Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Sekolah Tinggi Ilmu Statistik Ekonomi Pembangunan R. Dwi Harwin Koesmaryo address : Phone : 0813.8821.5859.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Sekolah Tinggi Ilmu Statistik Ekonomi Pembangunan R. Dwi Harwin Koesmaryo address : Phone : 0813.8821.5859."— Transcript presentasi:

1 Sekolah Tinggi Ilmu Statistik Ekonomi Pembangunan R. Dwi Harwin Koesmaryo address : Phone :

2 Metoda Pembelajaran  Dosen menjelaskan hal yg pokok2 dan penting saja  Mhs hrs bisa meng-elaborasi sendiri materi kuliah  Seluruh Mhs dibagi habis dlm kelompok kerja (POKJA)  Setiap POKJA anggotanya max 3 Org Mhs  Diskusi dan Tanya Jawab lbh banyak dlm setiap sesi  Mhs hrs lbh aktif oleh krn nya ada sesi presentasi POKJA  Bagi Mhs yg pasif nilai akhir nya otomatis akan dikurangi  Setiap M4 dilakukan tes

3 Sistem Penilaian Kehadiran (Absensi) : 5 % Test + Tugas : 20 % UTS : 30 % UAS : 45 % Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

4 Buku Acuan [Literatur] 1.P. Todaro, Michael dan Stephen C Smith (2003) Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga, edisi ke 8, Penerbit Erlangga 2.Sukirno, Sadono (2006), Ekonomi Pembangunan : Proses, Masalah dan Dasar Kebijakan, edisi ke 2 3.P. Kindleberger, Charles & Bruce Herrick, Economic Development (3th edition) 4.Mubyarto. Sistem dan Moral Ekonomi Indonesia Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

5 Materi/Pokok Pembahasan (1) 1.Pendahuluan 2.Struktur, Ciri-Ciri dan Sifat-Sifat NSB 3.Masalah Pokok Pembangunan 4.Masalah Kependudukan + Test 1 5.Masalah Ketenagakerjaan 6.Teori Pertumbuhan Ekonomi dan Perdagangan Internasional + Tugas 1 7.Teori Pertumbuhan Ekonomi dan Perdagangan Internasional 8.Ujian Tengah Semester [UTS] Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

6 Materi/Pokok Pembahasan (2) 9.Teori Pertumbuhan Ekonomi dan Perdagangan Internasional 10.Perencanaan Pembangunan 11.Pembangunan Sektoral [Pertanian] 12.Pembangunan Sektoral [Industri] + Test 2 13.Tabungan Dalam Negeri dan Dana Luar Negeri 14.Tabungan Dalam Negeri dan Dana Luar Negeri + Tugas 2 15.Review 16.Ujian Akhir Semester [UAS] Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

7 Penduduk Kaya Vs Penduduk Miskin

8 Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

9

10 Negara Miskin VS Negara Kaya Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

11

12

13

14 Meskipun slrh manusia menghuni satu planet yg sama, planet ini sebenar nya terbagi menjadi dua dunia, yakni dunia org kaya dan dunia org2 miskin (Raanan Weitz, 1986) Meskipun slrh manusia menghuni satu planet yg sama, planet ini sebenar nya terbagi menjadi dua dunia, yakni dunia org kaya dan dunia org2 miskin (Raanan Weitz, 1986)

15 Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro Lbh dari tiga perempat penddk dunia tinggal di neg2 berkembang, namun mereka semua hanya menikmati 16% dari total pendapatan dunia, sedangkan 20% penddk terkaya di dunia menikmati hampir 85% dari seluruh pendapat an global [UNDP, Human Development Report, 1995] Lbh dari tiga perempat penddk dunia tinggal di neg2 berkembang, namun mereka semua hanya menikmati 16% dari total pendapatan dunia, sedangkan 20% penddk terkaya di dunia menikmati hampir 85% dari seluruh pendapat an global [UNDP, Human Development Report, 1995]

