Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Menggunakan aturan statistika, kaidah pencacahan, dan sifat-sifat peluang dalam pemecahan masalah Menghitung ukuran pemusatan, ukuran letak, dan ukuran.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Menggunakan aturan statistika, kaidah pencacahan, dan sifat-sifat peluang dalam pemecahan masalah Menghitung ukuran pemusatan, ukuran letak, dan ukuran."— Transcript presentasi:

1

2 Menggunakan aturan statistika, kaidah pencacahan, dan sifat-sifat peluang dalam pemecahan masalah Menghitung ukuran pemusatan, ukuran letak, dan ukuran penyebaran data, serta penafsirannya Ukuran Pemusatan data : data tunggal dan data berkelompok

3 Ukuran pemusatan data adalah ukuran untuk gambaran data yang diambil dari sampel dan mewakili populasinya.

4 Misalkan kumpulan data berikut adalah nilai uji kompetensi dasar dari 20 siswa kelas XI IPA. Ukuran pemusatan data adalah ukuran untuk gambaran data yang diambil dari sampel dan mewakili populasinya.

5 Dari kumpulan data yang belum diatas itu, kita tidak mempunyai gambaran atau kesimpulan apa-apa tentang nilai- nilai yang terdapat dalam kumpulan data tersebut. Ada tiga nilai statistik yang dapat digunakan untuk memberikan gambaran tentang kumpulan data di atas, yaitu rataan, median dan modus. Oleh karena itu rataan, median dan modus disebut sebagai ukuran pemusatan data atau ukuran tendensi sentral Misalkan kumpulan data berikut adalah nilai uji kompetensi dasar dari 20 siswa kelas XI IPA. Ukuran pemusatan data adalah ukuran untuk gambaran data yang diambil dari sampel dan mewakili populasinya

6 Mean ( ) adalah nilai rata-rata suatu data yang diperoleh dari jumlah semua nilai datum dibagi dengan banyaknya data. a a x

7 Data x 1, x 2, x 3,... x n a a x n x...xxx x n321   Dimana : =nilai rata-rata n= banyaknya data x

8 Mean ( ) adalah nilai rata-rata suatu data yang diperoleh dari jumlah semua nilai datum dibagi dengan banyaknya data. Data x 1, x 2, x 3,... x n a a x n x...xxx x n321   Dimana : =nilai rata-rata n= banyaknya data x Median (Me) adalah posisi nilai datum yang terletak di tengah setelah data diurutkan dari data terkecil hingga terbesar.

9 Mean ( ) adalah nilai rata-rata suatu data yang diperoleh dari jumlah semua nilai datum dibagi dengan banyaknya data. Data x 1, x 2, x 3,... x n a a x n x...xxx x n321   Dimana : =nilai rata-rata n= banyaknya data x Median (Me) adalah posisi nilai datum yang terletak di tengah setelah data diurutkan dari data terkecil hingga terbesar. Jika n ganjil, maka : Jika n genap, maka :         1n 2 1 n xxkedatatanUruMe )1n( 2 1 xkedatatanUruMe  

10 Modus (Mo) adalah nilai datum yang paling sering muncul atau nilai datum yang mempunyai frekuensi terbesar

11 Nilai raport seorang siswa pada semester ganjil adalah sebagai berikut : 7, 8, 8, 8, 9, 6, 6, 7, 8, 7 Tentukan nilai rata-rata, median dan modus dari nilai raport tersebut !

12 Nilai raport seorang siswa pada semester ganjil adalah sebagai berikut : 7, 8, 8, 8, 9, 6, 6, 7, 8, 7 Tentukan nilai rata-rata, median dan modus dari nilai raport tersebut ! Jawab : Nilai rata-rata : 7, 8, 8, 8, 9, 6, 6, 7, 8, 7 x 1, x 2, x 3, x 4, x 5, x 6, x 7, x 8, x 9, x 10 n = 10 n x...xxx x n321  

13

14 Median, terlebih dahulu data diurutkan dari data terkecil hingga terbesar 6, 6, 7, 7, 7, 8, 8, 8, 8, 9 x 1, x 2, x 3, x 4, x 5, x 6, x 7, x 8, x 9, x 10 n = 10 Me

15 Median, terlebih dahulu data diurutkan dari data terkecil hingga terbesar 6, 6, 7, 7, 7, 8, 8, 8, 8, 9 x 1, x 2, x 3, x 4, x 5, x 6, x 7, x 8, x 9, x 10 n = 10 Me Maka :         1n 2 1 n xxkedatatanUruMe

16 Median, terlebih dahulu data diurutkan dari data terkecil hingga terbesar 6, 6, 7, 7, 7, 8, 8, 8, 8, 9 x 1, x 2, x 3, x 4, x 5, x 6, x 7, x 8, x 9, x 10 n = 10 Me Maka :         1n 2 1 n xxkedatatanUruMe

17 Mean ( ) b b x    i ii f xf x

18 b b x Menggunakan Rataan Sementara : Simpangan Rataan    i ii f xf x    i ii s f xf xx

19 b b x Menggunakan Rataan Sementara : Simpangan Rataan    i ii f xf x Pengkodean (coding)    i ii s f xf xx I f uf xx i ii s         

