Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Perbandingan Antara HAM Dalam Perspektif Islam dengan Universal Declaration of Human Rights Filsafat Hukum Drs. H. Mujiyana, M.Si Kelompok : Yuko Yudanto.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Perbandingan Antara HAM Dalam Perspektif Islam dengan Universal Declaration of Human Rights Filsafat Hukum Drs. H. Mujiyana, M.Si Kelompok : Yuko Yudanto."— Transcript presentasi:

1 Perbandingan Antara HAM Dalam Perspektif Islam dengan Universal Declaration of Human Rights Filsafat Hukum Drs. H. Mujiyana, M.Si Kelompok : Yuko Yudanto Priyo Hutomo Iman Pujiono Kharisma Yogiswara Devi Nurmansyah Darma Ramli Umar Ahmad Syamsudiin Dipresentasikan pada tanggal 21 Mei 2012

2 Bab I Latar Belakang Secara umum dan substansial Konvensi Internasional tentang Universal Declaration of Human Rights selaras dengan tujuan dan nilai ajaran Islam, yakni melindungi dan menjaga hak-hak yang melekat pada setiap manusia untuk dapat mempertahankan hidup, harkat dan martabatnya. HAM tidak berlaku di ruang hampa dan sampai sekarang belum ada kesepakatan kesamaan pemahaman penafsiran dan penerapan HAM, sehingga masing-masing negara dimungkinkan untuk memberikan penafsiran dan pemahaman yang sesuai dengan nilai-nilai budaya dan susila serta perundangan yang berlaku. Bahwa adanya beberapa pasal dalam UDHR yang tidak selaras/bertentangan dengan agama Islam, yakni pasal 16 dan pasal 18.

3 Bab II Rumusan Masalah Bagaimanakah HAM versi UDHR dengan HAM versi Islam? Mengapa pasal 16 (ayat 1 dan 2) dan 18 UDHR bertentangan dengan Islam?

4 Bab III Pembahasan Poin Fisafat Hukum Filsafat (dalam arti ilmu) adalah pengetahuan yang metodis, sistematis dan koheren tentang seluruh kenyataan (menyeluruh dan universal). Filsafat (dalam arti pandangan hidup) adalah petunjuk arah kegiatan/aktivitas manusia dalam segala bidang kehidupannya. Filsafat hukum adalah ilmu yang mempelajari hukum secara filosofis. Jadi, objek filsafat hukum adalah hukum dan objek hukum yang dikaji secara mendalam sampai kepada inti atau dasarnya yang disebut dengan hakikat

5 Aliran-aliran Filsafat Hukum 1. Aliran Hukum Alam a. Hukum Alam irrasional b. Hukum Alam rasional 2. Positivisme Hukum a. Aliran hukum positif analitis b. Aliran hukum murni 3. Utilitarianisme 4. Mazhab Sejarah 5. Sociological Jurisprudence 6. Realisme Hukum 7. Freirechtslehre

6 Filsafat dalam Islam Pada waktu kejayaan Islam mencapai puncaknya, maka karya-karya filsafat Yunani diterjemahkan dalam bahasa Arab (abad 8 s.d. 12) Tokoh-tokohnya : Al Kindi, Al Farabi, Ibnu Khaldun, Ibnu Rusyd, Ibnu Sinna, Al Ghazali.

7 Al Kindi : Seorang ahli filsafat, matematika, kedokteran, astronomi, fisika, geografi, dan musik. Mendapat tugas khalifah al Makmun di Baghdad untuk menerjemahkan karya ilmiah Yunani ke dalam bahasa Arab di perpustakaan milik khalifah “Baitul Hikmah” Al Farabi, al Pharabius (Turkistan) Ahli ilmu pengetahuan, filsafat, ilmu pasti, sosiologi, kedokteran, matematika, musik. Seorang Pengajar dan Hakim. Mendapat julukan sebagai “al-Muallim al-Tsani” Seorang ahli musik terkenal (musik gambus)

8 Filsafat dalam Islam Sebenarnya dalam al Qur’an maupun Hadits tidak ditemukan kata falsafah, tetapi ditemukan kata yang semakna, yiatu hikmah (kebijaksanaan), hakim. Arti Kebijaksanaan : karakter yang tidak mungkin dijangkau oleh manusia dalam pandangan intelektual Yunani. Bijaksana adalah milik Tuhan, sedangkan manusia hanya pada tingkatan mencintai kebijaksanaan. Phytagoras adalah orang yang pertama kali memperkenalkan kata filsafat.

9 Kisah dalam Islam yang Berhubungan dengan Filsafat Allah memberi hikmah kepada siapa saja yang dikehendakinya, termasuk pada diri Lukman. Nama lukman diabadikan dalam al Qur’an sebagai nama surat. (LUKMANUL HAKIIM) Pada jaman Rasulullah Saw filsafat belum dikenal, tetapi sebagai sebuah fenomena metode berpikir, filsafat sudah dikenal sejak jaman Nabi Muhammad Saw. Penggunaan akal pikir ditemukan dalam dialog Rasulullah Saw waktu akan mengangkat Muadz bin Jabbal sebagai Gubernur di Yaman.