16 16

17 Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro Tujuan utama kita dlm pembangunan adalah utk mengurangi kesenjangan yg terjadi di antara neg2 di dunia dan di dlm neg itu sen diri… Tantangan utama pembangunan pada zaman kita saat ini adalah tantangan thd timbulnya penyatuan /inclusion [James D. Wolfensohn, Pres Bank dunia, 1998] Tujuan utama kita dlm pembangunan adalah utk mengurangi kesenjangan yg terjadi di antara neg2 di dunia dan di dlm neg itu sen diri… Tantangan utama pembangunan pada zaman kita saat ini adalah tantangan thd timbulnya penyatuan /inclusion [James D. Wolfensohn, Pres Bank dunia, 1998]

18 Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro What is the different between Economics Development and Development Economic ?? ? ? ? ?? ? ? ?

19 Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro What is the real meaning of development ?? Why do some countries develop and others remain poor ??? How can one apply economic concepts and theories to gain a better understanding of development process ???

20 Ekonomi Pembangunan suatu bidang studi dlm ilmu ekonomi yg mempelajari ttg masalah-masalah ekonomi di neg-neg berkembang dan kebijakan-kebijakan yg perlu dilakukan utk mewujudkan pembangunan ekonomi Dgn demikian pd dasarnya Ekonomi Pembangunan mempelajari dan meng- analisis ttg :  Berbagai masalah ekonomi yg dihadapi neg berkembang  Berbagai kebijakan yg perlu dilakukan utk mengatasi masalah tsb dan mempercepat tingkat pembangunan ekonomi Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro A. Definisi Ilmu Ekonomi Pembangunan

21 B. Definisi Pembangunan Ekonomi Pembangunan Ekonomi adalah rangkaian usaha dlm suatu perekonomian utk mengembangkan kegiatan ekonomi nya shg :  infrastruktur lbh banyak tersedia,  perusahaan semakin banyak dan semakin ber kembang,  taraf pendidikan semakin tinggi dan teknologi semakin meningkat,  kesempatan kerja bertambah, pendapatan ber tambah shg tercipta kemakmuran masyarakat. Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

22

23 C. Akhli Ekonomi Pembangunan 1. Adam Smith, akhli ekonomi pembangunan yg pertama, dgn bukunya “The Wealth of Nations, diterbitkan tahun Sir. W. Arthur Lewis, dari Princeton Univ pe- nerima Nobel Prize bidang ekonomi th 1979, 3. Prof. Theodore Schultz, dari Univ Chicago penerima Nobel Prize bidang ekonomi th Amartya Sen, penerima Nobel Prize bidang ekonomi tahun Joseph Stiglitz, penerima Nobel Prize bidang ekonomi tahun 2001

24 D. Perkembangan Perhatian Thd Pembangun an Ekonomi 1.Penyebab kekurang perhatian Terhadap Pembangunan Sebelum Perang Dunia II a. penjajahan msh berlangsung secara meluas b. kurangnya perhatian dlm masy yg terjajah c. kurangnya perhatian di kalangan cendekiawan Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

25 2. Penyebab Perkembangan Perhatian Thd Pembangunan Ekonomi. a.Keinginan negara berkembang utk mengatasi keterbelakangan mereka b.Membantu mewujudkan pemb ekonomi utk menghambat perkembangan komunis c.Sebagai usaha utk meningkatkan hubungan ekonomi d.Berkembangnya keinginan utk membantu negara berkembang Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

26 E. Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Ekonomi 1. Pertumbuhan ekonomi diartikan sebagai ukuran kuantitatif yg menggambarkan perkembangan suatu perekonomian dlm satu tahun tertentu apabila dibandingkan dgn tahun sebelumnya Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

27 2.Pembangunan ekonomi adalah pertumbuhan ekonomi ditambah dgn perubahan. artinya adanya pembangunan ekonomi dalam suatu negara pd satu tahun tertentu tdk saja diukur dari kenaikan produksi barang dan jasa yg berlaku dari tahun ketahun tetapi juga perlu diukur dari perubahan lain yg berlaku dlm berbagai aspek kegiatan ekonomi spt perkembangan pendidikan, teknologi, peningkatan dlm kesehatan, infra-struktur dan pendapatan serta kemakmuran masyarakat. Oleh karenanya data pendapatan per kapita selalu digunakan utk menggambarkan taraf pembangunan ekonomi yg dicapai berbagai negara dan utk menggambarkan tkt perkembangannya dari tahun ke tahun Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

