPKM dalam.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat. Pokok bahasan  Latar belakang  Batasan IPKM  Cara perumusan IPKM  Manfaat IPKM  Contoh penerapan IPKM dalam."— Transcript presentasi:

1 Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat

2 Pokok bahasan  Latar belakang  Batasan IPKM  Cara perumusan IPKM  Manfaat IPKM  Contoh penerapan IPKM dalam membantu pembangunan kesehatan daerah

3 Latar belakang  Salah satu indikator penting dalam pembangunan adalah HDI (Human Development Index)  HDI terdiri dari:  Indeks ekonomi (pendapatan riil per kapita)  Indeks pendidikan (angka melek huruf dan lama sekolah)  Indeks kesehatan (umur harapan hidup waktu lahir

4 Unsur HDI & Intervensinya  Ekonomi: pendapatan per kapita, intervensinya jelas: pertumbuhan ekonomi dan pemerataan melalui perluasan lapangan kerja  Pendidikan: melek huruf dan lama sekolah, intervensinya jelas: wajib belajar 9 tahun akan meningkatkan indeks pendidikan.  Kesehatan: umur harapan hidup waktu lahir, intervensinya?   Harus dijabarkan lebih lanjut   Diperlukan rumusan program yang nyata

5 HDI Indonesia dan Negara Tetangga UrutanNegaraHDILELRERGDPLEIEIGDPI 4Australia0.96581.0..114.233,0350.9340.9930.968 27Brunei0.91976.994.678.549,8980.8650.8921.000 28Singapore0.91879.794.264.447,4260.9110.8431.000 63Malaysia0.82373.991.571.512,5360.8150.8480.806 81Thailand0.78670.093.978.07,6130.7500.8860.723 102Philippines0.74571.393.379.63,1530.7720.8870.576 109Indonesia0.72670.191.068.23,4550.7520.8340.591 114Viet Nam0.71874.090.362.32,3630.8160.8100.528 135Myanmar0.58561.289.956.38810.6040.7870.363 136Cambodia0.57558.675.658.71,6190.5610.7000.465 158Timor-Leste0.48360.250.163.26680.5860.5450.317 World0.74768.381.067.09,3160.7220.7630.757

6 HDI Provinsi di Indonesia Propinsi HDI 200420052006 2007 11. Nanggroe Aceh D68,769,069,470,35 12. Sumatera Utara71,472,072,572,78 13. Sumatera Barat70,571,271,672,23 14. Riau72,273,673,874,63 15. Jambi70,171,071,371,46 16. Sumatera Selatan69,670,271,171,40 17. Bengkulu69,971,171,371,57 18. Lampung68,468,869,469,78 19. Bangka Belitung69,670,771,271,62 20. Kepulauan Riau70,872,272,873,68

7 HDI Provinsi di Indonesia Propinsi HDI 200420052006 2007 31. DKI Jakarta75,876,176,376,59 32. Jawa Barat69,169,970,370,71 33. Jawa Tengah68,969,870,370,92 34. Yogyakarta72,973,573,774,15 35. Jawa Timur62,268,469,269,78 36. Banten619,268,869,169,29

8 HDI Provinsi di Indonesia Propinsi HDI 200420052006 2007 52. NTB60,662,463,063,71 53. NTT62,763,664,865,36 61. Kalbar65,466,267,167,53 62. Kalteng71,773,273,473,49 63. Kalsel66,767,467,768,01 64. Kaltim72,272,973,373,77

9 HDI Provinsi di Indonesia Propinsi HDI 200420052006 2007 71. Sulawesi Utara73,474,274,474,68 72. Sulawesi Tengah67,368,568,869,34 73. Sulawesi Selatan67,868,168,869,62 74. Sulawesi Tenggara66,767,567,868,32 75. Gorontalo65,467,568,068,83 76. Sulawesi Barat64,465,767,167,72 81. Maluku69,069,269,769,96 82. Maluku Utara66,467,067,567,82 91. Irian Jaya Barat63,764,866,167,28 94. Papua60,962,162,863,41 Indonesia68,769,670,170,59

