Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia (Ali Bin Abi Tholib) Perkembangan Sosiologi/Sosiologi sebagai ilmu Pengetahuan Pertemuan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia (Ali Bin Abi Tholib) Perkembangan Sosiologi/Sosiologi sebagai ilmu Pengetahuan Pertemuan."— Transcript presentasi:

1 1 Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia (Ali Bin Abi Tholib) Perkembangan Sosiologi/Sosiologi sebagai ilmu Pengetahuan Pertemuan (1) Departemen Sosiologi FISIP Universitas Airlangga

2 Topik Bahasan Definisi sosiologi Sosiologi sebagai ilmu sosial yang mandiri Perkembangan Sosiologi Perspektif dalam sosiologi Kegagalan Terbesar adalah tidak mencoba (William A.W) 2

3 3 Di mana tidak ada kebenaran, di situ tidak ada kebaikan (Nachman Of Bratslav) Kompetensi Menjelaskan - Pengertian sosiologi -S-Sosiologi Sebagai ilmu -P-Perkembangan Sosiologi Manfaat dalam kehidupan sehari-hari -M-Menerima/memberi informasi dengan bukti -M-Menerima/memberi informasi dengan obyektif -M-Menjelaskan segala tindakan -M-Mengontrol segala tindakan

4 4 Apakah SOSIOLOGI itu? : 1. Roucek and Warren ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok kelompok 2. Selo Soemardjan & Soelaiman Soemardi ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses proses sosial, termasuk perubahan perubahan sosial

5 5 Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia Lanjutan 3. William F. Ogburn dan Meyer F Nimkoff  sosiologi mempelajari interaksi dan hasilnya yaitu organisasi sosial 4. J.A.A. van Doorn dan C.J. Lammers  sosiologi mempelajari struktur-struktur dan proses kemasyarakatan

6 6 Horton dan Hunt, 1987:41 Sosiologi pada hakekatnya bukanlah semata- mata ilmu murni (pure science) yang hanya mengembangkan ilmu pengetahuan secara abstrak demi usaha peningkatan kualitas ilmu itu sendiri, namun sosiologi bisa juga menjadi ilmu terapan (applied science) yang menyajikan cara- cara untuk mempergunakan pengetahuan ilmiahnya guna memecahkan masalah praktis atau masalah sosial yang perlu ditanggulangi

7 7 Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia (Occupational Outlook Handbook, , U.S. Departemen of Labor 1980: 431). Sosiolog mempelajari perilaku dan interaksi kelompok, menelusuri asal-usul pertumbuhannya, serta menganalisis pengaruh kegiatan kelompok terhadap anggotanya

8 8Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia Ruang kajian sosiologi. Masyarakat, komunitas, keluarga, perubahan gaya hidup, struktur, mobilitas sosial, gender, interaksi sosial, perubahan sosial, perlawanan sosial, konflik, integrasi sosial, dan sebagainya adalah sejumlah contoh yang memperlihatkan betapa luasnya kajian sosiologi.

9 9 Mulailah dengan sesuatu yang benar daripada dengan sesuatu yang bisa diterima (Peter F Drucker) Sosiologi Mempelajari Tingkah laku manusia sebagai anggota masyarakat, tidak sebagai individu yang terlepas dari kehidupan mayarakat. Fokus bahasan sosiologi adalah interaksi manusia, yaitu pada pengaruh timbal balik di antara dua orang atau lebih dalam perasaan, sikap, dan tindakan. Sosiologi tidak begitu menitik beratkan pada apa yang terjadi di dalam diri manusia (merupakan bidang studi psikologi), melainkan pada apa yang berlangsung di antara manusia.

10 10 Alam menyerahkan rahasianya yang sangat besar kepada orang-orang yang rajin mencarinnya (Pepatah Kuno) Sosiologi Memenuhi Syarat Sebagai Ilmu Pengetahuan, yaitu : 1. Pengetahuan  hasil penginderaan 2. Tersusun secara sistematis  unsur- unsurnya tersusun sbg suatu kesatuan 3. Menggunakan pemikiran (otak/ olah pikir/penalaran) 4. Hasilnya dapat dikontrol orang lain

11 11Akal budi tanpa pengetahuan adalah laksana tanah yang tak diolah, laksana raga manusia yang kekurangan makan (Kahlil Gibran) Sosiologi Sbg Ilmu Yang Berdiri sendiri, dengan ciri-ciri utamanya : 1. Bersifat Empiris dan rasional Artinya sosiologi mendasarkan diri pada hasil observasi dan keadaan- keadaan yang nyata ada dalam masyarakat serta menggunakan pemikiran yang logis dan akal sehat dan tidak spekulatif.

