Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Tahap Pengaktifan Tahap Persiapan Tahap Pengumpulan Data Tahap Analisis Data Tahap Pelaporan 1 minggu3 minggu1 minggu 1. Pengaktifan JITU- PB 2. Penyusunan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Tahap Pengaktifan Tahap Persiapan Tahap Pengumpulan Data Tahap Analisis Data Tahap Pelaporan 1 minggu3 minggu1 minggu 1. Pengaktifan JITU- PB 2. Penyusunan."— Transcript presentasi:

1

2

3 Tahap Pengaktifan Tahap Persiapan Tahap Pengumpulan Data Tahap Analisis Data Tahap Pelaporan 1 minggu3 minggu1 minggu 1. Pengaktifan JITU- PB 2. Penyusunan Kerangka Acuan JITU-PB 3. Pembentukan Tim Kerja JITU-PB 4. Penyusunan Metode 5. Persiapan Tim Pengumpul Data 6. Pengumpul Data Sekunder dan Primer 8. Verifikasi dan Validasi Data 9. Pengkajian Akibat Bencana 10. Pengkajian Dampak Bencana 11. Pengkajian Kebutuhan Pemulihan 12. Konsolidasi Multi Pihak 13. Pelaporan Tahapan 3

4

5 Metode ECLAC menganalisis tiga aspek utama yakni:

6 Tujuan dilakukannya penilaian kerusakan dan kerugian :

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19 Proses penilaian kerusakan dan kerugian

20

21

22 Tabel ECLAC

23

24 Data primer yang harus dikumpulkan, berdasarkan data sektor:

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

39

40

41 Urutan Proses Pengumpulan Data dan Analisa Bersama PDNA 1.Persiapan pembentukan tim dan pengumpulan data sekunder 2.Pengumpulan data oleh instansi sektor daerah bersama data primer dari masyarakat (akses terhadap kebutuhan dasar, serta proses dan fungsi kemasyarakatan dalam rangka pemulihan awal) 3.Verifikasi data dan pengumpulan informasi tipologi dan harga-harga satuan daerah 4.Proses perhitungan nilai kerusakan dan kerugian 5.Penyusunan strategi pemulihan pada berbagai jangka waktu dan perkiraan kebutuhannya 6.Penyusunan Laporan PDNA dan pengembangan dan Rencana Aksi Rehabilitas dan Rekonstruksi

42 KategoriDaLAHRNA Sektor Sosial dan Pemenuhan kebutuhan dasar Kesehatan Gizi Pendidikan dan KebudayaanPendidikan Perumahan dan PermukimanNaungan/Sementara Bantuan pangan Perlindugan Sektor Produktif:PertanianMata pencaharian-pertanian IndustriMata pencaharian non-pertanian Perdagangan Pariwisata Pertambangan InfrastrukturInrastruktur masyarakat* Energi Air dan sanitasiAir, sanitas, dan higiene Tranportasi dan komunikas Lain-lain:Lingkungan* Pengurangan Risiko Bencana

43 Personil dan Data Dasar yang Harus Disiapkan Pemerintah Daerah Personil Untuk setiap kelompok sektor sebagaimana diuraikan di atas diharapkan wakil-wakil dari instansi terkait dapat ditunjuk sebagai penanggung jawab, khususnya personil yang berasal dari unit pemerintah daerah yang menjalankan fungsi pendataan dan manajemen informasi. Untuk itu setiap Pemerintah Kabupaten Kota diharapkan dapat menunjuk masing-masing koordinator utama (dari unsur Bappeda dan/atau Satlak), koordinator kelompok sektor (dari unsur Bappeda), dan anggota yang mewakili sektor-sektor teknisnya (SKPD). Para mitra dari lembaga-lembaga PBB dan LSM internasional, nsinal maupun daerah juga akan dilibatkan secara aktif terutama dalam pengumpulan data dan analisis HRNA.

44 Data Dasar Setiap penanggung jawab dan anggota dari kelompok sektor diharapkan telah dapat menyiapkan data dasar masing-masing daerahnya termasuk: 1.Data inventarisasi tingkat dan jumlah kerusakan 2.Data tipologi sektor (misal jenis bangunan, tipe usaha, dll) 3.Data harga satuan di wilayah masing-masing (misal: harga bangunan per satuan luas, harga dasar bahan pokok, harga satuan bahan bangunan, dsb.)

45 Untuk mengukur tingkat kerusakan menggunakan pedoman sebagai berikut: -Rusak ringan tingkat kerusakan 25 – 50 % -Rusak berat tingkat kerusakan 51 – 75 % -Rusak total tingkat kerusakan 76 – 100 %

46 Rehabilitasi sebagaimana dilakukan melalui kegiatan; 1.Perbaikan lingkungan daerah bencana; 2.Perbaikan prasarana dan sarana umum; 3.Pemberian bantuan perbaikan rumah masyarakat; 4.Pemulihan sosial psikologis; 5.Pelayanan kesehatan; 6.Rekonsiliasi dan resolusi konflik; 7.Pemulihan social ekonomi budaya; 8.Pemulihan keamanan dan ketertiban; 9.Pemulihan fungsi pemerintahan; dan 10.Pemulihan fungsi pelayanan publik.

47 Rekonstruksi sebagaimana dimaksud dilakukan melalui kegiatan pembangunan yang lebih baik, meliputi : 1.Pembangunan kembali prasarana dan sarana; 2.Pembangunan kembali sarana social masyarakat; 3.Pembangkitan kembali kehidupan sosial budaya masyarakat; 4.Penerapan rancang bangun yang tepat dan penggunaan peralatan yang lebih baik; 5.Partisipasi dan peran serta lembaga dan organiskemasyarakatan,dunia usaha dan masyarakat; 6.Peningkatan kondisi sosial,ekonomi,dan budaya; 7.Peningkatan fungsi pelayanan publik; dan 8.Peningkatan pelayanan utama dalam masyarakat.

48 Berdasarkan beberapa pengalaman metode ECLAC ternyata letusan gunung berapi lebih banyak menimbulkan kerusakan daripada kerugian, dan sebaliknya peristiwa banjir lebih banyak menimbulkan kerugian dari pada kerusakan? Mengapa? Apa analisis saudara?


Download ppt "Tahap Pengaktifan Tahap Persiapan Tahap Pengumpulan Data Tahap Analisis Data Tahap Pelaporan 1 minggu3 minggu1 minggu 1. Pengaktifan JITU- PB 2. Penyusunan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google