Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Tugas Matakuliah Wawasan Makro Pendidikan Pengampu Prof. H.M. Furqon Hidayatullah,M.Pd Oleh Mawardi PERMASALAHAN IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN ROFESIONALISME.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Tugas Matakuliah Wawasan Makro Pendidikan Pengampu Prof. H.M. Furqon Hidayatullah,M.Pd Oleh Mawardi PERMASALAHAN IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN ROFESIONALISME."— Transcript presentasi:

1

2 Tugas Matakuliah Wawasan Makro Pendidikan Pengampu Prof. H.M. Furqon Hidayatullah,M.Pd Oleh Mawardi PERMASALAHAN IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN ROFESIONALISME GURU MELALUI PLPG

3 PENGANTAR PROGRAM PLPG FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA TINGKAT KELULUSAN PENUTUP PERMASALAHAN IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU MELALUI PLPG

4 PENGANTAR  Pengembangan Profesionalisme guru di Indonesia hakikatnya adalah pengembangan kompetensi guru itu sendiri  Jalurnya : melalui program sertifikasi guru (jalur portofolio, pemberian sertifikat langsung, PLPG dan PPG)  Kekhawatirkan 1 : para guru lebih membayangkan konsekuensi finansial daripada pengembangan kompetensi  Kekhawatiran 2 : LPTK menyelanggarakan program sertifikasi secara massal dan mengorbankan mutu pendidikan  Dampaknya : rendahnya tingkat kelulusan PLPG (  40 %, Sumber : data kelulusan PLPG Guru SD Gugus UKSW)

5 Program Pendidikan dan Latihan Profesi Guru PLPG diatur dalam Permendiknas No. 11 Tahun 2011 tentang Sertifikasi bagi Guru Dalam Jabatan Tujuan PLPG : untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan menentukan kelulusan guru peserta sertifikasi. Peserta PLPG adalah guru yang memilih : 1) sertifikasi pola PLPG, 2) tidak lulus penilaian portofolio, atau tidak lulus verifikasi berkas portofolio, dan 3) PSPL tetapi berstatus tidak memenuhi persyaratan.

6 . Penyelenggaraan PLPG : 1) Dilakukan oleh LPTK yang ditetapkan pemerintah 2) Diselenggarakan selama minimal 10 hari dan bobot 90 Jam Pertemuan (JP), dengan alokasi 22 JP teori dan 68 JP praktik. Satu JP setara dengan 50 menit 3) Satu Rombel, maks 36 peserta, untuk peer teaching dapat dipecah menjadi 3 kelas 12 peserta

7 4) PLPG diawali dengan pre tes 5) Pembelajaran dilakukan dengan pendekatan PAIKEM 6) PLPG diakhiri dengan ujian : tulis dan praktik (kinerja) 7) Materi (PLPG guru SD) : profesionalitas guru, pendalaman materi bidang studi/mata pelajaran, pendalaman pembelajaran, pendalaman penulisan karya ilmiah, workshop penelitian tindakan, workshop pengembangan perangkat pembelajaran dan peer teaching

8 Contoh Struktur Kurikulum KodeMata PelatihanJP A1PRE TEST1 A2 PENGEMBANGAN PROFESIONALITAS GURU 3 B1PENDALAMAN MATERI MATA PELAJARAN : B.1.1.BAHASA INDONESIA 2 B.1.2.MATEMATIKA 2 B.1.3.IPA 2 B2PENDALAMAN PEMBELAJARAN B.1.1. PAIKEM 2 B.2.2. MEDIA PEMBELAJARN 2 B.2.3. EVALUASI PEMBELAJARAN 2 B3PENDALAMAN PTK DAN PENULISAN KARYA ILMIAH 2 C1WORKSHOP PTK 6 C2WORKSHOP PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN 32 DPEER TEACHING 30 EUJIAN TULIS 4 JUMLAH 90