10 HAM versi UDHR dan versi Islam HAM versi Universal MAYORITAS PENGAMAT INTERNASIONAL BERPENDAPAT, BAHWA LAHIRNYA HAM DIMULAI SAAT LAHIRNYA MAGNA CHARTA PADA TAHUN 1215 DI INGGRIS, YG ANTARA LAIN MENCANANGKAN BAHWA RAJA YG TADINYA MEMPUNYAI KEKUASAAN ABSOLUT(MENCIPTAKAN HUKUM), MENJDI TERBATAS, DAPAT DIMINTAI PERTANGGUNGJAWABAN DI MUKA UMUM, SEHINGGA RAJA TIDAK KEBAL HUKUM LAGI. LAHIRNYA MAGNA CHARTA KEMUDIAN DIIKUTI OLEH PERATURAN SEJENIS YG LEBIH DIKENAL DENGAN NAMA BILL OF RIGHT TAHUN 1689, TIMBULLAH ADAGIUM “EQUALITY BEFORE THE LAW”(PERSAMAAN KEDUDUKAN DIMUKA HUKUM), ADAGIUM INILAH YANG AKHIRNYA MENDORONG TIMBULNYA NEGARA HUKUM DAN DEMOKRASI.

11 HAM yang hanya teoritis TAMPAKNYA, PARA PENGGIAT HAM DI MASYARAKAT INTERNASIONAL SUDAH TERLUPA ATAU SENGAJA MELUPAKAN DIRI BAHWA TELAH BANYAK KONSEP HAM YG DISUSUN MANUSIA, NAMUN SEBANYAK ITU PULA HANYA”MANIS” DALAM CATATAN DI ATAS KERTAS, DAN “BUSUK” DALAM IMPLEMENTASINYA. SEMUA PRODUK YANG MENGISYARATKAN HAM, SEPERTI MAGNA CHARTA, BILL OF RIGHT, DEKLARASI INDEPENDEN AMERIKA, PERNYATAAN HAM DAN WARGA NEGARA PERANCIS, HINGGA DEKLARASI HAM UNIVERSAL PBB(PBB) TIDAK BERMAKNA SETELAH BANYAK PERISTIWA KEBIADABAN SECARA TELANJANG, DIPERTONTONKAN DIHADAPAN MATA, MISALNYA BANYAK”NYAWA”MATI SIA-SIA DALAM PERANG BOSNIA-SERBIA, PENDUDUK PALESTINA DIBAWAH BAYANG-BAYANG RASA TAKUT TENTARA ISRAEL DLL.

12 HAM versi Islam a.Menghargai dan menghormati perbedaan pemahaman, penafsiran serta pelaksanaannya yang didasarkan oleh perbedaan budaya, kesusilaan dan perundang-undangan yang berlaku di negara masing-masing b.Pemahaman dan pelaksanaan HAM wajib memperhatikan : 1. Keseimbangan antara hak individu dan kewajiban individu 2. Keseimbangan antara hak individu dan hak masyarakat 3. Keseimbangan antara hak kebebasan dan tanggung jawab c.Berkenaan dengan pasal 16 (ayat 1 dan 2) dan 18 UDHR, umat Islam wajib berpegang teguh pada ajaran Islam, karena kebebasan mengamalkan ajaran agama adalah bagian dari HAM d.Mewajibkan kepada pemerintah dan umat Islam, terutama tokoh- tokohnya memasyarakatkan HAM yang sesuai dengan nilai-nilai agama, budaya dan tata susila masyarakat, serta perundang- undangan yang berlaku di negara Indonesia

13 Pasal 16 (ayat 1 dan 2) dan 18 UDHR yang Bertentangan dengan Islam Article Men and women of full age, without any limitation due to race, nationality or religion, have the right to marry and to found a family. They are entitled to equal rights as to marriage, during marriage and at its dissolution 2. Marriage shall be entered into only with the free and full consent of the intending spouses. Article 18 Everyone has the right to freedom of thought, conscience and religion; this right includes freedom to change his religion or belief, and freedom either alone or in community with others and in public or private, to manifest his religion or belief in teaching, practice, worship and observance.

14 Qur’an surah Al Baqarah ayat 221 “Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang- orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah- Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran”.

15 Surah Muhammad ayat 25 “Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, setan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka”.

16 Bab IV Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Untuk mencapai kebahagiaan dan kedamaian itu manusia harus kembali kepada ajaran Al Qur’an. Dengan Al Qur’an dapat diatur dan menjamin kesejahteraan hidup manusia dari segala aspeknya. Al Qur’an yang diturunkan beberapa puluh abad yang lalu telah mengandung dan menjamin segala hak-hak asasi manusia. Ia bersumber dari Khaliq Maha Pencipta dan ia tetap tegak dan terlaksana, bukan seperti konsepsi yang dibuat oleh manusia. Saran Dimanapun kita berada harus mengamalkan segala yang diperintahkan Allah SWT dan Rosul. Sebagai umat Islam kita harus menghargai berbagai macam perbedaan, namun jangan samakan yang berbeda dan membedakan yang sama.

17 Bab V referensi 1.Filsafat hukum Shidarta 2.HAM menurut MUI 3.Slide Pak Haris 4.The Universal declaration of human rights 5.Qur’an dan hadits digital


Download ppt "Perbandingan Antara HAM Dalam Perspektif Islam dengan Universal Declaration of Human Rights Filsafat Hukum Drs. H. Mujiyana, M.Si Kelompok : Yuko Yudanto."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google