Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MAZMUR Sebuah Pengantar Pdt. Anwar Tjen PhD GKI Kav. Polri.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MAZMUR Sebuah Pengantar Pdt. Anwar Tjen PhD GKI Kav. Polri."— Transcript presentasi:

1 MAZMUR Sebuah Pengantar Pdt. Anwar Tjen PhD GKI Kav. Polri

2 Nama dan asal usul (1)  Dalam bahasa Ibrani disebut sefer tehillim “buku pujian” (dari akar kata h-l-l “memuji”; bnd. halleluyah). Isinya sangat beragam: pujian, permohonan, pengajaran, meditasi, ungkapan keyakinan  Istilah “mazmur” diambil dari mizmor (57 kali): ““nyanyian-nyanyian yang diiringi musik”, umumnya nyanyian rohani tetapi juga untuk nyanyian “sekuler” (Yes 23.16)  Dalam PL Yunani (Septuaginta): psalmoi dari psallo “memetik (dawai)” (Jerman psalmen)

3 (2)  Mazmur: respons manusia terhadap karya Allah dalam berbagai situasi, baik bencana nasional, musim panceklik, perang, kekalahan maupun kelepasan dari bahaya, kelimpahan panen, kemenangan, kesembuhan, kesejahteraan  Mazmur-mazmur awalnya dipakai dalam berbagai konteks ibadah dan baru ditulis dan dikumpulkan setelah didoakan dan dinyanyikan selama berabad-abad

4 Pengarang (3)  Secara tradisional dihubungkan dengan Daud: 73 kali dalam judul mazmur (bnd. 2Sam 1.17; 1 Sam ; 2 Sam 23.1). Dalam Mzm yang tidak terdapat dalam kanon PL, “Daud” mengatakan: “Tanganku membuat harpa, jari-jariku membentuk suling”  13 mazmur dikaitkan dengan peristiwa yang dialami Daud (3, 7, 18, 34, 51-52, 54, 56-57, 59-60, 63, 142)

5 (4)  Gulungan-gulungan Mazmur dari Laut Mati (dari Gua V) memuat keterangan berikut: “Daud, anak Isai, bijaksana … menulis 3600 mazmur; nyanyian-nyanyian untuk dinyanyikan di hadapan altar bagi kurban bakaran setiap hari, selama 364 hari dalam setahun; 52 nyanyian untuk persembahan-persembahan Sabat; 30 nyanyian untuk persembahan Bulan Baru, Hari-hari Raya, Hari Pendamaian. Nyanyian yang digubahnya berjumlah 446; untuk musik sebanyak 4. Jumlah seluruhnya Semua ini digubahnya melalui nubuat yang disampaikan dari Yang Mahatinggi”

6 (5)  Nama-nama lain pada judul mazmur- mazmur: - bani Korah (11x, 42-49; 84-85; 87-88): keluarga penyanyi Bait Allah (1Taw 6.22) - Asaf (12x, 50, 73-83): seorang penyanyi Daud (1Taw 6.39; 15.17; 2Taw 5.12) dan keluarganya (Ezr 2.41) - Heman (88; bnd. 1Raj 4.13); Salomo (72, 127); Etan (89; 1Raj 4.13); Musa (90); Yedutun (39, 62, 77; termasuk penyanyi Daud, 1Taw 16.14)

7 Jenis komposisi (6)  Mizmor “mazmur” (57x): 30 dan 48  Syir “nyanyian”(30x): sering bersama mizmor (48, 66-68, 83, 87-88, 108); syir yedidot “nyanyian kasih” (45)  Tehillah “puji-pujian” (145)  Tefilla “doa” (17, 86, 90, 102, 142)  Syir hamma’alot “nyanyian ziarah” ( )  Miktam “syair keemasan”? (16, 56-60)  Maskil “nyanyian pengajaran”? (32, 42, 44-45, 52-55, 74, 78, 88, 142): hanya jelas dalam 32 dan 78; “nyanyian yang tersusun indah”?  Syiggayon “nyanyian ratapan”? (7)

8 Istilah-istilah “musik” (7)  Binginot “dengan permainan kecapi” (4, 6, 54-55, 61, 67, 76): neginot “alat-alat petik” seperti kecapi (kinnor) dan gambus (nebel)  El hannekhilot “dengan suling”? (5)  Menurut lagu Gitit (8, 81, 84); Yang kedelapan (6, 12), Rusa di kala fajar (22), Mutlaben (9), Mahalat (53; 88), Merpati di tempat yang jauh (56), Bunga bakung (45, 69), bunga bakung kesaksian (60, 80), Jangan memusnahkan (57-59; 75), Alamot (46), Yedutun (62, 77)

