Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi PowerPoint ini digunakan hanya untuk satu komputer dan tidak untuk dipindahkan ke komputer lainnya. Presentasi ini lebih cocok digunakan pada.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Presentasi PowerPoint ini digunakan hanya untuk satu komputer dan tidak untuk dipindahkan ke komputer lainnya. Presentasi ini lebih cocok digunakan pada."— Transcript presentasi:

1 Presentasi PowerPoint ini digunakan hanya untuk satu komputer dan tidak untuk dipindahkan ke komputer lainnya. Presentasi ini lebih cocok digunakan pada Microsoft PowerPoint 2007 PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT Model Mengajar : Hp:

2 Pedoman Pendalaman Alkitab Juli Agustus September 2013 Pedoman Pendalaman Alkitab Juli Agustus September 2013 Rumah Produksi: ® WS Sekolah Sabat dalam bentuk PowerPoint ini dirancang oleh Rudolf Weindra Sagala Hp:

3 Pengguna yang terkasih, Bahan PowerPoint ini disiapkan bagi para Pemimpin Diskusi Sekolah Sabat dan anggota jemaat lokal. Kami berharap bahwa Sekolah Sabat Dewasa dalam bentuk PowerPoint ini dapat bermanfaat untuk konsumsi pribadi maupun untuk digunakan dalam mengajar atau memimpin Diskusi Sekolah Sabat. Kami berharap agar tidak melakukan perubahan seperti: menambahkan ilustrasi, mengubah latar belakang, menyesuaikan ukuran font, dll. Meskipun niat anda mungkin baik, tetapi melakukan hal seperti ini tidak dibenarkan. PEDOMAN PENDALAMAN ALKITAB SEKOLAH SABAT DEWASA Sebuah ajakan………

4 Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Pedoman Pendalaman Alkitab Sekolah Sabat Dewasa Format.pptx Mark Finley 2013 Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh KEBANGUNAN & PEMBARUAN

5 Dalam setiap generasi, Roh Allah berusaha untuk membawa kebangunan ke dalam hati umat-Nya. Kebanngunan adalah sebuah proses, pengalaman setiap hari... Inisiatif kebangunan adalah milik-Nya. Roh-Nya menciptakan kerinduan dalam diri kita. Roh-Nya menginsafkan kita akan kebutuhan kita. Roh-Nya menyatakan kebaikan dan anugerah Yesus Kerinduan hati Allah bagi Israel adalah agar Israel memenuhi syarat-syarat dari kebangunan rohani, mengalami kuasa kebangunan, dan menyatakan terang kasih-Nya ke seluruh dunia. Pendahuluan Umum

6 Ellen G. White menjelaskan pentingnya kebangunan dalam kata-kata berikut: “Sebuah kebangunan kesalehan sejati di antara kita adalah yang terbesar dan paling mendesak di antara semua kebutuhan-kebutuhan kita.” (Selected Messages, Jld. 1, hlm. 121) Pendahuluan Umum Pelajaran Triwulan ini berfokus pada beragam aspek dari kebangunan dan pembaruan

7 Agar masing-masing kita mau membuka hati bagi pergerakan Roh Allah, meminta agar Allah melalui Roh-Nya melakukan sesuatu yang khusus di dalam hidup kita hari demi hari. Dengan mempelajari Sekolah Sabat Triwulan ini diharapkan masing-masing kita mengalami Kebangunan dan Pembaruan melalui menerima kehadiran Roh-Nya. TUJUAN PELAJARAN SEKOLAH SABAT TRIWULAN INI

8 1. Kebangunan: Kebutuhan Kita yang Besar 2. Doa: Denyut Nadi Kebangunan 3. Firman: Dasar dari Kebangunan 4. Bersaksi dan Melayani: Buah dari Kebangunan 5. Penurutan: Buah dari Kebangunan 6. Pengakuan dan Pertobatan: Syarat-syarat Kebangunan 7. Persatuan: Pengikat Kebangunan 8. Kearifan: Pelindung Kebangunan 9. Pembaruan: Hasil dari Kebangunan 10. Pembaruan: Keinginan untuk Bertumbuh dan Berubah 11. Pembaruan: Memikirkan Gagasan-gagasan Baru 12. Pembaruan: Memulihkan Hubungan-hubungan yang Rusak 13. Kebangunan yang Dijanjikan: Misi Allah Selesai Daftar Isi:

