Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Program Pencegahan HIV Melalui Transmisi Seksual (PMTS) Paripurna.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Program Pencegahan HIV Melalui Transmisi Seksual (PMTS) Paripurna."— Transcript presentasi:

1

2 Program Pencegahan HIV Melalui Transmisi Seksual (PMTS) Paripurna

3 2 MDG 5 : Menurunkan angka kematian ibu melahirkan MDG 6 : Mengendalikan dan mulai menurunkan jumlah infeksi baru HIV MDG 5 : Menurunkan angka kematian ibu melahirkan MDG 6 : Mengendalikan dan mulai menurunkan jumlah infeksi baru HIV MDG 1: Menurunkan prevalensi balita dengan berat badan rendah / kekurangan gizi MDG 4: Menurunkan Angka kematian bayi & balita MDG 6: Mengendalikan penyebaran dan mulai menurunkan kasus baru malaria MDG 1: Menurunkan prevalensi balita dengan berat badan rendah / kekurangan gizi MDG 4: Menurunkan Angka kematian bayi & balita MDG 6: Mengendalikan penyebaran dan mulai menurunkan kasus baru malaria MDG 6: Mengendalikan penyebaran dan mulai menurunkan kasus baru Tuberkulosis Target yang telah tercapai Target yang menjadi perhatian khusus Target yang diperkirakan akan dicapai

4  Pelanggan adalah subyek yang berhasrat ( desiring man ) mendapatkan petualang seksualnya dengan bebas, menentukan sikap dan tindakan terhadap kenikmatan (pleasures ) kepada Pekerja Seks.  Menjadi Pekerja Seks adalah pilihan untuk mempertahankan hidup, membantu keluarga, membiayai sekolah anak dan makan sehari-hari. Persoalan ekonomi bisa mengabaikan risiko kesehatan.

5 4

6

7 6

8

9

10 JENIS PENYAKIT IMS TAHUN GO / Non GO/ Servisitis Sifilis REKAPITULASI KASUS INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) PROVINSI SULAWESI UTARA

11

12

13 Commission on AIDS in Asia – Projections and Implications 12 Kondisi Yang Mempercepat Penularan? PerempuanLaki-laki Pria Pembeli Sex (2-20% dari Pria Dewasa) Permpuan menikah dg pria pmbeli sex Pengguna Narkoba Suntik Laki2 seks dngn laki Wanita penjula sex Anak-anak Jumlah Penduduk Sulawesi Utara: 2,3 juta ?

14

15 NOKab/KotaHIVAIDSJumlah 1Kota Manado Kota Bitung Kota Tomohon Kota Kotamobagu Kab. Bolmong Kab. Bolmut 022 7Kab. Bolsel 000 8Kab. Boltim 000 9Kab. Minahasa Kab. Minut Kab. Minsel Kab. Mitra Kab. Sangihe Kab. Sitaro Kab. Talaud 123 Tidak diketahui TOTAL DISTRIBUSI PENDERITA HIV-AIDS PROV. SULUT TAHUN 1997 s/d JUNI 2012

16 PERKEMBANGAN DARI HIV MENJADI AIDS: BULAN TAHUN1 - 2 TAHUN Periode Jendela HIV + AIDS Tertular

17 Pola penyebaran HIV berdasarkan mobilitas PSK antar kab / kota BOLMONG BITUNG KOTA MANAD O MINUT MINSEL MINAHASA SANGIHE

18 Pola penyebaran HIV berdasarkan mobilitas PSK antar propinsi MAKASSA R / BALI PAPUA SULUT JATIM,JABAR,JKT, JATENG SUMATER A MALUKU KALIMANTA N

19 Buruh 2 PSK 1 ABK3 PNS1 ister i PSK4 Buruh 1 PSK5 PSK6 ABK1 ABK 2 S WASTA 2 ISTERI PSK7 OJEK1 PSK 2 SWAST A1 PNS2 SOPIR SUAMI PSK 3 Pacar Buruh 3 PSK 8 OJEK2

20

21 Menawarkan Kondom

22

23

24 23

25 Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2010, Pencapaian Tujuan MDGs Untuk memfokuskan pelaksanaan pembangunan yang berkeadilan maka Presiden RI mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan Yang Berkeadilan. Salah satu instruksinya adalah Pencapaian Tujuan MDGs. Pada kegiatan yang berkaitan dengan HIV dan AIDS pemerintah merencakan kegiatan sebagai berikut: Tindakan: Pengendalian Penyakit HIV dan AIDS Keluaran: 1) Jumlah Orang yang berumur 15 tahun atau lebih yang menerima konseling dan testing HIV, TARGET orang tahun 2010 dan orang tahun ) Presentase ODHA yang menerima ARV, TARGET 70% tahun 2010 dan 75% tahun ) Presentase kabupaten/kota yang melaksanakan pencegahan penularan HIV sesuai pedoman, TARGET 50% tahun 2010 dan 60% tahun ) Penggunaan kondom pada kelompok hubungan seks berisiko tinggi