12 12 Lanjutan 2. Bersifat Teoritis Artinya Sosiologi selalu berusaha menyusun abstraksi hasil observasi secara logis untuk menjelaskan hubungan antar gejala (sebab akibat) sehingga tersusun suatu teori 3. Bersifat Kumulatif Artinya teori sosiologi dibentuk atas dasar teori yang sudah ada dalam arti memperbaiki, memperhalus dan memperluas teori yang lama

13 13Orang-orang optimis memandangi mawar bukan durinya. Orang-orang pesimis memandangi duri dan mengabaikan mawarnya (Kahlil Gibran) Lanjutan 4. Bersifat non ethis Artinya sosiologi tidak mempersoalkan baik buruknya fakta sosial tertentu,  akan tetapi tujuannya adalah untuk menjelaskan fakta sosial tersebut secara analitis, kritis dan obyektif

14 14Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia Sifat dan Hakekat Sosiologi 1. Sebagai ilmu sosial Yang membahas gejala gejala kemasyarakatan, dimana dalilnya bersifat relatif (bisa berubah)  Berbeda dengan ilmu alam, kimia, fisika dan biologi yang rumusnya pasti dan tidak bisa berubah

15 15 Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia 2. Sebagai disiplin Kategoris Artinya sosiologi membatasi diri pada apa yang terjadi dewasa ini, dan bukan yang seharusnya terjadi.  Sosiologi dapat menetapkan masyarakat pada suatu waktu dan tempat memiliki nilai tertentu  TETAPI tidak dapat ditentukan bagaimana nilai-nilai tersebut seharusnya.

16 16Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia 3. Sosiologi bertujuan menghasilkan pengertian dan pola-pola umum  Sosiologi melalui penelitiannya berusaha untuk mencari prinsip-prinsip ataupun hukum-hukum umum dari hasil interaksi antar manusia, bentuk, isi dan struktur masyarakat.

17 17 Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia 4. Sosiologi Sebagai Ilmu Pengetahuan yang Empiris dan Rasional Artinya Sosiologi mendasarkan diri pada hasil observasi/penelitian terhadap kenyataan dengan metode tertentu dan menggunakan akal sehat

18 18Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia 5. Sosiologi Merupakan ilmu Pengetahuan Umum  Artinya sosiologi mempelajari gejala umum yang muncul dari setiap interaksi yang terjadi antarmanusia.  Sosiologi mempelajari faktor-faktor sosial dalam semua bidang kehidupan. Misalnya: keluarga, politik, hukum, agama, ekonomi, organisasi, gender, industri, pendidikan, dll.

19 19 Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia Sejarah ringkas Sosiologi  Tokoh yang dianggap sebagai bapak Sosiologi adalah Auguste Comte seorang ahli filsafat dari Perancis( ).  Bukunya yang berjudul Positive Philosophy terbit tahun  Dalam buku inilah istilah sosiologi pertama kali dikenalkan.

20 20Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia Comte membedakan sosiologi menjadi 2 yaitu sosiologi statis dan dinamis.  Sosiologi Statis :  Memusatkan perhatian pada hukum-hukum statis yang menjadi dasar adanya masyarakat.  Studi ini merupakan semacam anatomi sosial yang mempelajari aksi reaksi timbal balik dari sistem sosial.  Cita-cita dasar sosiologi statis adalah bahwa semua gejala sosial saling berkaitan.

21 21 Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia  Sosiologi Dinamis  Merupakan teori tentang perkembangan dalam arti pembangunan.  Sosiologi menggambarkan perkembangan manusia yang terjadi dari tingkat intelligensia rendah ke tingkat lebih tinggi.  Comte yakin masyarakat akan berkembang menuju kesempurnaan, melalui:  tahap teologis atau fiktif (manusia menafsirkan gejala secara teologis dengan kekuatan roh)  tahap metafisik (tiap gejala memiliki kekuatan yang akhirnya akan terungkap tanpa verifikasi) dan  tahap positive dinama ilmu pengetahuan memainkan peranan penting dalam kehidupan masyarakat.

