Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MK Dasar-dasar Jurnalistik Disajikaan oleh Usman Yatim.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MK Dasar-dasar Jurnalistik Disajikaan oleh Usman Yatim."— Transcript presentasi:

1 MK Dasar-dasar Jurnalistik Disajikaan oleh Usman Yatim

2  Ilmu Komunikasi adalah ilmu yang mempelajai usaha manusia dalam menyampaikan isi pernyataannya kepada manusia lain.  Ilmu Komunikasi, menurut penggunaannya:  - ilmu komunikasi teoritika: mempelajari pengertian-peengertian (teori) mengenai usaha manusia dalam menyampaikan isi pernyataannya kpd manusia lain  - ilmu komunikasi praktika: mempelajari penerapan dari pengertian2 ilmu komunikasi teoritika dalam kehidupan manusia.

3 Ilmu Komunikasi Praktika, meliputi: - Ilmu Jurnalistik, - Hubungan Masyarakat, - Periklanan - Perang Urat Syaraf, - Propaganda, - dll

4  Pengertian: - Bentuk komunikasi yang menggunakan saluran (media) dalam menghubungkan komunikator dan komunikan secara massal, berjumlah banyak, bertempat tinggal yang jauh (terpencar), sangaat heterogen, dan menimbulkan efek tertentu. (Tan & Wright) - Pesan yg dikomunikasikan melalui media massa pd sejumlah besar orang. (Bittner)

5  Jurnlistik sbgi suatu disiplin ilmu telah melewati fase yg panjang, mulai dr kgtan pemasangan pamplet hingga berdirinya lembaga pendidikan jurnalistik.  Jurnalistik secara akademik, muncul di Univ Bazel, Swiss, 1884, bernama Zeitungskunde, ditandai tokoh Karl Bucher ( ), ahli ekonomi Jerman.

6  Jasa dan pengaruhnya: - Melakukan penyelidikan historis uttk pertama kalinya dalam bidang persuratkabaran. - Mengaajarkan pertama kali pengetahuan persuratkabaran di kalangan masyarakat akademik. - Salah seorang pendiri Lembaga Persuratkabaran yg pertama di Eropa Contiental di Leipzig. - Memperjuangkan diselenggarakan pendidikan kewaartawanan di tingkat perguruan tinggi.

7  Sosiolog yg meneliti ttng problema persuratkabaran: - Masalah modal dan pengaruh para pemilik modal kepada redaksi. - Sifat kelembagaan suratkabar. Tesis Weber ttng kelembagaan suratkabar sampai sekaraang dijadikan akar permasalahan adanya sistem anonimitas dan by-line dalam penulisan berita.

8  Tahun 1925, sebutan ilmu jurnalistik menjadi Zeitungswissenchaft. Peningkatan kualitas jurnalistik sebagai suatu ilmu, dipengaruhi oleh kiprah para sarjana yg dalam penelitiannya meminjam teori-teori seperti sosiologi, psikologi, ekonomi, politik, dll.  Sampai 1928, tercatat sekitar 500 disertasi yang mengangkat tema utama seputar masalah persuratkabaran.  Zeitungswissenchaft = Ilmu Persuratkabaran

9  Istilah publisistik muncul ketika media komunikasi massa mulai berkembang. Komas tak hanya media cetak tapi juga elektronik sehingga istilah Zeitungswissenchaft berganti Pulizistik.  Publisistik dinilai pihak berkepentingan sebagai media yang dapat memainkan peran politik massa. Fungsinya terkait dengan masalah kekuasaan.  Awal pertumbuhan di Jerman, publisistik berhadapan dengan ideologi Nazizme.

10  Istilah Publisistik hampir tidak dikenal, melainkan lebih populer dengan istilah Journalism.  Perkembangan Journalism dimulai 1690, dengan terbitnya suratkabar pertama: “Public Occurences Both Fooreign and Domestic” oleh Benyamin Harris di Boston.  Jika Eropa mengenal publisistik maka Amerika mengenal Journalism dan kini hampir seluruh dunia.

11  Populeritas jurnalistik ditandai dengan penggunaan istilah ini dalam berbagai bentuk kegiatan penyebaran berita atau persuratkabaran, termasuk mulai berkembangnya lembaga-lembaga pendidikan formal yang membuka dan mengajarkan jurnalistik.  Pendidikan jurnalistik di AS mulai berkembang tahun akademi 1912/1913 dengan dibukanya: School of Journalism di Columbia University, setahun setelah penggaga pertamanya Joseph Pulitzer ( ) wafat.  Pulitzer Award = Penghargaan tertinggi/bergengsi terhadap karya-karya jurnalistik di AS.

12  Education about Journalism (Pendidikan mengenai Jurnalistik), jurnalistik hanya sebagai obyek studi ilmiah (teori, konsep).  Education for Journalism (Pendidikan untuk Jurnalistik), orientasi tidak hanya teori tapi juga praktik.  Education in Journalism (Pendidikan dalam Jurnaistik), program pendidikan yang menekankan aspek aspek praktik, aspek tehnis pekerjaan jurnalistik.  Fikom UPDM(B) = kini mengarah pada Education for Journalisme.

13  Publisistik dan jurnalistik memiliki kesamaan konsep, hanya pemakaian istilah karena di dua tempat berbeda.  Keduanya merujuk pada suatu bentuk kegiatan yang behubungan dengan proses pengumpulan dan penyajian berita dan informasi.  Adinnegoro: Jurnalistik menekankan kepada kemampuan/ketrampilan praktis, publisistik menekankan aspek penguasaan teoritik.

14  Istilah pers lahir dari bahasa Belanda.  Inggeris: press = mencetak.  Pers = publikasi atau pemberitahuan secara tercetak.  Istilah pers dikaitkan dengan buruh (arbeiderspers), informasi (information press), murah/harga (penny press), opini (opinion press), dll.

15  Ruang lingkup pers pada dasarnya terbatas hanya pada kegiatan publikasi yang menggunakan media cetak.  Dalam kenyataan keseharian, seiring perkembangan teknologi komunikasi, pers juga dipahami pada kegiatan publikasi media lainnya.  John C Merrill, istilah pers digunakan dalam konteks historis, seperti “press freedom or law” dan “power of the press”

16  Menyiarkan informasi, memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi.  Mendidik, tanggungjawab media dalam upaya mencerdaskan masyarakat.  Menghibur, memberi daya tarik media agar diminati masyaarakat.  Mempengaruhi, menyangkut hubungan pers dengan kekuasaan dan rakyat (politik).


Download ppt "MK Dasar-dasar Jurnalistik Disajikaan oleh Usman Yatim."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google