Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Sistem Database Pertemuan Minggu Ke-1. Mata Kuliah Kode: SID02 Nama: Basis Data SKS: 4/0  teori Semester: 2.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Sistem Database Pertemuan Minggu Ke-1. Mata Kuliah Kode: SID02 Nama: Basis Data SKS: 4/0  teori Semester: 2."— Transcript presentasi:

1 Sistem Database Pertemuan Minggu Ke-1

2 Mata Kuliah Kode: SID02 Nama: Basis Data SKS: 4/0  teori Semester: 2

3 Kompetensi Umum Mahasiswa mampu menganalisis, merancang, dan mengimplementasikan basis data sesuai dengan kebutuhan bisnis/ organisasi (C4)

4 Materi Pembelajaran Secara garis besar yang diajarkan adalah: Perancangan database (ERD & Normalisasi) Pembuatan database di MySQL Penerapan DDL & DML di MySQL Backup, restore, & keamanan di MySQL

5 SAP 1.Sistem Database 2.Desain Database 3.Model Data 4.Model Database Relasional 5.ERD (Entity Relationship Diagram) 6.Normalisasi 7.ERD & Normalisasi Lanjutan

6 SAP 8.DDL (Data Definition Language) 9.DML (Data Manipulation Language) 10.DML Lanjutan 11.Keamanan dan Administrasi Database 12.Manajemen Transaksi & Kontrol Konkurensi 13.DDBMS (Distributed Database Management System)

7 Buku Referensi

8 Penilaian Tugas: 20% UTS: 30% UAS: 50% + 100%

9 Kompetensi Khusus Mahasiswa mampu menjelaskan tentang mata kuliah basis data, pengenalan dan evolusi database, komponen utama sistem database, fungsi utama DBMS, dan aplikasi sistem database (C2)

10 Data vs Informasi Data adalah fakta mentah, artinya fakta yang belum diproses untuk mendapatkan arti. Informasi adalah hasil dari pemrosesan data mentah untuk mendapatkan arti. Untuk mendapatkan arti, informasi membutuhkan konteks. Data harus diformat dengan baik untuk penyimpanan, pemrosesan, dan presentasi. Misalnya: – Jawaban responden berupa Yes/No perlu dikonversi menjadi format Y/N atau 0/1 untuk disimpan. – Tanggal harus disimpan dalam format kalender Julian dalam database, tetapi dapat ditampilkan dalam berbagai format, seperti dd-mm-yyyy atau mm-dd-yyyy.

11

12 Pengenalan Database Database adalah struktur komputer yang terintegrasi yang menyimpan kumpulan dari: – Data end user: fakta mentah yang dibutuhkan oleh end user. – Metadata, atau data tentang data, dimana data end user digabungkan dan dikelola. Metadata mendeskripsikan karakteristik data dan hubungan yang menghubungkan data yang ditemukan dalam database. DBMS adalah kumpulan program yang mengatur struktur database dan mengendalikan akses ke data yang tersimpan dalam database.

13 Database menyerupai kabinet elektronik yang sangat teratur dimana terdapat software (DBMS) yang mengatur isi kabinet tersebut.

14 Keuntungan DBMS Meningkatkan pembagian data Meningkatkan keamanan data Integrasi data yang lebih baik Meminimalisir ketidakkonsistensi data Meningkatkan akses data Meningkatkan pengambilan keputusan Meningkatkan produktivitas end user

15 Jenis Database Jumlah user – Single user database (desktop database) – Multiuser database (workgroup database atau enterprise database) Lokasi – Centralized database – Distributed database Jenis data yang tersimpan – General-purpose database – Discipline-specific database

16 Penggunaan database & sensitivitas waktu pengumpulan informasi – Operational database (OLTP, transactional atau production database) – Analytical database Data warehouse OLAP (Business Intelligence) Tingkat struktur data – Unstructured data – Structured data – Semistructured data XML database NoSQL (Not only SQL)

17 Evolusi Database Manual File Systems Computerized File Systems File System Redux: Modern End-User Productivity Tools

18 Manual File Systems – Dilakukan secara manual menggunakan kertas. – Kertas digunakan unutk menampung data dan disimpan dalam arsip atau kabinet. – Selama data yang dikumpulkan masih sedikit dan pengguna tidak membutuhkan terlalu banyak laporan, maka sistem manual masih berfungsi baik. – Seiring bertambahnya jumlah data dan kebutuhan laporan yang rumit, perusahaan membutuhkan bantuan teknologi komputer.