22 22Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia Setelah A.Comte, perkembangan sosiologi dapat dikelompokkan ke dalam mazhab a.l : 1.Mazhab Geografi dan lingkungan  Buckle dan Le Play  masyarakat dapat berkembang bila ada tempat berpijak dan tempat hidup

23 23Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia 2. Mazhab Organis dan Evolusioner HHerbert Spencer,  melakukan analogi antara masyarakat manusia dengan organisme manusia. WW.G. Sumner,  mengenai kebiasaan sosial yang timbul secara tidak sadar dalam masyarakat EEmile Durkheim  unsur baku dalam masy adalah solidaritas (mekanis: belum ada pembagian kerja; organis: ada pembagian kerja dan spesialisasi) FF. Tonnies  bgmn warga kelompok mengadakan hubungan dengan sesamanya  dasar hubungan tsb menentukan bentuk kehidupan sosial tertentu (Gemeinschaft dan gesellschaft)

24 24 Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia 3. Mazhab Formal  George Simmel  untuk menjadi warga masyarakat perlu mengalami proses individualisasi dan sosialisasi  tanpa menjadi warga masyarakat tidak mungkin akan mengalami proses interaksi antara individu dan kelompok  Leopold von Wiese  Sosiologi memusatkan perhatian pada hubungan antarmanusia tanpa mengaitkan dengan tujuan dan kaidah

25 25Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia 4. Mazhab Psikologi o Gabriel Tarde  gejala sosial mempunyai sifat psikologis terdiri dari interaksi jiwa-jiwa individu (terdiri dari kepercayaan dan keinginan) o Richard H Cooley  individu dan masyarakat saling melengkapi, individu akan menemukan bentuknya di dalam masyarakat

26 26 Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia 5. Mazhab Ekonomi Karl Marx  menggunakan sejarah dan filsafat untuk membangun teori tentang perubahan yang menunjukkan perkembangan masyarakat menuju keadilan sosial.  selama masyarakat masih terbagi atas kelas-kelas maka kekayaan akan terhimpun pada kelas yang berkuasa  Selama masih ada kelas yang berkuasa, maka tetap terjadi eksploitasi terhadap kelas yang lemah.

27 27 Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia 6. Mazhab Hukum  Emile Durkheim  menaruh perhatian pada hukum yang dihubungkan dengan jenis solidaritas  Solidaritas mekanis  terdapat kaidah hukum dengan sanksi represif  berakibat penderitaan, menyangkut kemerdekaan, kehormatan dan masa depan warga masyarakat ( hukum pidana)  Solidaritas organis  terdapat kaidah hukum dengan sanksi restitutif  tujuannya mengembalikan keadaan dalam situasi semula (hukum perdata, dagang, acara, administrasi)

28 28 Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia Pendekatan/Perspektif dalam Sosiologi 1. Perspektif Evolusionis 2. Perspektif Interaksionis 3. Perspektif Fungsionalis 4. Perspektif Konflik

29 29 Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia Perspektif Evolusionis Sebagai perspektif paling awal dalam sosiologi August Comte dan Herbert Spencer  perspektif ini menjelaskan bagaimana masyarakat berkembang dan tumbuh Para Sosiologi pengikut perspektif ini  mencari pola perubahan dan perkembangan yang terjadi dalam masyarakat yang berbeda, apakah ada urutan umum yang ditemukan Misal: Apakah pengaruh industrialisasi terhadap keluarga di negara maju sama dengan di negara sedang berkembang.

30 30 Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia Perspektif Interaksionis Perspektif ini tidak menyarankan teori-teori besar tentang masyarakat, karena istilah “masyarakat”, “negara”, dan “lembaga masyarakat” adalah abstraksi konseptual  sementara yang dikaji adalah orang-orang dan interaksinya Para ahli teori ini (GH. Mead,CH Cooley) memusatkan perhatiannya pada interaksi antara individu dan kelompok, menggunakan simbol. Manusia tidak bereaksi terhadap dunia secara langsung, tetapi bereaksi terhadap makna yang dihubungkan dengan benda atau kejadian di sekitarnya.

31 31 Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia PENDEKATAN INTERAKSI SIMBOLIK Menekankan pentingnya ‘makna sosial’ (social meanings) dari perilaku manusia yang melekat pada dunia sekitarnya. Tiga premis (Blumer): Manusia bertindak terhadap sesuatu/orang berdasarkan bagaimana mereka memberi makna terhadap sesuatu/orang tersebut. ‘Makna’ merupakan produk social yang muncul dari interaksi ‘Social Actor’ (pelaku social) memberikan makna melalui proses interpretasi Penafsiran merupakan sesuatu yang esensial yang mempengaruhi ‘definisi sosial’ ‘Konsep diri’ merupakan definisi yang diciptakan melalui interaksi dengan orang lain Untuk mempelajari tingkah laku manusia perlu memahami system makna yang diacu oleh manusia yang dipelajari. Para Ahli: G.H. Mead, Herbert Blumer

