Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 PETUNJUK DASAR NUTRISI DAN MANAJEMEN FEED TECHNOLOGY CP INDONESIA May 13, 2003 PETELUR KOMERSIAL COKLAT TYPE SEDANG.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 PETUNJUK DASAR NUTRISI DAN MANAJEMEN FEED TECHNOLOGY CP INDONESIA May 13, 2003 PETELUR KOMERSIAL COKLAT TYPE SEDANG."— Transcript presentasi:

1 1 PETUNJUK DASAR NUTRISI DAN MANAJEMEN FEED TECHNOLOGY CP INDONESIA May 13, 2003 PETELUR KOMERSIAL COKLAT TYPE SEDANG

2 2 Produksi Telur Komersial “ Keseimbangan Tindakan & Realita”

3 3 Apa Tujuan Kita ?  50% HD pada umur 21 minggu.  Puncak produksi pada umur 27 minggu.  90% HD selama minggu.  Jumlah total telur 320 butir sampai umur 76 minggu.  Berat telur 60g pada umur 28 minggu.  FCR (pakan/berat telur) <  Daya hidup (Livability) minggu, > 93.0%.

4 4 Perencanaan dan Pemikiran Logis Merupakan Hal yang Penting Dalam Produksi Telur Kesalahan dalam perencanaan menyebabkan kegagalan

5 5 Kunci Penting dalam Perencanaan  Gunakan system “All-in and all-out” untuk periode pullet.  Lokasi untuk pullet terpisah.  Hitung jumlah pullet yang dibutuhkan sesuai dengan kapasitas kandang.  Penugasan tenaga kerja: anak kandang pullet seharusnya tidak mengurus kandang/flock yang lebih tua dalam waktu yang bersamaan.  Program pakan dan pemesanan pakan.  Sejarah/riwayat kandang/flock dan catatan keuangan.

6 6 MASA PEMELIHARAAN PULLET 0-16 MINGGU Periode Brooding dan Growing Periode Brooding dan Growing

7 7 SEBERAPA BANYAK KITA MENGETAHUI TENTANG DOC?  Temperatur rektal DOC berkisar 39.8 sampai 40.1 o C.  Temperatur tubuh DOC tidak tetap sebelum umur 7 hari.  Temperatur tubuh DOC mempengaruhi performans selanjutnya.

8 8 SEBERAPA BANYAK KITA MENGETAHUI TENTANG DOC?  DOC menggunakan yolk kuning telur sebagai energi cadangan setelah menetas.  Energi cadangan ini akan dihabiskan dengan cepat (khususnya pada temperatur yang rendah/dingin).  Kedinginan yang lebih awal dapat mengurangi pertambahan berat badan – kerdil (sifatnya tidak bisa diperbaiki kembali)

9 9 TEMPERATURE TUBUH DAN PERFORMANS SELANJUTNYA  DOC dengan temperatur tubuh yang rendah ( 39.1 o C).  Untuk mengurangi kebutuhan metabolik glukosa, kuncinya adalah menjaga temperatur brooding selalu stabil (32-33°C).

10 10

11 11

12 12 KUNCI KEBERHASILAN BROODING  Panas: Pre-heat/pemanasan awal brooding pen kira-kira 32-33°C selama 6-12 jam sebelum DOC datang °C selama 6-12 jam sebelum DOC datang.  Sanitasi: Pen dan peralatan kandang harus disanitasi dan sediakan alas litter yang baru serta bersih dengan sediakan alas litter yang baru serta bersih dengan ketebalan kira-kira 5 cm. ketebalan kira-kira 5 cm.  Pakan: Gunakan crumble starter yang halus, tersedia 6 jam sebelum DOC datang. sebelum DOC datang.  Cahaya/Lampu: Atur cahaya yang cukup untuk menstimulasi konsumsi pakan dan aktivitas. konsumsi pakan dan aktivitas.  Catatan/Record: Jaga catatan konsumsi pakan, berat badan ayam dan hasil pengamatan lainnya. dan hasil pengamatan lainnya.

