Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PREPAIRED BY : SUNARYO, SE PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN CHAPTER 3

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PREPAIRED BY : SUNARYO, SE PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN CHAPTER 3"— Transcript presentasi:

1 PREPAIRED BY : SUNARYO, SE PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN CHAPTER 3 BLOG’S:

2 PUSAT PERTANGGUNG JAWABAN PENGERTIAN PUSAT PERTANGGUNG JAWABAN ADALAH BAGIAN – BAGIAN YANG MEMILIKI TUGAS UNTUK MENJALANKAN TUJUAN PERUSAHAAN. MISALNYA DEPARTEMEN – DEPARTEMEN DALAM PEMERINTAH PUSAT YANG DIPIMPIN OLEH MENTERI, MEMILIKI TUGAS SESUAI DENGAN FUNGSINYA MASING. JADI PUSAT PERTANGGUNG JAWABANNYA BERADA DI TINGKAT DEPARTEMEN – DEPARTEMEN TERSEBUT.

3 BARANG ATAU JASA OUTPUTINPUT SUMBER DAYA YANG DIGUNAKAN DIUKUR DARI BIAYANYA TRANSFORMASI MODAL SUMBER : ROBERT N. ANTHONY & VIJAY GOVINDARAJAN PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN

4 MANFAAT PUSAT PERTANGGUNG JAWABAN 1. MUTU BERBAGAI KEPUTUSAN SEMAKIN BAIK, SEBAB DIPERSIAPKAN/DIBUAT OLEH PIMPINAN YANG BERADA DI TEMPAT TERJADINYA ISU – ISU RELEVAN. 2. BERKURANGNYA BEBAN MANAJEMEN PUNCAK SEHINGGA BISA LEBIH MEMFOKUSKAN PADA KONSEP PENGENDALIAN MANAJEMEN YANG LEBIH STRATEGIS. 3. BAGI PIMPINAN SUATU PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN, PENDELEGASIAN WEWENANG INI DAPAT DIMANFAATKAN SEBAGAI “AJANG” PENGEMBANGAN INOVASI DAN KREATIVITASNYA. GUNA MENUNJANG PROMOSI YANG ADA. PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN DIKAJI BERDASARKAN STRUKTUR ORGANISASI

5 PENGENDALIAN ORGANISASI BERDASARKAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN ADALAH PENGENDALIAN KEGIATAN USAHA YANG KINERJANYA SENANTIASA DIUKUR DENGAN PENDEKATAN KONSEP AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN (REKAYASA METODE PELAPORAN YANG MENUJU OPTIMALISASI TUJUAN ORGANISASI SECARA KESELURUHAN.

6 PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN 1. PUSAT PENDAPATAN (REVENUE CENTER) 2. PUSAT BIAYA (EXPENSE CENTER) 3. PUSAT LABA (PROFIT CENTER) 4. PUSAT INVESTASI (INVESTMENT CENTER)

7 PUSAT PENDAPATAN MERUPAKAN PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN DIMANA PIMPINANNYA BERTANGGUNGJAWAB ATAS PENDAPATAN. BERTANGGUNGJAWAB ARTINYA MEMPUNYAI KEWENANGAN ATAS HAL – HAL YANG DAPAT MENINGKATKAN PENDAPATAN, SEPERTI MENENTUKAN HARGA JUAL DAN BIAYA – BIAYA YANG SECARA TIDAK LANGSUNG BISA RELEVAN ATAU TIDAK SAMA SEKALI.

8 PENDAPATAN MERUPAKAN SESUATU YANG LEBIH BANYAK DIPENGARUHI OLEH FAKTOR EKSTERNAL (SENTIMEN PASAR), SEHINGGA UPAYA UNTUK MENINGKATKANNYA TIDAK SEBANDING LURUS DENGAN PENGORBANAN ATAU BIAYA YANG TERJADI. HAL INI MENJADI ISYARAT BAGI PIMPINAN UNTUK CERMAT DALAM MENGKAJI PENGENDALIAN BIAYA YANG RELATIF DIMAKSUDKAN UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN. CONTOH : BIAYA RISET PEMASARAN

9 PEDOMAN MENGENDALIKAN BIAYA PEMASARAN PADA PUSAT PENDAPATAN DIKENAL DUA MACAM AKTIVITAS PEMASARAN : 1. ORDER - GETTING, ADALAH UPAYA UNTUK MEMIKAT PASAR. AKTIVITAS INI MENCAKUP IKLAN, PROMOSI, DAN MENCARI ORDER. PENDENDALIANNYA BIASANYA MELALUI BUDGET. 2. ORDER – FILLING/LOGISTIC ACTIVITIES, ADALAH KEGIATAN KASAT MATA YANG SIFATNYA BERULANG. CONTOHNYA PACKAGING, PENGIRIMAN, DAN ADMINISTRASI YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMASARAN ATAU PENJUALAN.