28 dlm literatur lain pembangunan ekonomi didefinisi kan sbg suatu proses yg menyebabkan pendpt perkapita penduduk suatu negara meningkat secara terus menerus dlm jangka panjang. hal ini sepertinya bertentangan dgn definisi terdahulu, namun karena blm ada alat ukur yg lbh sesuai, maka para ahli ekonomi menggunakan pendapatan per kapita utk : menunjukkan secara kasar tkt kelajuan atau kecepatan pembangunan ekonomi dlm setahun Membandingkan tkt kemakmuran yg dicapai berbagai negara Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

29 F. Pendapatan Per Kapita dan Kecepatan Pembangunan Ekonomi Telah dijelaskan, tingkat pertumbuhan ekonomi menggambarkan ttg kenaikan riil dari produksi barang dan jasa yg dihasilkan oleh suatu neg dlm satu tahun tertentu. namun pertumbuhan ekonomi yg berlaku blm tentu melahirkan pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Hal ini terjadi bila pertumbuhan ekonomi lbh rendah dari tingkat pertumbuhan penduduk, shg pendapatan rata-rata masyarakat (pendapatan perkapita) akan mengalami penurunan. Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

30  Dgn demikian salah satu syarat penting yg akan mewujudkan pembangunan ekonomi adalah : tingkat (presentase) pertumbuh an ekonomi hrs melebihi tkt pertambahan penduduk.  Dua cara dpt digunakan utk menentukan tkt kecepatan pertambahan pendapatan per kapita : 1. Δ Y pk = Δ GDP riil – Δ penduduk Y pk.1 - Y pk.0 2. Δ Y pk = X 100 Y pk.0 Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

31 Dimana : Δ Y pk = Pertambahan Pendapatan per kapita pada tahun ke 1 Y pk.1 = Pendapatan per kapita tahun ke 1 Y pk.0 = Pendapatan per kapita tahun ke 0 Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

32 G. Pendapatan per kapita sbg pemban ding tingkat kemakmuran Fungsi lain pendapatan per kapita dlm analisis pembangunan ekonomi adalah menggambarkan jurang kemakmuran di antara berbagai negara Semakin tinggi pendapatan tsb, semakin tinggi daya beli penddk, ini berarti meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

33 Pendapatan Berbagai Golongan Negara thn 2001 Golongan NegaraPendptan per kapita (US $) Jumlah Penddk (juta) Persentase Penddk (%) 1.Negara Pendptan Rendah ,640,9 2. Golongan Bawah Neg Ber pendptan Menengah ,535,3 3. Golongan Atas Neg Ber pendptan Menengah ,78,2 4. Neg Berpendptan Tinggi ,015,6 Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

34 Kesimpulan yang bisa diambil dari tabel tsb : 1.Terdapat jurang besar antara negara yg ber pendapatan rendah dengan negara berpen dapatan yg tinggi 2.Negara berpendapatan rendah meliputi 40,9% dari penduduk dunia 3.Yg tergolong negara berkembang terutama dari negara yg berpendapatan rendah dan golongan bawah berpendapatan menengah 4.Dua golongan pertama penduduknya mencapai 76,2% dari penduduk dunia. Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

35 H. Ekonomi tradisional, ekonomi politik dan ekonomi pembangunan Ilmu ekonomi tradisional terutama menyangkut alokasi sumber-sumber daya produktif yg langka secara efisien dgn biaya serendah-rendahnya, dan pertumbuhan optimal sumber-sumber tsb shg dpt menghasilkan berbagai barang dan jasa yg semakin banyak ekonomi tradisional meliputi ekonomi klasik dan neoklasik. Ekonomi neoklasik menyangkut kapitalis maju yg mengandung persaingan sempurna, kedaulatan konsumen, penyesuaian harga secara otomatis Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