26 Tiga skenario: 1. Tanpa peningkatan program 2. Dengan program  Cakupan meningkat, ttp efektifitas terbatas 3. SRAN  Cakupan terhadap populasi kunci minimal 80%, dengan program yang efektif secara berkelanjutan 25

27 26 (Prev.= 1,00%) (Prev.= 0,43%) (Prev.= 0,34%) (Prev.= 0,49%)

28 WPS LSL Penasun Pelanggan Pasangan Intim Lo-Risk Men #Infeksi Baru HIV Tahunan 97,50 8

29 Rapat Pleno Komisi Penanggulangan AIDS Nasional 13 Januari 2010, Kantor Kemenkokesra, Jalan Medan Merdeka Barat No. 3 Jakarta Pusat Rapat dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Dr. H. Agung Laksono, dihadiri oleh Menteri Kesehatan, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Komunikasi dan Informatika, Menteri Sosial, Ketua BKKBN, dan perwakilan dari Depbudpar, Setkab, Depkeu, Depdagri, Mabes TNI, Dephan, Mabes POLRI, Kesra, Bappenas, Kadin, Kementrian Ristek, BPPT, Dephub, BNN, Depkumham, BKKBN, Depkes, Kemenpora, Kemeneg PP, Depnakertrans, Depag, Depsos, Depdiknas, PMI Pusat, Spiritia, IAKMI, IDI, IBCA, IPPI, JOTHI, GWL – INA dan OPSI Hasil: Disepakati SRAN Penanggulangan HIV dan AIDS , yang disusun mengacu ke RPJMN (Permenkokesra 8/2010) 28

30 Permenkokesra No.8 / Tahun Mencegah penularan HIV 2.Meningkatkan mutu hidup ODHA 3.Mengurangi dampak sosial ekonomi epidemi AIDS 4.Meningkatkan lingkungan kondusif  Individu produktif & berperan aktif dlm PEMBANGUNAN

31 NoINDIKATOR TARGE T 2014 TARGET 2012 CAPAIAN 1Prevalensi HIV<0,5% 0,3% (Pemodelan matematika ) 2 Persentase penduduk tahun yang mempunyai pengetahuan komprehensif tentang HIV 95%85% 20,6% (rapid survei 2011) 3 Persentase penggunaan kondom pada hubungan seks berisiko tinggi 65%45% 35% (STBP 2011) 4 Persentase odha yang mendapatkan ART 90%80% 73,6% ( odha sd Juni 2012)

32  Intensifikasi pencegahan melalui intervensi struktural dengan fokus pada Lelaki Berisiko Tinggi/LBT :  Di Tempat Kerja : Peran sektor swasta, peran aktif pimpinan perusahaan dan personalia. Terintegrasi dalam K3 (Keselamatan dan Kesehatan kerja).  Di Lokasi Transaksi Seks Berisiko (Hotspot) : Program Pencegahan Penularan Melalui Transmisi Seksual (PMTS) berupa komitmen stakeholder lokal untuk pemberdayaan pekerja seks, promosi penggunaan kondom dan pemeriksaan IMS. Hal ini melibatkan pemberdayaan komunitas dan masyarakat.  Penguatan sistem, perluasan dan mutu layanan kesehatan yang berkesinambungan 31

33

34 1. Meningkatnya akses dan cakupan upaya promosi, pencegahan, pengobatan HIV & IMS serta rehabilitasi berkualitas, serta memperluas layanan hingga tingkat Fasyankes Primer dan berfokus pada Populasi Kunci. 2. Meningkatnya pengetahuan dan tanggung jawab dengan memperkuat koordinasi antar pelaksana layanan HIV & IMS melalui peningkatan partisipasi komunitas dan masyarakat madani

35 Kerangka Kerja Layanan Komprehensif Berkesinambungan KOMISI PENANGGULANGAN AIDS (KPA)

36 PE Pekerja Seks PE LBT PE GWL PE ODHA PE Penasun IMS, LJASS, VCT, CST Community Organizer Seluruh Pop. Kunci di Kab/Kota Kondom satu paket dg obat IMS PE = Pendidik Sebaya. Sebaya dalam aspek tempat, waktu, dan aktivitas

37 - Mencegah IMS dan HIV-AIDS (Penggunaan Kondom yang Konsisten) - Mengobati IMS - Perubahan Perilaku