20 L 2 =tepi bawah kelas yang memuat Me n=banyaknya data =jumlah frekuensi sebelum Me f 2 =frekuensi kelas yang memuat Me I=interval kelas Median (Me)  I f fn LMe           2 f 

21 L 2 =tepi bawah kelas yang memuat Mo d 1 =selisih frekuensi kelas Mo dengan kelas sebelumnya d 2 =selisih frekuensi kelas Mo dengan kelas sesudahnya I=interval kelas L 2 =tepi bawah kelas yang memuat Me n=banyaknya data =jumlah frekuensi sebelum Me f 2 =frekuensi kelas yang memuat Me I=interval kelas Median (Me)  I f fn LMe           2 f  Modus (Mo) I dd d LMo 21 1        

22 a.Umur rata-rata b.Median c.Modus Dari 80 orang guru yang mengikuti workshop Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dikelompokkan berdasarkan umur menjadi 5 kelas seperti terlihat pada tabel distribusi frekuensi berikut : UmurFrekuensi 30 – – – – Tentukan :

23 Jawab : Umurfrekuensi (f i )Titik tengah (x i )f i. x i

24 Jawab : Umurfrekuensi (f i )Titik tengah (x i )f i. x i Umur rata-rata ( )    i ii f xf x

25 Jawab : Umurfrekuensi (f i )Titik tengah (x i )f i. x i Umur rata-rata ( )    i ii f xf x

26 Median (Me) umurtitik tengahfrekuensif. komulatif ,5 34,5 39,5 44,5 49, Median (Me) Kelas median terletak pada kelas 35 – 39, dan I = 5  I f fn LMe         

27 Median (Me) umurtitik tengahfrekuensif. komulatif ,5 34,5 39,5 44,5 49, Median (Me) Kelas median terletak pada kelas 35 – 39, dan I = 5  I f fn LMe         

28 Modus (Mo) tepi bawahumurfrekuensi 29,5 34,5 39,5 44,5 49, d 1 = 25 – 0 = 25 d 2 = 25 – 21 = 4 Kelas modus adalah kelas yang mempunyai frekuensi terbesar yaitu kelas 30 – 34, dan I = 5, maka :

29 Modus (Mo) tepi bawahumurfrekuensi 29,5 34,5 39,5 44,5 49, d 1 = 25 – 0 = 25 d 2 = 25 – 21 = 4 Kelas modus adalah kelas yang mempunyai frekuensi terbesar yaitu kelas 30 – 34, dan I = 5, maka : I dd d LMo 21 1        

30 Modus (Mo) tepi bawahumurfrekuensi 29,5 34,5 39,5 44,5 49, d 1 = 25 – 0 = 25 d 2 = 25 – 21 = 4 Kelas modus adalah kelas yang mempunyai frekuensi terbesar yaitu kelas 30 – 34, dan I = 5, maka : I dd d LMo 21 1        

31 Modus (Mo) tepi bawahumurfrekuensi 29,5 34,5 39,5 44,5 49, d 1 = 25 – 0 = 25 d 2 = 25 – 21 = 4 Kelas modus adalah kelas yang mempunyai frekuensi terbesar yaitu kelas 30 – 34, dan I = 5, maka : I dd d LMo 21 1        

32 Modus (Mo) tepi bawahumurfrekuensi 29,5 34,5 39,5 44,5 49, d 1 = 25 – 0 = 25 d 2 = 25 – 21 = 4 Kelas modus adalah kelas yang mempunyai frekuensi terbesar yaitu kelas 30 – 34, dan I = 5, maka : I dd d LMo 21 1        

33 1.Carilah mean (rata-rata), median dan modus dari kumpulan data berikut ini : 6, 7, 8, 5, 6, 7, 8, 8, 9, 6, 8 2.Suatu keluarga mempunyai 6 orang anak. Anak yang bungsu berumur x tahun dan anak yang sulung berumur 3x tahun. Empat anak yang lain berturut-turut (x+2) tahun, (x+3) tahun, (2x-2) tahun dan (2x+3) tahun. Jika umur rata-rata keenam naka tersebut adalah 16 tahun. Berapa umur anak sulung ? 3.Buatlah tabel distribusi frekuensi dari data tunggal nilai ujian kompetensi dasar 40 siswa : 72, 79, 88, 73, 60, 93, 71, 59, 85, 75, 66, 78, 82, 75, 93, 77, 69, 74, 68, 60 79, 62, 67, 93, 78, 86, 76, 65, 71, 75 86, 67, 73, 81, 72, 63, 76, 75, 85, 77 Tentukan nilai rata-rata (mean), median dan modusnya !

34 Kalau ada jarum yang patah, jangan disimpan di dalam peti. Kalau ada kata-kata saya yang salah, jangan disimpan di dalam hati. Kalau ada sumur di ladang boleh kita menumpang mandi, kalau ada umur yang panjang semoga kita berjumpa lagi


Download ppt "Menggunakan aturan statistika, kaidah pencacahan, dan sifat-sifat peluang dalam pemecahan masalah Menghitung ukuran pemusatan, ukuran letak, dan ukuran."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google