Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

11. 22 PENINGKATAN KUALITAS SARANA DAN PRASARANA TRANSPORTASI INDONESIA YANG BERKELANJUTAN DISAMPAIKAN PADA “INDUSTRIAL ENGINEERING NATIONAL SEMINAR 2013”

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "11. 22 PENINGKATAN KUALITAS SARANA DAN PRASARANA TRANSPORTASI INDONESIA YANG BERKELANJUTAN DISAMPAIKAN PADA “INDUSTRIAL ENGINEERING NATIONAL SEMINAR 2013”"— Transcript presentasi:

1 11

2 22 PENINGKATAN KUALITAS SARANA DAN PRASARANA TRANSPORTASI INDONESIA YANG BERKELANJUTAN DISAMPAIKAN PADA “INDUSTRIAL ENGINEERING NATIONAL SEMINAR 2013” UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG, 5 OKTOBER 2013 Oleh: KEPALA BADAN LITBANG PERHUBUNGAN

3 3 Agenda Paparan Sistem Transportasi Nasional (SISTRANAS) Konektivitas Prioritas Nasional, MP3EI dan SISLOGNAS Visi dan Kebijakan Pembangunan Transportasi Program Strategis Pembangunan Perhubungan terkait dengan Teknologi Sarana dan Prasarana Transportasi

4 4 1. Sistem Transportasi Nasional (SISTRANAS)

5 5 Fungsi Pelayanan Transportasi Servicing dimaksudkan untuk melayani permintaan yang sudah komersial. Promoting dimaksudkan untuk melayani daerah yang masih tertinggal yang diwujudkan dalam bentuk pelayanan transportasi bersubsidi atau pelayanan transportasi perintis.

6 6 Indikator Pelayanan Transportasi Kemudahan panjang jalan/luas area Kapasitas jumlah kendaraan/km panjang jalan Keselamatan jumlah korban/ kendaraan Kualitas % jalan dalam kondisi baik/sedang Keterjangkauan tarif/penumpang dibandingkan dengan penghasilan Beban publik biaya atau modal tahunan/penduduk Utilisasi - rata-rata bus-km - rata-rata truk-km Selamat, aksesibilitas tinggi, terpadu, kapasitas mencukupi, teratur, lancar dan cepat, mudah, tepat waktu, nyaman, efisien, tarif terjangkau, tertib, aman

7 7 Kebijakan Umum Sistranas 1.Meningkatnya Pelayanan Transportasi Nasional 2.Meningkatnya Keselamatan Dan Keamanan Transportasi 3.Meningkatnya Pembinaan Pengusahaan Transportasi 4.Meningkatnya Kualitas SDM dan Iptek 5.Meningkatnya Pemeliharaan dan Kualitas Lingkungan Hidup Serta Penghematan Penggunaan Energi 6.Meningkatnya Penyediaan Dana Pembangunan Transportasi 7.Meningkatnya Kualitas Administrasi Negara di Sektor Transportasi

8 8 2. Konektivitas

9 9 9 Perekonomian yang berhasil.... Mencapai pertumbuhan inklusif Menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan Menghubungkan daerah tertinggal dengan pusat pertumbuhan Menghubungkan daerah terpencil dengan infrastruktur & pelayanan dasar dalam mendapatkan manfaat pembangunan Memperluas pertumbuhan dengan menghubungkan wilayah melalui inter-modal supply chain systems Tumbuh maksimal melalui keterpaduan bukan keseragaman (inclusive development) Surabaya Jakarta Makassar Papua Maluku Sulawesi Ambon Kendari Makassar Manado Integrasi ekonomi adalah cara terbaik untuk mendapatkan manfaat langsung dari konsentrasi produksi dan manfaat jangka panjang konvergensi standar hidup

10 10 3. Prioritas Nasional, MP3EI dan SISLOGNAS

11 11 Prioritas Nasional 1 1 Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola 2 2 Pendidikan 3 3 Kesehatan 4 4 Penanggulangan Kemiskinan 5 5 Ketahanan Pangan 6 6 Infrastruktur 7 7 Iklim Investasi dan Iklim Usaha 8 8 Energi 9 9 Lingkungan Hidup & Pengelolaan Bencana 10 Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar, & Pasca-konflik 11 Kebudayaan, Kreativitas dan Inovasi Teknologi 11 Prioritas Nasional Kabinet Indonesia Bersatu II Prioritas Nasional Kabinet Indonesia Bersatu II  PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR  SUBSIDI PERINTIS  PSO