36 Keputusan-keputusan yg didasarkan atas konsepsi marjinal, laba dan kegunaan serta keseimbangan di pasar output dan input. Politik ekonomi membahas lebih dari ekonomi tradisional, dengan mempelajari antara lain, proses sosial dan institusional dimana kelompok-kelompok elit ekonomi dan politik tertentu mempengaruhi alokasi sumber- sumber daya produktif yg langka saat ini dan masa depan utk kepentingannya sendiri, atau juga untuk kepentingan penduduk yg lebih besar. Politik ekonomi membahas hubungan politik dan ekonomi, dgn tekanan pada peranan kekuasaan dlm pembuatan keputusan ekonomis. Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

37 Ilmu ekonomi pembangunan lbh luas dari ekonomi tradisional dan politik ekonomi krn selain menyangkut alokasi sumber-sumber daya secara efisien dan pertumbuhannya yg berkelanjutan, juga menyangkut mekanisme ekonomis, politis dan institusional diperlukan utk menciptakan perbaikan yg cepat dan besar-besaran atas tingkat hidup penduduk Afrika, Asia dan Amerika Latin yg mengalami kemiskinan, kurang gizi, dan buta huruf. Berbeda dgn negara yg lebih maju, di negara yg kurang maju : a.Pasar komoditi dan sumber daya sgt tdk sempurna b.Konsumen dan produsen memiliki keterbatasan informasi. Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

38 c. Perubahan struktural besar sedang terjadi di masyarakat dan perekonomian d. Situasi ketidak-seimbangan terjadi di pasar. Oleh karena itu, ekonomi pembangunan hrs memperhatikan persyaratan ekonomis, politis, dan kultural utk melakukan transformal struktural dan institusional seluruh masyarakat dgn cara yg akan secara efisien memberikan kemajuan ekonomis bagi bagian terbesar penduduk. Dalam hal ini, peranan pemerintah yg lebih besar untuk mengarahkan transformasi ekonomi dianggap merupakan komponen penting dlm ekonomi pembangunan. Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

39 2. Peranan nilai dlm ekon pembangunan Ekonomi adalah ilmu sosial yg menyangkut manusia dan sistem sosial utk mengatur kegiatan-kegiatan guna memenuhi kebutuhan materiil (pangan,sandang,papan) dan kebutuhan non materiil (pendidikan, pengetahuan, kepuasan spritual). Berbeda dengan ilmu-ilmu eksakta, ilmu ekonomi tdk memiliki hukum- hukum ilmiah dan kebenaran universal. Dlm ekonomi hanya ada kecenderungan ini pun dapat bervariasi besar di berbagai negara dan budaya pada wkt yg berbeda. Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

40 Banyak model ekonomi didasarkan atas sejumlah asumsi implisit tentang perilaku manusia dan hubungan-hubungan ekonomis yang sering sedikit dan tidak ada kaitannya dgn realita di negara berkembang. Dlm hal demikian, generalisasi dan obyektivitasnya lbh banyak diasumsikan dari pada senyatanya. Analisis ekonomi tdk hanya dipisahkan dari konteks institusional, sosial dan politis khususnya dlm hal menyangkut dilema kemanusiaan spt kelaparan, kemiskinan dan penyakit yg melanda banyak penduduk dunia. Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

41 Oleh karena itu, dasar-dasar pikiran nilai etika dan normatif tentang apa yang diinginkan dan apa yg tdk diinginkan merupakan ciri utama ilmu ekonomi pada khususnya. Konsepsi ekonomi pembangunan dan modernisasi menyangkut dasar-dasar pikiran nilai implisit dan eksplisit tentang tujuan yg di inginkan utk mencapai realisasi potensi manusia. Konsepsi dan tujuan seperti pemerataan ekonomis dan sosial, pengentasan kemiskinan, pendidikan bagi semua, peningkatan derajat hidup, kemer dekaan nasional, modernisasi institusi, partisipasi politik dan ekonomi, demokrasi arus bwh, keman dirian, dan kepuasan individual, semua diturunkan dari pertimbangan nilai subyektif ttg apa yg baik dan diinginkan dan apa yg tdk. Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