9 Pelajaran 9 Pembaruan: Hasil Dari Kebangunan

10 Kebangunan rohani sejati selalu menuntun kepada pembaruan. Pembaruan terjadi karena kita terus bertumbuh dalam kasih karunia dan membiarkan Roh Kudus untuk menyelaraskan sikap kita, kebiasaan, dan praktik gaya hidup dengan pikiran dan kehendak Kristus. Yesus memanggil umat akhir zaman-Nya untuk menjalani kehidupan yang luar biasa dari pengabdian dan komitmen dalam terang kedatangan-Nya kembali Kata-kata Pembuka

11 Untuk mengajak masing-masing kita menjawab panggilan atau seruan Allah untuk mengadakan kebangunan dan pembaruan, baik secara personal maupun secara jemaat. Seruan yang sama juga telah diberikan kepada Yosafat (PL), umat Tuhan pada zaman Paulus dan Yohanes (PB) dan umat Tuhan setelah zaman Alkitab (Reformasi dan Gereja MAHK) Tujuan Pelajaran

12 “Sebab Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara” (Ibrani 2:11). Ayat Hafalan

13 Kebangunan adalah sebuah proses yang berkesinambungan. Setiap hari Tuhan kita mengundang kita ke dalam sukacita kehadiran-Nya. Sama seperti Israel dipelihara oleh manna yang turun dari surga, Yesus membentangkan perjamuan rohani bagi kita setiap hari. Kebangunan rohani yang benar menuntun kepada perubahan dalam pola pikir kita, kebiasaan, dan gaya hidup; ini yang kita sebut “pembaruan.” Pengantar

14 Istilah pembaruan hanya mengacu kepada “bertumbuuh dalam kasih karunia”; mengizinkan Roh Kudus menyelaraskan setiap aspek kehidupan kita dengan kehendak Allah. Pembaruan menuntun kita untuk membuat pilihan yang menantang untuk menyerahkan segala yang berdiri di antara kita dan Allah. Pengantar

15 b Understand the purposes of marriage Pembaruan: Hasil dari Kebangunan Selayang Pandang Pembaruan: Hasil dari Kebangunan Selayang Pandang 1. Seruan untuk Pembaruan dan Kebangunan dalam Perjanjian Lama (2 Tawarikh 20:14, 15, 20) 2. Seruan untuk Pembaruan dan Kebangunan dalam Perjanjian Baru (2 Korintus 7:9-11) 3. Seruan untuk Pembaruan dan Kebangunan Setelah Era Alkitab (Roman 1:16, 17)

16 b Understand the purposes of marriage Pembaruan: Hasil dari Kebangunan 1. Seruan untuk Pembaruan dan Kebangunan dalam Perjanjian Lama (2 Tawarikh 20:14, 15, 20)

17 “Lalu Yahaziel bin Zakharia bin Benaya bin Matanya, seorang Lewi dari bani Asaf, dihinggapi Roh TUHAN di tengah-tengah jemaah, dan berseru: "Camkanlah, hai seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem dan tuanku raja Yosafat, beginilah firman TUHAN kepadamu: Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah... Keesokan harinya pagi-pagi mereka maju menuju padang gurun Tekoa. Ketika mereka hendak berangkat, berdirilah Yosafat, dan berkata: "Dengar, hai Yehuda dan penduduk Yerusalem! Percayalah kepada TUHAN, Allahmu, dan kamu akan tetap teguh! Percayalah kepada nabi- nabi-Nya, dan kamu akan berhasil!"” 2 Tawarikh 20:14, 15, 20 Pembaruan: Hasil dari Kebangunan 1.Seruan untuk Pembaruan dan Kebangunan Dalam Perjanjian Lama Pembaruan: Hasil dari Kebangunan 1.Seruan untuk Pembaruan dan Kebangunan Dalam Perjanjian Lama