13 13 KUNCI KEBERHASILAN BROODING  Udara: Jaga ventilasi minimum untuk menyediakan udara segar. segar.  Air Minum: Harus tersedia 6 jam sebelum DOC datang hingga hangat, atau tambah larutan gula (2.0g/L) untuk hangat, atau tambah larutan gula (2.0g/L) untuk mendorong konsumsi air. mendorong konsumsi air.  Potong Paruh: Lakukan pada umur 8 – 9 hari. Jaga tempat pakan sepenuh mungkin selama minggu potong paruh. sepenuh mungkin selama minggu potong paruh.  Vaksinasi: Ikuti program vaksinasi dan pengobatan.

14 14 TEMPERATUR BROODING DAN KEPADATAN KANDANG DAN KEPADATAN KANDANG Umur(Hari)TEMP.(°C)Ekor/M²

15 15 PERALATAN DAN KEBUTUHANNYA PERALATANLANTAI Tempat minum Starter 1/70 Tempat minum Gantung1/160 Tempat minum Nipple 1/10 Baki/Tempeh1/50 Chain feeder/rantai2.5cm

16 16 PROGRAM PENCAHAYAAN 0-3 hari:23-24 jam(40 Lux) 4-7 hari:22 jam (40 Lux) 8-14 hari:20 jam(40 Lux) 15-21hari:19 jam (40 Lux) 22-28hari:18 jam (40 Lux)

17 17 INTENSITAS CAHAYA & KEBUTUHAN LAMPU BOHLAM (DOP) ASUMSI: Intensitas cahaya yang diperlukan adalah 40 Lux Ukuran kandang adalah : 8 meter lebar dan 100 meter panjang Ketinggian dari lampu ke ayam adalah 1.5 meter. Bohlam/Dop (Watt) Incandescent (Lumens) Fluorescent (Lumens) LUX = 2N x Lumens / (lebar x panjang x Tinggi²), kemudian 40 = 2N x 2600 / (8 x 100 x 1.5²), kemudian N = 14 ( 7 x 2 baris) cahaya fluorescent. Diadaptasi dari Mr. Rangsit Rinsom

18 18 INTENSITAS CAHAYA DAN KEBUTUHAN LAMPU Fluorescent: 20 Watt, 1 buah/16-20 M 2 Incandescent: 40 Watt, 1 buah/10 M 2 60 Watt, 1 buah/20 M 2

19 19 PROGRAM VAKSINASI PULLET (Area Jawa Timur) UMUR (Minggu) VAKSINAPLIKASIDOSIS 1 ND+IB Ma5+Clone30 IO (Tetes mata) 1 2 IBD (228 E or MB) DW (Air minum) 1 3 ND Killed ND+IB Ma5+Clone30 Fowl Pox SC IO (Tetes mata) WW (Sayap) 0.5 ml 1 4Coryza ND+IB Ma5+Clone30 IM (paha) IO (Tetes mata) 0.5 ml 1 10ILT Fowl pox IO (Tetes mata) WW (Sayap) 11 14Coryza ND+IB Ma5+Clone30 ND+IB+EDS IM (paha) IO (Tetes mata) IM (dada) ml

20 20 PROGRAM VAKSINASI PULLET UMUR (Minggu) VAKSINAPLIKASIDOSIS 1 ND + IB (Ma5+Clone30) IO (Tetes mata) 1 2 IBD (228 E or MB) DW (Air minum) 1 3 ND (Killed) ND + IB (Ma5 + Clone30) Fowl Pox SCIOWW 0.5 ml 11 5Coryza ND + IB (Ma5 + Clone30) IMIO 0.5 ml 1 10ILT Fowl Pox IO or IM WW11 15Coryza ND + IB + EDS (Killed) ND + IB (Ma5+ Clone30) IMIMIO111

21 21 VAKSINASI LEWAT AIR MINUM  Gunakan hanya air minum tanpa khlorinasi untuk vaksinasi  Campurkan susu skim 25 g/L air sebelum dicampur dengan vaksin.  Angkat / kosongkan air minum selama 2 jam sebelum memberikan vaksin (puasa minum).  Batasi volume air untuk memastikan bahwa vaksinasi berakhir dalam 2-3 jam.  Disarankan pemberian vaksin air minum dilakukan sebelum pukul 9.00 atau setelah pukul untuk menghindari jam-jam panas.

22 22 POTONG PARUH  Potong paruh yang tepat pada umur 8-9 hari.  Jangan kosongkan tempat pakan selama potong paruh.  Gunakan antibiotik (lewat air minum) untuk mencegah infeksi sekunder setelah potong paruh.  Timbang 10% dari jumlah ayam setiap minggu untuk memonitor berat badan dan keseragaman.