42 Demikian juga, nilai-nilai yg berlawanan, spt hak milik pribadi/swasta bagaimanapun mendapatkannya dan hak individu utk memupuk kekayaan pribadi secara tak terbatas, pemeliharaan hirarki institusi sosial dan struktur kelas secara tradisional dan kaku, serta anggapan hak alami dari beberapa orang elit utk memimpin sedang lainnya mengikuti. Isu-isu utama pembangunan spt kemiskinan, ke senjangan, pengangguran, pertumbuhan penduduk, stagnasi pedesaan, dan perusakan lingkungan merupakan pertimbangan nilai yg perbaikannya atau penghapusannya diinginkan dan krn itu baik. Meskipun terdapat kesepakatan yg luas diantara berbagai kelompok- politikus, ilmuwan dan warga biasa- bhw penanggulangan isu-isu tsb merupakan tujuan yg diinginkan, tetapi tdk mengubah kenyataan bhw kesepakatan tsb Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

43 Timbul bkn hanya dari reaksi atas suatu analisis empiris atau positif yg obyektif ttg apa adanya, tetapi akhirnya juga dari pertimbangan nilai subyektif atau normatif ttg apa yg seharusnya. Ilmu ekonomi tdk bisa bebas nilai, seperti juga ilmu fisika dan ilmu kimia. Validitas analisis ekonomi dan kebenaran resep ekonomis hrs dievaluasi berdasar asumsi-asumsi yg melandasi serta dasar-dasar pikiran nilainya. Jika nilai-nilai subyektif ini telah disepakati oleh suatu bangsa atau khususnya oleh mereka yg bertanggung jawab membuat keputusan nasional, maka tujuan pembangunan tertentu dan kebijakan publik yg menyertainya yg didasarkan atas analisis suatu teoritis dan kuantitatif obyektif yg dpt dilaksanakan. Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

44 3. Ekonomi sebagai sistem sosial Ekonomi & sistem ekonomi terutama di negara berkembang, hrs dipandang dlm perspektif yg lbh luas dari pada yg diajarkan oleh ekonomi tradisional. Ekonomi harus dianalisis dlm konteks global & internasional. Sistem sosial adalah hubungan saling tergantung antara faktor-faktor ekonomis dan non eknonomis. Faktor non ekonomis termasuk sikap thd kehidupan, kerja, dan kewenangan; struktur birokrasi dan adminis trasi publik dan privat; Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

45 Pola kekerabatan dan agama; tradisi budaya; sistem kepemilikan tanah; kewenangan dan integritas instansi pemerintah; derajat partisipasi dlm keputusan dan kegiatan pembangunan; dan kelenturan atau kelakuan-kelakuan kelas-kelas ekonomis dan sosial. Faktor-faktor itu jelas berbeda antara negara, kawasan, budaya dan situasi sosial. Pada tingkat internasional, perlu dianalisis organisasi dan aturan perilaku dlm ekonomi global: bgm formulasinya, siapa pengendalinya, dan siapa yg memperoleh manfaatnya. Hal itu terjadi saat ini dgn meluasnya ekonomi pasar dan cepatnya globalisasi perdagangan, ke uangan, teknologi dan migrasi tenaga kerja. Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

46 Usaha mencapai tujuan pembangunan ekonomi berupa peningkatan produksi nasioanal, perbaikan tingkat hidup, dan perluasan kesempatan kerja, juga merupakan fungsi dari nilai-nilai, intensif, sikap dan keyakinan, serta struktur institusional dan kekuasaan baik masyarakat domestik maupun global karena merupakan hasil lsg dari variabel-variabel ekonomi strategis, seperti tabungan, investasi, harga produk dan faktor produksi, serta nilai tukar devisa. Banyak kegagalan dalam kebijakan pembangunan di negara berkembang terjadi krn variabel-variabel non ekonomis secara sadar atau tdk sadar dikesam pingkan. Oleh krn itu dlm ekonomi pembangunan hrs diperhitungkan peranan nilai-nilai, sikap, dan institusi baik domestik/internasional dlm seluruh proses pem bangunan secara keseluruhan. Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