12 12 Visi Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia Mewujudkan Masyarakat Indonesia yang Mandiri, Maju, Adil dan Makmur 2010 PDB: USD 700 Miliar Pendapatan/ kapita USD PDB: ~USD 4,0 – 4,5 trilliun Pendapatan/ kapita diperkirakan ~USD – (Negara berpendapatan tinggi) 2045 PDB: ~USD 15,0 – 17,5 trilliun Pendapatan/ kapita diperkirakan ~USD

13 13 Kerangka Desain Pendekatan Masterplan P3EI PRINSIP DASAR DAN PRASYARAT KEBERHASILAN PERCEPATAN DAN PERLUASAN PEMBANGUNAN EKONOMI PENGEMBANGAN POTENSI EKONOMI MELALUI KORIDOR EKONOMI PENGUATAN KONEKTIVITAS NASIONAL PENGUATAN KEMAMPUAN SDM DAN IPTEK NASIONAL “Mewujudkan masyarakat Indonesia yang Mandiri, Maju, Adil,dan Makmur” 1.Mendorong realisasi investasi skala besar di 22 kegiatan ekonomi utama 2.Sinkronisasi rencana aksi nasional untuk merevitalisasi kinerja sektor riil 3.Pengembangan center of excellence di setiap koridor ekonomi VISI INDONESIA 2025 Inisiatif Strategis MP3EI STRATEGI UTAMA MP3EI PRINSIP DASAR MP3EI

14 14 Sumber: Pengembangan Koridor Ekonomi Indonesia 2011 Pengembangan Koridor Ekonomi ENAM KORIDOR EKONOMI PRIORITAS BERBASIS KOMODITAS/SEKTOR UNGGULAN WILAYAH 1 Sumatera 2 Jawa 3 Kalimantan 4 Sulawesi 5 Bali-Nusa Tenggara 6 Papua-Maluku- MalukuUtara-

15 15 Visi Konektivitas Nasional

16 16 Komponen Pembentuk Postur Konektivitas Nasional

17 17 Kerangka Kerja Implementation SISLOGNAS Corridor Papua & Maluku Corridor Sulawesi Strategy, Program and Action Plan Program and Action Plan Ministries, Province/Regency/City Locally Integrated and Globally Connected for National Competitiveness and Social Wellfare MP3EI Mid Term of National Development Plan Corridor Kalimantan Corridor Bali dan Nusra Corridor Jawa Corridor Sumatra Background Substances The challenges of implementation

18 18 SISLOGNAS dan MP3EI Cetak Biru merupakan arah dan pola pengembangan Sislognas pada tingkat kebijakan makro yg dijabarkan lebih lanjut dalam RKP dan RK-Kementerian/Lembaga setiap tahunnya Cetak Biru berperan dalam mencapai sasaran RPJMN, menunjang Implementasi MP3EI, dan mewujudkan visi ekonomi Indonesia Tahun 2025 IPTEK / INOVASI Meningkatkan Daya Saing Meningkatkan Kesejahteraan

19 19 Enam Penggerak Utama Sislognas Sumber Daya Manusia (SDM) Logistik Infrastruktur Logistik Pelaku dan Penyedia Jasa Komoditas Utama (Key Commodity) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Harmonisasi Regulasi Daya saing Nasional Kesejahteran Masyarakat

20 20 20 Tersedianya jaringan infrastruktur transportasi yang memadai, handal dan efisien, sehingga terwujud konektivitas lokal (local connectivity) maupun konektivitas nasional (national connectivity) dan konektivitas global (global connectivity) yang terintegrasi, dengan transportasi laut sebagai tulang punggungnya. Infrastruktur Transportasi Sebagai Salah Satu Penggerak Utama Sislognas Sumber: Perpres Nomor 26 Tahun 2012, Cetak Biru Pengembangan Sistem Logistik Nasional