9 8. Instruktur : dosen pada Rayon LPTK Penyelenggara Sertifikasi, dan widyaiswara pada LPMP yang memenuhi persyaratan utama : a) WNI, sehat jasmani dan rohani b) Memiliki NIA (Nomer Induk Asesor) c) Pendidikan minimal S-2 d) Masa kerja minimal 10 tahun e) Bidang keahlian relevan

10 Penyelenggaraan PLPG diakhiri dengan ujian yang mencakup ujian tulis dan ujian kinerja. Ujian tulis bertujuan untuk : mengungkap kompetensi profesional dan pedagogik Ujian kinerja untuk mengungkap kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial Rambu-rambu ujian tulis : 1. meliputi seluruh materi dalam modul pelatihan, 2. bentuk soal pilihan ganda dan uraian, 3. alokasi waktu ujian 200 menit, 4. rambu-rambu kualitas soal berkualitas tinggi, 5. kebijakan skoring menggunakan scanner.

11  Formula Kelulusan 25 SUT + 30 SUP + 25 HW + 10 SP + 10 SS SAK = 100 Keterangan :  SAK : Skor Akhir Kelulusan PLPG  SUT: Skor Ujian Tulis (skor maksimal 100)  SUP: Skor Ujian Praktik Pembelajaran (skor maks 100)  HW: Skor Hasil Workshop (skor maksimal 100)  SP: Skor Partisipasi dalam teori dan praktik  pembelajaran (skor maksimal 100)  SS: Skor Teman Sejawat (skor maksimal 100) Peserta dinyatakan lulus apabila SAK ≥ 65,00 ; SUT ≥ 60,00 dan SUP ≥ 65,00

12 Sinyalemen Faktor-faktor Penyebab Rendahnya Tingkat Kelulusan Peserta PLPG Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi rendahnya tingkat kelulusan peserta PLPG, khususnya guru-guru SD perserta PLPG di gugus UKSW antara lain : 1.intake peserta, 2.faktor instruktur dan proses pelatihan/pembelajaran, 3.struktur kurikulum pelatihan, serta 4.faktor sistem pengujian

13 1.Intake peserta Peserta PLPG adalah guru yang memilih : a) sertifikasi pola PLPG, b) tidak lulus penilaian portofolio, atau tidak lulus verifikasi berkas portofolio, dan c) PSPL tetapi berstatus tidak memenuhi persyaratan.  Intake peserta PLPG seperti ini memberikan gambaran bahwa sejak awal memang agak susah diharapkan memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan persentase kelulusan.  Para guru SD (kecuali yang memang sejak awal memilih jalur PLPG), secara empirik memang kurang kompeten.  Lebih-lebih kegagalan yang dialami pada saat proses sertifikasi melalui jalur portofolio ataupun yang gagal memperoleh sertifikan pendidik secara langsung, secara psikologis mengalami domotivasi.  Persoalan lainnya : rendahnya minat dan kemampuan membaca.

14 Alternatif pemecahan permasalahan, setidaknya mengeliminir dampak rendahnya tingkat kelulusan : 1. melakukan pemetaan intake peserta berdasarkan permasalahan/kegagalan sebelumnya. 2. melakukan pengelompokan 3. melakukan treatment khusus, misalnya semacam remedial atau pra PLPG, 4. memberikan bekal cara membaca yang efektif. 5. Alternatif lainnya, perlu menumbuhkan motivasi peserta oleh motivator atau konselor.

15 2. Faktor Instruktur dan Proses Pelatihan/Pembelajaran a) Instruktur PLPG direkrut dan ditugaskan oleh Ketua Rayon LPTK Penyelenggara yang secara akademik administratif tidak ada persoalan b) Sinyalemen permasalahan barangkali lebih kepada beban kerja dosen yang overload. c) Khusus instruktur PLPG guru SD, dosen-dosen program studi PGSD, umumnya mengampu berbagai program (reguler, PSKGJ, PJJ berbasis ICT mandiri). d) Gaya pembelajaran perkuliahan reguler kurang cocok dengan kondisi guru-guru SD

16 Alternatif pemecahan : 1. pembatasan beban kerja dosen agar tidak overload. 2. pemetaan dan penempatan tugas mengampu hanya satu program saja. Misalnya reguler, PSKGJ atau PJJ berbasis ICT 3. Alternatif lainya adalah melibatkan widyaiswara LPMP/P4TK yang relevan dengan bidangnya.

