Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PERTEMUAN KEDUA TEAM TEACHING. AGENDA METODOLOGI DAN METODOLOGI EKONOMI PERSPEKTIF KONVENSIONAL METODOLOGI DAN METODOLOGI EKONOMI PERSPEKTIF KONVENSIONAL.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PERTEMUAN KEDUA TEAM TEACHING. AGENDA METODOLOGI DAN METODOLOGI EKONOMI PERSPEKTIF KONVENSIONAL METODOLOGI DAN METODOLOGI EKONOMI PERSPEKTIF KONVENSIONAL."— Transcript presentasi:

1 PERTEMUAN KEDUA TEAM TEACHING

2 AGENDA METODOLOGI DAN METODOLOGI EKONOMI PERSPEKTIF KONVENSIONAL METODOLOGI DAN METODOLOGI EKONOMI PERSPEKTIF KONVENSIONAL METODOLOGI PERSPEKTIF ISLAM METODOLOGI PERSPEKTIF ISLAM METODOLOGI AJARAN ISLAM METODOLOGI AJARAN ISLAM METODOLOGI EKONOMI ISLAM METODOLOGI EKONOMI ISLAM

3  Disusun dengan metode ilmiah yang merupakan penggabungan pendekatan rasionalisme dengan empirisme  Kebenaran yang diperoleh melalui scientific method adalah pengetahuan sehingga ilmu ekonomi disebut sebuah ilmu pengetahuan/science

4  Menurut Blaugh dalam Khan (1994) Methodologi ilmu pengetahuan membahas secara kritis tentang : Konsep, Teori dan prinsip-prinsip dasar penalaran (basic principle of reasoning)

5  Dalam wujud praktisnya, metodologi akan menghasilkan gambaran mengenai realita yang ada yang diwujudkan dari hubungan antara suatu variabel dengan variabel lainnya yang pada akhirnya menghasilkan suatu simpulan umum. Apabila hubungan itu mendekati kepastian maka terbentuklah hukum atau teori

6  Metodologi merupakan suatu keharusan, sebab prinsip ajaran islam adalah kebenaran. Manusia diperintahkan untuk mengikuti kebenaran dan dilarang mengikuti persangkaan (dzan), dan untuk mengikuti kebenaran manusia harus memiliki pengetahuan

7  QS : An –Najm (53 ayat 28). Kata Alhaq disini maksudnya adalah ilmu pasti yang bisa menjadi dasar-dasar atas keyakinan-keyakinan dan ia tidak bermakna selain itu

8

9 Sumber Hukum Al-Qur’anAs-Sunnah Ruang Kosong ( Wilayatul ‘Afwi – Ruang Ijtihad) Ushul Fiqh, Qawaid fiqhiyah Ijtihad Produk Ijtihad Yang Disepakati Sebagai Hujjah Yang Tidak Disepakati Sebagai Hujjah 29-Mar-15

10 Yang Disepakati Sebagai Hujjah Yang Tidak Disepakati Sebagai Hujjah IJMA QIYAS 1.Istihsân 2.Maslahah Mursalah 3. Istishhâb 4.‘Urf 5.Syar’u Man Qablana 6.Qaul as-Shahâbi 7.Sadz-dzara’i 1.Istihsân 2.Maslahah Mursalah 3. Istishhâb 4.‘Urf 5.Syar’u Man Qablana 6.Qaul as-Shahâbi 7.Sadz-dzara’i 29-Mar-15

11  Sumber Hukum Islam ◦ Al’Qur’an  Nama lainnya : Al Huda, al furqan (pembeda), Az-Zikr (peringatan), Asy syifa (obat), al’Ilm (Ilmu), Al Karim, Al Muhaimin  Al Qur;an adalah kalamullah dalam arti sebenarnya, yaitu firman Allah untuk seluruh umat manusia melalui Muhammad SAW (Intermediary) ◦ As-Sunnah ◦ Ijtihad

12 1. Menafsirkan Al Qur’an dengan Al Qur’an yaitu menafsirkan suatu ayat dengan ayat yang lain (tafsir ayat bil ayat) misalnya QS :2 Ayat 3-4 menjelaskan kriteria orang bertaqwa yang telah disebutkan dalam ayat 2 ◦ Menafsirkan Ayat dengan Ayat dijamin Allah pasti tidak akan ada pertentangan (QS : An-Nisa (4) : 82) Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. 

13 2. Menafsirkan Al Qur’an dengan Sunnah, As- sunnah dapat menjadi penafsir (bayan tafsir) karena akhlaq Rasulullah SAW adalah Al Qu’an itu sendiri ◦ QS: An- Nahl (16 ayat 44).