10 HDI Kab/kota di Indonesia Kabupaten/Kota HDI 2004200520062007 01. Bogor68,369,269,770,08 02. Sukabumi67,968,768,969,21 03. Cianjur66,166,867,167,65 04. Bandung70,772,472,672,97 05. Garut67,368,769,569,99 06. Tasik Malaya69,170,470,971,24 07. Ciamis67,869,369,870,14 08. Kuningan67,768,569,269,70 09. Cirebon65,166,066,367,30 10. Majalengka66,166,968,468,94 11. Sumedang69,770,270,671,30 12. Indramayu62,063,065,366,22

11 Kabupaten/Kota HDI 2004200520062007 13. Subang67,368,269,970,03 14. Purwakarta67,768,668,969,88 15. Karawang65,666,466,968,45 16. Bekasi69,670,470,771,55 17. Bandung Barat72,372,29 71. Kota Bogor74,074,374,674,73 72. Kota Sukabumi71,872,473,073,66 73. Kota Bandung73,974,374,574,86 74. Kota Cirebon73,373,773,873,87 75. Kota Bekasi74,274,674,875,31 76. Kota Depok76,877,177,777,89 77. Kota Cimahi72,473,173,374,42 78. Kota Tasikmalaya71,572,172,372,75 79. Kota Banjar68,469,469,670,17

12 Kebijakan Pembangunan  HDI dijadikan indikator pembangunan daerah, banyak Bupati/Walikota dan Gubernur yang mengacu ke HDI  Untuk kesehatan, indikator yang masuk dalam IPM adalah Umur Harapan Hidup Waktu Lahir  Dari UHH ke program kesehatan, sulit penjabarannya  Riskesdas menyajikan data yang sangat kaya. Bisakah dikemas indikator komposit yang berkaitan dengan UHH?  IPKM

13 Batasan IPKM  IPKM (Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat) adalah indikator komposit yang menggambarkan kemajuan pembangunan kesehatan, dirumuskan dari data kesehatan berbasis komunitas yaitu:  Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar)  Susenas (Survei Ekonomi Nasional)  Survei Podes (Potensi Desa)  IPKM merupakan komposit indeks yang dirumuskan dari 20 indikator kesehatan

14 Tujuan  Diketahuinya IPKM untuk tiap kabupaten/kota, dapat dibuat peringkat kabupaten/kota berdasarkan kemajuan pembangunan kesehatan.  Diketahuinya indikator kesehatan yang tertinggal di masing-masing kabupaten/kota, sehingga bisa dirumuskan pogram intervensi yang lebih tepat.

15 Manfaat IPKM Digunakan untuk:  Menentukan peringkat kab/kota dalam pembangunan kesehatan.  Advokasi ke Pemda agar terpacu menaikkan peringkatnya, sehingga sumber daya dan program kesehatan diprioritaskan.  Sebagai dasar penentuan alokasi dana bantuan kesehatan dari Pusat ke Daerah (provinsi maupun kab/kota).

16 Perumusan IPKM  Riskesdas, menghasilkan prevalensi / proporsi masalah kesehatan per kabupaten/kota  Susenas, menghasilkan prevalensi / proporsi masalah kesehaan per kabupaten/kota  Podes, menghasilkan data SDM dan fasilitas kesehatan per kabupaten/kota

17 Perumusan IPKM RiskesdasPodesSusenas Indikator Kesehatan Diseleksi berdasarkan substansi dan representasi tingkat kab/kota oleh para pakar dan praktisi Terpilih 20 Indikator Kesehatan yang kemudian dirumuskan menjadi IPKM