18 Allah sering mengutus nabi-nabiNya untuk memimpin Israel kepada kebangunan. Perlu untuk diperhatikan bahwa meskipun umat Allah telah terseret jauh dariNya, mereka masih tetap umat pilihan-Nya. Contoh-contoh kebangunan dan pembaruan yang dicatat dalam Perjanjian Lama, memiliki karakteristik yang sama. 1. Seruan untuk Pembaruan dan Kebangunan Dalam Perjanjian Lama Pengalaman Raja Yosafat

19 Kebangunan dan pembaruan muncul dalam Perjanjian Lama ketika ada komitmen dari hati yang telah diperbarui untuk menuruti kehendak Allah. Ketika umat Allah menghadapi salah satu tantangan besar merreka-pertempuran dengan bani Amon dan Moab-Raja Yosafat menunjukkan kepemimpinan rohani yang luar biasa. Sepanjang krisis, sang raja berusaha untuk menjaga mata seluruh Israel difokuskan pada kekuatan Allah (2 Tawarikh 20:12). 1. Seruan untuk Pembaruan dan Kebangunan Dalam Perjanjian Lama Pengalaman Raja Yosafat ketika umat Allah menghadapi salah satu tantangan besar merreka-pertempuran dengan bani Amon dan Moab-Raja Yosafat menunjukkan kepemimpinan rohani yang luar biasa. Sepanjang krisis, sang raja berusaha untuk menjaga mata seluruh Israel difokuskan pada kekuatan Allah (2 Tawarikh 20:12).

20 Mencari TUHAN & menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa. Berdoa di rumah TUHAN Mengaku dihadapan Allah bahwa bangsanya tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi bangsa Moab dan Amon yang datang menyerang. 1. Seruan untuk Pembaruan dan Kebangunan Dalam Perjanjian Lama Pengalaman Raja Yosafat Instruksi raja Yosafat kepada bangsa Yehuda 2 Tawarikh 20

21 Pengalaman Yosafat menggambarkan esensi kebangunan dan pembaruan. Dia memimpin Israel ke dalam kesatuan untuk berpuasa, berdoa, percaya, dan menuruti Allah. 1. Seruan untuk Pembaruan dan Kebangunan Dalam Perjanjian Lama Pengalaman Raja Yosafat

22 “Allah adalah kekukatan Yehuda dalam krisis ini, dan Dia adalah kekuatan bagi umat-Nya saat ini. Kita tidak percaya kepada raja-raja, atau menempatkan manusia di tempat Allah. Kita harus mengingat bahwa manusia bisa salah dan khilaf, dan bahwa Dia yang memiliki segala kuasa adalah menara pertahanan yang kuat. Dalam setiap keadaan darurat kita perlu merasa bahwa pertempuran itu adalah milik-Nya. Sumber- sumber-Nya tidak terbatas, dan kemustahilan yang nyata akan membuat kemenangan jauh lebih besar.” Ellen G. White, Conflict and Courage, hlm Seruan untuk Pembaruan dan Kebangunan Dalam Perjanjian Lama Pengalaman Raja Yosafat

23 DISKUSIKAN Berdasarkan pengalaman Yosafat dan bangsa Yehuda, prinsip apakah yang dapat kita teladani dari mereka dalam hal mencapai kebangunan dan pembaruan?

24 b Understand the purposes of marriage Pembaruan: Hasil dari Kebangunan 2. Seruan untuk Pembaruan dan Kebangunan dalam Perjanjian Baru (2 Korintus 7:9-11)

25 “...Namun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat. Sebab dukacitamu itu adalah menurut kehendak Allah, sehingga kamu sedikit pun tidak dirugikan oleh karena kami. Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian. Sebab perhatikanlah betapa justru dukacita yang menurut kehendak Allah itu mengerjakan pada kamu kesungguhan yang besar, bahkan pembelaan diri, kejengkelan, ketakutan, kerinduan, kegiatan, penghukuman! Di dalam semuanya itu kamu telah membuktikan, bahwa kamu tidak bersalah di dalam perkara itu."” 2 Korintus 7:9-11 Pembaruan: Hasil dari Kebangunan 2.Seruan untuk Pembaruan dan Kebangunan Dalam Perjanjian Baru Pembaruan: Hasil dari Kebangunan 2.Seruan untuk Pembaruan dan Kebangunan Dalam Perjanjian Baru