14 3. Menafsirkan Al Qur’an dengan Penjelasan sahabat, ada 10 sahabat yang dipandang sebagai penafsir Al Qur’an yang utama (Al Qattan) 1. Abu bakar as-shidiq 2. Umar bin khatab 3. Usman bin affan 4. Ali bin Abi Thalib 5. Abdullah bin mas’ud 6. Abdullah ibnu Abbas 7. Ubai bin Kaab 8. Zaid bin Tsabit 9. Abu Musa Al Asyari 10. Abdullah ibnu zubair

15 4. Menafsirkan Al-Qur’an dengan pemikiran (tafsir bil Ra’y) harus memenuhi persyaratan antara lain : ◦ Menukilkan sumber penafsirannya dari Rasulullah SAW ◦ Mengambil sumber tafsir dari para sahabat (khususnya asbabun Nuzul) ◦ Mengambil tafsir dari kaidah bahasa arab ◦ Memperhatikan apa yang dikehendaki suatu ayat

16  As-sunnah merujuk pada : ◦ Perkataan/Qaul ◦ Perbuatan/fi’il ◦ Pengakuan atau persetujuan Rasulullah  Dasar Hukum As-Sunnah ◦ QS : Ali Imran :32 ◦ An-Najm : 3-4 ◦ An-Nisa : 59 ◦ An-Nisa : 80 Telah aku tinggalkan untuk kamu dua benda yang jika kamu berpegang teguh kepadanya maka tidak akan tersesat yaitu Kitabullah (Al-Qur’an) dan Sunnah Rasul (HR : Imam Malik)

17

18

19  6 buku yang diterima secara luas sebagai himpunan hadist yang paling baik (sihah al sittah): ◦ Kitab Shahih Bukhari ◦ Kitab Shahih Muslim ◦ Kitab Sunan An-Nasai ◦ Kitab Sunan Abu Dawud ◦ Kitab Sunan At-Tirmidzi ◦ Kitab Sunanibnu Majah Kitab shahih adalah suatu buku yang hanya memamsukkan hadist-hadist shahih (kualifikasi tertinggi Kitab Sunan : memuat tidak hanya hadist-hadist shahih saja tetapi juga hadist yang memiliki kualifikasi di bawahnya misalnya hadist Hasan dan bahkan Dla’if

20  Prinsip Dasar Memahami As-Sunnah ◦ Meneliti ke shahihan suatu hadist dengan acuan ilmiah yang ditetapkan ◦ Memahami dengan benar nash-nash yang berasal dari Rasulullah SAW dengan kaidah bahasa Arab (asbabul wurud) ◦ Memastikan nash tersebut tidak bertentangan dengan nash yang lainnya

21  Dasar Hukum : ◦ Ketika Rasulullah hendak mengutus Muads bin Jabal ke Yaman, Rasulullah bertanya “ bagaimana kamu akan memutuskan jika kepadamu dihadapkan satu perkara ?

22  Ijma, hasil kesepakatan dari para sahabat atau para mujtahid atas masalah tertentu yang tidak dijelaskan secara explisit dalam Al-Qur’an atupun As-Sunnah ◦ Dasar Hukum (An-Nisa : 60) ◦ Hadist :  “Umatku tidak akan bersepakat untuk membuat kekeliruan (HR : Ibnu Majah)  Apa yang dipandang baik oleh orang-orang mulim, disisi Allah pun dipandang baik (HR.Ahmad)

23  Qiyas secara bahasa berarti mengukur atau menyamakan sesuatu hal dengan hal yang lain  Qiyas secara definitif berarti menyamakan hukum sesuatu hal yang tidak terdapat ketentuannya dalam al-Qur’an dan As- Sunnah dengan hal lain yang ketentuannya telah disebutkan dalam Al-Qur’an dan As- Sunnah karena adanya persamaan penyebab (Illat)

24  Maslahah Mursalah adalah suatu metode penetapan hukum yang didasarkan pertimbangan pada manfaat (Maslahah) atau bahaya (Mudharat)bagi kehidupan masyarakat yang islami misalnya undang- undang pengupahan  Istihsan secara bahasa berarti memandang baik dan benar pada sesuatu, tetapi secara teknis berarti memandang lebih baik meninggalkan isi dalil khusus untuk kembali kepada dalil umum yang dipandang lebih kuat mengenai hal-hal tertentu misalnya pencabutan hak milik pribadi

25  Istishab adalah tetap menggunakan hukum yang telah ada karena tidak ada ketentuan lain yang merubah hukum tersebut misalnya : semua transaksi yang dilakukan atas dasar suka sama suka mubah

26  Al-Urf adalah kebiasaan yang telah berlaku secara merata disuatu masyarakat

27  Terdapat perbedaan kebenaran agama dengan kebenaran ilmiah maka penyusunan metodologi ekonomi Islam tidak sederhana, ada dua problematika utama : ◦ Bagaimana menempatkan wahyu Allah dalam pembentukan ilmu pengetahuan. Kebenaran wahyu bersifat dogmatis, sedangkan ilmu pengetahuan bersifat verifikatif ◦ Bagaimana menempatkan kebenaran rasional dan fakta empiris dalam kerangka metodologi ilmu pengetahuan yang islami