23 23 GRADING DAN AFKIR  Grading pada minggu ke- 5, 10, 15. Pisahkan ayam : kecil, sedang dan besar. Tambah waktu pemberian makan untuk ayam-ayam kecil.  Disarankan untuk menggunakan kandang berbeda/terpisah untuk brooding dan growing. Lakukan Sampling 10% setiap minggu untuk mengetahui berat badan dan keseragaman.  Afkir ayam-ayam yang memiliki karakter jelek seperti : masalah kaki (leg problem), buta, vent pecking, dll.

24 24 PROGRAM PEMBERIAN PAKAN YANG IDEAL UNTUK GROWING PULLET  Umur sehari sampai target berat badan ( g). Starter (CP 20-21%, ME Kcal/kg)  Target berat badan sampai dewasa tubuh (1360g). Grower (CP 18-19%, ME Kcal/kg) Developer (Cp 16-17%, ME Kcal/kg)  Dewasa tubuh sampai telur pertama (dewasa kelamin). Pre-lay (CP 17-18%, ME Kcal/kg)

25 25 FEED INTAKE DAN BERAT BADAN Umur (Mgg) Kode Pakan FI(g/ekor/hari) Berat Badan (g)Pencahayaan(jam) or Minggu Pertama : Pakan diberikan 6-8 kali sehari

26 26 FEED INTAKE AND BERAT BADAN UMUR (MINGGU) KODE PAKAN FI(g/ekor/hari) BERAT BADAN (g) atau atau 520/ / /324 PL PL

27 27 TARGET BERAT BADAN TERHADAP UMUR ”KONSEP BARU PEMBERIAN PAKAN PULLET”  Pakan pullet mengacu pada berat badan dan kondisi flock sesuai umur.  Penambahan pemberiaan pakan starter densitas tinggi bila berat badan umur 4-6 minggu dibawah standard.  Pakan Pre-lay seharusnya hanya digunakan sebagai pakan transisi atau untuk mengkondisikan metabolisme Ca, bukan berarti untuk mengejar pertumbuhan semata.

28 28 EFEK KETERLAMBATAN DEWASA TUBUH TERHADAP DEWASA KELAMIN DAN UKURAN TELUR Berat badan (g) Umur saat telur pertama (hari) (hari) Berat telur pertama (g) (g) 18 Minggu Telur pertama Perubahan

29 29 MANIPULASI DEWASA TUBUH TERHADAP UKURAN TELUR  Target telur lebih besar Memaksimalkan dewasa tubuh pada saat dewasa kelamin. - Pakan pullet mengacu pada berat badan sesuai umur. umur.  Target telur lebih kecil Kontrol berat badan pullet pada saat dewasa kelamin. - Stimulasi cahaya pada umur lebih dini/awal mendorong berat badan masuk dalam standard. mendorong berat badan masuk dalam standard. - Pembatasan pakan pada umur growing, bukan pada umur peneluran/produksi telur.

30 30 DEWASA KELAMIN PULLET DAN KARAKTERISTIK TELUR Umur dikandangkan Produksi Telur (HD, %) (HD, %) Ukuran Telur (% besar) 18-20minggu Rata-rata ke 35 minggu30 minggu minggu63minggu 15 minggu minggu minggu

31 31 TATALAKSANA PEMBERIAN PAKAN DAN MANAJEMEN MASA PENELURAN MINGGU Pre-lay, Puncak dan Pasca Puncak

32 32 TUJUAN  Mendorong peningkatan konsumsi pakan yang cepat (naik 40% dari 17sampai 24 minggu).  Mencapai 300g pertambahan berat badan dalam periode 5% sampai puncak produksi.  Mencapai puncak pada umur 27 minggu dan memelihara produksi pasca puncak yang persistent.  Mencapai peningkatan berat telur yang cepat (60 gram pada akhir 28 minggu).

33 33 PEMINDAHAN PULLET KE KANDANG PETELEUR  Pemindahan dilakukan antara 16 dan 17 minggu, 14 hari sebelum 2% bertelur.  Pemindahan pullet pada saat sejuk/dingin/teduh (sore hari atau pagi hari).  Peralatan minum dan makanan harus sudah tersedia sebelum pullet dipindahkan.  Gunakan vitamin A, D3, E atau vitamin B kompleks dalam air minum selama 3 hari sejak pemindahan.  Berikan penerangan selama 1-2 malam terus menerus sejak pemindahan.

