Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PSIKOLOGI SOSIAL (Pengantar, Teori dan Praktik) Psikologi Sosial II (Pertemuan ke-2)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PSIKOLOGI SOSIAL (Pengantar, Teori dan Praktik) Psikologi Sosial II (Pertemuan ke-2)"— Transcript presentasi:

1 PSIKOLOGI SOSIAL (Pengantar, Teori dan Praktik) Psikologi Sosial II (Pertemuan ke-2)

2 APA YANG ANDA KETAHUI TENTANG PSIKOLOGI SOSIAL?

3 Definisi Psikologi Sosial Studi ilmiah tentang pengalaman dan perilaku individu dalam kaitannya dengan situasi stimulus sosial (Sherif & Sherif, 1956:4) Cabang dari sains sosial yang berupaya memahami perilaku individu dalam konteks interaksi sosial (Hartley & Hartley, 1961:1) Studi ilmiah tentang bagaimana individu berpikir, dipengaruhi dan saling berinteraksi dengan individu lain (Myers, 1983: 4)

4 Definisi Psikologi Sosial Bidang ilmiah yang berupaya memahami sifat dan penyebab perilaku individu dalam situasi sosial (Baron & Byrne, 1984: 6) Studi ilmiah tentang perilaku individu sebagai fungsi dari stimulus sosial (Shaw & Constanzo, 1985: 4) Studi ilmiah tentang perilaku sosial (Taylor, d.k.k, 1994: 1)

5 BERDASAR DEFINISI-DEFINISI TERSEBUT, MENURUT ANDA, ADA BERAPA KATA KUNCI TENTANG PSIKOLOGI SOSIAL! SEBUTKAN KATA KUNCI-KATA KUNCI YANG ANDA TEMUKAN!

6 KATA KUNCI TENTANG PSIKOLOGI SOSIAL STUDI ILMIAH PERILAKU INDIVIDU PERILAKU SOSIAL INDIVIDU INTERAKSI SOSIAL STIMULUS SOSIAL

7 STUDI ILMIAH Merupakan studi terencana, sistematis, terkontrol dan atas adasar pengalaman. Terencana adalah adanya langkah-langkah perencanaan: apa yang akan diteliti, bagaimana metodenya, bagaimana analisisnya = PROPOSAL Sistematis dalam arti bahwa penelitian dilakukan langkah demi langkah secara berurut. Data dalam Psikologi Sosial adalah data atas dasar pengalaman, bukan data perenungan.

8 Interaksi Ssosial, Perilaku Individu, dan Perilaku Sosial Individu Interaksi sosial merupakan hubungan sosial antar individu satu dengan yang lain, saling mempengaruhi satu dengan lainnya (Chaplin, 1972: 246) Dalam interaksi sosial, terdapat perilaku individu dan perilaku sosial.

9 Karakter individu Proses kognisi dan Persepsi situasi Situasi sosial Evaluasi atas situasi sosial Kecenderungan untuk berperilaku Perilaku yang ditampakkan

10 Stimulus Sosial Stimulus yang menimbulkan perilaku sosial. Stimulus sosial juga termasuk perilaku manusia dan produk manusia, seperti hukum, norma, peraturan. Dalam psikologi sosial, unit analisisnya adalah perilaku individu dalam arti perilaku sosial individu. Perilaku sosial adalah bagaimana individu mempersepsikan individu lain dalam situasi sosial dan bagaimana individu meresponnya, dan bagaimana individu dipengaruhi oleh situasi sosial (Taylor, 1994)

11 Stimulus Sosial Psikologi sosial juga mencakup studi tentang interaksi kelompok, oleh karenanya, psikologi kelompok adalah bagian dari psikologi kelompok.