18 Perumusan IPKM  Dikembangkan 10 alternatif IPKM  Variasi terjadi:  Jenis dan jumlah indikator yang dipilih  Ada pembobotan antar indikator/tidak  Berapa bobot masing-masing indikator  Kesmuanya diuji korelasinya dengan umur harapan hidup waktu lahir  Hasil uji korelasi sebagai berikut

19 Hasil Korelasi Alternatif IPKM - UHH IPKMKorelasiIPKMKorelasi Alternatif 10,519Alternatif 60,398 Alternatif 20,455Alternatif 70,314 Alternatif 30,429Alternatif 80,457 Alternatif 40,449Alternatif 90,520 Alternatif 50,406Alternatif 100,545

20 Indikator yang masuk VariabelBobot Prev. balita gizi buruk & kurang5 Prev. balita sangat pendek & pendek5 Prev. balita sangat kurus dan kurus5 Akses air bersih5 Akses sanitasi5 Cakupan persalinan oleh nakes5 Cakupan pemeriksaan neonatal-15 Cakupan imunisasi lengkap5 Cakupan penimbangan balita5 Ratio Dokter5 Ratio Bidan5

21 Indikator yang masuk VariabelBobot Prevalensi balita gemuk4 Prevalensi diare4 Prevalensi pnemonia4 Prevalensi hipertensi4 Proporsi perilaku cuci tangan4 Prevalensi gangguan mental3 Proporsi merokok tiap hari3 Prevalensi asma3 Prevalensi penyakit gigi dan mulut3 Jumlah Variabel20

22 Indikator yang masuk VariabelBobot Prev. balita gizi buruk dan kurang5 Prev. balita sangat pendek & pendek5 Prev. balita sangat kurus dan kurus5 Prevalensi balita gemuk4 Prevalensi diare4 Prevalensi pnemonia4 Prevalensi hipertensi4 Prevalensi gangguan mental3 Prevalensi asma3 Prevalensi penyakit gigi dan mulut3

23 Indikator yang masuk VariabelBobot Proporsi perilaku cuci tangan4 Proporsi merokok tiap hari3 Akses air bersih5 Akses sanitasi5 Cakupan persalinan oleh nakes5 Cakupan pemeriksaan neonatal-15 Cakupan imunisasi lengkap5 Cakupan penimbangan balita5 Ratio Dokter5 Ratio Bidan5

24 Peringkat 20 besar teratas Peringkat NilaiKabupaten/Kota 130352,0Tabanan 230285,0Gianyar 329682,5Kota Magelang 429216,0Badung 529078,0Kota Metro 629032,0Kota Denpasar 728955,0Tomohon 828731,5Sukoharjo 928344,5Kota Pematang Siantar 1028307,0Kota Madiun

25 Peringkat 20 besar teratas Peringkat NilaiKabupaten/Kota 1128229,0Kota Bukittinggi 1228191,0Sleman 1328033,5Kota Salatiga 1427930,0Kota Palopo 1527905,0Kota Blitar 1627884,0Kota Mojokerto 1727796,0Bantul 1827747,0Kota Bengkulu 1927711,0Kota Kupang 2027622,5Kota Yogyakarta

26 Peringkat 20 besar terbawah Peringkat NilaiKabupaten/Kota 42111424,0Pohuwato 42211421,0Jeneponto 42311341,5Banjar 42411088,5Manggarai Barat 42511079,0Boalemo 42610868,0Yahukimo 42710749,5Mandailing Natal 42810744,0Cianjur 42910700,0Sarolangun 43010478,0Sekadau

27 Peringkat 20 besar terbawah Peringkat NilaiKabupaten/Kota 43110474,0Jayawijaya 43210240,0Nias 4339960,0Mamasa 4349951,5Pandeglang 4359866,0Seram Bagian Timur 4369626,5Indragiri Hilir 4379247,0Manggarai 4388456,5Sampang 4398233,5Nias Selatan 4407905,0Pegunungan Bintang