10 TEKNIK ATAU METODE UNTUK MENCAPAI EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS SANGAT TERGANTUNG PADA KARAKTERISTIK PERUSAHAAN, CONTOHNYA TOYOTA MOTOR CORPORATION MENGGUNAKAN SISTEM TEPAT WAKTU (JUST IN TIME)

11 DALAM MENGANALISA KINERJA PIMPINAN PUSAT PENDAPATAN JANGAN HANYA MELIHAT DARI SISI KEMAMPUANNYA DALAM MENGHASILKAN LABA, TETAPI JUGA HARUS DIPERHATIKAN TINGKAT PENGUASAAN PASAR YANG DAPAT DICAKUP. DALAM HAL INI, ANALISIS INDUSTRI MENJADI SANGAT RELEVAN. TAHAPAN DALAM PEMAKAIAN ANALISIS INDUSTRI ADALAH SEBAGAI BERIKUT :

12 1. MEMBUAT PROYEKSI PERMINTAAN PASAR 2. MENILAI POSISI PERUSAHAAN DALAM PERSAINGAN, DAPAT DIHITUNG DENGAN : KASUS : JIKA PIMPINAN CUMA DIKASIH TINGKATKAN OMZET

13 PUSAT DIMANA SELURUH INPUT DIUKUR DALAM BENTUK JUMLAH UANG, NAMUN OUTPUT TIDAK DIUKUR DENGAN CARA YANG SAMA PUSAT BIAYA DAPAT DIBAGI MENJADI PUSAT BIAYA TEKNIK DAN PUSAT BIAYA KEBIJAKAN PUSAT BIAYA

14 PUSAT BIAYA TEKNIK PUSAT BIAYA TEKNIK –INPUT – INPUT MEREKA DAPAT DIUKUR DALAM BENTUK JUMLAH UANG –INPUT – INPUT MEREKA DAPAT DIUKUR DALAM BENTUK FISIK –JUMLAH OPTIMUM INPUT DALAM BENTUK JUMLAH UANG YANG DIBUTUHKAN UNTUK MEMPRODUKSI SEBUAH UNIT OUTPUT DAPAT DITENTUKAN PUSAT BIAYA

15 PUSAT BIAYA KEBIJAKAN PUSAT BIAYA KEBIJAKAN MELIPUTI UNIT – UNIT ADMINISTRATIF DAN PENDUKUNG SEPERTI, AKUNTANSI, MANAJEMEN, HUBUNGAN INDUSTRIAL, HUBUNGAN MASYARKAT, SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) OPERASIONAL LITBANG PUSAT BIAYA PEMASARAN PUSAT BIAYA INI TIDAK BISA DIUKUR DENGAN SATUAN UANG PUSAT BIAYA

16 PUSAT ADMINISTRASI DAN PEMBANTU PUSAT ADMINISTRASI DAN PEMBANTU BERBICARA PADA MANAJEMEN PERUSAHAAN TINGKAT ATAS DAN MANAJEMEN UNIT BISNIS. PERMASALAHAN YANG SERING MUNCUL : –KESULITAN DALAM PENGUKURAN HASIL PRODUKSI –TIDAK ADANYA KETERPADUAN TUJUAN DASAR DARI PUSAT ADMINISTRASI DAN PEMBANTU ADALAH ANGGARAN PENGELUARAN PUSAT BIAYA KEBIJAKAN

17 PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERMASALAHAN YANG AKAN SERING MUNCUL –KESULITAN DALAM MENGHUBUNGKAN HASIL YANG DIPEROLEH DENGAN INPUTNYA. –TIDAK ADANYA KETERPADUAN TUJUAN PENGELUARANNYA TERGANTUNG KEPADA PROGRAM LITBANG YANG DILAKUKAN. ANGGARAN DAPAT DISESUAIKAN DENGAN KEBUTUHAN DAN MANFAAT. PUSAT BIAYA KEBIJAKAN

18 PUSAT PEMASARAN PUSAT PEMASARAN DUA AKTIVITAS YANG MELIPUTI PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN, YAITU : –AKTIVITAS LOGISTIK UPAYA UNTUK MELAKUKAN DISTRIBUSI OUTPUT KEPADA KONSUMEN –AKTIVITAS PEMASARAN UPAYA UNTUK MEMPERKENALKAN OUTPUT DAN BERUSAHA AGAR OUTPUT TERSEBUT DIPESAN PUSAT BIAYA KEBIJAKAN


Download ppt "PREPAIRED BY : SUNARYO, SE PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN CHAPTER 3"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google