38 Peningkatan Peran Positif Pemangku Kepentingan  lingkungan kondusif KOMPONEN 1 Komunikasi Perubahan Perilaku & Pemberdayaan Populasi Kunci KOMPONEN 2 Manajemen Pasokan Kondom & Pelicin KOMPONEN 3 Penatalaksanaan IMS KOMPONEN 4 Pendekatan:

39 TUJUAN : menciptakan lingkungan yang kondusif untuk perubahan perilaku berisiko pada individu dan kelompok dengan melakukan transformasi tatanan sosial

40 Pemberdayaan PS dan Pelanggan PS untuk:  Perilaku seksual yang tidak berisiko tertular IMS termasuk HIV (perilaku hidup sehat)  Perilaku mencari pengobatan yang tepat Perubahan perilaku seluruh pemain yang ada di lokasi untuk mendukung tercapainya perilaku hidup sehat yang berkesinambungan

41 TUJUAN : Menjamin agar kondom dan pelicin selalu tersedia dan terjangkau dalam jumlah cukup di lokasi RUANG LINGKUP : 1. Persiapan & penggalian kebutuhan 2. Pengadaan & pemasokan 3. Penyimpanan 4. Pendistribusian 5. Mekanisme promosi ke PS, pelanggan PS, dan pemangku kepentingan lokal

42 PPB / Pengob IMS SELALU harus dg konseling penggunaan KONDOM 1. Pengobatan IMS rutin berdasarkan gejala dan pemeriksaan laboratorium sederhana 2. Pengobatan Presumtif Berkala (PPB)  Sasaran: seluruh PS (terjadwal) & PS baru (setiap waktu) – total coverage  Tidak melihat ada penyakit atau tidak, ada keluhan maupun tidak

43 Penentu Kebijakan Tingkat Lokal (Pekerja Seks, Mucikari, Pemilik wisma/bar, Pokja, RT/RW, dsb) Pengelola Outlet Kondom Puskesmas/klinik IMS Warga sekitar lokasi Petugas Penjangkau/Pendi dik Sebaya Pihak berkepentingan lain (ct: preman, tk. parkir, dsb) Populasi Risti PS yang Berdaya

44 43 Program ditempat kerja Integrasi dalam K3 Pengembangan rekreasi “sehat” Basic Program Penguatan para pemangku kepentingan Komunikasi dan perubahan perilaku Peningkatan akses sarana pencegahan Peningkatan akses sarana pengobatan yang “bersahabat” Penguatan sistem monitoring dan evaluasi berkelanjutan TUJUAN ↓Resiko ↓ Penularan ↑ Produkti vitas Program di lokasi berisiko Implementasi seluruh komponen PMTS Kebijakan Nasional, Kebijakan spesifikK/L, Kebijakan spesifik perusahaan, Kebijakan di lokasi, CSR, sistem distribusi logistik Di dukung Lingk Kondusif

45   ketahanan agama & ketahanan keluarga   upaya pencegahan/ penghapusan stigma & diskriminasi thd Odha & keluarganya   pendidikan & pemberdayaan remaja dan generasi muda – MAMPU mengatakan: “TIDAK” pada seks bebas dan narkoba   Penjangkauan di tempat kerja: fokus lelaki !!   Perlindungan & pemberdayaan perempuan & remaja puteri

46  Jangkauan + efektifitas untuk universal access masih belum memadai.  Keterlibatan stakeholder Pariwisata (Pemerintah dan Swasta belum optimal)  Terdapat kesenjangan sumber daya (keuangan dan manusia) untuk memenuhi kebutuhan program  Sistem layanan kesehatan dan komunitas masih lemah.  Masih perlu peningkatan tata kelola pemerintahan untuk koordinasi antar sektor, harmonisasi kebijakan, manajemen, penyediaan informasi strategik monitoring dan evaluasi serta implementasi program.  Masih perlu lingkungan kondusif utk mengurangi stigma,diskriminasi, ketidaksetaraan gender dan HAM.

47  Epidemi HIV dan AIDS sudah pada tahap mengkhawatirkan  Inpres 3/2010: percepatan pencapaian MDG Goal 6  Penggunaan KONDOM pada seks berisiko harus   Pendekatan komprehensif/ struktural: PMTS Paripurna  PMTS-Umum, fokus = Lingk. Kondusif di Hotspot Pekerja Seks (P, W, L)  PMTS-LBT, fokus = 4M (Lelaki Risiko Tinggi)  PMTS-LSL, fokus = GWL

48 Bila kita bukan bagian dari SOLUSI … SOLUSI … …Kita adalah bagian dari MASALAH … B e r a r t i … Ingat !!!

49 TERIMA KASIH


Download ppt "Program Pencegahan HIV Melalui Transmisi Seksual (PMTS) Paripurna."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google