28 Peringkat Kab/Kota di Jabar berdasarkan IPKM PeringkatNilaiKabupaten/Kota 3126773,5Kuningan 5725080,0Kota Bandung 5825026,5Kota Bekasi 6524743,5Kota Cimahi 9823729,0Kota Cirebon 10523240,0Kota Bogor 11123096,0Kota Depok 12222739,0Kota Sukabumi 12322709,0Kota Banjar 14621473,0Sumedang 18519990,5Kota Tasikmalaya 19719710,5Subang

29 Peringkat Kab/Kota di Jabar berdasarkan IPKM PeringkatNilaiKabupaten/Kota 19819674,0Ciamis 21019219,5Bekasi 22518745,0Cirebon 25917807,0Bandung 26217708,0Karawang 26417591,5Bogor 27217324,0Indramayu 31016148,0Majalengka 32715417,0Purwakarta 35914467,0Sukabumi 39912693,0Tasikmalaya 41511838,5Garut 42810744,0Cianjur

30 Pemanfaatan IPKM untuk daerah  Contoh pemanfaatan IPKM untuk membantu merumuskan intervensi program kesehatan  Bila ingin membantu daerah yang HDI-nya rendah, langkahnya adalah sebagai berikut:  Buat peringkat kab/kota menurut HDI  Ambil 50 kab/kota terbawah  Buat peringkat menurut IPKM  Ambil 10 terbawah kab/kota yang perlu dibantu  Urai per kab/kota, indikator apa yang lemah  Kaji bersama untuk merumuskan intervensi

31 Perbandingan Kab Kuningan dan Cianjur Variabel KuninganCianjur Prev. balita gizi buruk dan kurang 12,6 14,8 Prev. balita sangat pendek & pendek 35,045,1 Prev. balita sangat kurus dan kurus 8,1 5,4 Prevalensi balita gemuk 8,9 10,4 Prevalensi diare 3,88 14,88 Prevalensi hipertensi 42,38 29,21 Prevalensi gangguan mental 11,12 19,73 Prevalensi asma 1,55 4,38

32 Perbandingan Kab Kuningan dan Cianjur Variabel KuninganCianjur Proporsi merokok tiap hari 24,7 31,4 Akses air bersih 12,9 74,5 Akses sanitasi 28,9 68,6 Cak. pemeriksaan neonatal-1 85,7 42,9 Cakupan imunisasi lengkap 53,7 11,3 Cakupan penimbangan balita 74,5 35,8

33 Kesimpulan  IPKM merupakan penjabaran lebih lanjut dari indikator kesehatan (Umur Harapan Hidup) pada HDI  Dengan IPKM bisa dirumuskan lebih tajam masalah apa yang harus diselesaikan pada tiap kabupaten/kota  Program intervensi bisa dirumuskan bersama antara tim pusat dengan tim kab/kota  Diperlukan paket bantuan bagi daerah dengan masalah kesehatan berat, yaitu peringkat terbawah menurut IPKM

34 Terima Kasih

35 Perbandingan Manggarai - Gianyar IndikatorManggaraiGianyar Linakes17,499,3 Pemeriks. neonatal34,953,0 Imunisasi lengkap23,377,2 Penimbangan balita39,794,3 Balita gizi kurang/buruk37,26,8 Balita kurus33,37,8 Balita pendek38,325,8 Akses air27,793,3 Akses sanitasi5,565,0

36 Perbandingan Manggarai - Gianyar IndikatorManggaraiGianyar Kesehatan mental32,35,8 Hipertensi33,128,2 Diare19,97,0 Pnemonia9,10,7 Asma9,24,3 Merokok37,924,8 Cuci tangan22,924,2 Karies gigi68,469,4 Ratio dokter4,10,4 Ratio bidan0,90,4


Download ppt "Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat. Pokok bahasan  Latar belakang  Batasan IPKM  Cara perumusan IPKM  Manfaat IPKM  Contoh penerapan IPKM dalam."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google