21 21 Jaringan Transportasi Laut sebagai Backbone Logistik Maritim Pelabuhan Pengumpan Disetiap Kabupaten/Kota, dan Pelabuhan Pengumpul pada setiap Propinsi, Pelabuhan Utama pada beberapa pelabuhan pengumpul tertentu yang memenuhi kriteria, dan Pelabuhan Hub Internasional di Kuala Tanjung untuk Wilayah Indonesia Barat dan Bitung Untuk Wilayah Indonesia Timur 21 Sumber: Perpres Nomor 26 Tahun 2012, Cetak Biru Pengembangan Sistem Logistik Nasional

22 22 Konsep Wilayah Depan dan Wilayah Dalam 22 Sumber: Perpres Nomor 26 Tahun 2012, Cetak Biru Pengembangan Sistem Logistik Nasional

23 23 4. Visi dan Kebijakan Pembangunan Transportasi

24 24 Pertumbuhan Ekonomi Tahun Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000 WILAYAH SUMATERA JAWA KALIMANTAN SULAWESI BALI – NUSA TENGGARA KEP. MALUKU DAN PAPUA SUMBER : BADAN PUSAT STATISTIK DAN BANK INDONESIA

25 25 Pertumbuhan Sektor Transportasi Tahun SUMBER : BADAN PUSAT STATISTIK DAN BANK INDONESIA

26 26 “Terwujudnya Pelayanan Transportasi Yang Handal, Berdaya Saing dan Memberikan Nilai Tambah” 2010 EKONOMI (5,5%) TRANSPORTASI (8,25%) PEMBIAYAAN 272,04 T PAGU DEFINITIF: 17,569 T 2011 EKONOMI (6,0%) TRANSPORTASI (9,0%) PEMBIAYAAN 294,46 T PAGU DEFINITIF: 22,11 T 2012 EKONOMI (6,4%) TRANSPORTASI (9,6%) PEMBIAYAAN 320,96 T PAGU INDIKATIF: 22,781 T 2013 EKONOMI (6,7%) TRANSPORTASI (10,05%) PEMBIAYAAN 351,77 T PAGU INDIKATIF : 27, EKONOMI (7,0%) TRANSPORTASI (10,5%) PEMBIAYAAN 387,12 T PAGU INDIKATIF : 30,984 T TARGET PERTUMBUHAN DAN PEMBIAYAAN TRANSPORTASI SESUAI RENSTRA Meningkatnya aksebilitas transportasi di daerah terpencil, pulau-pulau kecil dan kawasan perbatasan negara Terwujudnya kerjasama luar negeri bidang perhubungan yang saling menguntungkan serta dapat menarik investasi yang dapat memberikan nilai tambah Terjaminnya keselamatan dan keamanan dalam pelayanan jasa transportasi Terjangkaunya pelayanan transportasi ke seluruh wilayah perbatasan Tersedianya prasarana dan sarana transportasi dengan kapasitas dan kualitas pelayanan memadai; SASARAN PEMBANGUNAN TRANSPORTASI Visi Transportasi

27 27 Kebijakan Pembangunan Transportasi Tahun Mempercepat pelaksanaan penyelenggaraan konektivitas wilayah melalui penyediaan sarana/prasarana transportasi yang handal dalam upaya kelancaran mobilitas dan distribusi barang, jasa guna mendukung peningkatan daya saing produk nasional; Meningkatkan keselamatan, keamanan dan keandalan maupun kapasitas sarana/prasarana transportasi dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat sebagai pengguna jasa transportasi dengan memperhatikan kebutuhan perempuan dan laki-laki terkait implementasi Pengarusutamaan Gender; Memberikan dan meningkatkan kesempatan/peran seluas-luasnya kepada Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota sesuai kewenangannya, serta BUMN, swasta maupun masyarakat untuk penyediaan infrastruktur transportasi termasuk dalam menyelenggarakan sarana dan prasarana transportasi sebagai upaya peningkatan efisiensi; Meningkatkan kualitas SDM transportasi guna mewujudkan penyelenggaraan transportasi yang handal, efisien dan efektif; Mendorong pembangunan transporasi berkelanjutan melalui pengembangan teknologi transportasi yang ramah lingkungan untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim

28 28 3. Mengatur tarif angkutan terutama pada angkutan perintis dan penumpang ekonomi 2. Meningkatkan keterpaduan pelayanan angkutan antarmoda/multimoda 4. Memberikan subsidi operasi kepada angkutan daerah terpencil, terbelakang dan perbatasan. 5. Meningkatkan konektivitas pelayanan perintis dengan angkutan komersial. Kebijakan Pembangunan Transportasi Dalam Melayani Daerah Tertinggal 1. Menyediakan jaringan prasarana dan pelayanan dalam mendukung distribusi barang dan jasa di daerah terpencil, tertinggal/perbatasan dalam rangka peningkatan konektivitas di berbagai wilayah 28

29 29 5. Program Strategis Pembangunan Perhubungan Terkait Dengan Teknologi Sarana dan Prasarana Transportasi

30 30 1.Pengadaan Bus Perintis, Kapal Perintis, Bus Air dan Speed Boat/kapal kerja; 2.Pembangunan Prasarana dan Fasilitas LLAJ; 3.Pembangunan dan Rehabilitasi Terminal Penumpang; 4.Pembangunan Area Traffic Control System (ATCS). 5.Pembangunan Dermaga Penyeberangan, Sungai dan Danau; 6.Pengadaan Rambu Suar dan Rambu Sungai; 7.Pembangunan Breakwater; 8.Pengerukan Alur dan Kolam Pelabuhan Penyeberangan. 28.1

31 31 1.Pengadaan Sarana Perkeretaapian (KRDI, Lokomotif Penarik Kereta Kerja dan Kereta Inspeksi). 2.Pembangunan Jalur Ganda KA Lintas Utara Jawa 3.Pembangunan persinyalan dan telekomunikasi Jalur Ganda. 4.Penggantian Sinyal Mekanik Menjadi Elektrik. 5.Pembangunan Sinyal Elektrik. 6.Rehabilitasi jalan KA akibat longsor/amblesan/banjir. 7.Peningkatan jalan KA di lintas utama Jawa dan Sumatera. 8.Peningkatan dan pembangunan Sintelis di lintas utama Jawa dan Sumatera. 9.Pengamanan perlintasan sebidang di Jawa dan Sumatera; Perkeretaapian

32 32 Perhubungan Laut 1.Pembangunan kapal perintis type: 1200 GT, 200 DWT, 500 DWT, 750GT, 1200 GT, 2000 GT dan kapal patroli : kelas I B, kelas II, kelas III, kelas IV, kelas V 2.Penerapan sistem INAPORTNET 3.Pengembangan Pelabuhan Belawan-Medan dan Urgent Rehabilitation of Tg. Priok 4.Pembangunan fasilitas pelabuhan 5.Pembangunan VTS di Selat Malaka 6.Pembangunan, Rehab dan Replacement SBNP

33 33 1.Pembangunan Bandara Kuala Namu - Medan 2.Pembangunan Gedung Jakarta Automation Air Traffic System /JAATS 3.Pengadaan Simulator Pesawat dan Fasilitasnya 4.Pelayanan Penerbangan Perintis dan subsidi BBM 5.Pengoperasian Bandar Udara 6.Pengembangan Bandar Udara 7.Pengembangan Bandar Udara di daerah perbatasan dan rawan bencana; 8.Perpanjangan/pelebaran serta pelapisan landas pacu, apron dan taxiway 9.Pembangunan / rehabilitasi gedung terminal di Bandar Udara. 10.Pengadaan Fasilitas Keamanan Penerbangan ( Kendaraan PKP-PK, X Ray, dll.) di Bandar Udara; 11.Pengadaan Fasilitas Pelayanan Keadaan Darurat Penerbangan di Bandar Udara. 12.Pengadaan dan pemasangan Fasilitas CNS ATM (Communication, Navigation, Surveilance dan Air traffic management) dan ATFM (Air Traffic Flow Management) di Beberapa Bandar Udara. Perhubungan Udara

34 34 Sekian & Terima Kasih


Download ppt "11. 22 PENINGKATAN KUALITAS SARANA DAN PRASARANA TRANSPORTASI INDONESIA YANG BERKELANJUTAN DISAMPAIKAN PADA “INDUSTRIAL ENGINEERING NATIONAL SEMINAR 2013”"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google