17 3. Struktur Kurikulum Pelatihan a.Struktur kurikulum pelatihan sebenarnya sudah sesuai dengan alur pengembangan kompetensi guru secara utuh. b.Persoalannya adalah porsi alokasi jam pelatihan (JP) kurang mendukung penguasaan materi/modul pelatihan. c.Rata-rata jam pelatihan untuk pendalaman materi matapelajaran dan pendalaman pembelajaran hanya 2 jam pelatihan. Padahal penguasaan materi inilah yang menjadi penentu kelulusan. Justru jumlah jam pelatihan workshop (misalnya workshop pengembangan perangkan pembelajaran) adalah 32 jam.

18 Alternatif pemecahan 1.Mengatur ulang porsi jam pelatihan secara proporsional, mengarah kepada kepentingan penguasaan materi modul. 2. Alternatif lainnya : instruktur menyelipkan proses pendalaman materi modul di sela- sela workshop. Mengingat pada kenyataannya para peserta telah menyelesaikan tugas mengembangkan RPP kurang dari 32 jam pelatihan.

19 4. Sistem pengujian a. Faktor sistem pengujian diduga menjadi faktor yang sangat berpengaruh terhadap rendahnya tingkat kelulusan peserta PLPG guru SD. Sinyalemen ini ini didasarkan pada keluhan para peserta yang menyatakan bahwa soal tesnya sulit, serta didasarkan pada rambu- rambu yang ditetapkan konsorsium. b. Rambu-rambu kualitas soal harus berkualitas tinggi, mengindikasikan bahwa ranah kompetensi yang dituntut adalah ranah kompetensi kognitif tingkat tinggi (C3 ke atas). c. Instruktur yang diberi tugas untuk menyusun soal tentu menyusun soal dengan tingkat kesukaran yang tinggi. d. Soal tingkat tinggi menyulitkan peserta PLPG dengan kompleksitas permasalahannya (mengalami demotivasi dan kebiasaan membaca yang kurang baik). e. Permasalahan sistem pengujian ini semakin berat karena formula penentuan kelulusan menetapkan angka passing grade SUT (Skor Ujian Tulis)  60.

20 Alternatif pemecahan 1. Pelaksanaan ujian tulis dilakukan dengan memberi kebebasan kepada para peserta untuk mengerjakan soal uraian terlebih dahulu secara tuntas 2. Mendampingi peserta dalam mengisi identitas dan mengisi Lembar Jawab Komputer (LJK). 3. Bila memungkinkan meninjau ulang passing grade SUT. Kalaupun tetap dipertahankan (bahkan mungkin ditingkatkan) harus dibarengi dengan penataan penyelenggaraan PLPG dan penetapan jam pelatihan yang proporsional, 4. Melakukan analisis item soal untuk memetakan tingkat kualitas soal. Kegiatan ini penting untuk meningkatkan kualitas soal dan menetapkan bobot soal mudah, sedang dan sukar secara proporsional.

21 PENUTUP  PLPG, meskipun dalam terkendala berbagai permasalahan, tetap memiliki kontribusi dalam rangka penyelesaian program sertifikasi guru  Kunci utama kesuksesan pelaksanaan PLPG terletak pada guru itu sendiri. Lebih-lebih bila para guru mampu memotivasi diri sendiri, meningkatkan minat dan kemampuan membaca serta memiliki kebutuhan berprestasi yang tinggi

22 TERIMA KASIH


Download ppt "Tugas Matakuliah Wawasan Makro Pendidikan Pengampu Prof. H.M. Furqon Hidayatullah,M.Pd Oleh Mawardi PERMASALAHAN IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN ROFESIONALISME."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google