Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Gambaran Kondisi Eksisting Subyek Ulasan  Lokasi pengamatan adalah aktifitas perekonomian yang berada di sekitar jalan Diponogoro, Jalan Citarum, Jalan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Gambaran Kondisi Eksisting Subyek Ulasan  Lokasi pengamatan adalah aktifitas perekonomian yang berada di sekitar jalan Diponogoro, Jalan Citarum, Jalan."— Transcript presentasi:

1 Gambaran Kondisi Eksisting Subyek Ulasan  Lokasi pengamatan adalah aktifitas perekonomian yang berada di sekitar jalan Diponogoro, Jalan Citarum, Jalan Ciliwung dan Jalan Supratman.  Lokasi pengamatan tersebut berada di sekitar jalan yang termasuk jalan kota, yang lebih di dominasi oleh perkantoran yaitu di Jalan Diponogoro dan Jalan Citarum dan lembaga pendidikan yaitu di Jalan Citarum dan Jalan Ciliwung.  Kegiatan ekonomi yang ada adalah masih dalam skala kecil informal terutama di sekitar Masjid Istiqomah yang berada di Jalan Citarum yang merupakan kawasan perkantoran pada week day dan Masjid Pusdai pada weekend  Selain hal tersebut di atas, pusat kegiatan ekonomi berada di sekitar sekolah dan pusat belajar lainnya seperti tempat kursus di Jalan Diponogoro.  Untuk kegiatan perekonomian informal kecil yang berada di Jalan Supratman geliatnya lebih terasa di malam hari, sedangkan siang hari lebih di dominasi oleh sektor formal kecil dan sedang seperti toko buku, salon, dan apotek.

2 Best Practice sejenis secara Nasional-Internasional atau teori yang menjadi referensi Teori yang menjadi referensi : Teori tempat pemusatan pertama kali dirumuskan oleh Christaller (1933) dan dikenal sebagai teori pertumbuhan perkotaan yang pada dasarnya menyatakan bahwa pertumbuhan kota tergantung spesialisasinya dalam fungsi pelayanan perkotaan, sedangkan tingkat permintaan akan pelayanan perkotaan oleh daerah sekitarnya akan menentukan kecepatan pertumbuhan kota (tempat pemusatan) tersebut. Terdapat tiga faktor yang menyebabkan timbulnya pusat-pusat pelayanan : (1) faktor lokasi ekonomi, (2) faktor ketersediaan sumberdaya, (3) kekuatan aglomerasi, dan (4) faktor investasi pemerintah. Best Practice : Relokasi pedagang barang-barang bekas (klithikan) dari Jalan Mangkubumi, Jalan Asem Gede, dan Alun-Alun Selatan kurang lebih sebanyak 700 pedagang ke Pasar Klithikan Pakuncen. Dalam perjalanannya Pasar Klithikan tersebut menjadi ikon wisata belanja Kota Yogyakarta.

3 Analisa Pengembangan dunia usaha menjadi sangat penting karena pengembangan dunia usaha dalam pembangunan ekonomi daerah, merupakan cara terbaik untuk menciptakan perekonomian daerah yang sehat. Hal ini dapat dikembangkan di kegiatan ekonomi skala kecil yang banyak terdapat di Jalan Ciliwung, Jalan Citarum dan Jalan Supratman, merupakan daerah perkantoran dan sekolah (week day) dari pagi sampai menjelang sore mengikuti jam kerja dari aktifitas perkantoran. Hal ini sesuai dengan teori lokasi yang memandang bahwa lokasi merupakan faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Sehingga pertumbuhan aktifitas perdagangan barang dan jasa di wilayah ini sebagai akibat dari lokasi strategis walaupun belum menjurus kepada proses aglomerasi. Sedangkan weekend terutama terpusat di sekitar Masjid Pusdai di persimpangan Jalan Supratman dan Jalan Diponegoro dan aktifitas ekonomi yang terlaksana dimulai dari pagi sampai siang hari yang merupakan bagian atau gerak ikutan dari aktifitas pasar gazibu. Mengingat jumlah PKL yang relatif sedikit di sekitar jalan tersebut, Pemerintah Kota Bandung menganggap aktifitas ekonomi yang terjadi di lokasi ini bukan masalah yang membutuhkan penanganan khusus dan dampak yang ditimbulkan oleh aktifitas tersebut tidak menimbulkan gangguan keamanan, kemacetan, kriminalitas, dan dampak lingkungan

4 Analisa Kegiatan perekonomian di sekitar lokasi pengamatan di tunjang oleh kondisi infrastruktur yang memadai kecuali di Jalan Ciliwung ke arah Jalan Supratman yang kondisi jalannya masih memprihatinkan. Aktifitas ekonomi di sekitar jalan ini di dominasi oleh penyediaan jasa/service dan jual beli audio baru dan bekas akan tetapi tidak didukung oleh kondisi infrastruktur yang memadai, sehingga perbaikan kondisi infrastruktur akan menjadi tanggung jawab pemerintah. Mengingat jumlah PKL yang berada pada lokasi ini cukup banyak, perlu perhatian khusus dari Pemerintah Kota Bandung untuk mengelola aktifitas ekonomi tersebut menjadi lebih baik. Melihat kondisi eksisting wilayah maka strategi perencanaan daerah oleh pemerintah harus lebih dikonsentrasikan kepada strategi pengembangan infrastruktur dan pengembangan dunia usaha. Salah satu upaya membenahi aktifitas ekonomi tersebut adalah dengan membuka trayek angkutan kota yang melalui jalan tersebut, sehingga aktifitas ekonomi semakin meningkat baik secara skala maupun legalitas aktifitas tersebut. Perkembangan aktifitas perdagangan skala kecil dapat membawa dampak positif terhadap pendapatan masyarakat. Diharapkan masyarakat dapat terus mengembangkan usahanya.

5 Tahapan Kegiatan, Tolak Ukur, Faktor Keberhasilan dan Prediksi Output Tahapan Kegiatan 1.Pembuatan Peraturan Daerah tentang penataan pedagang kakilima/sektor informal kecil 2.Melakukan pendataan para pelaku ekonomi informal kecil sebagai dasar dalam menentukan arah kebijakan selaanjutnya. 3.Pembangunan infrastruktur dasar untuk tempat ekonomi baru Tolok Ukur 1.Berkurangnya kawasan kumuh 2.Berkurangnya pungli 3.Sektor ekonomi informal kecil dan menengah dapat tumbuh berdampingan dan saling mendukung. Faktor Keberhasilan 1.Tersedianya Dana Bantuan untuk para pelaku ekonomi skala kecil 2.Adanya promosi dan informasi tentang kegiatan usaha yang terdapat di kawasan tersebut. 3.Di taatinya Peraturan Daerah yang berlaku oleh para pelaku usaha Prediksi Output 1.Terciptanya pasar tradisional yang menjadi wadah untuk pedagang informal 2.Adanya peningkatan aktifitas ekonomi


Download ppt "Gambaran Kondisi Eksisting Subyek Ulasan  Lokasi pengamatan adalah aktifitas perekonomian yang berada di sekitar jalan Diponogoro, Jalan Citarum, Jalan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google