26 Dalam surat nya kepada jemaat Korintus, Paulus menyatakan keprihatinannya yang besar tentang kondisi kerohanian mereka. Banyak anggota telah menyimpang dari cita- cita Allah. Keadaan ini serius, termasuk percabulan... Sekumpulan besar masalah- masalah muncul Dengan latar belakang ini, tidak sulit untuk mengerti mengapa jemaat Korintus membutuhkan kebangunan dan pembaruan. 2. Seruan untuk Pembaruan dan Kebangunan Dalam Perjanjian Baru Paulus kepada Jemaat Korintus

27 Rasul Paulus mendesak mereka untuk tetap berpegang kepada iman mereka dan membuat kemuliaan Allah menjadi tujuan utama hidup mereka. Dia meyakinkan kembali jemaat atas kasihnya dan meyakinkan mereka bahwa kuasa Allah lebih besar dari apa saja pencobaan yang mereka hadapi ( 1 Kor. 10:13). 2. Seruan untuk Pembaruan dan Kebangunan Dalam Perjanjian Baru Paulus kepada Jemaat Korintus

28 Paulus sangat gembira dengan sambutan jemaat Korintus. Meskipun ia masih memiliki keprihatinan, ia menulis “ Aku bersukacita, sebab aku dapat menaruh kepercayaan kepada kamu dalam segala hal” (2 Kor 7:16). 2. Seruan untuk Pembaruan dan Kebangunan Dalam Perjanjian Baru Paulus kepada Jemaat Korintus

29 Dalam suratnya yang kedua ia menyatakan keyakinan yang penuh dalam pengalaman mereka yang baru bersama Allah. Roh Kudus membawa kepada jemaat Korintus pembaruan rohani. Kebangunan ini membawa pembaruan yang selaras. Pembaruan menuntun kepada perubahan kebiasaan, perubahan hidup, perubahan hubungan. 2. Seruan untuk Pembaruan dan Kebangunan Dalam Perjanjian Baru Paulus kepada Jemaat Korintus

30 Jemaat Korintus masih menghadapi tantangan- tantangan rohani. Mereka memiliki bagian mereka atas godaan-godaan, tetapi mereka membuat kemajuan yang berarti dalam iman Kekristenan mereka. Kebangunan dan pembaruan bukanlah beberapa obat mujarab untuk memecahkan semua persoalan rohani kita. Mereka adalah bagian dari perjalanan iman yang berkesinambungan. 2. Seruan untuk Pembaruan dan Kebangunan Dalam Perjanjian Baru Paulus kepada Jemaat Korintus

31 Efesus, di sini, disamakan dengan gereja Perjanjian Baru dari tahun 31 AD ke 100 AD. Orang Kristen yang mula-mula ini begitu tekun bagi iman mereka. Mereka bekerja tanpa henti bagi kemajuan Injil. Para murid dengan tekun menjaga kemurnian doktrin gereja. Mereka tidak memiliki toleransi untuk bidat dan merupakan pembela-pembela kebenaran yang andal. 2. Seruan untuk Pembaruan dan Kebangunan Dalam Perjanjian Baru Kitab Wahyu kepada Jemaat Efesus

32 Seiring dengan berjalannya waktu, anggota- anggota jemaat Efesus mulai kehilangan “kasih mereka yang mula-mula.” Mereka menggantikan tugas untuk kesetiaan. Bagi mereka, melakukan pekerjaan Yesus menjadi lebih penting daripada menjaga hubungan mereka dengan-Nya. Secara bertahap dan hampir tidak terasa pengalaman mereka dengan Yesus mulai menjauh. 2. Seruan untuk Pembaruan dan Kebangunan Dalam Perjanjian Baru Kitab Wahyu kepada Jemaat Efesus