47 4. Pengertian pembangunan Istilah pembangunan dpt mengandung berbagai pengertian. Oleh krn itu perlu diberikan definisi & kriteria ukurannya agar dpt diketahui negara mana yg benar-benar membangun dan yg sebenarnya tdk membangun. a.Ukuran ekonomis secara tradisional. dlm arti ekonomi, pembangunan secara tradisional dpt diukur dlm : Pertumbuhan produk nasional bruto (PNB) / produk domestik bruto (PDB) dgn tingkat 5% sampai 7% setahun. Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

48 Kenaikan PNB per kapita atau penghasilan per kapita pertahun dgn tkt yg lbh cepat dari tkt pertumbuhan penduduk. Tingkat pertumbuhan PNB riil per kapita yaitu pertumbuhan moneter PNB per kapita setelah dikurangi tkt inflasi. Perubahan terencana atas struktur produksi dan kesempatan kerja srs peranan sektor pertanian menurun dan peranan industri manufaktur dan jasa meningkat yg dikenal sebagai industrialisasi. Ukuran ekonomi pembangunan diatas sering ditambah dgn indikator sosial non ekonomis spt kenaikan penduduk yg melek huruf, pendidikan, kondisi dan pelayanan kesehatan, yg dikenal dgn indeks pembangunan manusia. Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

49 Sebelum 1970-an pembangunan dilihat sbg fenomena ekonomis dimana pertumbuhan tinggi PNB total dan per kapita akan “menetes” ke rakyat banyak. Pengertian ini lbh menekankan pertumbuhan dari pada masalah kemiskinan, pengangguran dan distribusi pendapatan. b. Pandangan ekonomis baru pengalaman tahun 1960an dan 1970an menunjukkan tkt pertumbuhan PNB total dan per kapita yg relatif tinggi di negara berkembang tetapi, tkt hidup rakyat banyak tetap tidak berubah; krn itu tentu ada yg salah dgn pengertian sempit pembangunan. Banyak pakar ekonomi dan pembuat kebijakan mulai menggeser peranan PNB, dan mengganti dgn penanggulangan lsg atas kemiskinan, kesenjangan, pendapatan dan pengangguran. Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

50 Pembangunan kemudian diartikan sbg proses multi dimensional yg menyangkut perubahan besar dlm struktur sosial, sikap dan institusi nasional, disamping akselerasi pertumbuhan ekonomi, penurunan ke senjangan, dan penghapusan kemiskinan. Pada hakekatnya, pembangunan hrs menunjukkan perubahan sistem sosial secara keseluruhan yg diarahkan pada kebutuhan dasar dan keinginan individu maupun kelompok-kelompok sosial dlm sistem tersebut. Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

51 c. Tiga nilai inti pembangunan pembangunan sbg peningkatan yg berkelanjutan dari seluruh masyarakat dan sistem sosial kearah kehidupan yg lbh baik dan lbh manusiawi mengandung tiga unsur dasar atau nilai inti, yaitu dukungan, harga diri, dan kebebasan yg merupakan tujuan umum dari semua individu dan masyarakat. Dukungan : kemampuan memenuhi kebutuhan dasar Semua orang mempunyai kebutuhan dasar utk mendu kung kehidupan, yaitu pangan, papan, kesehatan dan perlindungan. Oleh krn itu, fungsi dasar dari semua kegiatan ekonomis hrs memberikan kpd sebanyak mungkin orang, sarana utk mengatasi ketidakberdayaan dan penderitaan yg ditimbulkan krn kekurangan pangan, papan, kesehatan dan perlindungan. Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

52 Harga diri : menjadi orang Unsur kehidupan baik universal yg kedua adalah harga diri, yaitu rasa berharga dan terhormat tdk digunakan sbg alat oleh pihak lain. Sifat dan bentuk harga diri berbeda antar masyarakat dan antar budaya namun dgn penyebaran “nilai-nilai modernisasi” negara maju, maka kemakmuran atau kekayaan ekonomis menjadi ukuran harga diri yg universal. Oleh krn itu, pembangunan dibenarkan sbg tujuan, sebab merupakan jalan utk mendapatkan kehormatan. Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