28  Dikenal dengan konsep Shuratic Process, yang menyatakan sumber utama dari pengetahuan (primordial stock of knowledge)adalah AlQu’an  As-Sunnah sumber ilmu pengetahuan berikutnya  Ijtihad, metode penentuan hukum manakala Al Qur’an dan Hadist tidak mengaturnya  Metode induksi akan menghasilkan kesimpulan yang lebih operasional sebab ia didasarkan pada kenyataan empiris  Selanjutnya merupakan elaborasi dari Al Qur’an, As-Sunnah dengan pemikiran dan penemuan manusia

29  Sumber pembentukan ekonomi Islam ◦ Al Qur’an ◦ As-Sunnah ◦ Hukum Islam dan Yurispudensinya ◦ Sejarah perdban umat Islam ◦ Berbagai data yang berkaitan dengan kehidupan ekonomi  Al Qur’an memuat prinsip-prinsip fundamental bagi segala jenis aktivitas manusia (Hard Core) : Qs Albaqarah : 276, Qs Ibrahim : 7, Qs Thaha : 124

30

31 Ekonomi Islam Ekonomi Islam framework utama dan paradigma dasar yang diderivasi dari suatu sumber yang bersifat baku, pasti,dan tidak dapat dirubah framework utama dan paradigma dasar yang diderivasi dari suatu sumber yang bersifat baku, pasti,dan tidak dapat dirubah Cenderung menggunakan mtode induktif, meskipun tetap menggunakan metode deduktif Cenderung menggunakan mtode induktif, meskipun tetap menggunakan metode deduktif Menempatkan nilai etika mis : kejujuran, keadilan,kesederhanaan Menempatkan nilai etika mis : kejujuran, keadilan,kesederhanaan Disiplin ilmu yang cenderung normatif Disiplin ilmu yang cenderung normatif Masalah ekonomi islam berkaitan dengan penciptaan falah Masalah ekonomi islam berkaitan dengan penciptaan falah Ekonomi onvensional Ekonomi onvensional Dibangun dari paradigma dasar yang masih dapat dipertanyakan dan dapat berubah Dibangun dari paradigma dasar yang masih dapat dipertanyakan dan dapat berubah Cenderung menggunakan metode deduktif, bahkan asumsi yang digunakan bersifat spekulatif Cenderung menggunakan metode deduktif, bahkan asumsi yang digunakan bersifat spekulatif Adanya pemisahan dimensi normatif dengan positif Adanya pemisahan dimensi normatif dengan positif Disiplin ilmu yang cenderung positif Disiplin ilmu yang cenderung positif Pengembangan ilmu pengetahuan saja Pengembangan ilmu pengetahuan saja

32  Metode ekonomi Islam bertumpu pada dua hal mendasar : ◦ Perlunya pemahaman kritis atas Al-Qur’an dan As- Sunah ◦ Perlunya menciptakan metode yang kreatif dan inovatif sepanjang tidak bertentangan dengan Al- Qur’an dan As-Sunah

33  Dalam membangun ekonomi Islam khaf mengajukan perlunya sikap kritis terhadap metodologi penafsiran Al Qur’an dan As- sunnah  Metode kombinasi antara deduktif dengan retrospektif (dihasilkan teori-teori ekonomi Islam yang memiliki sandaran rasionalitas yang kokoh tetapi tetap realistis dan aplikatif

34  Muhammad Anas Zarqa (1992), menjelaskan bahwa ekonomi Islam itu terdiri dari 3 kerangka metodologi : 1.Presumptions and ideas, atau ide dan prinsip dasar dari ekonomi Islam. Ide ini bersumber dari Al Qur’an, Sunnah, dan Fiqih Al Maqasid. Ide ini nantinya harus dapat diturunkan menjadi pendekatan yang ilmiah dalam membangun kerangka berpikir dari ekonomi Islam itu sendiri.

35 2.Nature of value judgement, atau pendekatan nilai dalam Islam terhadap kondisi ekonomi yang terjadi. Pendekatan ini berkaitan dengan konsep utilitas dalam Islam. 3. Positive part of economics science. Bagian ini menjelaskan tentang realita ekonomi dan bagaimana konsep Islam bisa diturunkan dalam kondisi nyata dan riil. Melalui tiga pendekatan metodologi tersebut, maka ekonomi Islam dibangun.


Download ppt "PERTEMUAN KEDUA TEAM TEACHING. AGENDA METODOLOGI DAN METODOLOGI EKONOMI PERSPEKTIF KONVENSIONAL METODOLOGI DAN METODOLOGI EKONOMI PERSPEKTIF KONVENSIONAL."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google