34 34 TATALAKSANA PAKAN UNTUK PRE- LAY DAN PERIODE PENELURAN Umur (Minggu) KodePakan Feed intake (g/ekor) Standard Berat Badan (g) ke atas – /324-PL 324 – PL 324 – PL/ – – – – 2150

35 35 STRATEGI PEMBERIAN PAKAN UNTUK PERIODE PRE-LAY DAN PENELURAN  Pakan ditujukan untuk pertambahan berat badan dan produksi telur.  Mendorong feed intake (naik 40% dari 17 sampai 24 minggu).  Pertambahan berat badan 300 g dari 5% hingga puncak produksi.  Gunakan pakan pre-lay feed selama 16/17 to 19 minggu.  Ubah dari pakan crumble ke tepung/mash secara bertahap: hari hari hari hari hari hari seterusnya seterusnya

36 36 PROGRAM PENCAHAYAAN UMUR PanjangDurasi (minggu)(jam) 17Alami6:00-18:00 18Alami6:00-18:00 5% bertelur14 jam4:00-18:00 Setelah 35%15 jam3:00-18:00 Setelah 60%16 jam2:00-18:00 Direkomendasikan untuk menggunakan tambahan Direkomendasikan untuk menggunakan tambahan penyinaran tengah malam untuk mendorong feed intake penyinaran tengah malam untuk mendorong feed intake

37 37 TIGA HAL PENTING YANG PERLU DIINGAT DALAM PROGRAM PENCAHAYAAN Pada semua tempat dan berbagai type kandang: 1. Jangan pernah memulai stimulasi cahaya bila berat badan dibawah 1,250 g (14 mgg). 2. Jangan pernah menambah lama penyinaran antara umur 8 sampai 14 minggu. 3. Jangan pernah menurunkan lama penyinaran setelah mulai bertelur.

38 38 NUTRISI KALSIUM PADA PERIODE PRE-LAY (PRAKTIK PEMBERIAN PAKAN YANG BERBEDA) Kalsiu m 3.5% Ca Layer 2.0% Ca Pre-Layer 1.0% Ca Grower

39 39 KEUNTUNGANKERUGIAN 1. Manajemen pakan mudah. 2. Menghemat biaya. 1. Ketidak cukupan cadangan Ca untuk produksi telur. 2. Rentang produksi pendek (Shorten production clutch). 3. Cage layer fatigue. PENGGUNAAN 1.0% Ca PAKAN GROWER SELAMA PERIODE PRE-LAY

40 40 KEUNTUNGANKERUGIAN 1. Membentuk cadangan Ca tulang. 2. Memelihara metabolisme mineral. 3. Mengurangi ekskresi Ca dan kemungkinan litter basah (wet litter). 1. Pemberian pakan tidak dapat melebihi 1% produksi telur. 2. Kerja ekstra untuk penanganan pakan. 3. Biaya lebih besar/mahal dari pakan developer PENGGUNAAN 2.0% Ca PAKAN PRE- LAYER SELAMA PERIODE PRE-LAY

41 41 KEUNTUNGANKERUGIAN 1. Menyediakan kecukupan Ca untuk ayam-ayam yang baru dewasa 2. Retensi Ca meningkat. 3. Penanganan pakan mudah. 1. Ca yang berlebihan mengakibatkan stress pada ginjal atau menyebabkan Urolithiasis. 2. Meningkatkan konsumsi air dan mencret (wet dropping) (Khususnya dibawah kondisi cekaman panas). PENGGUNAAN 3.5% Ca PAKAN LAYER SELAMA PERIODE PRE-LAY

42 42 KANDUNGAN Ca PAKAN DAN RETENSI Ca DARI 19 MINGGU HINGGA TELUR Ke-4 Diet Ca (%) Retensi Ca Retensi Ca(g) Ekskreta Ca (%) Leeson & Summers, 1997

43 43 EFEK KADAR Ca PADA PERIODE PRE-LAY TERHADAP KADAR AIR EKSKRETA (%) PADA PERIODE PENELURAN Kandungan Ca dalam pakan Pre-lay Umur ayam (minggu) (%) Commercial Poultry Nutrition. S. Leeson and J.D. Summers