33 Mereka bekerja dengan keras untuk mempertahankan iman, tetapi sesuatu yang vital dalam pengalaman kerohanian mereka sendiri sedang hilang. Cinta untuk Yesus dan kepada sesama sangat kurang. 2. Seruan untuk Pembaruan dan Kebangunan Dalam Perjanjian Baru Kitab Wahyu kepada Jemaat Efesus

34 DISKUSIKAN Setelah mempelajari mengenai keadaan jemaat Korintus dan Efesus, menurut Anda apa sajakah yang dapat membuat Anda menjadi kurang berserah kepada Tuhan dalam hidup kerohanian Anda dan yang mengancam Anda kehilangan kasih kepada Allah dan sesama?

35 b Understand the purposes of marriage Pembaruan: Hasil dari Kebangunan 3. Seruan untuk Pembaruan dan Kebangunan Setelah Era Alkitab (Roman 1:16, 17)

36 “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman." Roma 1:16,17 Pembaruan: Hasil dari Kebangunan 3.Seruan untuk Pembaruan dan Kebangunan Setelah Era Alkitab Pembaruan: Hasil dari Kebangunan 3.Seruan untuk Pembaruan dan Kebangunan Setelah Era Alkitab

37 Kekristenan barat kebanyakan terkungkung dalam tradisi. Ajaran gereja membayangi pengajaran Yesus. Tradisi lebih banyak dikutip ketimbang Alkitab. Orang banyak didominasi oleh rasa takut. Mereka memiliki sedikit atau tidak memiliki jaminan keselamatan. Bingung dan bingung, mereka bergumul untuk percaya bahwa Allah benar-benar rindu menyelamatkan mereka. 3. Seruan untuk Pembaruan dan Kebangunan Setelah Era Alkitab Reformasi Luther

38 Allah menampilkan Martin Luther,... untuk memimpin umat-Nya ke dalam pembaruan yang menyeluruh. Luther telah bergumul dengan perasaan bersalah atas dosa- dosanya sendiri untuk bertahun-tahun hingga terang Injil menerobos. 3. Seruan untuk Pembaruan dan Kebangunan Setelah Era Alkitab Reformasi Luther

39 “Orang berdosa dapat dibenarkan oleh Allah hanya ketika Ia mengampuni dosa mereka,... dan memperlakukan mereka seolah-olah mereka adalah benar dan tidak pernah berdosa, menerima mereka ke dalam kebaikan Ilahi dan memperlakukan mereka sebagai orang benar. Mereka dibenarkan hanya melalui kebenaran Kristus yang diperhitungkan. Bapa menerima Anak, dan melalui korban pendamaian Anak-Nya menerima orang berdosa Ellen G. White, Selected Messages, jld. 3. hlm Seruan untuk Pembaruan dan Kebangunan Setelah Era Alkitab Reformasi Luther

40 Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh adalah sebuah gerakan pembaruan. Itu dimunculkan oleh Allah untuk memulihkan hilangnya pandangan akan kebenaran Alkitab selama berabad-abad yang lalu. Meskipun Roh Kudus bekerja dengan penuh kuasa melaluui para pembaru-pembaru, ada kebenaran-kebenaran yang penting yang mereka tidak mengerti dengan sepenuhnya. Allah masih memiliki banyak kebenaran untuk diungkapkan kepada umat-Nya. 3. Seruan untuk Pembaruan dan Kebangunan Setelah Era Alkitab Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh

41 Gereja Advent dipanggil untuk mengajarkan kebenaran Alkitab, doktrin yang benar untuk melawan doktrin palsu, seperti: - Siksaan api kekal - Sabat yang benar - Teori Evolusi, dll. 3. Seruan untuk Pembaruan dan Kebangunan Setelah Era Alkitab Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh

42 Pekabaran Allah tentang “Injil Kekal” pada akhir zaman termasuk panggilan untuk menurut kepada kehendak Allah dalam terang jam penghakiman., yang mengungkapkan ke seluruh alam semesta baik keadilan dan kemurahan Allah. Dalam abad evolusi, pekabaran Yesus tentang pembaruan juga memanggil kembali umat-Nya untuk menyembah Sang Pencipta pada hari Sabat Alkitab yang benar. 3. Seruan untuk Pembaruan dan Kebangunan Setelah Era Alkitab Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh

43 DISKUSIKAN Sifat untuk menghakimi orang-orang yang menurut kita tidak hidup sesuai dengan standar yang kita pikirkan adalah merupakan sikap yang paling mematikan seruan untuk “kebangunan dan pembaruan. Menurut Anda bagaimanakah agar kita terhindar dari sikap “menghakimi orang”?

44 KUTIPAN ROH NUBUAT “Kebangunan dan pembaruan harus berlangsung di bawah bantuan Roh Kudus. Kebangunan dan pembaruan ada dua hal yang berbeda. Kebangunan menandakan pembaruan hidup rohani, meningkatkan kuasa pikiran dan hati, kebangkitan dari kematian rohani. Pembaruan menandai suatu pengaturan kembali, perubahan ide dan teori, kebiasaan dan praktik. Pembaruan tidak akan menghasilkan buah kebenaran yang baik kecuali itu dihubungkan dengan kebangunan Roh. Kebangunan dan pembaruan melakukan pekerjaan mereka masing-masing, dan dalam melakukan ini mereka harus digabungkan.” Ellen G. White, The Advent Review and Sabbath Herald, Feb 25, 1902).

45 KUTIPAN ROH NUBUAT Kita harus memiiliki yang benar karena itu adalah benar, dan menyerahkan segala konsekuensinya kepada Allah. Kepada orang- orang yang berprinsip, beriman dan mempuyai keberanian, dunia ini berutang karena pembaruan yang besar. Oleh orang-orang seperti itu pekerjaan pembaruan bagi zaman ini harus diteruskan. Ellen. G. White, Alfa dan Omega, jld. 8, hlm, 481

46 RANGKUMAN Pembaruan adalah perubahan dalam pemikiran kita di mana kita melihat dosa dari sudut pandang Tuhan dan menyerahkan setiap praktik, kebiasaan, atau sikap yang tidak selaras dengan kehendak-Nya. Pembaruan tidak terjadi melalui kekuatan kita, tetapi melalui kehadiran yang meyakinkan dan kuasa Roh Kudus.

47 PENERAPAN Hal penting apakah dari pelajaran SS ini yang dapat saya terapkan dalam hidup saya minggu mendatang ini? PelajaranAplikasiMasalahKeputusan Allah selallu memanggil umat-Nya untuk mengadakan kebangunan dan pembaruan baik pada masa PL, PB, dan setelah zaman Alkitab seperti pada zaman Reformasi dan zaman akhir sekarang ini melalui Gereja MAHK Sebagai seorang Kristen kita harus memiliki keinginan untuk bertumbuh dalam kasih karunia, melepaskan kebiasaan duniawi dan menjadi semakin menyerupai Kristus Saya tidak menyadari hal ini. Minggu depan ini saya berusaha melalui pertolongan Roh Kudus dan belajar Alkitab, untuk mengizinkan Roh Kudus menguasai hati saya agar saya mengalami kebangunan dan pembaruan. Sehingga hidup saya diubahkan menjadi lebih baik dan seperti Kristus.

48 Efektif untuk Kelompok Kecil SELIDIKI kebenaran – Mengapa saya harus mempelajari pelajaran ini ? INTISARIKAN kebenaran – Apa kata Alkitab tentang kebenaran ini ? ADAPTASIKAN kebenaran – Bagaimana kebenaran ini mempengaruhi aku? GUNAKAN kebenaran – Bagaimana saya bisa menggunakan kebenaran ini ? APLIKASIKAN kebenaran – Perobahan apa yang aku perlukan dalam hidup ini ? Model Mengajar “SIAGA”


Download ppt "Presentasi PowerPoint ini digunakan hanya untuk satu komputer dan tidak untuk dipindahkan ke komputer lainnya. Presentasi ini lebih cocok digunakan pada."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google