9 “Pemimpin biduan & Selah” (8)  Lamnasseakh “untuk pemimpin biduan”? (55x, 4, 6, 54-55, 61, 67, 76): biasanya diikuti dengan keterangan tentang instrumen atau lagu, sehingga ada usul maknanya “supaya dibawa dengan musik”  PL dalam bahasa Yunani (Septuaginta) menerjemahkannya eis to telos “sampai akhir”? (Vulgata ad finem)  Selah (71x, mis. 140, 143) diterjemahkan diapsalma dalam Septuaginta “selingan musik”? “perhentian untuk menaikkan lagu atau mengangkat mata”? “aba-aba untuk sujud”?

10 Penggunaan liturgis (9)  Letoda “untuk kurban syukur” (100)  Lehazkir “untuk kurban peringatan” (38, 70): kemungkinan korban sajian sebagai “peringatan” (Im 2.2)  Syir hanukkat “nyanyian penahbisan” Bait Suci (30): dipakai di zaman Makabe (1Mak )  Syir leyom hassabat “nyanyian untuk Sabat” (92)  Dalam PL Yunani (Septuaginta) ada keterangan tambahan: Mzm 24 (Minggu), 94 (Rabu), 93 (Jumat)

11 Struktur isi (10)  Kitab Mazmur terdiri atas 5 jilid: Jilid I: Mzm 1-41 Jilid II: Mzm Jilid III: Mzm Jilid IV: Mzm Jilid V: Mzm  Tiap jilid berakhir dengan suatu doksologi (41.14; ; 89.53; ; 150)  Midrash Tehillim: “Musa memberi Israel kelima jilid Taurat; Daud memberi kelima jilid Mazmur”.

12 (11)  Mazmur-mazmur sejajar: 14 = 53; 70 = ; 108 = =  Implikasi: tampaknya dikumpul oleh tangan yang berbeda  Ada tiga kelompok mazmur menurut penggunaan nama ilahi yang dominan: (i) 2-41 YHWH 275x; Elohim 50x; (ii) Elohim 240x; YHWH 43x; (iii) kebanyakan YHWH.

13 Awal dan akhir (12)  Mzm 1-2 (1.1 dan 2.12) dipola dengan rumusan “berbahagia” (ashre): keduanya tidak berjudul  Mzm 1 berisi ajakan untuk merenung mazmur-mazmur berikut; Mzm 2 melibatkan bangsa-bangsa dan raja pilihan Allah, kendati konteks kerajaannya tidak relevan lagi setelah pembuangan  Mazmur-mazmur berikut kebanyakan berisi keluhan tetapi menjelang akhir kitab ini justru kebanyakan berisi pujian (“Halleluyah”): gerak dari keluhan kepada pujian!

14 Ciri-ciri puitis (13)  Parallelisme: sering dalam bentuk keseimbangan gagasan antar-baris  Sinonim: antar-baris terdapat gagasan yang serupa (2.3; 114.4)  Antitesis: antar-baris terdapat gagasan yang berlawanan (20.9; 37.22)  Sintetis: baris kedua melengkapi yang pertama (2.6; 126.1)  Perbandingan: antar-baris terdapat perbandingan (42.2)

15 (14)  Khiasme: a-b-b’-a’ (51.3-4; 62.11; tidak tampak dalam TB)  Parellisme “menanjak”: penegasan atau penjelasan dari baris pertama dst. (93.3)  Parellisme tidak terbatas pada baris tetapi juga bait ( ; ; ; ; )  Metafora: “gembala” (23), “kota benteng” (62), “rusa” (42-43), “asap” (102)  Refren (136; bnd. 8, 39, 42-43; 46, 49, 56, 57, 59, 62, 67, 80, , 107, 136, 144)  Akrostik: mengikuti urutan abjad Ibrani; sulit diterjemahkan (9-10, 25, 34, 37, , 119, 145)

16 Tefilla (15)  Mazmur permohonan (tefilla), juga disebut “keluhan”, “ratapan”: (a) Permohonan umat (44, 60, 74, 79, 80, 83, 85, 90, 94, 123, 137) (b) Permohonan perorangan (3-7, 9-10, 13, 17, 22, 25-26, 28, 31, 35, 38, 41-43, 51, 54-59, 61, 64, 69-71, 77, 86, 88, 102, 109, 120, 130, )