44 44 NUTRIENT UTAMA YANG DIPERLUKAN OLEH AYAM PADA SAAT PUNCAK PRODUKSI ME 280 Kcal CP g MET0.36 g M+C0.64 g LYS0.72 g Ca3.50 g Pav0.40 g Na0.18 g

45 45 TIP PEMBERIAN PAKAN UNTUK AYAM PETELUR  Berikan pakan harian 30% pada pemberian pakan pagi hari (1-2 jam setelah terang), 70% pada pemberian pakan sore hari (4-5 jam sebelum gelap).  Jangan menambah pakan pada tengah hari.  Setelah umur 45 minggu, lakukan top dressing kulit kerang atau butiran biji batu kapur kira-kira 2 g/ekor/hari pada pemberian pakan sore hari untuk meningkatkan kualitas kerabang telur.  Gunakan Vitamin D 3 dalam air minum.

46 46 10 menit kemudian, telur baru siap untuk oviposiSI ayam bertelur 12 jam kalsifikasi Ayam bertelur lagi 5:00 Lampu nyala 6:00 Lampu mati Pembentukan telur selama 11 jam 17 :00 Lampu nyala 5:00 Lampu nyala 6 :00 Lampu mati JADWAL WAKTU PEMBENTUKAN TELUR 18:00 Lampu mati 21:00 Lampu mati

47 47 DEPOSISI KALSIUM KERABANG TELUR SELAMA SIKLUS OVULASI JAM DEPOSISI Ca (mg) 0 – 6 ( 6:00-12:00) 0 – 6 ( 6:00-12:00)10 6 – 12 (12:00-18:00) 6 – 12 (12:00-18:00) – 18 (18:00-24:00) – 24 (24:00 - 6:00) 500 Total1710

48 48 DEPOSISI MINERAL KERABANG/KULIT TELUR Dark period

49 49 CARA MENINGKATKAN EFISIENSI PAKAN  Afkir ayam yang tidak produktif atau yang memiliki problem seperti : banci, lumpuh, dan buta.  Kontrol eksternal dan internal parasit.  Gunakan antibiotik atau vitamin bila terdapat stress challenge (penyakit, pakan atau perubahan cuaca).  Jaga ventilasi dan sanitasi yang baik.

50 50 PEMBERIAN PAKAN AYAM YANG BERADA DIBAWAH KONDISI CEKAMAN PANAS Strategi Peningkatan Energi dietary Peningkatan Konsumsi pakan Cadangan Energi Tubuh

51 51 BAGAIMANA AYAM MERESPON CEKAMAN PANAS???  Panting/megap-megap dan dilatasi/pelebaran pembuluh darah untuk meningkatkan kapasitas pendinginan;  Peningkatan kebutuhan energi;  Perubahan mekanisme makan pada otak (apetite center/pusat lapar) yang mana mempengaruhi feed intake.  Energi yang tersedia untuk produksi menjadi berkurang/negative bila temperatur lebih dari 33ºC.

52 52 KESEIMBANGAN ENERGI PADA AYAM PETELUR ME intake 290 Kcal (FI 105 g/hari) Hidup pokok 120 Kcal HI 70 Kcal Pertumbuhan 5 Kcal 5 Kcal HI 1Kcal Telur 70 Kcal HI 24 kcal Steven Leeson & John Summers, 2001

53 53 PEMBAGIAN ENERGI PADA AYAM PETELUR DEWASA

54 54 Diet ME (Kcal/kg) Ambient Temp 18 0 C Ambient Temp 30 0 C Pakan/hari(g)ME/hari(kcal)Pakan/hari(g)ME/hari(Kcal) KANDUNGAN ENERGI PAKAN YANG LEBIH TINGGI MENINGKATKAN INTAKE ME PADA IKLIM PANAS Payne, 1967

55 55 CARA MENSTIMULASI FEED INTAKE DIBAWAH KONDISI CEKAMAN PANAS  Pemberian pakan sesering mungkin setiap hari.  Pemberian pakan saat dingin/sejuk (pemberian pakan tengah malam).  Menyediakan air minum yang dingin.  Gunakan pakan segar/baru atau sesegar mungkin.  Gunakan pakan dengan ukuran 0.7 sampai 3.3 mm.  Gunakan tambahan vitamin A, D 3, E dan C dalam air minum.