32 32Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia  Prinsip-Prinsip interaksionisme simbolik (1) 1.Manusia, tidak seperti hewan rendah lainnya, diberkahi dengan kapasitas berakal 2.Kapasitas untuk berpikir itu terbentuk karena interaksi sosial 3.Didalam interaksi sosial manusia mempelajari arti dan simbol-simbol yang membuatnya dapat melakukan kapasitas berpikir sebagai manusia 4.Arti dan simbol membuat manusia melakukan tindakan dan interaksi manusia secara berbeda

33 33Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia Prinsip-Prinsip interaksionisme simbolik (2) 4.Manusia mampu memperbarui atau mengubah arti dan simbol yang mereka gunakan dalam tindakan dan berinteraksi atas dasar interpretasi mereka terhadap keadaan 5.Manusia dapat membuat modifikasi dan perubahan tersebut karena kemampuannya berinteraksi dengan dirinya sendiri, yang membuatnya dapat meneliti kemungkinan serangkaian tindakan, menilai keuntungan dan kerugian relatif mereka, dan kemudian memilih salah satunya

34 34Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia Pendekatan fungsional (Talcott Parsons) Garis besar pendekatan ini adalah  Masyarakat itu dapat dianalogikan sebagai organ tubuh manusia, yang terdiri dari bagian/komponen/ subsistem yang saling berhubungan dan saling bergantung untuk mewujudkan keseimbangan.  Rusak atau terganggunya satu bagian akan mengganggu bagian yang lain atau bahkan keseluruhan bagian.

35 35 Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia Dalam perspektif Fungsional   Masy. dilihat sbg suatu jaringan kelompok yang bekerjasama secara teorganisir dan bekerja secara teratur menurut seperangkat aturan dan nilai yang dianut oleh sebagian besar masy.  Masy dipandang sbg suatu sistem yang stabil dengan kecenderungan ke arah keseimbangan  untuk mempertahankan sistem kerja yang selaras dan seimbang

36 36 Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia Tokoh terkemuka perspektif fungsional a.l Talcott Parsons, Kingsley Davis Robert Merton  Setiap kelompok atau lembaga melaksanakan tugas tertentu dan terus menerus karena hal itu fungsional  Sekolah mendidik anak, mempersiapkan para pegawai, mengambil alih tanggung jawab orang tua dalam sebagian waktu dsb/

37 37 Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia Apa persyaratannya?  Agar masing masing komponen itu fungsional, diperlukan : Sosialisasi dan kontrol sosial 2. A.G. I. L. Adaptation Goal attainment Integration Latent Pattent Maintenance

38 38 Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia A.G. I. L  Adaptation  menunjuk pada kemampuan sistem menjamin apa yang dibutuhkannya dari lingkungan serta mendistribusikan sumber-sumber tersebut ke dalam seluruh sistem  Goal attainment  pencapaian tujuan sistem dan penetapan prioritas tujuan  Integration  koordinasi dan kesesuaian bagian- bagian sistem sehingga seluruhnya fungsional  Latent Pattent Maintenance  menunjuk pada bagaimana menjamin kesinambungan tindakan dalam sistem sesuai dengan aturan atau norma- norma yang berlaku.

39 39 Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia Pendekatan Konflik (Karl Marx) (1) Melihat masyarakat berada dalam konflik yang terus menerus antara kelompok dan kelas. Marx memusatkan perhatian pada pertentangan antar kelas untuk pemilikan kekayaan produktif Perjuangan meraih kekuasaan dan penghasilan sebagai suatu proses yang berkesinambungan. Para teoretisi  masyarakat terikat bersama karena kekuatan kelas atau kelompok yang dominan.

40 40 Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia Secara garis besar  dalam masyarakat selalu ada sekelompok orang yang menguasai alat produksi yang jumlahnya sangat sedikit ( disebut klas bourjuis) dan ada sekelompok orang yang tidak menguasai alat produksi yang jumlahnya sangat banyak ( sering disebut sebagai klas proletar) Hubungan kedua kelas itu selalu terjadi perbedaan kepentingan. Klas atas menginginkan status quo, sedang klas bawah, menginginkan hilangnya klas Pendekatan Konflik (Karl Marx) (2)

41 41 Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia


Download ppt "1 Bahagia akan mengantarkan sukses bukan sukses mengantarkan bahagia (Ali Bin Abi Tholib) Perkembangan Sosiologi/Sosiologi sebagai ilmu Pengetahuan Pertemuan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google