17 (16)  Ciri-ciri mazmur permohonan (a) sapaan (b) ratapan/keluhan: “Allah”, “diri sendiri”, musuh (c) tinjauan/kenangan: akan kasih setia Allah (d) permohonan (e) firman Tuhan (f) ungkapan keyakinan (g) janji untuk memuji Tuhan

18 Tehilla (17)  Mazmur pujian (tehilla), disebut juga himnus: bersifat umum, mengagungkan Allah karena kebesaran-Nya, karya- Nya, kasih setia-Nya (8, 19, 29, 33, 47, 65, 66, 78, 93, , , 111, , 117, , )  Ciri-ciri: (a) seruan untuk memuji; (b) dasar atau alasan memuji (“sebab, karena”)

19 Toda (18)  Nyanyian syukur (todah): ada hubungannya dengan kurban toda, lebih bersifat spesifik, mengungkapkan syukur atas pembebasan oleh Allah dari musuh, penderitaan, penyakit (18, 30, 32, ; ; 92, 116, 118, 138)  Ciri-ciri: (a) pernyataan tentang alasan bersyukur; (b) cerita tentang karya Allah, sering didahului “sebab”; (c) niat memuji Tuhan seterusnya

20 Mazmur keyakinan (19)  Dapat digolongkan kepada tefilla “permohonan” dengan penekanan pada keyakinan, keteguhan iman kepada Tuhan secara pribadi (3, 4, 11, 16, 23, 62-63, 131) dan secara komunal (115, 125, 129)  Mazmur 23 yang terkenal berbicara tentang keyakinan pada Tuhan sebagai gembala, tetapi juga dalam suasana yang digambarkan dengan “berjalan dalam lembah kekelaman”

21 Mazmur-mazmur raja (20)  Ciri khas: mazmur-mazmur yang tampaknya digubah dan digunakan berkaitan dengan kehidupan raja (2, 18, 20, 21, 45, 72, 89, 101, 110, ), misalnya pelantikan (2), pernikahan (45), kemenangan dalam peperangan (20).  Mazmur raja mengandaikan keberadaan seorang raja sehingga tidak lagi dipakai secara harfiah setelah masa pembuangan. Namun, mazmur ini tetap dilestarikan dalam pengharapan akan kehadiran raja yang dinantikan di masa depan (“mesias”)

22 Mazmur-mazmur Sion (21)  Mzm “Nyanyikanlah bagi kami nyanyian dari Sion” (syir syion)  Ciri khas: merayakan pilihan Allah atas Sion di Yerusalem sebagai pusat kehadiran-Nya (46, 48, 76, 84, 87, 122)  Sion disebut “kota Allah” (‘’ir elohim ). Mzm mengandaikan prosesi mengitarinya  Mzm 122 mengandaikan ziarah tahunan ke Yerusalem

23 Mazmur-mazmur liturgis (22)  Unsur-unsur liturgi terlihat lebih konkret dalam mazmur-mazmur kategori ini (15 dan 24; bnd. 50, 81, 95, 115, 132)  Mzm 15 tampak sebagai liturgi memasuki Bait Suci: umat bertanya (15.1) dan imam menjawab (15.2-5)  Mzm 24 mengesankan adanya prosesi masuk ke Bait Suci. - tanya (24.2), jawab (24.4-5) - orang yang di luar meminta (24.7), yang di dalam merespons dengan pertanyaan (24.8a) dan dijawab kelompok ybs (24.8b)

24 Mazmur hikmat & Taurat (23)  Mazmur-mazmur ini bersifat mengajar atau merenungkan Taurat (37, 49, 73, 112, 127, 128, 133 dan 1, 19, 119). Kurang tampak keluhan atau pujian yang diarahkan kepada Tuhan.  Tema mazmur hikmat: pertentangan antara ganjaran bagi orang benar dan jahat (bnd. Ams 10.3; 26.27); terkadang mempersoalkan kemujuran orang fasik (37, 49, 73)  Mazmur hikmat/Taurat ditempatkan sebagai pengantar, dengan maksud menjadikan kitab Mazmur sebagai bahan pembinaan (bnd. 112, 128)


Download ppt "MAZMUR Sebuah Pengantar Pdt. Anwar Tjen PhD GKI Kav. Polri."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google