19 Computerized File Systems – File komputer dalam sistem file menyerupai file manual. – Spesialis Pemrosesan Data (DP) bertugas membuat sistem berbasiskan komputer yang dapat menelusuri data dan menghasilkan laporan. – Ketika user membutuhkan data dari file komputer, mereka mengirimkan permintaan data ke spesialis DP yang kemudian membuat program untuk menarik data dari file, memanipulasinya sesuai dengan permintaan user, dan menyajikannya dalam laporan. – Semakin banyak file komputer dibuat, maka semakin banyak file yang berisi data yang mirip, masing-masing dimiliki oleh individu atau departemen tertentu.

20 File System Redux: Modern End-User Productivity Tools – Kebutuhan user untuk mendapatkan akses langsung ke data membantu adopsi komputer personal untuk bisnis. – Program spreadsheet seperti Microsoft Excel banyak digunakan karena user dapat memasukkan data ke dalam baris dan kolom sehingga data dapat dimanipulasi dengan beragam fungsi yang ada. – Penyalahgunaan spreadsheet sebagai pengganti database menyebabkan terciptanya banyak spreadsheet terpisah seperti sistem file di atas.

21 Masalah dengan Pemrosesan Data Sistem File Waktu pengembangan yang lama Sulitnya mendapatkan jawaban dengan cepat Administrasi sistem yang rumit Kurangnya keamanan & terbatasnya pembagian data Membutuhkan pemrograman yang ekstensif

22 Dependensi Struktural dan Data Sistem file menyebabkan dependensi struktural, yang artinya akses ke file bergantung pada strukturnya. Sebaliknya, independensi struktural muncul ketika user dapat mengubah struktur file tanpa mempengaruhi kemampuan aplikasi untuk mengakses data. Ketika mengubah karakteristik data, seperti mengubah field dari integer ke desimal, membutuhkan perubahan dalam semua program yang mengakses file, maka ini dinamakan dependensi data. Sebaliknya, independensi data muncul ketika user dapat mengubah karakteristik penyimpanan data tanpa mempengaruhi kemampuan aplikasi untuk mengakses data.

23 Redudansi Data Setiap departemen dalam perusahaan memiliki sistem file sendiri sehingga menciptkan lokasi data yang terpisah, atau yang dikenal dengan istilah islands of information. Data yang tersimpan dalam lokasi yang berbeda tidak terupdate secara konsisten, sehingga menyebabkan munculnya beberapa versi berbeda dari suatu data  redudansi data

24 Redudansi data yang tidak terkendali menyebabkan: – Keamanan data yang buruk – Ketidakkonsistensi data – Anomali data – Update anomalies – Insertion anomalies – Deletion anomalies

25 Kurangnya Keahlian Desain dan Pemodelan Data User biasanya memiliki pandangan menyeluruh dari data dalam lingkungannya sehingga mereka cenderung membuat atau menggabungkan data tersebut ke dalam satu tabel. Hal ini dapat menyebabkan redudansi untuk beberapa item data. Keahlian pemodelan data merupakan bagian penting dari proses desain. Dokumentasi desain dibutuhkan untuk memfasilitasi komunikasi antar desainer database, end user, dan pengembang. Model data juga dapat menjadi acuan ketika memodifikasi database sesuai dengan perubahan kebutuhan bisnis.

26 Sistem Database Sistem database terdiri dari data yang saling berhubungan secara logis dalam suatu penyimpanan data logis. DBMS menyediakan sejumlah keuntungan dibandingkan sistem file, yaitu menghapus ketidakkonsistensi data, anomali data, dependensi data, dan dependensi struktural. Software DBMS tidak hanya menyimpan struktur data, tetapi juga menyimpan hubungan antar struktur dan jalur akses ke struktur tersebut.