56 56 NUTRISI PROTEIN PADA AYAM PETELUR DIBAWAH CEKAMAN PANAS  Adalah suatu kesalahan jika meningkatkan level protein dalam pakan untuk mengganti kekurangan konsumsi protein akibat cekaman panas.  Kadar protein yang tinggi pada pakan adalah berbahaya bagi ayam dan tidak ekonomis.  Solusi terbaik adalah gunakan pakan rendah protein dengan asam amino esensial yang seimbang.

57 57 NUTRISI MINERAL DAN VITAMIN PADA AYAM DALAM KONDISI CEKAMAN PANAS  Cekaman panas dapat mengurangi absorpsi Ca dan pembentukan vitamin D 3 dalam tubuh.  Kalsium tambahan harus diberikan dengan cara top dressing kulit kerang atau biji batu kapur.  Pemberian Vitamin D 3 harus disertai dengan suplementasi Ca.  Vitamin C sangat membantu mengurangi cekaman panas.

58 58

59 59 KESEIMBANGAN ELEKTROLIT DIBAWAH KONDISI CEKAMAN PANAS Contoh:Suatu pakan layer mengandung 0.17% Na, 0.80% K dan 0.23% Cl: Na (mEq/kg) = 1700mg/kg, 1700/23.0= Na (mEq/kg) = 1700mg/kg, 1700/23.0= K (mEq/kg) = 8000mg/kg, 8000/39.1= K (mEq/kg) = 8000mg/kg, 8000/39.1= CL (mEq/kg) = 2300mg/kg, 2300/35.5= CL (mEq/kg) = 2300mg/kg, 2300/35.5= Keseimbnagan dietary keseluruhan = Na+K-CL = Keseimbnagan dietary keseluruhan = Na+K-CL = Rentang normal yang disarankan adalah : Rentang normal yang disarankan adalah :

60 60 EFEK TEMPERATUR AIR TERHADAP PRODUKSI TELUR (%) Umur (minggu) Temperatur Ambient (32 0 C) Temp. Air (32 0 C) Temp. Air (27 0 C) Rata-rata (%) 7683 Feed intake (g/ekor/hari) 8390 Bell, 1987

61 61 FLAWS TECHNICS  Feed = Pakan  Light = Cahaya  Air = Udara  Water = Air minum  Stress = Cekaman

62 62 RINGKASAN STRATEGI MELEPASKAN DIRI DARI CEKAMAN PANAS 1. Jangan pernah menempatkan pullet yang memiliki berat badan rendah pada kandang petelur. 2. Meningkatkan energi pakan dengan menggunakan minyak atau lemak hewan. 3. Kurangi protein pakan namun asam amino esensial tetap seimbang. 4. Gunakan vitamin A, D 3, E dan C ( mg/kg feed). 5. Tambah waktu pemberian pakan selama waktu dingin/ sejuk/ nyaman.

63 63 RINGKASAN STRATEGI MELEPASKAN DIRI DARI CEKAMAN PANAS 6. Jaga dan pertahankan air minum sedingin mungkin. 7. Pelihara keseimbangan elektrolit dan tingkatkan penggunaan air minum. 8. Gunakan pakan crumble atau mash dengan ukuran partikel medium. 9. Jangan merubah pakan bila terjadi kondisi panas secara tiba-tiba. 10. Jangan menggangu ayam selama jam- jam panas.

64 64 HINDARI !!!!!!! STRESS CHALLENGES LAINNYA  Parasi  Penyakit Infeksi  Kepadatan yang Tinggi/Sesak  Kekurangan Air  Kekurangan Pakan  Kekurangan Udara Segar  Intensitas Cahaya yang Tinggi  Suara Gaduh/Ribut  Rodensia/Tikus dll.

65 65 ACKNOWLEDGEMENT Terimakasih atas segala masukan & input yang telah diberikan pada presentasi ini, yakni kepada: Mr. Surasak Mr. Chawangsak Mr. Rangsit Rinsom Dr. Desianto Dr. Chin Dr. Vinai Ms. Radiastuti

66 66 TERIMA KASIH atas Perhatian Anda


Download ppt "1 PETUNJUK DASAR NUTRISI DAN MANAJEMEN FEED TECHNOLOGY CP INDONESIA May 13, 2003 PETELUR KOMERSIAL COKLAT TYPE SEDANG."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google