53 Bebas dari penguasaan : dapat memilih Nilai universal ketiga dlm pembangunan adalah konsepsi kebebasan manusia. Kebebasan menyangkut banyaknya pilihan bagi masyarakat dan anggotanya, serta minimisasi kendala dlm mengejar tujuan sosial yg disebut pembangunan. Kekayaan memungkinkan pengendalian yg lbh besar atas alam dan lingkungan fisik dari pada jika tetap miskin. Kekayaan juga memberinya kebebasan memilih wkt senggang lbh banyak, memiliki barang dan jasa lbh banyak atau menolak keinginan material dan memilih kehidupan spiritual. Konsepsi kebebasan manusia juga meliputi kebebasan politis, termasuk keamanan pribadi, perlindungan hukum, kebebasan mengeluarkan pendapat, partisipasi politik, dan persamaan kesempatan. Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

54 d. Tiga tujuan pembangunan Pembangunan meliputi baik realitas fisik maupun situasi pikiran dimana masy, melalui kombinasi proses-proses sosial, ekonomis dan institusional, mendpt cara-cara utk memperoleh kehidupan yg lebih baik. Oleh krn itu, pembangunan di semua masyarakat hrs memiliki setidaknya tiga tujuan : Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

55 1.Meningkatkan tersedianya dan memperluas distribusi barang pendukung kehidupan dasar, spt pangan, papan, kesehatan dan perlindungan. 2.Mempertinggi tingkat hidup, termasuk penghasilan yg lbh tinggi, penyediaan pekerjaan yg lbh banyak, pendidikan yg lebih baik, dan perhatian yg lbh besar dari pada nilai-nilai budaya dan kemanusiaan semuanya itu tdk hanya meningkatkan kesejahteraan material tetapi juga menciptakan harga diri individual dan nasional yg lbh besar. Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

56 3. Memperluas pilihan-pilihan ekonomis dan sosial yg tersedia bagi individu dan bangsa dgn membebaskannya dari penindasan dan ketergantungan, tdk hanya dlm hubungannya dgn orang dan negara-bangsa lain, tapi juga bebas dari kebodohan dan penderitaan manusia. Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

57 Kesimpulan Ekonomi pembangunan merupakan penerusan dari ekonomi tradisional dan politik ekonomi. Selain juga menyangkut alokasi sember daya secara efisien, dan pertumbuhan berkelanjutan dari output keseluruhan, ekonomi pembangunan fokus terutama pada mekanisme ekonomis, sosial dan institusional yg diperlukan utk membawa perbaikan yg cepat dan dlm skala besar tkt hidup bagi masa penduduk miskin di neg berkembang. Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro

58 Oleh krn itu, ekonomi pembangunan hrs menyangkut formulasi kebijakan publik yg tepat disusun utk mela kukan transformasi ekonomis, institusional dan sosial seluruh masyarakat dlm wkt yg sesingkat mungkin. Analisis masalah-masalah pembangunan yg realistis hrs melengkapi variabel-variabel ekonomi spt penghasilan, harga dan tkt tabungan dgn faktor-faktor institusional non ekonomis yg relevan, termasuk sifat pengaturan kepemilikan tanah, pengaruh stratifikasi sosial dan kelas, struktur kredit, pendidikan dan sistem kesehatan, organisasi dan motivasi birokrasi pemerintah, mekanisme administrasi publik, sikap umum thd kerja, rekreasi, dan peningkatan diri, serta nilai, peranan dan sikap elit politik dan ekonomi. Koesmaryo Bahan Kuliah Ekbang STIS - Chapter 1 Todaro


Download ppt "Sekolah Tinggi Ilmu Statistik Ekonomi Pembangunan R. Dwi Harwin Koesmaryo address : Phone : 0813.8821.5859."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google