27

28 Komponen Utama Sistem Database Hardware: komputer, alat penyimpanan, printer, alat jaringan, dsb. Software – Software sistem operasi: Microsoft Windows, Linux, Mac OS, UNIX, & MVS. – Software DBMS: MSSQL, Oracle, MySQL, dan DB2. – Program aplikasi dan software utilitas: Program aplikasi digunakan untuk mengakses data dalam database untuk menghasilkan laporan, tabulasi, dan informasi lain untuk memfasilitasi pembuatan keputusan. Software utilitas digunakan untuk mengatur komponen komputer sistem database. Mis: GUI dari DBMS.

29 People – Administrator sistem – Administrator database – Desainer database – Analis sistem & programmer – End user Procedures: instruksi & aturan yang mengendalikan perancangan dan penggunaan sistem database. Data: karena informasi diperoleh dari data maka menentukan dan mengatur data yang masuk ke dalam database merupakan bagian penting dari tugas desainer database.

30

31 Fungsi Utama DBMS Data dictionary management Data storage management Data transformation and presentation Security management Multiuser access control Backup and recovery management Data integrity management Database access languages and application programming interfaces Database communication interfaces

32

33

34 Kekurangan DBMS Biaya meningkat Kompleksitas manajemen Menjaga kekinian Dependensi vendor Upgrade berkala

35 Kesempatan Karir Database JabatanDeskripsiKeahlian yang DIbutuhkan Pengembang Database Membuat & memelihara aplikasi berbasiskan database Programming, fundamental database, SQL Desainer DatabaseMerancang & memelihara databaseDesain sistem, desain database, SQL Administrator Database Mengatur & memelihara DBMS & database Fundamental database, SQL, materi/ latihan vendor Analis DatabaseMembuat database untuk laporan pendukung keputusan SQL, optimasi query, gudang data Arsitek DatabaseMerancang dan mengimplementasi lingkungan database (konseptual, logis, dan fisik) Fundamental DBMS, pemodelan data, SQL, pengetahuan hardware

36 JabatanDeskripsiKeahlian yang DIbutuhkan Konsultan DatabaseMembantu perusahaan memanfaatkan teknologi database untuk meningkatkan proses bisnis & mencapai tujuan tertentu Fundamental database, pemodelan data, desain database, SQL, DBMS, hardware, teknologi vendor Petugas Keamanan Database Mengimplementasikan kebijakan keamanan untuk administrasi data Fundamental DBMS, administrasi database, SQL, teknologi keamanan data

37 Teknologi Database Kompleks Very Large Databases (VLDB): menangani jumlah data yang besar, biasanya dalam ukuran petabyte (1 petabyte > 1000 terabyte). Vendornya mencakup Oracle Exadata, IBM’s Netezza, Greenplum, HP’s Vertica, dan Teradata. Big Data Databases: produk seperti Cassandra (Facebook) & BigTable (Google) menggunakan teknologi “columnar database” untuk mendukung kebutuhan aplikasi database yang menangani data nontabular yang besar. In-memory Databases: mendukung kebutuhan untuk pemrosesan database yang lebih cepat. In-memory database menyimpan kebanyakan datanya dalam memori utama (RAM) dibandingkan penyimpanan sekunder (harddisks). Contoh: IBM’s solidDB & Oracle’s TimesTen. Cloud Databases: dapat diimplementasi dengan cepat dan memperkecil biaya kepemilikan (TCO) dari DBMS baru.

38 Aplikasi Sistem Database Data Warehouse OLAP Data Mining Database dalam aplikasi internet & web

39 Review Materi Mahasiswa mengerjakan tugas yang ada di portal.

40


Download ppt "Sistem Database Pertemuan Minggu Ke-1. Mata Kuliah Kode: SID02 Nama: Basis Data SKS: 4/0  teori Semester: 2."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google