12 APA YANG DAPAT ANDA JELASKAN TENTANG TEORI?

13 TEORI Seperangkat pernyataan yang dapat dipahami serta mampu memprediksi tentang peristiwa-peristiwa empiris (Mandler & Kasen) Seperangkat proposisi yang menyatakan hubungan antar variabel-variabel yang menjelaskan fenomena (Hollander) Prinsip-prinsip umum yang diformulasikan untuk menjelaskan sekelompok fenomena yang saling terkait (Chaplin) Seperangkat hipotesis yang saling terkait atau proposisi- proposisi tentang fenomena atau kelompok fenomena (Shaw & Constanzo)

14 MENURUT ANDA, APA FUNGSI TEORI?

15 FUNGSI TEORI Mengorganisir pengalaman yang diperoleh melalui obervasi dan juga eksperimen. Menghubungkan berbagai pengalaman atau kejadian yang terpisah-pisah. Merupakan petunjuk (guide) untuk melakukan inverstigasi pengalaman. Untuk memprediksi suatu kejadian.

16 TEORI YANG BAIK Adanya keberhasilan teori untuk dapat menarik kelompok pengikut. Teori harus cukup tak terbatas, bahwa banyak masalah yang dapat diselesaikan. Menurut Thomas Kuhn, apabila teori mampu memiliki 2 sifat tersebut, akan menjadi PARADIGMA.

17 MACAM TEORI Berdasar kajian pokoknya (subject matter), misal: teori kepemimpinan, teori sikap, emosi, d.l.l. Teori konstruktif, yaitu teori yang disusun berdasar fenomena yang lebih kompleks dari materi yang relatif sederhana. Teori prinsip adalah teori yang menggunakan metode analisis dengan data empirik. Teori Reduktif merupakan teori yang mencoba menganalisis fenomena dengan level yang lebih rendah, misal teori Motif Sosial dari McClelland. Teori Konstruktif ingin menjelaskan fenomena dengan tingkat abstraksi lebih tinggi.

18 MACAM TEORI Teori Molar memandang individu sebagai suatu keseluruhan; individu sebagai fenomena kelompok. Teori Molekular merupakan teori yang memandang dari bagian-bagian; perilaku individu dalam suatu kelompok.

19 SIFAT TEORI NORMA KORESPONDENSI, yaitu norma mengenai sejauh mana tingkatan teori sesuai dengan fakta. NORMA KOHERENSI, yaitu sejauhmana teori sesuai dengan teori besarnya; adanya kesedehanaan dalam deskripsi dan induksi. NORMA PRGMATIS, sejauhmana teori dapat diterapkan dalam pratik.

20 TEORI, PRAKTIK DAN PENELITIAN PRAKTIK TANPA TEORI MERUPAKAN PRAKTIK TANPA ACUAN, PRAKTIK YANG TIDAK BAIK. TEORI TANPA PRAKTIK MERUPAKAN TEORI HAMPA. TEORI, PRAKTIK & PENELITIAN? (DAPATKAN ANDA MENGGAMBARKAN HUBUNGAN ANTARA TEORI, PRAKTIK & PENELITIAN?)

21 LATIHAN BAGAIMANA ANDA MENJELASKAN TENTANG INTERAKSI ANTAR INDIVIDU YANG MENGHASILKAN HUBUNGAN PERTEMANAN? BAGAIMANA ANDA MENJELASKAN TENTANG INTERAKSI ANTAR INDIVIDU YANG MENGHASILKAN HUBUNGAN KE JENJANG PERNIKAHAN? BAGAIMANA ANDA MENJELASKAN BERGABUNGNYA INDIVIDU KE DALAM KELOMPOK BAGAIMANA ANDA MENJELASKAN TERJADINYA PRASANGKA TERHADAP KELOMPOK TERTENTU? BAGAIMANA ANDA MENJELASKAN TERJADINYA PERMASALAHAN TAWURAN ANTAR PELAJAR? BAGAIMANA ANDA MENJELASKAN TERJADINYA PERILAKU KORUPSI?


Download ppt "PSIKOLOGI SOSIAL (Pengantar, Teori dan Praktik) Psikologi Sosial II (Pertemuan ke-2)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google